Maret 2012

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 21 Maret 2012

Dahlan Pasang Badan Lindungi Direksi BUMN

VIVAnews - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan siap memberikan perlindungan langsung kepada perusahaan BUMN. Sebab, ia bertekad akan mengabdikan hidup dirinya kepada negara dengan segala resiko.

"Saat ini, saya sedang inventarisasi perlindungan apa dan sejauh mana yang saya bisa berikan," kata Dahlan, di Jakarta, Senin 12 Desember 2011.

Dahlan menuturkan, dalam mengambil keputusan dirinya siap bertanggung jawab penuh. Risiko yang harus ditanggung itu, bertujuan agar perusahaan BUMN tersebut dapat maju.

Selain siap pasang badan, Dahlan juga mengatakan siap turun tangan langsung menangani jajaran direksi (Board of Director/BoD) yang tidak akur.

Dahlan mengaku bahwa dirinya juga tidak akan berpura-pura tidak tahu jika ada BoD yang tak akur. Jika dewan komisaris tidak sanggup menangani, ia yang akan membenahi BoD tersebut. "Saat ini saya sedang menangani Lima kasus BoD yang tidak harmoni," katanya.

Ia menuturkan, kalau ada BoD yang tidak akur, dirinya akan membela direktur utama untuk pertama kali, biar pun ternyata yang dipecat lebih bagus dan benar. "Pasti yang saya bela dirut sepanjang yang saya percaya bisa membuat kemajuan, karena memang tidak bisa ada musuh dalam selimut," ujar Dahlan.

Namun, kata Dahlan, jika ke depan terbukti direktur utamanya yang salah dan tidak dapat memajukan perusahaannya, dirutnya siap-siap untuk dipecat. "Jadi, daripada dua-duanya pergi, rukunlah, " tuturnya.

Selasa, 20 Maret 2012

Wapres: Asia Tenggara Kuat Hadapi Krisis

VIVAnews - Wakil Presiden Boediono mengatakan Asia akan menjadi pusat perekonomian dunia. Oleh karena itu, Indonesia harus bisa menentukan posisinya dalam ekonomi global.

"Saya yakin dengan modal yang kita miliki, bangsa Indonesia akan mencapai posisi yang pas," ujar Wapres saat memberi sambutan dalam acara CEO Forum di Grand Ballroom, Hotel Kempinski, Jakarta, Senin 12 Desember 2011.

Dari semua negara, menurut Boediono, Asia Tenggara menunjukkan kekuatannya dalam menghadapi krisis global, termasuk Indonesia. Namun, Boediono meminta semua pihak tidak menurunkan tingkat kewaspadaannya.

"Semua indikator ekonomi Indonesia melegakan. Tapi, harus diingat bahwa kita hidup dalam komunitas dunia. Ini bukan pesimisme, tapi waspada," tuturnya.

Menurut Wapres, situasi dunia masih penuh ketidakpastian. Episentrum guncangan ini disebabkan Eropa dan Amerika yang masih bermasalah, namun belum ada kebijakan yang pasti. Sementara itu, China menunjukkan perlambatan di bidang manufaktur dan properti. India, pertumbuhan ekonomi mencapai 9 persen, namun diprediksi mencapai 6 persen tahun ini.

"Brasil juga demikian. Meksiko ada capital keluar, sehingga memberikan tekanan," tuturnya.

Boediono mengatakan, amunisi Indonesia cukup besar yaitu masih banyaknya cadangan devisa, ketahanan perbankan, dan momentum pertumbuhan yang baik. Meski demikian, pemerintah masih memiliki kendala di infrastruktur.

Wapres lalu meminta semua pihak menghilangkan hambatan ini, seperti melalui penyusunan Rancangan Undang-Undang Pengadaan Lahan yang masih belum final. "Kami meminta kerja sama yang baik dengan semua pihak," tuturnya. (art)

Reshuffle Sektor Ekonomi Dinilai Wajar

VIVAnews - Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia menyatakan banyaknya para menteri bidang perekonomian yang di-reshuffle beberapa saat lalu adalah sesuatu yang wajar. Hal ini didapat berdasarkan hasil survei yang dilakukan sebelum reshuffle dilakukan.

Menurut Executive Director DCSC, Zaenal A Budiyono, kepuasan masyarakat pada sektor perekonomian sejauh ini tergolong rendah. Penilaian publik terhadap kondisi ekonomi nasional 25,3 persen menjawab lebih buruk dan 41,8 persen menganggap tidak ada perubahan dibandingkan tahun lalu.

"Reshuffle yang terjadi di bidang ekonomi masuk akal," ujar Zaenal dalam jumpa pers di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu 30 Oktober 2011.

Penilaian publik terhadap kondisi Indonesia saat ini, lanjutnya, pandangan postif diberikan pada sektor keamanan yakni 40,4 persen dan sektor sosial 27,9 persen.

"Sementara sektor ekonomi, politik, dan hukum yang menilai buruk lebih besar dibandingkan yang menilai baik," tuturnya.

Optimisme publik terhadap keadaan ekonomi rumah tangga pada tahun depan, tambahnya, cukup positif. Hal ini ditunjukan dengan penilaian lebih baik sebesar 39,8 persen, lebih buruk 7,9 persen dan tidak ada perubahan 26,3 persen.

Sebagai informasi, waktu pelaksanaan survei dilakukan selama 12 hingga 20 Oktober 2011. Survei dilaksanakan di 33 provinsi dengan jumlah responden sebesar 1200 orang dengan margin of error sekitar tiga persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden dipilih dengan metode multistage random sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan model wawancara langsung. (adi)

Ragukan Pasar, Lion Air Tunda Gelar IPO

VIVAnews - Maskapai penerbangan murah, Lion Air, menunda rencananya melepas saham ke publik yang semula dijadwalkan berlangsung tahun ini. Pembatalan Penawaran umum perdana saham (IPO) yang ditargetkan menarik dana hingga US$1 miliar itu disebabkan ketidakpastian investor Asia untuk membeli saham di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

Sebelumnya, Lion Air sempat membuat heboh industri penerbangan nasional setelah memesan lebih dari 200 unit pesawat dari raksasa penerbangan, Boeing senilai US$21,7 miliar. Pembelian ini, kala itu, merupakan yang terbesar yang diperoleh Boeing. 

"Kami tidak bisa melaksanakan IPO tahun ini karena krisis keuangan tak terlalu bagus," kata CEO Lion Air, Rusdi Kirana seperti dikutip laman VIVAnews dari laman reuters.com, Senin, 13 Februari 2012.

Rusdi mengatakan, Lion Air menargetkan langkah go public ketika pangsa pasar perusahaan telah mencapai 60 persen yang ditargetkan tercapai dalam dua tahun ke depan. Saat ini, pangsa pasar Lion Air mencapai 51 persen.

Kendati membatalkan IPO pada tahun ini, Rusdi memastikan perusahaan pembayaran untuk pemesanan pesawat dari Boeing takkan menghadapi kendala.

