Desember 2010

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Jumat, 31 Desember 2010

Bebas Fiskal, Orang Berbondong ke Luar Negeri

VIVAnews - Terhitung per 1 Januari 2011 besok, masyarakat yang hendak bepergian tidak perlu lagi membayar fiskal luar negeri. Kebijakan tersebut ditanggapi positif biro-biro perjalanan.

Mereka yang dibebaskan adalah setiap wajib pajak orang pribadi yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah berusia 21 tahun. Ketentuan tersebut tertuang melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-141/PJ/2010 tanggal 17 Desember 2010. 

"Saya optimis ada peningkatan jumlah orang yang akan ke luar negeri. Namun, mungkin tidak akan meningkat drastis, ya sekitar 20 hingga 30 persen," kata Regina, konsultan perjalanan dari PT Panorama Tours kepada VIVAnews.com di Jakarta, Jumat 31 Desember 2010.

Sebab, menurut Regina, masyarakat selama ini sudah terbiasa menggunakan NPWP setiap kali bepergian ke luar negeri. Kalau pun mereka telah berusia di atas 21 tahun, biasanya sudah bekerja dan memiliki NPWP.

Apalagi selama ini, dia menambahkan, bagi mahasiswa berusia 21 tahun yang tidak memiliki NPWP, biasanya menggunakan NPWP milik orang tuanya jika ingin bepergian. "Jadi, mahasiswa di atas 21 tahun yang belum memiliki NPWP ini pun bisa bebas fiskal katanya," ujar Regina.

Kebijakan bebas fiskal ini juga ditanggapi positif berbagai kalangan. Sebab, bagi mereka yang telah berusia 21 tahun dan tidak memiliki NPWP, serta orang tuanya pun tidak memiliki NPWP, dapat melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa harus membayar biaya fiskal Rp2,5 juta untuk perjalanan dengan pesawat terbang.

Kendati demikian, Regina menuturkan, hingga saat ini belum ada peningkatan berarti terkait jumlah penumpang yang akan ke luar negeri. "Hal ini karena kebijakan bebas fiskal ini baru diterapkan per 1 Januari 2011. Sedangkan high season sudah terjadi sejak akhir Desember ini," katanya.

Sesuai surat edaran Ditjen Pajak itu, bebas fiskal ke luar negeri akan dimulai tepat pukul 00.00 berdasarkan pada jam yang tertera saat boarding pass.

Ketentuan tentang tidak dikenakannya kewajiban membayar fiskal diatur dalam Pasal 25 ayat (8a) Undang Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.

Sebelumnya, pada periode 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2010, bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak memiliki NPWP dan telah berusia 21 tahun yang bertolak ke luar negeri wajib membayar fiskal. Fiskal itu sebesar Rp2,5 juta bagi yang menggunakan pesawat udara, dan Rp1 juta bagi yang menggunakan angkutan laut. (art)

Bea dan Cukai Setor ke Negara Rp214,9 Triliun

VIVAnews - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, melaporkan penerimaan bea dan cukai yang disetorkan sebagai penerimaan pajak sepanjang 2010 mencapai Rp214,9 triliun. Jumlah tersebut setara 21,6 persen dari target penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010 sebesar Rp992,4 triliun.

"Penerimaan perpajakan yang dipungut Ditjen Bea dan Cukai itu mencapai 28,9 persen dari target penerimaan perpajakan sebesar Rp743,3 triliun," ujar Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeaan dan Cukai, Ditjen Bea dan Cukai, Kemenkeu, Kushari Suprianto, dalam keterangan pers 'Kilas Balik Ditjen Bea dan Cukai Tahun 2010' di kantornya, Jalan A Yani, Jakarta, Jumat, 31 Desember 2010.

Data Ditjen Bea dan Cukai menyebutkan hingga 29 Desember 2010 penerimaan bea masuk tercatat sebesar Rp19,76 triliun atau 115,52 persen dari target APBN-P 2010 sebesar Rp17,1 triliun. Sementara itu, penerimaan dari cukai mencapai Rp65,5 triliun dan bea keluar Rp8,03 triliun.

Penerimaan lainnya berasal dari pajak pertambahan nilai (PPN) impor dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) senilai Rp87 triliun. Penerimaan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 impor senilai Rp23,5 triliun, serta penerimaan dari PPN hasil tembakau Rp11,1 triliun.

Dirjen Bea dan Cukai, Kemenkeu, Thomas Sugijata, menambahkan pihaknya juga memperoleh penerimaan dari hasil post clearance audit sebesar Rp178 miliar.

Direktorat Jenderal itu juga mencatat tagihan penerimaan kepabean dan cukai berdasarkan laporan hasil audit sepanjang 2010 mencapai Rp419,51 miliar.

Tindak 86 Pegawai
Sementara itu, untuk menjawab keraguan masyarakat terhadap kinerja Ditjen Bea dan Cukai, instansi itu mengaku telah menindak sedikitnya 86 pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Baik sekali untuk Bea dan Cukai kalau jumlah pegawai yang dihukum akan terus berkurang," kata Sekretaris Ditjen Bea Cukai, Kemenkeu, Achmad Riyadi.

Dari jumlah tersebut, pegawai yang menerima hukuman kategori berat sebanyak 28 orang. Sisanya adalah pegawai yang menerima hukuman ringan sebanyak 48 orang dan hukuman sedang 10 orang.

Sebagai informasi, jumlah pegawai yang saat ini bekerja sebagai aparat Ditjen Bea dan Cukai sebanyak 10.627 pegawai. Riyadi mengatakan, hukuman diberikan karena masih ada pegawai yang tidak menjalankan disiplin kerja, misalnya pelanggaran jam kerja masuk atau adanya keluhan masyarakat terhadap pelayanan dari aparatnya.