Saat ini, Lion Air memiliki 92 unit pesawat termasuk European ATR-72 turbo. Seluruh armada tersebut digunakan untuk melayani 17 ribu pulau di Indonesia. Dengan sarana infrastruktur jalan yang minim, pesawat menjadi salah satu sarana angkutan yang bisa digunakan oleh masyarakat. "Bisnis ini potensial dan margin yang lebar untuk tumbuh," kata Rusdi. (eh)

 

Jero: Bupati Bima Cabut SK Tambang SMN

VIVAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, memastikan Surat Keputusan Bupati Bima Nomor 188 tahun 2010 tentang Izin Usaha Pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) sudah dicabut.

"Bupati Bima sudah cabut SK Nomor 188, banyak korban dulu baru mau (dicabut)," kata Jero di Jakarta, Kamis 26 Januari 2012.

Jero menyesalkan kenapa harus ada tindakan anarkis berupa pembakaran kantor bupati oleh massa baru bupati Bima mau mencabut SK tersebut. Mestinya saat ada gelagat rakyat mulai memprotes adanya pertambangan di wilayahnya, masyarakat langsung diajak musyawarah.

Jero menjelaskan, sesuai dengan UU Minerba Nomor 4 tahun 2009, saat ini banyak sekali izin tambang yang dikeluarkan oleh kepala daerah. Namun, mereka tidak melakukan konsultasi dengan Kementerian ESDM. "Giliran ribut, yang salah menteri ESDM atau dirjen Minerba," katanya.

Mengingat banyaknya izin pertambangan bermasalah, ia mencari pasal yang bisa mencabut izin yang dikeluarkan kepala daerah. "Sudah ketemu, pasal rekomendasi menteri ESDM untuk mencabut izin. Karena di era demokrasi tidak bisa perintah langsung menteri untuk mencabut," katanya.

Banyaknya berbagai kasus pertambangan yang bersengketa ini membuat Jero Wacik mengimbau kepada para bupati dan gubernur untuk menggunakan sumber daya mineral untuk kesejahteraan rakyat. Masyarakat di sekitar wilayah tambang harus diajak berunding mengenai masa depan wilayahnya.

"Rakyat di situ harus jelas, tambang merupakan anugerah Tuhan di sana untuk kemakmuran rakyat," tuturnya. (art)

PLN Bangun PLTA Jatigede Rp2 Triliun

VIVAnews - PT Perusahaan Listrik Negara berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede di Sumedang, Jawa Barat dengan kapasitas 2 x 55 megawatt. Rencana itu menyusul telah disepakatinya kerja sama pembangunan dan pengelolaan PLTA Jatigede antara PLN dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, menjelaskan, Kementerian PU bertugas dalam pembangunan dan pengelolaan bendungan,  termasuk waduk PLTA Jatigede. Sementara itu, PLN bertugas untuk membangun dan mengelola operasional PLTA Jatigede.

"Saat ini, PLN secara intensif masih mempersiapkan kelengkapan administratif dan teknis yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTA yang diperkirakan menyerap dana sekitar US$224,4 juta (sekitar Rp2,01 triliun)," kata Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.com, Kamis 15 Desember 2011.

Salah satu tahapan yang tengah dipersiapkan itu adalah proses pelelangan untuk kontraktor pelaksana pembangunan PLTA Jatigede. PLTA Jatigede diharapkan sudah dapat menyuplai pasokan listrik ke sistem kelistrikan Jawa Bali pada 2015.

Pembangunan PLTA Jatigede akan meliputi gedung pembangkit, berikut dengan saluran pembawa air, tangki pendatar air, pipa pesat, saluran buang, bangunan transmisi, jaringan transmisi, serta bangunan penunjang lainnya.

Sementara itu, selain untuk keperluan pengembangan PLTA, pembangunan bendungan Jatigede juga dimanfaatkan guna melayani kebutuhan irigasi seluas 90 hektare dan upaya pengendalian banjir untuk dareah Pantura, terutama antara kota Cirebon dan Indramayu. (art)

Pertumbuhan AS Direvisi, Saham Asia Turun

VIVAnews - Indeks saham di pasar Asia terkoreksi pada awal perdagangan hari ini, Rabu 23 November 2011. Hal itu terdorong pelemahan saham industri teknologi dan tambang setelah munculnya revisi data pertumbuhan Amerika Serikat yang menimbulkan kekhawatiran baru tentang ekonomi global.

Sedangkan mata uang Euro merangkak naik, setelah IMF meningkatkan pinjamannya dalam membantu melindungi sejumlah negara dari krisis utang zona euro.

Tercatat, Euro naik tipis terhadap dolar AS sekitar 0,1 persen menjadi US$1,3520, meskipun kekhawatiran tentang imbal hasil obligasi naik setelah biaya pinjaman Spanyol mencapai rekor tertinggi.

Langkah IMF itu, selain menguatkan Euro terhadap dolar AS, juga meredakan gejolak harga minyak mentah dunia yang sempat dipicu ketegangan antara Barat dan Iran yang kembali menimbulkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.

Sementara itu, indeks saham Asia Pasifik di luar Jepang, MSCI turun 0,3 persen, dengan saham sektor teknologi tercatat paling banyak mengalami kerugian.

Di pasar Australia, sejumlah saham perusahaan penambang besar seperti BHP Billiton dan Rio Tinto tercatat jatuh lebih dari satu persen. Sedangkan di bursa Korea Selatan, saham perusahaan teknologi raksasa Samsung Electronics  turun lebih dari dua persen.

Sementara itu, bursa saham AS jatuh rata-rata sekitar 0,5 persen pada transaksi Selasa waktu New York, seiring data pertumbuhan ekonomi AS di triwulan ketiga 2011, yang hanya sebesar dua persen. Angka ini di bawah perkiraan sebelumnya, yaitu 2,5 persen. (ren)

Reuters

Pindah ke OJK, Gaji Karyawan BI Lebih Besar

VIVAnews - Wakil Ketua Komisi XI Bidang Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat, Harry Azhar Aziz, mengaku bisa memahami keresahan pegawai Bank Indonesia  jika kelak harus pindah ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, Harry memastikan bahwa gaji karyawan OJK akan lebih tinggi dari gaji selama di BI.

"Kami pastikan gaji tak lebih jelek dari yang ada sekarang. Ada insetif tambahan," kata Harry usai Seminar Dampak Ketidakpastian Ekonomi Global Terhadap Perekonomian Indonesia, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa, 15 November 2011.

Kemudian, Harry menuturkan, pada Januari atau Februari 2012 mendatang, panitia seleksi OJK akan mulai bekerja, sehingga pada Juni atau Juli mendatang anggota Dewan Komisioner OJK sudah bisa terbentuk.

Menurut dia, jika OJK sudah terbentuk, Menteri Keuangan sebagai koordinator tidak seperti dulu memiliki keputusan penuh atas masalah sektor keuangan. Pengambilan keputusan tentang sektor keuangan harus dilakukan antara Menkeu, Gubernur BI, ketua OJK, dan ketua Lembaga Penjamin Simpanan.

Harry memperkirakan OJK membutuhkan sekitar 2.500 pegawai, yang terdiri dari 1.200 anggota dari Bapepam-LK, 800  anggota dari Bank Indonesia, dan 500 anggota diperoleh dari umum. Mengenai kantor, dia mengatakan, jika nantinya OJK akan menggunakan gedung Bank Indonesia, harus seizin BI.

Gaji pegawai bank sentral selama ini dikenal sebagai salah satu lembaga dengan gaji tertinggi di Indonesia. Pada 2010 saja, take home pay (THP) seorang Gubernur BI adalah Rp1,879 miliar dalam setahun. Itu setara dengan Rp144 juta per bulan.

Bankir RBS Diisukan Terima Bonus Besar

VIVAnews- Royal Bank of Scotland (RBS), bank plat merah asal Skotlandia tahun ini membagikan bonus sebesar 500 juta poundsterling kepada para bankir yang berprestasi. Pemberian bonus ini dikritik sebab keuntungan turun pada 2011, lagi pula situasi sedang krisis.

Ratusan bankir RBS mendapatkan bonus sebesar 1 juta poundsterling per orang yang didapatkan dari hasil bailout bank yang ditalangi oleh pembayar pajak. Keputusan bonus tersebut, tentu saja memancing amarah masyarakat dan politikus Skotlandia.

Keuntungan RBS selama Juli-September 2011 jatuh drastis menjadi 112 juta pounsterling dari 589 juta poundsterling pada periode yang sama tahun lalu.

"Saya tidak ingin pajak saya digunakan untuk membayar ratusan bankir investasi RBS sebagai bonus keuntungan mereka,  saat keutungan RBS jatuh," kata Mantan Juru bicara Partai Demokrat Liberal, Lord Oakeshott seperti dilansir Daily Mail.

Menurutnya daripada memberikan bonus yang besar kepada bankir, Ia menyarankan lebih baik RBS fokus untuk memberikan pinjaman kepada investor yang ingin mengembangkan bisnis mereka sehingga menciptakan lapangan pekerjaan.

Penolakan ini juga membuktikan survei tentang bankir Inggris. Kebanyakan masyarakat Inggris berpendapat bahwa bankir Inggris saat ini dibayar terlalu banyak dan lebih besar dibandingkan guru dan perawat.

Namun isu pemberian bonus 500 juta pounsterling dibantah oleh juru bicara RBS. Menurutnya hingga saat ini RBS tidak membuat keputusan memberikan bonus dan isu bonus sebesar 500 juta pounsdterling itu sebagai "Spekulasi lengkap".

Presiden SBY Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 7%

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif, meski dibayangi ancaman krisis Amerika Serikat dan Uni Eropa.

"Ekonomi Insya Allah akan tumbuh enam persen. Bahkan, akan lebih tinggi lagi tujuh persen," kata SBY setelah tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma usai menghadiri pertemuan KTT G20 dan konferensi UNESCO di Perancis, Sabtu 5 November 2011.

Presiden mengaku bahwa dengan kondisi ancaman krisis global, angka tersebut termasuk pertumbuhan yang cukup tinggi. "Untuk itu, mari kita jaga. Konsumsi masyarakat dijaga, belanja modal pemerintah dijaga, dan investasi digalakkan," tuturnya.

Sebab, kata Presiden, pertumbuhan ekonomi tersebut juga harus dirasakan oleh masyarakat seperti lapangan pekerjaan harus ditingkatkan dan pengangguran dikurangi. "Program-program penanggulangan kemiskinan juga terus digalakkan," ujarnya.

Bahkan, Presiden menegaskan, meski angka kemiskinan terus menunjukkan penurunan tapi tetap harus ditingkatkan. "Kalau kita lakukan di dalam negeri, Asean akan menjadi salah satu pilar mengatasi masalah ketika perekonomian global sedang dilanda krisis," kata dia.

Sementara itu, Presiden SBY tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma tepat pukul 15.06 WIB.

Berdasarkan pantauan VIVAnews.com, tampak hadir beberapa pejabat seperti Wakil Presiden Boediono beserta Istri, Menteri Sektretaris Negara Sudi Silalahi, Menkokesra Agung Laksono, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menpora Andi Mallarangeng, Kapolri Timur Pradopo, Panglima TNI Agus Suhartono, dan Gubernur DKI Fauzi Bowo. (eh)

Nur Pamudji Belum Terima SK Jadi Dirut PLN

VIVAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, akhirnya menunjuk Direktur Energi Primer PT Perusahaan Listrik Negara, Nur Pamudji, sebagai direktur utama perusahaan listrik pelat merah itu.

Namun, hingga saat ini, Nur Pamudji mengaku belum menerima Surat Keputusan pengangkatan dirinya itu. "Saya belum terima SK. Tunggu besok jam 11.00 WIB di Gardu Karet," kata Nur Pamudji dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews.com, Senin 31 Oktober 2011.

Tidak seperti biasanya, pelantikan Direktur Utama PLN pada Selasa, 1 November 2011, memang tidak dilakukan di kantor Kementerian BUMN. Namun, Dahlan memilih Gardu Induk PLN Karet Tengsin sebagai lokasi pelantikan besok.

"Pelantikannya besok jam 11.00 WIB di Gardu Induk PLN, Karet," kata Dahlan Iskan melalui pesan singkatnya kepada VIVAnews.com.

Dahlan mengatakan, alasan pemilihan Nur Pamudji sebagai orang nomor satu di PLN karena yang bersangkutan merupakan pribadi yang brilian dan memiliki integritas yang sangat tinggi. Selain itu, Nur Pamudji merupakan sosok direksi termuda di antara direksi lainnya. "Umurnya 50 tahun," ujarnya.

Nur Pamudji juga diketahui pernah menjadi wartawan ketika mengelola koran kampus terkemuka di bekas almamaternya terdahulu, Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, Nur Pamudji pernah menjadi pengasuh rubrik tetap ilmu dan teknologi di harian Sinar Harapan.

Seperti diketahui, Dahlan Iskan memilih untuk mengangkat direktur utama PLN dari kalangan internal perusahaan. Dahlan beralasan, dirinya percaya kepada bekas anak buahnya yang memiliki kompetensi.

Syarat Pemerintah Bangun Rumah Rp25 Juta

Pemerintah terus menggenjot pembangunan rumah supermurah untuk masyarakat berpendapatan rendah. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Pemerintah terus menggenjot pembangunan rumah supermurah untuk masyarakat berpendapatan rendah. Salah satunya, pembangunan rumah murah seharga Rp25 juta per unit.

Namun, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghada, pemerintah bisa membangun rumah supermurah tersebut dengan beberapa cara yang harus ditempuh.