Syarat Indonesia Jadi Raksasa Ekonomi Dunia

VIVAnews - Ekonom Raden Pardede mengatakan Indonesia dapat menjadi kekuatan 10 besar ekonomi dunia pada 2025. Namun, untuk mencapai sasaran itu, harus diikuti perubahan perilaku, karena dengan pola seperti saat ini kemungkinan sulit untuk mewujudkan hal tersebut.

"Bisa saja itu tercapai. Persoalannya bagaimana kita mencapai ke sana. Apa syaratnya? Kalau dengan pola seperti sekarang sulit dicapai," ujar Raden kepada VIVAnews.com di Jakarta, Jumat 31 Desember 2010.

Menurut Raden, perlu adanya perubahan dalam perilaku, baik pemerintah, politisi, pebisnis, maupun penegak hukum. Jika tidak ada perubahan perilaku, target itu hanya menjadi angan-angan.

Dia menyebutkan empat hal utama yang harus diubah pemerintah. Pertama, pemerintah harus bekerja dan tidak boleh hanya omong kosong. Selain itu belanja pemerintah juga harus bisa dilakukan secara efisien dan efektif.

Kedua, pemerintah harus menciptakan iklim investasi ekonomi yang baik. Ketiga, pemerintah harus menjaga kepastian hukum, dan mengurangi ketidakpastian di dalam kegiatan ekonomi. Sedangkan keempat, memelihara kestabilan politik.

"Politik kita harus kondusif dengan tujuan mensejahterakan masyarakat," ujarnya.

Raden melanjutkan, empat hal itu menjadi yang utama. Selanjutnya, pemerintah harus fokus untuk mempercepat pembangunan sektor infrastruktur yang selama ini sangat terlambat pembangunannya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meyakini Indonesia dapat mencapai kekuatan 10 besar ekonomi dunia pada tahun tersebut.

"Pada 2025, visi kami sudah harus meraih PDB (produk domestik bruto) US$3,7-4,7 triliun, pendapatan per kapita berkisar US$12-16 ribu, sehingga jadi kekuatan 10 besar ekonomi dunia," kata Hatta di sela Rapat Kabinet terbatas bidang ekonomi di Istana Bogor, Kamis 30 Desember 2010.

Hatta merinci, Indonesia memiliki potensi, peluang, dan momentum yang baik di tengah situasi global dunia. Indonesia berada di tengah perdagangan yang meningkat cepat pada 2008. Sekitar 54 persen ekspor di negara berkembang didorong negara sejenis lainnya.

Berbeda dengan 12 persen saja pada 2008, sehingga Indonesia memiliki posisi bagus. Pengaturan arus modal dan imbal hasil (yield), menurut Hatta, juga akan terus rendah di negara maju. Akibatnya, modal pun akan terus masuk ke negara berkembang.

Selain itu, sejumlah sumber daya alam yang dimiliki Indonesia juga menjadi alasan atas keyakinan pemerintah untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. "Indonesia punya kelapa sawit, timah, kakao, bauksit, dan panas bumi. Semua belum terkelola secara baik, belum jadi added value memadai," ujar Hatta.

Pemerintah pun memprediksi, transformasi pertumbuhan ekonomi 7-8 persen dapat dicapai pada 2013. Pada 2014, PDB Indonesia pun ditaksir mencapai US$1-1,2 triliun. (art)

Konsumen Tersihir Diskon Besar Pusat Belanja

VIVAnews - Diskon besar-besaran pada akhir tahun 2010 di sejumlah pusat belanja Jakarta ternyata menggiurkan banyak orang. Iming-iming diskon atau potongan harga besar-besaran membuat masyarakat membeli barang yang sebenarnya tidak direncanakan.

Seperti yang terlihat di berbagai pusat perbelanjaan Ibukota Jakarta, berbagai produk merek ternama banyak diobral dengan diskon cukup besar.

Momentum Tahun Baru itu pun sepertinya dimanfaatkan sejumlah distributor produk merek ternama untuk memikat minat belanja konsumen dan sekaligus meraup keuntungan yang sebesar-besarnya.

Seperti di Mal Grand Indonesia. Berbagai produk bermerek ditawarkan dengan diskon hingga mencapai 70 persen. Bahkan, ada yang memberikan diskon hingga 80 persen seperti outlet Planet Surf.

Lalu, bagaimana pendapat konsumen menanggapi diskon besar-besaran ini?

Di outlet ZARA, Grand Indonesia, diskon yang ditawarkan hingga 50 persen khusus menyambut Tahun Baru. Di outlet ini dijual berbagai jenis pakaian, celana, aksesoris, sepatu, jaket pria maupun perempuan, pakaian anak, dan lainnya.

Tika (23), seorang karyawan swasta yang terlihat membawa kantong belanjaan dari outlet ZARA dan Planet Sport menuturkan bahwa dirinya memanfaatkan diskon besar-besaran akhir tahun ini.

Meski demikian, dia sebenarnya tipe orang yang tidak selalu memanfaatkan momentum diskon. Tika hanya mencari barang yang diperlukan, walau kadang juga tergiur membeli produk lainnya.

"Seperti ini, saya beli sepatu Converse, ya memang karena saya sudah rencana beli dan butuhkan," kata dia kepada VIVAnews.com di Jakarta, kemarin.

Namun, di saat sedang melakukan window shopping, ia melihat gerai ZARA. Gerai pakaian asal Spanyol ini memberikan diskon 50 persen. Sontak, ia pun tertarik untuk masuk dan melihatnya. Dan akhirnya, Tika pun membeli satu stel baju berwarna coklat.

"Ya namanya cewek kadang gatal kalau lihat barang yang didiskon. Jadi, barang yang tidak perlu pun dibeli. Karena sedang diskon, hajar lah," ujarnya.

Kebetulan baju yang dibeli mendapat potongan harga 25 persen. Dari harga asli Rp200 ribu menjadi Rp150 ribu.

Sementara itu, konsumen lain Prita (24), seorang karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan sebenarnya tidak ada niatan khusus untuk memanfaatkan belanja saat diskon. Namun, secara tidak sengaja saat makan siang bersama teman kantornya di Grand Indonesia, ia melihat ada diskon dan mencoba beberapa produk.

"Nggak niat sih buat belanja saat diskon Tahun Baru. Tapi, pas ada barang yang cocok dan lagi butuh, dibeli juga," kata Prita kepada VIVAnews.com.

Prita membeli sandal di Planet Sport yang menurut dia diskon hingga 50 persen. Harga sandal yang dibelinya menjadi Rp44 ribu sepasang. Ia pun membeli flat shoes untuk jalan-jalan. Sepatu itu diskon 15 persen hingga harganya menjadi Rp180 ribu. (umi)

Ini Produk Merek Terkenal dengan Diskon Besar

VIVAnews - Omzet penjualan sejumlah produk merek ternama meningkat seiring semarak pesta diskon menyambut tahun baru 2011. Beberapa pengelola gerai produk merek terkenal yang memberikan program diskon mengaku omzet penjualan mereka meningkat hingga 30 persen.

Seperti produk merek NEXT yang memiliki program Sale End of Season hingga 50 persen yang berlangsung sejak 16 Desember 2010-17 Januari 2011.

Staf penjualan di gerai NEXT, Plasa Senayan, Fitroh, mengatakan, dengan program diskon ini jumlah pengunjung meningkat. Apalagi, saat akhir pekan, potongan harga dapat meningkat hingga 50 persen. "Ya, otomatis omzet penjualan juga meningkat," kata Fitroh kepada VIVAnews.com di Jakarta, Jumat 31 Desember 2010.

Meski enggan mengungkapkan berapa persen peningkatannya, ia menjelaskan, produk perlengkapan pria seperti kemeja, polo shirt, dan sepatu kulit untuk kerja paling banyak diminati pembeli. Disusul oleh pakaian anak dan selanjutnya pakaian perempuan.

Barang NEXT yang didiskon antara lain:

1. Sepatu kulit pria untuk kerja pria (diskon 50 persen dari Rp1.399.000 menjadi Rp699.500).
2. Sepatu kasual pria (diskon 40 persen dari Rp499.000 menjadi Rp299.400).
3. Baju perempuan untuk model tertentu (diskon 50 persen dari harga Rp359.000 menjadi Rp 179.000).
4. Blazer kerja perempuan (diskon 40 persen dari Rp799.000 menjadi Rp539.400).
5. Berbagai baju anak model tertentu (diskon 30 persen dari Rp219.000 menjadi Rp 153.300).

Sementara itu, gerai Lacoste juga memberikan diskon hingga 50 persen mulai 16 Desember 2010-5 Januari 2011.

Produk Lacoste yang didiskon antara lain:
1. Polo shirt pria (diskon 50 persen dari Rp989.000 menjadi Rp499.500).
2. Sweater pria (diskon 50 persen dari Rp1.799.000 menjadi Rp899.500).

"Kaos polo shirt ini paling diminati pembeli, karena pilihan warnanya banyak," kata Ade, kasir gerai Lacoste.

Ade menambahkan, program diskon akhir tahun ini meningkatkan jumlah pengunjung hingga 50 persen dibanding sebelum diskon. "Kalau omzet penjualan dengan program diskon ini meningkat sekitar 25-30 persen. Biasanya di bawah Rp50 juta. Setelah program diskon ini bisa di atas Rp50 juta per hari," ujar Ade.

Sementara itu, gerai Marks and Spencer memberikan diskon hingga 70 persen pada item tertentu. Pengelola gerai Marks and Spencer mengakui program diskon membuat omzet penjualan meningkat. Namun, mereka enggan menyebut berapa persen peningkatannya secara rinci.

"Jumlah pembeli meningkat 50 persen, otomatis omzet penjualan juga meningkat," kata Nunik, supervisor Marks and Spencer Plasa Senayan.

Produk Marks and Spencer yang mendapat potongan harga:
1. Koleksi jas pria (diskon dari Rp3.449.000 menjadi Rp1.759.000).
2. Celana kerja pria (diskon Rp499.000 menjadi Rp259.000).
3. Paket kaos pria (jika membeli satu potong Rp149.000, tiga potong Rp 350.000).

Untuk gerai Planet Sport dan Sport Station yang menjual perlengkapan olah raga, diskon yang diberikan hingga 70 persen. Potongan harga sangat besar ini juga memicu peningkatan penjualan.

"Pembeli naik sebesar 20-30 persen, sedangkan omzet penjualan naik 15 persen," kata Dede, supervisor Planet Sport, Plasa Senayan, Jakarta.

Menurut dia, produk yang paling diminati adalah sepatu olah raga. Namun, tidak sedikit pembeli yang kecewa karena barang yang terdiskon 70 persen telah habis terjual atau ukurannya tidak sesuai. "Ini yang membuat pembeli kecewa dan terkadang tidak jadi membeli," katanya. (umi)

Tahun Baru, Hotel di Yogya Padat Pengunjung

VIVAnews - Menjelang pergantian tahun 2010 ke 2011, tingkat hunian hotel kelas bintang maupun melati di Yogyakarta cukup padat. Untuk hotel bintang hunian mencapai 90 persen, sedangkan 80 persen kelas melati.