Pertama, kata dia, Kementerian Perumahan Rakyat harus menunjuk kontraktor yang siap membangun rumah murah, yang rencananya dibangun dengan tipe 36 tersebut.

"Sebab, kalau pengembang mana mau bangun rumah yang minim keuntungannya," kata dia saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Senin malam, 12 Maret 2012.

Kedua, Ali menambahkan, Kemenpera harus menjalin kerja sama dengan stakeholder atau pemangku kepentingan dalam pengadaan lahannya. "Misalnya, membangun rumah untuk PNS, ya usahakan dapat hibah tanah dari kementerian atau lembaga tempat PNS itu bekerja," ujarnya.

Ketiga, dia melanjutkan, manfaatkan fasilitas pembiayaan dari dana tabungan pegawai seperti yang ditampung oleh Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP) TNI/Polri maupun Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai negeri Sipil (Bapertarum–PNS).

"Pegawasi swasta juga bisa melalui Jamsostek, asalkan lahannya tadi itu disediakan oleh perusahaan. Kalau lahannya gratis atau dihibahkan, angka Rp25 juta masuk hitungan dalam membangun rumah dengan tipe 36," tegas Ali. (adi)

Ditjen Pajak Tolak Pengunduran Diri Ajib

VIVAnews - Direktorat Jenderal Pajak menyatakan menolak surat pengunduran diri Ajib Hamdani yang telah disampaikan sejak beberapa tahun lalu. Hal tersebut dimaksudkan untuk memperlancar pemeriksaan.

"Dulu sebenarnya dia mau mengundurkan diri dari Direktorat Jenderal Pajak, dua tahun lalu. Kami tidak kasih, karena memang sudah mau diperiksa," kata Direktur Jenderal Pajak, Fuad Rahmany, saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis 8 Maret 2012.

Penangguhan pengunduran diri itu, Fuad menjelaskan, karena adanya laporan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan kepada Ditjen Pajak tentang Ajib. "Itu kan sebetulnya laporan dari Kemenkeu sendiri," ujarnya.

Khusus terkait Dhana Widyatmika, Fuad menambahkan, pihaknya tidak mengetahui jika DW ingin mutasi kerja. "Kasus Dhana saat terungkap, dia sudah menjadi pegawai pajak Pemda DKI," tuturnya.

Seperti diketahui, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencium adanya transaksi mencurigakan dari sejumlah pegawai Direktorat Jenderal Pajak. Salah satunya adalah Ajib Hamdani, yang diduga memiliki rekening senilai Rp17 miliar. Lengkapnya, baca tautan ini.

Namun, melalui blog-nya, Ajib membantah memiliki rekening fantastis tersebut. Menurut Ajib, angka Rp17 miliar itu adalah angka perputaran uang dari tahun 2002 hingga 2009. "Istilahnya Gross In-Gross Out," tutur Ajib, seperti dikutip dari blog-nya, Rabu 7 Maret 2012. (art)

Senin, 19 Maret 2012

Kenaikan Harga dan Pembatasan BBM Satu Paket

VIVAnews - Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, mengatakan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas untuk jangka menengah dan jangka panjang adalah sebuah keharusan. Saat ini, opsi terkait pembatasan maupun kenaikan harga BBM masih dibahas bersama Komisi VII DPR.

"Kami melihatnya jangka menengah dan panjang, konversi BBM itu harus. Coba lihat negara lain, mereka juga konversi. Tapi paling utama sekarang kita lakukan untuk transportasi," kata Armida, di kantornya, Jakarta, Selasa 21 Februari 2012.

Menurut Armida, pilihan terkait pembatasan maupun kenaikan harga BBM adalah satu paket. Semua opsi saling terkait satu dengan lainnya. Pilihan-pilihan itu juga harus dikaji secara cermat karena saat ini asumsi makro sudah meleset.

"Harga minyak mentah Indonesia (ICP) sudah di atas US$110, kalau seperti itu kan APBN bagaimana, padahal asumsinya US$90, ada sedikit penambahan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, yang baru saja dilantik mengatakan, saat ini pihaknya masih mengkaji dampak kenaikan maupun pembatasan BBM terhadap angka inflasi.

"Dampak ke inflasi jelas. Kalau harga naik jelas berdampak karena harga-harga naik. Kami sedang mengkaji kalau kenaikan per Rp500 berapa dampaknya," ujar Suryamin.

Sedangkan untuk pembatasan BBM sendiri, Suryamin mengaku akan sulit untuk menghitungnya. Hal ini terjadi karena pihaknya belum memiliki data jumlah pengguna Premium dan Pertamax di pasaran. "Terus bagaimana kalau di konversikan," kata dia.(np)

Satu Lagi Pengembang Kawasan Industri IPO

VIVAnews - Perusahaan pengembang kawasan industri, PT Bekasi Fajar Kawasan Industri Estate, berencana menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada kuartal I-2012.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Eddy Sugito, mengatakan, perseroan berencana melepas sekitar 20 persen sahamnya kepada publik.

"Bekasi Fajar Kawasan Industri Estate akan melepas 20 persen saham ke publik. Mereka sudah melakukan mini expose," kata Eddy di sela acara Sosialisasi Undang Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan di Hotel JW Marriot, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Rabu, 25 Januari 2012.

Menurut Eddy, perseroan juga telah menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. "Paling cepat mereka listing pada April-Mei 2012," ungkapnya.

Sementara itu, dana hasil penawaran umum saham perdana rencananya digunakan untuk pengembangan usaha. Perseroan telah memasukkan dokumen penawaran umum saham perdana pada akhir Desember lalu.

Selama ini tercatat dua perusahaan pengembang kawasan industri telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Kedua emiten itu adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).

Di awal 2012, tercatat dua perusahaan telah mencatatkan sahamnya di papan perdagangan BEI. Emiten pertama yang listing adalah PT Minna Padi Investama Tbk yang kemudian diikuti oleh produsen telepon genggam lokal, PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (art)

Pangeran Alwaleed Jual Four Seasons Jakarta

VIVAnews - Pangeran Alwaleed bin Talal menjual seluruh kepemilikan Hotel Four Seasons Jakarta dan Movenpick Dar es Salaam di Tanzania dengan nilai US$93 juta, atau sekitar Rp837 miliar.

Kepemilikan Pangeran Arab di Hotel Four Seasons Jakarta mencapai 82 persen, sedangkan di Dar es Salaam 96 persen. Saham-saham ini dimiliki melalui Kingdom Hotel Investments, anak perusahaan yang sepenuhnya milik Kingdom Holding Company.

Seperti dilaporkan Arab News, Pangeran Alwaleed menyelesaikan dua transaksi tersebut pada kuartal keempat 2011 "Transaksi ini menandai dimulainya langkah baru Kingdom Hotel untuk merealisasikan nilai dari investasinya," kata Alwaleed.

CEO Kingdom Hotel Sarmad Zok mengaku cukup senang dengan peningkatan investasinya di kedua hotel tersebut. Menurut dia, ini memperlihatkan kinerja yang bagus untuk para pemegang saham. "Kami akan terus meralisasikan peningkatan nilai investasi di 2012 ini," ujar Sarmad.