"Tingkat hunian ini tidak terpaut jauh saat menjelang tahun baru 2010," kata Deddy Pranowo Eryono, ketua Keluarga Public Relation (Kapurel) Yogyakarta, Jumat, 31 Desember 2010.
 
Yang berbeda, dia menambahkan, adalah menjelang tahun baru 2010, sejak 23 Desember 2009, tingkat hunian hotel sudah di atas 80 persen. Namun, menjelang tahun baru 2011, tingkat hunian hotel mencapai 90 persen berlangsung mulai 28 Desember 2010.
 
Deddy menuturkan, para pengelola hotel di Yogyakarta patut bersyukur karena dampak erupsi Gunung Merapi terhadap dunia pariwisata sudah kembali membaik, meski belum 100 persen pulih.
 
"Kami berharap, menjelang pergantian tahun nanti malam, semua hotel bintang dan melati tingkat huniannya bisa mencapai di atas 90 persen seperti menjelang pergantian tahun 2010 yang mencapai sekitar 95 persen," tutur Deddy.
 
Dia mengatakan, guna pemulihan pariwisata di Yogyakarta, hotel kelas bintang dan melati tidak menaikkan tarif, meski ada event pergantian tahun. Bahkan, hotel bintang dan melati yang menjadi anggota Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY memberikan diskon harga kamar mulai dari 10-15 persen.
 
"Jadi, kalau ada hotel yang menaikkan tarif itu pasti bukan anggota PHRI. Karena kami sepakat memberikan diskon kepada tamu yang menginap saat libur panjang Natal dan Tahun Baru," ujarnya.
 
Deddy menjelaskan, wisatawan yang datang ke Yogyakarta dan menginap di hotel kelas bintang maupun melati didominasi wisatawan domestik. Sedangkan wisatawan dari mancanegara masih sangat terbatas.
 
"Wisatawan dari Eropa, mereka membatalkan kunjungan ke Yogyakarta karena terkendala cuaca yang ekstrim yang saat ini berlangsung di sana dan menunda kedatangannya ke Yogyakarta pada Februari 2011," kata dia.
 
Maria Perwitasari, Public Relations Puri Artha Hotel Yogyakarta mengatakan, tingkat hunian menjelang pergantian tahun telah mencapai 85 persen. Tamu yang menginap masih didominasi oleh wisatawan domestik yang sifatnya pribadi atau keluarga.
 
"Untuk travel agent yang membawa wisatawan dari luar negeri masih sangat terbatas. Bahkan belum ada wisatawan dari luar negeri yang dibawa travel agent menginap di hotelnya," tuturnya.

Maria mengakui, kenaikan tingkat hunian hotel mulai terjadi peningkatan sejak 24 Desember dan diharapkan akan mencapai kisaran 90 persen pada 2 Januari 2010.
 
"Meski saat ini ada perayaan tahun baru, namun kami tidak menaikkan tarif kamar. Kami hanya memberikan paket-paket tertentu kepada tamu yang menginap di hotel mulai dari paket Rp900 ribu," kata dia.
 
Agus Santosa, salah seorang pengelola hotel kelas melati di Kawasan Malioboro menuturkan, sejak 23 Desember, seluruh kamar yang ada telah habis dipesan tamu. Bahkan, sampai 4 Januari 2010, seluruh kamar sudah terisi.
 
"Kebanyakan tamu merupakan langganan lama, sehingga setiap ada libur panjang mereka selalu menginap di hotelnya," katanya.
 
Untuk libur panjang Natal dan Tahun Baru, menurut Agus, pengelola hotel menaikkan tarif kamar mencapai 30 persen dari tarif hotel biasanya.
 
"Sebagai contoh, kamar dengan tarif Rp100 ribu maka menjelang pergantian tahun baru ini tarifnya menjadi Rp130 ribu atau naik 30 persen," ujarnya. (art)

Laporan: Juna Sanbawa l Yogyakarta

Tahun Baru, Pajak Baru dan Gratis Fiskal

Ilustrasi Pajak (Adri Prastowo)

VIVAnews - Tahun baru 2011 sudah menjelang. Banyak harapan bermunculan menghadapi awal pergantian tahun tersebut.

Di tengah beragam harapan tersebut, setidaknya ada sejumlah kebijakan baru yang bakal diterapkan pemerintah memasuki awal tahun 2011 ini. Kebijakan yang menguntungkan, namun juga tak sedikit yang memberatkan.

Salah satu kebijakan itu adalah pembebasan biaya fiskal bagi mereka yang bepergian ke luar negeri. Kebijakan meringankan ini, bukan hanya disambut positif masyarakat, namun juga oleh pengelola travel hingga maskapai penerbangan.

Regina, konsultan perjalanan dari PT Panorama Tours menyambut baik kebijakan itu. "Saya optimistis dengan bebas fiskal makin banyak orang bepergian ke luar negeri," ujarnya kepada VIVAnews.com di Jakarta, Jumat 31 Desember 2010.

Maskapai Lion Air dan AirAsia sebelumnya juga mengaku senang dengan kebijakan bebas fiskal. "Ini kabar baik. Jumlah penumpang akan naik," ujar Public Relation Lion Air Yanin Waroka.

Namun, tak semua kebijakan di awal tahun baru meringankan. Sejumlah kebijakan lainnya justru menambah beban masyarakat. Kebijakan itu berupa pajak, bea masuk dan tarif cukai baru.

Berikut ini perincian daftar kebijakan yang akan berlaku mulai awal Januari 2011:

1. Bebas Biaya Fiskal
Mulai 1 Januari 2011, pemerintah membebaskan biaya fiskal bagi seluruh warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri, termasuk bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. Ketentuan baru ditegaskan oleh Direktorat Jenderal Pajak melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak pada 17 Desember 2010.

"Ini akan dimulai tepat pukul 00.00 pada 1 Januari 2011 berdasarkan pada jam yang tertera saat boarding pass," kata Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Iqbal Alamsjah.

Sebelumnya, pada periode 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2010, bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak memiliki NPWP dan telah berusia 21 tahun yang bertolak ke luar negeri wajib membayar fiskal. Fiskal itu sebesar Rp2,5 juta bagi penumpang yang menggunakan pesawat udara dan Rp1 juta bagi pengguna angkutan laut.

2. Bea Masuk Oleh-Oleh
Mulai 1 Januari 2011, pemerintah memperbarui aturan soal penerapan bea masuk atas barang-barang bawaan atau oleh-oleh dari luar negeri. Dalam aturan tersebut, bea masuk dikenakan bagi barang impor dengan nilai di atas US$250 per orang atau US$1000 (Rp9 juta) per keluarga. Ketentuan ini termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas dan Barang Kiriman yang diterbitkan pada 29 Oktober 2010.

Selain pengenaan bea masuk bagi barang impor, menurut Dirjen Bea Cukai Thomas Sugijata, ketentuan juga berlaku bagi barang-barang bawaan khusus, seperti minuman beralkohol dan rokok. Untuk produk minuman beralkohol dibatasi hanya 1 liter. Sedangkan, rokok hanya diizinkan sebanyak 200 batang rokok.

"Jika membawa rokok lebih dari 200 batang, maka akan disita dan dimusnahkan oleh petugas Bea Cukai," kata Thomas. Sedangkan, jika penumpang membeli laptop dari Singapura seharga US$1000, maka dia wajib membayar bea masuk sesuai tarif. Dari harga itu yang tidak dikenai bea masuk sebesar US$250, sedangkan sisanya US$750 dikenai bea masuk.

3. Pajak Progresif
Pengenaan pajak progresif kendaraan bermotor mulai diberlakukan awal Januari 2011 oleh pemerintah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dengan kebijakan ini, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berharap bisa mengendalikan laju kendaraan bermotor di Ibukota dan mengurangi kemacetan, sekaligus meningkatkan pendapatan pajak kendaraan bermotor pada 2011 sekitar 5-7 persen dari total penerimaan 2010 sebesar Rp3 triliun.

Pajak progresif ini berlaku bagi kendaraan bermotor bekas maupun baru yang terhitung sebagai kendaraan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Besaran pajak progresif adalah 1,5 persen dari nilai jual untuk kendaraan pertama, lalu 2 persen untuk kendaraan kedua, 2,5 persen untuk kendaraan ketiga, serta 4 persen untuk kendaaraan keempat dan seterusnya.

Saat ini, pertumbuhan panjang jalan di Jakarta tidak seimbang dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. Total panjang jalan di Jakarta hanya 7.650 km dengan pertumbuhan panjang jalan hanya 0,01 persen per tahun. Sedangkan, jumlah kendaraan di Jakarta mencapai 11,3 juta unit. Tahun depan, menurut Gubernur DKI, jumlah kendaraan baru yang terjual sekitar 700 ribu unit, sebagian besar diperkirakan masuk Jabodetabek.

4. Tarif Cukai Rokok
Mulai 1 Januari 2011, Kementerian Keuangan kembali menaikkan tarif cukai rokok eceran. Dengan kenaikan tarif tersebut, maka harga rokok eceran juga akan meningkat. Kenaikan tarif cukai ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang diterbitkan pada 3 November 2010 namun berlaku awal Januari 2011.

Berdasarkan aturan tersebut, tarif cukai sigaret kretek mesin golongan I dengan batasan harga jual eceran lebih dari Rp600 per batang, naik dari sebelumnya Rp310 menjadi Rp325. Untuk sigaret kretek dengan batasan harga Rp630-660 per batang mengalami kenaikan dari Rp300 menjadi Rp315. Untuk rokok sigaret Kretek Tangan atau Sigaret Putih Tangan golongan I dengan batasan harga jual eceran Rp590 per batang, tarif cukainya naik dari Rp215 menjadi 235.

Lima Mal Paling Spektakuler di Dunia

VIVAnews - Saat ini mal telah menjadi tempat multifungsi, dari mulai belanja hingga rekreasi. Namun, pernahkah Anda membayangkan mal yang dilengkapi dengan danau buatan dan akuarium terbesar?

Ini mal paling megah di dunia yang dikutip dari businessinsider.

1. The Dubai Mall

Dubai Mall
Mal ini memiliki luas area 350.244 meter persegi. Dubai Mall adalah mal terbesar di dunia dengan total area 1.124 juta meter persegi. Mal ini dibuka pada 2008, memiliki 1.200 toko dan dilengkapi sebuah akuarium besar yang mendapatkan rekor dari Guinness World Records, sebagai panel dari acrylic terbesar.

Mal ini juga dilengkapi arena ice skating, 2.500 kamar mewah, 22 layar bioskop, dan 120 restoran serta kafe. Mal ini juga memiliki konsep mal dalam mal, dengan masing-masing konsep berbeda seperti Gold Souk, Fashion Island, The Grove, dan atap yang bisa ditarik outdoor atau indoor.


2. West Edmonton Mall di Edmonton, Alberta, Kanada.

West Edmonton Mall

Mal ini terbesar ke-5 di dunia dan terbesar di Amerika Utara. Fasilitas water park indoor-nya terbesar dan memiliki kolam ombak terbesar di dunia.

Dibangun pada 1981, mal ini memiliki lebih dari 800 toko dan jasa serta parkir untuk lebih dari 20.000 kendaraan.