Alwaleed membeli Four Seasons Jakarta pada Juli 2007. Saat itu hotel yang terletak di Jalan HR Rasuna Said, Setia Budi, Jakarta, ini, bernama Regent. Nilai investasi saat itu US$48 juta.

Keponakan Raja Arab Saudi ini memang memiliki banyak investasi di Indonesia. Selain Four Seasons Jakarta, Alwaleed juga memiliki Four Seasons Resort Bali di Sayan, Hotel Four Seasons Bali di Jimbaran, Raffles Hotel Bali di Jimbaran, serta Raffles Hotel di Jakarta. Raja minyak ini juga memiliki saham di Citigroup, yang juga beroperasi di Indonesia.

Dahlan Iskan: Mobil Murah Tak Menjamin Mutu

VIVAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menyatakan harga murah bukanlah jaminan dari kesuksesan suatu produk. Suatu produk dikatakan berhasil jika mendapat respon positif dari pasar.

Hal ini terkait rencana pengembangan mobil Kiat Esemka menjadi mobil nasional di Indonesia. "Belum tentu murah itu laku. Kalau misalnya murah tapi tidak aman atau murah tapi gampang rusak?" ujar Dahlan saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin 9 Januari 2012.

Dahlan mencontohkan bahwa sebelumnya juga ada sebuah produk motor dari Cina yang harganya jauh lebih murah dari motor jebolan Jepang. Dengan harga lebih murah ternyata motor Cina masih kalah tenar.

"Jadi masyarakat ikut menentukan. Sehingga nanti begitu ada mobil nasional, masyarakat juga harus beli. Jangan tidak beli dengan berbagai alasan," tuturnya.

Seperti diketahui mobil Kiat Esemka dilepas ke pasaran dengan harga Rp 95 juta. Harga ini terbilang murah dibandingkan mobil impor dari Jepang, Eropa maupun Amerika.

Dahlan mengingatkan terwujudnya suatu produk menjadi produk nasional membutuhkan dukungan jiwa nasionalisme dari masyarakat.  "Kalau yang beli cuma saya atau Walikota Solo, atau Menko Perekonomian, itu kan tidak bisa juga, tidak cukup," ucap mantan Direktur Utama PLN ini.

"Tetapi perlu riset di masyarakat. Intinya nanti pasarnya jalan tidak. Karena di pasar mobil itu harga bukan yang utama, kemudian emosi juga bukan yang utama," jelasnya.

BI: Tiga Jalur Krisis yang Harus Diwaspadai

VIVAnews - Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan krisis global akan berdampak pada perekonomian Indonesia. Untuk itu perlu memperhatikan tiga jalur utama dalam mengantisipasi krisis.

Menurut Darmin, jalur pertama yaitu jalur perdagangan. Meski ekspor Indonesia ke Eropa tidak terlalu besar yaitu berada pada posisi ketiga. "Masih kalah dengan ekspor ke China, tapi akan ada dampaknya," kata Darmin dalam Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2012 : Badai Krisis Ekonomi dan Jebakan Liberalisasi, di Jakarta, Rabu, 30 November 2011.

Dampak dari sektor perdagangan tidak akan terlalu besar karena intra-regional trade di Asia dan negara emerging market semakin menguat. Sehingga perdagangan dengan negara Eropa semakin berkurang.

Jalur kedua, adalah jalur keuangan. Saat ini BI tetap mencermati perkembangan bank swasta yang tergantung pada sistem pembiayaan keuangan dari Eropa.

"Tetap bukan yang terbesar, karena pinjaman terbesar itu ke Asia, Eropa itu pada posisi kedua atau ketiga, tapi tetap kita cermati," kata dia.

Sedangkan jalur ketiga yaitu imported inflation.Inflasi global dengan harga komoditas diperkirakan akan terkoreksi turun. Hal Ini tercermin dari harga emas yang mengalami koreksi dalam tiga bulan terakhir dan ikut mengkoreksi inflasi inti (core inflation) di Indonesia dari 5,15 persen (yoy) pada Agustus 2011 menjadi 4,43 persen (yoy). Inflasi inti hhingga Oktober sebesar 3,72 persen.

"Apabila memperhitungkan harga emas, inflasi inti per Oktober 2011 hanya 3,88 persen (yoy) dan 3,27 persen year to date," tuturnya. (adi)

Obligasi Eropa Naik, Bursa Asia Berguguran

VIVAnews - Saham-saham Asia bertumbangan pada perdagangan hari ini setelah naiknya tingkat imbal hasil obligasi di wilayah Eropa. Kondisi Eropa ini menunjukkan ketidakpercayaan terhadap kemampuan politisi di Italia dan Yunani untuk mengambil langkah-langkah reformasi guna menyelesaikan masalah utang luar negeri dan memenangkan kepercayaan investor.

Indeks MSCI Asia Pasifik diluar Jepang mtercatat menurun 0,2 persen, mengikuti penurunan pasar keuangan dunia sehari sebelumnya. Sementara rata-rata nilai saham di indeks Nikkei Jepang turun 0,7 persen.

Italia tercatat menjual obligasi senilai 3 miliar Euro dengan tenor 5 tahun dan imbal hasil 6,29 persen. Tingkat imbal hasil yang diberikan Eropa ini merupakan rekor untuk wilayah Eropa sehingga memicu kekhawatiran tingginya biaya tinggi yang membuat ketidakmampuan Italia untuk menyelesaikan kewajiban utang senilai 1,9 triliun Euro.

Imbal hasil obligasi Italia bertenor 10 tahun sebesar 7,5 persen juga mencapai rekor tertinggi selama 14 tahun. Ini terjadi sebelum Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi turun dari jabatannya.

"Pasar keuangan global menghadapi masalah utama yang sangat penting," ujar Analis Barclays Capital dalam catatan penelitiannya seperti dikutip laman Reuters, Selasa, 15 November 2011.

"Eskalasi lanjutan dari krisis utang Eropa menempatkan risiko stabilitas pertumbuhan ekonomi dunia dan aset-aset diluar wilayah Eropa,"

Hari ini, perkiraan awal mengenai pertumbuhan produk domestik bruto negara-negara kawasan Eropa pada kuartal III-2011 akan dipublikasikan. Laporan ini mengikuti data produksi industri Eropa yang sudah diumumkan pada Senin lalu di mana terjadi penurunan sebesar 2 persen.

AS Minta Asia Bantu Ekonomi Dunia

VIVAnews - Negara maju selevel Amerika Serikat meminta bantuan negara-negara Asia untuk mendorong pertumbuhan konsumsi domestik negaranya masing-masing. Langkah itu diharapkan bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner, usai pertemuan menteri negara anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Amerika Serikat, seperti dikutip Reuters, Jumat, 11 November 2011. "Krisis yang terjadi di Eropa masih menjadi tantangan utama untuk pertumbuhan ekonomi global," kata Geithner.

Dalam pertemuan tersebut, AS dan sejumlah menteri keuangan dari negara Asia Pasifik sepakat untuk meningkatkan laju ekonomi dalam upaya memerangi persoalan krisis Eropa.

Namun, para menteri keuangan Asia Pasifik juga mendesak agar Eropa mengambil langkah cepat dalam upaya menciptakan stabilitas keuangan yang kuat di wilayah tersebut.

Menteri keuangan Asia Pasifik dalam pertemuan yang berlangsung Kamis waktu setempat juga mengaku kecewa dengan kegagalan penanganan Eropa terhadap masalah-masalah utang luar negeri yang melilitnya. Bahkan, saat ini pusat krisis telah beralih dari Yunani ke Italia.

"Ini belum ditangani dengan kekuatan penuh," kata Menteri Keuangan Filipina, Cesar Pursima, yang mewakili menteri-menteri dari kawasan Asia Pasifik.

Sayangnya, pertemuan tersebut tidak menghasilkan komitmen yang tegas mengenai langkah langsung dari negara-negara yang menguasai lebih dari setengah perekonomian dunia itu.

Pertemuan tersebut dianggap lebih memfokuskan pada upaya perlindungan masing-masing negara dari kejatuhan akibat krisis ekonomi dunia. (art)

Investasi Asing ke RI Cuma 7%, Malaysia 30%

VIVAnews - Pemerintah menyatakan investor banyak menaruh minat pada sejumlah proyek Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Untuk itu, pemerintah akan menggunakan metode "jemput bola" dan melakukan persiapan matang untuk memberi angin positif pada iklim investasi Tanah Air.

Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo tingginya minat investor ini terungkap setelah dirinya bertemu dengan para investor di acara seminar ASEAN kali ini.

"Jadi, di forum seperti ini minat para investor sangat banyak tapi kita harus benar-benar jemput bola, karena negara-negara yang lain juga jemput bola," ujarnya saat ditemui seusai acara ASEAN Finance Minister Investor Seminar di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa 8 November 2011.

Agus melanjutkan, pemerintah akan betul-betul menjaga dan mengawasi penerapan dari kebijakan-kebijakan investasi yang telah ada. Cara ini dipercaya dapat meningkatkan citra positif iklim investasi Indonesia.

"Kami di bawah koordinasi Menko Perekonomian berkomitmen merepons ini lebih baik. Sebab, di bawah MP3EI itu ada komite P3EI, komite itu akan menjadi motor agar rencana investasi 2011 dan 2025 diwujudkan," tuturnya.

Kenyataan bahwa posisi investasi langsung asing atau foreign direct investment (FDI) Indonesia saat ini hanya berada di kisaran 7 persen di ASEAN, menurut Agus itu menjadi pemicu untuk meningkatkan kinerja.  

"Indonesia harus selalu memperhatikan perbandingan Indonesia dengan negara-negara yang lain; 40 persen FDI ke Singapura, 30 persen Malaysia dan Thailand, Indonesia masih di kisaran 7 persen," ujarnya. (kd)

Lokasi Rumah Mewah di Jakarta

VIVAnews - Realestat Indonesia (REI) menyatakan bahwa lokasi rumah mewah masih didominasi di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

"Sebab, lokasi di sana masih banyak yang kosong, infrastrukturnya relatif sudah siap," kata Ketua Umum DPP REI, Setyo Maharso kepada VIVAnews.com di Jakarta, Kamis 3 November 2011.

Namun, Setyo tidak merinci besaran investasinya. Sebab, nilai investasinya berbeda-beda tergantung dari kawasan rumah mewah tersebut. "Misalnya, Pondok Indah, Puri Indah, dan Bintaro, pastinya berbeda nilai investasinya," ujarnya.

Sebelumnya, perusahaan konsultan properti global, Knight Frank, mengungkapkan, berdasarkan survei, Jakarta menempati peringkat dua dari 21 kota di dunia yang mengalami kenaikan harga rata-rata tertinggi selama 12 bulan terakhir untuk pasar properti mewah. Lengkapnya, silakan baca di link berikut ini.

Rumah murah
Sementara itu, untuk rumah murah, dia mengungkapkan, pengembang banyak membangun di kawasan pinggiran Jakarta. "Kawasannya berada di Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi," kata Setyo.

Sebab, Setyo menuturkan, harga tanah di kawasan Bodetabek itu masih masuk hitungan untuk unit produksi rumah murah. "Tanah di sana relatif murah, masih di bawah Rp100 ribu per meter persegi," ujarnya.

Setyo mengakui, para pengembang untuk kawasan tersebut, 60 persen dikerjakan oleh anggota REI secara nasional. "Sisanya, dari pengembang seluruh Indonesia, terutama Jawa Barat dan Jawa Timur," kata dia. (art)

Indonesia Pesan 30 Sukhoi Sipil ke Rusia

VIVAnews - Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry Bakti, mengatakan Indonesia akan memesan sekitar 30 pesawat Sukhoi Superjet untuk penerbangan sipil ke Rusia yang dimulai pada 2013 mendatang.

Herry mengatakan, saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang memesan pesawat itu, yaitu Kartika Airlines memesan 20 pesawat dan Sky Aviation 12 pesawat. "Kami harapkan Rusia melihat pasar Sukhoi di Indonesia cukup bagus," kata Herry di sela-sela Pertemuan Ekonomi Tingkat Tinggi antara Indonesia dengan Rusia, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2011.

Tipe yang dipesan, kata Herry, adalah pesawat dengan kapasitas 100 penumpang, sehingga tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

Herry menargetkan, pengiriman perdana pesanan pesawat ini pada 2013 mendatang. Sayangnya, dia tidak tahu apakah Sky Aviation atau Kartika terlebih dulu. "Tergantung yang pesan pertama siapa," ungkapnya.

Saat ini, pesawat yang baru saja diproduksi ini tengah menunggu sertifikasi The International Air & Shipping Association (IASA). Bila telah menerima, pesawat ini baru bisa dijual. "Sebelum masuk Indonesia kami juga akan melakukan validasi," katanya.

Meskipun pesawat sudah dibuat dengan standar yang benar, sebagai pesawat baru bisa saja memiliki cacat bawaan atau baby sickness. "Baby sickness ini pasti ada, itu berlaku di seluruh dunia, baik buatan Eropa, Amerika, maupun yang lain," ungkapnya.

Karena itu, Herry berharap agar ada kerjasama produksi antara Rusia dengan Indonesia, melalui pembangunan pabrik suku cadang. "Ini bisa dikerjakan dengan menggandeng PT Dirgantara Indonesia," ujarnya.

Pemerintah Tawarkan Cara Kendalikan BBM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyiapkan sejumlah langkah pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk memberikan keadilan kepada masyarakat. (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyiapkan sejumlah langkah pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk memberikan keadilan kepada masyarakat yang berhak menerima sehingga lebih tepat sasaran.