Mal ini juga memiliki beberapa tema seperti Bourbon Street (klub dan restoran bergaya New Orleans), Europa Boulevard, dan Chinatown.

Pusat perbelanjaan ini memiliki taman yang disebut Galaxyland dan dilengkapi sejumlah atraksi termasuk roller coaster. Menariknya, mal ini juga dilengkapi dengan danau indoor, yang merupakan rumah bagi empat singa laut dan replika dari Santa Maria. Mal ini juga memiliki sebuah hotel, ruangan menembak dalam ruangan, kebun binatang, makan malam teater, bioskop, dan empat stasiun radio.

3. GPO, Melbourne

GPO Melbourne
Bangunan ini merupakan sebuah kantor pos tua, singkatan dari General Post Office (GPO). Bangunan ini menjadi salah satu arsitektur paling terkenal di Australia. GPO yang berdiri mulai digunakan menjadi mal pada 1907-1993. Pada 2004 diubah menjadi pusat perbelanjaan. Terdapat 50 toko dalam tiga lantai.

4. Wafi Mall, Dubai
Wafi Mall, Dubai
Luas bangunan ini 79.989 meter persegi. Seluruhnya bertema mesir kuno, termasuk taman dan restorannya berbentuk piramid. Mal ini memiliki reputasi sebagai salah satu mal berkelas di Dubai.

Terletak di dalam kompleks Kota Mesir dengan tema Wafi City Mall. Dibuka pada 2001 dan berisi 1.000 ruang parkir tertutup serta lebih dari 350 toko di lima lantai. Dilengkapi dengan butik (Marks & Spencer, Topshop, La Senza), restoran, kawasan taman hiburan (Encounter Zone), ruangan bawah tanah bertema Arab (Khan Murjan), dan spa (Cleopatra Spa).

5. Tokyo Midtown
Tokyo Midtown
Bangunan seluas 73.021 meter persegi ini terletak di jantung area mix development di Tokyo sekitar 566.708 meter persegi.

Proyek senilai US$3 miliar itu termasuk perkantoran, perumahan, hotel, pertokoan, dan tempat rekreasi, sekaligus menjadi bangunan tertinggi di Tokyo. Bangunan ini juga terdapat Suntoory Museum of Art. (art)

Efek Kaburnya Dana Asing dari RI Takkan Lama

VIVAnews - Selama dua tahun berturut-turut, yakni pada periode 2009-2010, pasar saham dan obligasi Indonesia telah menarik minat investor asing. Kondisi itu di antaranya terlihat dari kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mencatatkan pertumbuhan 45,9 persen, atau terbaik di Asia Pasifik.

IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di posisi 3.786,09 pada 9 Desember 2010. Pertumbuhan indeks yang cukup tinggi itu mengalahkan indeks bursa Thailand yang menguat 40,85 persen.

Lalu, bagaimana dengan prospek pasar saham pada 2011?

Hazrina R Dewi, head of equity PT First State Investments Indonesia, optimistis  kondisi ekonomi pada 2011 akan membaik. Namun, dia mengingatkan bahwa tahun depan kondisi pasar akan lebih bergejolak.

Hani, sapaan Hazrina, mengatakan, dengan masuknya penanaman modal asing (PMA) akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan penghasilan masyarakat. Situasi itu akan memicu tingkat konsumsi dan pendapatan domestik bruto (PDB) yang diperkirakan tumbuh lebih cepat.

"Namun di satu sisi, risiko keluarnya investor asing yang ingin mengambil keuntungan dari pasar saham dan obligasi akan tetap ada," kata Hani dalam analisisnya mengenai pasar saham 2011 di Jakarta.

Selain itu, dia menambahkan, penurunan lebih lanjut di pasar surat utang Euro dan pengetatan mendadak pada ekonomi China dapat mendorong pasar untuk turun. Namun, Hani meyakinkan bahwa kalaupun pasar bergejolak karena investor asing mengambil keuntungan, efeknya tidak akan lama.

"Kuatnya ekonomi Indonesia pada akhirnya akan membuat investor menyadari bahwa pasar modal di dalam negeri mampu bertahan setelah krisis Asia," tuturnya.

Walaupun tidak memiliki dampak langsung terhadap Indonesia, krisis di Eropa, menurut dia, dapat mempengaruhi pandangan investor asing terhadap risiko.

Untuk itu, guna menghadapi gejolak selama 2011, Hani berharap adanya kenaikan pendapatan dari sektor komoditas. Harga-harga barang komoditas sudah mulai naik dan kontrak-kontrak tahun depan dihargai lebih baik dibanding 2010.

"Meski demikian, sektor-sektor yang berhubungan dengan konsumer masih akan mendominasi pasar," ujarnya.

Dia menilai selama 2010, cadangan mata uang asing Indonesia menumpuk hingga level yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni mendekati US$100 miliar. Kepemilikan asing atas obligasi pemerintah Indonesia mencapai Rp191 triliun, lebih dari dua kali lipat dibandingkan awal tahun 2010.

Belum lagi, PMA akan masuk dan memberikan suntikan dana yang signifikan besarnya bagi perekonomian Indonesia. LG, Panasonic, Honda Motor, dan bahkan Mercedes Benz telah mengumumkan rencana ekspansi mereka di Indonesia.

"Dengan masuknya PMA dan adanya pembangunan infrastruktur yang dijanjikan pemerintah, kami yakin ekonomi Indonesia pada 2011 akan mengalami peningkatan," ujar Hani.

Jika sesuai ekspektasi dan pendapatan perusahaan tumbuh sebesar 18 persen tahun depan, price to earning (PE) pasar saat ini sudah di jalurnya. Di saat pertumbuhan pendapatan riil mengalahkan ekspektasi pasar, maka pasar akan melaju dan menyesuaikan dengan tingkat indeks yang baru.