"Pengendalian BBM bersubsidi untuk instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD di wilayah-wilayah yang sudah tersedia infrastruktur BBM non subsidi dan bahan bakar gas untuk transportasi," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin 12 Maret 2012.

Evita menambahkan, langkah pengendalian volume BBM bersubsidi dengan adanya pengurangan BBM bersubsidi di daerah elit dan jalan tol. Selain itu, mendorong pemanfaatan bahan bakar gas untuk transportasi.

Kemudian, lanjutnya, meningkatkan pengawasan pemakaian BBM bersubsidi dan melaksanakan Perpres Nomor 15 Tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu.

Kementerian ESDM juga akan mencanangkan free day BBM bersubsidi untuk di daerah tertentu sehingga dalam hari itu SPBU tidak menjual BBM bersubsidi.

"Begini, kan ada car free day tiap hari Minggu sekali tidak boleh lewat jalan. Nah, ini nanti usulan kami ada satu hari untuk di daerah tertentu tidak dijual BBM bersubsidi untuk pelat hitam. Jadi, satu hari semuanya memakai BBM non subsidi," tutur Evita. (eh)

 

Menkeu Usulkan Kenaikan BBM Bisa Kapan Saja

VIVAnews - Pemerintah menyatakan dalam pembahasan RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2012 dapat memasukan opsi kenaikan kembali harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sewaktu-waktu. Hal ini dilakukan jika besaran kenaikan Rp1.500 sudah tidak representatif dengan kondisi harga minyak dunia terkini.

"Itu kami harus pegang karena kalau tidak akan menjadi sangat sulit kalau mesti melalui proses APBN-P baru dilakukan perubahan harga BBM bersubsidi," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 6 Maret 2012.

Agus mengatakan pihaknya juga memasukan pilihan penentuan besaran konstan subsidi untuk BBM dan tarif dasar listrik (TDL). Hal ini untuk menjaga kredibilitas APBN ditengah gejolak dunia. "Sebetulnya yang ideal itu BBM bersubsidi itu ditentukan plafonnya," imbuhnya.

Pertimbangan ini, lanjutnya, berdasarkan kondisi politik Timur Tengah yang belum  tampak akan mereda dalam waktu dekat. Negara-negara timur tengah merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia.

"Kami kan tahu bahwa sekarang harga minyak ICP yang dipakai dasar untuk kita menghitung anggaran BBM kita itu rata-rata di dua bulan terakhir sudah US$119 per barel. Sedangkan pada saat krisis tahun 2008 itu tidak sampai US$100 per barel. Jadi itu menunjukkkan kondisi yang sudah cukup tinggi," jelasnya.

Terkait asumsi ICP pada APBN-P nanti, Agus menjelaskan, pemerintah memberi masukan sebesar US$105 per barel. "Kalau seandainya meningkat lebih dari 5 persen nanti tentu kita akan mempelajari kemungkinan untuk melakukan penyesuaian lagi," imbuhnya.

Minggu, 18 Maret 2012

Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Diusulkan Ikut

Kementerian Perhubungan mulai membahas kenaikan tarif angkutan menyusul rencana BBM naik. (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Kementerian Perhubungan mulai membahas kenaikan tarif angkutan menyusul rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. Sebab, opsi naiknya harga BBM akan berdampa pada tarif angkutan.

"Pasti. Sudah mulai kita bahas, tetapi kita belum putuskan," kata Menteri Perhubungan EE Mangindaan di Kantor Presiden, Kamis 1 Maret 2012.

Menurut Mangindaan, pembahasan dampak kenaikan BBM itu difokuskan pada angkutan umum seperti bus dan mikrolet. Sebab, untuk angkutan laut dan kereta api sudah disiapkan antisipasinya dengan Public Service Obligation (PSO).

"Masalahnya sekarang di angkutan kota, pedesaan, dan angkutan kota dalam provinsi," kata dia.

Mangindaan menuturkan, pihaknya tengah menampung masukan dari operator angkutan umum dan daerah untuk mencari bentuk kompensasi yang tepat atasi dampak kenaikan BBM itu. "Kemarin saya dengan organda sudah ketemu, kita akan ketemu lagi nanti bagaimana kompensasinya," ujarnya.

Menurut dia, bentuk kompensasi serta besaran kenaikan tarif nantinya akan beragam. Sebab, angkutan kota dan desa dalam provinsi terikat pada ketentuan otonomi daerah. Selain itu,  karakter tiap daerah berbeda.

"Kita minta usulan dari mereka, karena angkutan kota/desa dalam provinsi menurut UU LLAJR di otonomi daerah, jadi kita minta dari bawah," katanya.

"Nah Organda lagi kumpul membahas soal itu, karena karakter tiap daerah lain. Kampung dia lain, kampung ini lain," tambah Mangindaan.

Perpres Keluar, Pembatasan BBM Tak Juga Jelas

VIVAnews - Pengamat perminyakan Universitas Indonesia, Kurtubi, menilai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu tidak tegas mengatur penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Masih belum tegas, mengaturnya mau ke mana? Ada pembatasan dan juga ada peluang menaikkan harga," kata Kurtubi di Jakarta, Rabu 15 Februari 2012.

Kurtubi mengatakan, jika pemerintah ingin menaikkan harga, payung hukum yang digunakan tidak bisa hanya lewat perpres. Pemerintah seharusnya mengubah terlebih dahulu Undang-Undang APBN menjadi UU APBN-P 2012.

"Urut-urutannya, UU dahulu baru perpres. Tidak boleh dulu-duluan. Hierarki perundangannya itu harus diperhatikan," kata Kurtubi seraya menegaskan pemerintah tidak bisa memaksakan kehendak menaikkan harga dengan hanya menggunakan perpres.

Mengenai pembatasan BBM bersubsidi, Kurtubi secara tegas menolak kebijakan itu, karena akan menggiring masyarakat menggunakan Pertamax. Langkah itu dinilai sama saja dengan mengubah perilaku masyarakat dari minyak ke minyak.

"Itu tak boleh diterapkan, karena bertentangan dengan kebijakan energi nasional, kita bergantung ke minyak," kata Direktur Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES) itu.

Untuk menurunkan subsidi BBM, dia melanjutkan, pemerintah seharusnya memilih langkah diversifikasi BBM menjadi bahan bakar non-BBM dan energi baru terbarukan. Menaikkan harga BBM, harus menjadi opsi terakhir setelah pemerintah berupaya meningkatkan efisiensi pengeluaran APBN terlebih dahulu.

"Hindari proyek-proyek yang penuh korupsi dan tingkatkan dulu harga ekspor LNG ke China," tuturnya. (art)

Aviliani: Bank BUMN Lebih Bagus Ambil Mutiara

VIVAnews - Pengamat ekonomi, Aviliani menyarankan agar bank Badan Usaha Milik Negara mengambil alih PT Bank Mutiara Tbk - sebelumnya Bank Century - tapi prosesnya tidak membeli namun hanya kontrak manajemen.