"Kami selalu optimis. Kami melihat beberapa pertumbuhan pasar dalam waktu dekat," kata dia.

Kenaikan rating, dia menambahkan, diharapkan juga terjadi tahun depan atau paling lambat pada 2012. Saat Indonesia berusaha untuk mendapatkan investment grade, lebih banyak lagi dana diharapkan masuk di pasar modal.

Dengan adanya pencatatan beberapa perusahaan baru di bursa saham, diharapkan dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada kapitalisasi pasar. Pasar yang lebih likuid dan efisien adalah kunci dari pasar modal yang sehat.

"Kami mengharapkan pasar saham yang tidak hanya tumbuh, namun juga berkembang dan lebih transparan," ujarnya.

Tak Khawatir

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Fuad Rahmany, menyatakan tidak khawatir terhadap kemungkinan pembalikan arus modal asing pada 2011.

Menurut Fuad, kepemilikan asing pada saham di Bursa Efek Indonesia sudah turun hingga 10 persen pada 2010. "Transaksi didominasi oleh investor domestik," kata dia.

Nilai bersih transaksi saham yang dilakukan investor asing juga hanya sebesar Rp26,74 triliun. "Nilainya lebih kecil dibandingkan kepemilikan asing di Surat Utang Negara. Angkanya tidak terlalu mengkhawatirkan," ujar Fuad.

Fuad pun membandingkan kepemilikan asing sebelum krisis 2007 yang mencapai Rp30-32 triliun.

Sepanjang 2010, dana yang mengalir ke pasar modal sebesar Rp118 triliun. Dana masuk melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) Rp29,67 triliun, rights issue Rp48,16 triliun, dan waran Rp1,52 triliun serta sisanya berupa obligasi Rp34,7 triliun.

Bursa saat ini juga melakukan diversifikasi investor. Selama ini, investor di Bursa Efek Indonesia didominasi oleh pemodal asal Singapura, Hong Kong, Eropa, dan Amerika Serikat. (umi)

Kondominium Teranyar di 2010

VIVAnews - Tren tinggal di hunian bertingkat di Jakarta, baik di proyek kondominium maupun apartemen sewa akan terus berlanjut. Ini terjadi karena  makin terbatasnya lahan di daerah pusat Jakarta dan dirasa semakin praktisnya tinggal di residensial bertingkat tersebut.

Proyek kondominium di pusat kota juga merupakan salah satu solusi terhadap makin parahnya tingkat kemacetan dan lamanya waktu perjalanan yang dibutuhkan di Jadebotabek. Walaupun sampai saat ini, motivasi pembeli kondominium masih berimbang antara untuk investasi dan untuk ditinggali.

Sampai akhir 2010, PT Cushman & Wakefield mencatat, total pasokan kumulatif kondominium di Jakarta diperkirakan mencapai 80.700 unit.

Sedangkan proyek-proyek teranyar yang akan selesai sampai akhir tahun ini terdapat sembilan unit.

Proyek-proyek tersebut yaitu:

1. Gandaria Heights

Gandaria Height

 

2. Centro City (Tower A)

Centro City

 

3. Tamansari Sudirman

Tamansari Sudirman

 

4. Pakubuwono View

Pakubuwono View

 

5. Central Park (Alaina Tower)

Central Park Mal di Jalan S Parman, Jakarta Barat

6. Green Central

Green Central


7. Seasons City

Seasons City di kawasan Jakarta Barat

 

8. Masion @ Kemang

Mansion at Kemang

 

9. Gading Nias (Emerald)

Gading Nias

Kamis, 30 Desember 2010

Proyek Prestisius BUMN Konstruksi 2010

VIVAnews - Mengakhiri tahun 2010, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mampu mencapai target kontrak proyek Rp8,1 triliun.

Sejumlah proyek prestisius yang diperoleh perseroan tahun ini di antaranya adalah engineering, procurement, and construction (EPC) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Balikpapan 2x100 megawatt (MW) dengan total kontrak Rp2,3 triliun. Selain itu, terdapat PLTU 2x7 MW Tanjung Selor, Kalimantan Timur senilai Rp268 miliar.

"Perolehan proyek EPC baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pada tahun berikutnya," tulis manajemen Adhi Karya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 30 Desember 2010.

Proyek besar lainnya adalah proyek building di antaranya Pusat Pendidikan, Pelatihan & Sekolah Olahraga Nasional di Hambalang, Sentul, Jawa Barat dengan total nilai kontrak Rp1 triliun. Proyek-proyek building lainnya sekitar Rp900 miliar.

Untuk proyek infrastruktur yang diperoleh Adhi di antaranya Dermaga Teluk Lamong sebesar Rp401 miliar, pembangunan Apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Rp156 miliar, pembangunan Jalan Layang Kampung Melayu-Tanah Abang (stage 1: Sudirman-Casablanca) senilai Rp214 miliar, free way Balikpapan-Samarinda sebesar Rp198 miliar, dan proyek-proyek infrastruktur lainnya sekitar Rp2,7 triliun.

Perolehan berbagai kontrak proyek besar tersebut seiring tekad perseroan dalam mewujudkan misi menuju 'The Great Infrastructure Enterprise'.

Adhi Karya optimistis, dengan rencana pemerintah untuk menaikkan anggaran pembangunan infrastruktur yang semakin besar, perolehan proyek 2011 diperkirakan naik lebih dari 20 persen dibanding 2010.

Untuk menangkap peluang tersebut, Adhi Karya merencanakan membentuk anak perusahaan baru untuk AMP (Asphalt Mixing Plant).