"Karena kalau kontrak manajemen, nantinya dividen akan bagi hasil. Jadi, kalau untuk reputasi, yang pasti bagusan bank BUMN yang ambil," kata Aviliani saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa 7 September 2012.

Menurut Aviliani, tindakan Yawadwipa Companies membeli Bank Mutiara yaitu dengan model merger dan tidak mungkin diambil alih 100 persen. "Kalaupun diambil semuanya, nggak akan mungkin. Menurut saya, pastinya akan dimerger, dan tidak akan ganti nama," kata dia.

Terkait Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) belum menerima permintaan secara resmi dari Yawadwipa Companies untuk membeli Bank Mutiara, Aviliani menilai Yawadwipa Companies melihat dari aspek uji tuntas dan asetnya seperti apa.

Dia mengambahkan, pengambilalihan Bank Mutiara nanti jangan sampai memunculkan efek kepada kebijakan yang sebenarnya tidak menguntungkan negara.

"Jadi, oke misalnya saya ambil masalah, ambil masalahmu. Beres, terus ada yang lain negosiasi. Misalnya negosiasi tersebut, yang tidak menguntungkan Indonesia nantinya," ujar Aviliani.

Untuk itu, lanjut Aviliani, yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai Bank Mutiara nanti diambil melalui kebijakan. "Itu yang mungkin perlu diwaspadai jangan sampai dibeli dengan harga yang tidak wajar. Nah, terus akhirnya negosiasinya di tempat yang lain. Nah, ini mungkin yang perlu diwaspadai," kata dia. (adi)

Didesak Turunkan Bunga, Saham Bank Dijauhi

Presiden Direktur Syailendra Capital, Jos Parengkuan (Syailendra Capital)

VIVAnews - Kinerja saham sektor perbankan pada 2012 diproyeksikan sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Desakan Bank Indonesia (BI) agar bank menurunkan suku bunga merupakan salah satu faktor pemicunya.

"BI sekarang lagi memaksa turunkan suku bunga kredit. Dengan begitu, mereka punya net interest margin (NIM) akan turun dan kemungkinan semua fund manager sudah menilai overweight di sektor ini," kata Presiden Direktur Syailendra Capital, Jos Parengkuan, usai acara Economic and Capital Market Outlook Indonesia 2012, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis, 2 Februari 2012.

Jos menilai, turunnya saham di sektor perbankan tersebut membuat perusahaan pengelola dana kemungkinan besar akan masuk ke sektor infrastruktur dan properti. Kedua sektor ini dinilai akan tumbuh seiring turunnya suku bunga dan permintaan konsumen yang cukup tinggi.

Di samping kedua sektor itu, Jos memperkirakan penguatan harga komoditas akan membuat saham-saham yang bergerak di sektor ini menjadi lirikan investor. "Tahun lalu sektor komoditas paling dalam penurunannya," kata dia.

Sebelumnya, riset PT Trimegah Securities Tbk memperkirakan pasar modal di Tanah Air akan terkena dampak kebijakan di wilayah Eropa yang berarti menciptakan volatilitas tinggi hingga semester I-2012.

Sejumlah sektor yang diprediksi bangkit usai efek penurunan peringkat utang sembilan negara Eropa adalah sektor komoditas, konsumsi, ritel, dan perbankan. Di antara sektor-sektor yang bangkit tersebut, Trimegah memperkirakan infrastruktur akan naik paling gemilang setelah efek downgrade itu berlalu. (art)

Apindo: Upah Naik, Buruh Harus Produktif

VIVAnews - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai tuntutan kenaikan upah oleh buruh akan memberi tekanan pada biaya perusahaan. Di tengah krisis global yang saat ini sedang terjadi, tuntutan buruh dianggap dapat merugikan.

Wakil Ketua Apindo, Rahmat Gobel, menyatakan kenaikan upah menjadi lumrah apabila disertai komitmen dari para buruh untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

"Jadi, serikat pekerja juga memberikan berapa nilai tambah yang bisa diberikan. Sehingga dengan ini bisa mengatasi masalah cost yang muncul," ujar Rahmat saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 27 Januari 2012.

Rahmat menambahkan, bahwa pabrik di daerah kawasan industri Cikarang, menurut dia, kebanyakan berorientasi ekspor. Sementara itu, kenaikan beban biaya produksi ini tentu akan mengganggu kinerja ekspor.

Karena itu di tengah menurunnya kemampuan negara lain membeli komoditas ekspor Indonesia, perusahaan Tanah Air masih harus berkutat dengan masalah tingginya biaya produksi.

"Kalau masih ada ini (kenaikan upah) dan saat (komoditas) akan masuk ke sana (pasar dunia) mereka harus turunin harga-harga karena daya beli negara itu turun. Nah, kenaikan itu (upah) pasti akan memberi dampak pada cost perusahaan," tuturnya.

Maka dari itu, Rahmat menyarankan solusi terbaik untuk masalah ini agar para buruh juga dapat memberikan nilai tambah pada perusahaan. "Sehingga dengan ini bisa mengatasi masalah cost yang muncul," terangnya. (art)

BI Rate Dipertahankan 6 Persen

VIVAnews - Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 6 persen, sama dengan posisi November dan Desember 2011.

"Tingkat BI Rate kami nilai masih sejalan dengan upaya menjaga sistem keuangan dan kondusif ekonomi domestik," kata Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, dalam keterangan pers di gedung BI, Jakarta, Kamis, 12 Januari 2012.

BI berpendapat, selama 2011, perekonomian Indonesia meningkat, dengan inflasi rendah, pertumbuhan meningkat, nilai tukar stabil, dan sistem keuangan terjaga. BI akan mewaspadai risiko memburuknya perekonomian global. Inflasi pada 2012 dan 2013 ditetapkan 4,5 persen plus minus 1 persen.

Dewan Gubernur mencatat kinerja ekonomi dan keuangan global masih terus melemah seiring krisis Eropa. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan lebih rendah dengan konsumsi di negara maju yang cenderung stagnan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal ini berdampak pada menurunnya kinerja ekspor negara berkembang.

Sementara itu, faktor keuangan global masih bergejolak, sehingga likuiditas keuangan masih cenderung ketat dengan risiko meningkat. Keuangan global dibayangi penurunan peringkat yang membayangi Eropa yang memicu sentimen negatif.

Menurut dia, di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi cukup kuat seiring terjaganya stabilitas makro ekonomi dan keuangan. Pertumbuhan ekonomi triwulan empat diperkirakan sebesar 6,5 persen didukung konsumsi rumah tangga, dan masih terjaganya kinerja sektoral meskipun sedikit melambat.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2012 diperkirakan mencapai 6,5 persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya 6,1 persen. Dari sisi produksi, sektor-sektor yang diperkirakan menjadi pendorong utama adalah industri, transportasi, komunikasi, perdagangan, dan restoran. (art)

Popular Posts