Saham Pilihan untuk Akhir Perdagangan 2010

VIVAnews - Mengakhiri perdagangan saham selama 2010 di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, Kamis 30 Desember 2010, saham sektor perbankan, pertambangan, dan perkebunan disinyalir masih menjadi pilihan pelaku pasar.

"Sektor tambang, perbankan, dan perkebunan masih oke," kata Direktur PT Evio Securities, Teguh Ramadhani, ketika dihubungi VIVAnews.com di Jakarta.

Menurut dia, kenaikan harga komoditas, terutama batu bara dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) beberapa hari terakhir merupakan salah satu alasan. Harga CPO di pasar Rotterdam menembus US$1.208 dan batu bara US$124 per ton. Kondisi itu juga diperkirakan bertahan hingga tahun depan.

Kepala Riset Recapital Securities, Pardomuan Sihombing, juga berpendapat senada. "Ke depan, kami akan merekomendasikan untuk memilih saham-saham sektor komoditas," kata dia.

Adapun saham di sektor pertambangan yang dapat menjadi alternatif pilihan pemodal antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), dan PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).

Sementara itu, saham pilihan sektor perkebunan meliputi PT Astra Agro lestari Tbk (AALI), PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Plantation Tbk (LSIP), PT BW Plantation Tbk (BWPT), PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), dan PT Gozco Plantation Tbk (GZCO).

Untuk saham perbankan yang menarik dicermati adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). "Saham ini dipilih, karena rencana aksi korporasi mereka berupa penerbitan saham baru atau rights issue (Bank Mandiri)," kata Teguh. (art)

Bursa Indonesia Terbaik di Asia Pasifik

VIVAnews - Kinerja PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalahkan sejumlah bursa utama dunia sepanjang 2010. Hingga penutupan perdagangan terakhir tahun ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 3.703,51.

Tahun ini, IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di posisi 3.786,09 pada 9 Desember 2010.  "Kinerja Bursa Efek Indonesia mencatat kenaikan terbaik di Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Pemerintah memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja baik ini," kata Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati, di Jakarta, Kamis 30 Desember 2010.

IHSG tercatat melonjak 45,96 persen dibanding tahun lalu. Pada akhir Desember 2009, indeks ditutup pada level 2.534,35.

Anny menjelaskan, yang mendekati kinerja bursa Indonesia antara lain bursa Thailand. Indeks komposit di The Stock Exchange of Thailand (SET) tumbuh sebesar 40,85 persen, sedangkan Straits Times di Bursa Efek Singapura hanya mencatat kenaikan sebesar 10,71 persen.

Total nilai transaksi saham di BEI hingga 29 Desember 2010 mencapai Rp1.249,27 triliun. Angka ini meningkat 28,1 persen dari total nilai transaksi saham sepanjang 2009 sebesar Rp975,21 triliun. Nilai rata-rata transaksi harian juga meningkat menjadi Rp48,8 triliun.

Kapitalisasi pasar BEI naik sebesar 60,63 persen dari Rp2.019 triliun pada akhir 2009 menjadi Rp3.243 triliun tahun ini.

Meski kapitalisasi pasar bursa meningkat, nilai tersebut hanya menyumbang 0,7 persen dari nilai kapitalisasi bursa di dunia. "Kami kalah dengan China dan Singapura," kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito.

Ia mengatakan, nilai kapitalisasi yang masih kecil ini disebabkan oleh nilai emisi saham yang masuk juga relatif kecil. "Bandingkan dengan Shanghai, di mana IPO (penawaran umum perdana/initial public offering) bank-bank terbesar dunia ada di sana. Nilainya saja puluhan triliun, kami belum sampai," tutur Ito.

Teknologi Larangan Premium Diuji April

VIVAnews - Terkait rencana untuk mengendalikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, pemerintah akan menguji coba penggunaan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) pada awal kuartal II-2011.

''Nanti, kami akan coba pada April untuk menerapkan RFID itu,'' kata Dirjen Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita H Legowo, di Jakarta, Kamis 30 Desember 2010.

Evita menjabarkan, RFID akan diujicobakan di enam stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta. Namun, Evita belum bersedia menjelaskan SPBU mana yang akan dipasang alat RFID tersebut.

Menurut dia, RFID itu dipasang untuk menghindari penyalahgunaan BBM bersubsidi yang digunakan oleh kendaraan pelat kuning.

Evita menjelaskan, dengan adanya RFID tersebut, nantinya kendaraan pelat kuning tidak bisa lagi bolak-balik hanya untuk mengisi BBM. RFID ini berfungsi untuk membaca jumlah konsumsi premium kendaraan pelat kuning, sehingga hanya dapat mengisi BBM sesuai kuota yang dijatahkan.

"Nanti di mobil ada seperti fingerprint yang bersinkronisasi dengan RFID di SPBU. Jadi, terlihat jelas berapa liter BBM yang telah dikonsumsi dan menyatakan bahwa angkutan umum ada jatah berapa liter per harinya," katanya.

Menurut Evita, jika nanti ada kendaraan pelat kuning yang terdeteksi RFID membeli Premium di luar kuota, kendaraan tersebut diwajibkan membeli BBM nonsubsidi. Jika uji coba ini berjalan sukses, dia berharap dapat dikembangkan ke SPBU lain.

''Ini tidak dilaksanakan langsung pada April. Jadi, ini uji coba dulu. Kami akan berusaha menuju ke arah yang baik," tuturnya. Bila memungkinkan, penerapan RFID itu akan perluas.

"Rencananya ada penjatahan, untuk taksi nanti kami ambil rata-rata. Volumenya nanti akan lihat data-data riil. Tapi, pada awal-awal kami beri toleransi," katanya.

Apakah Asing di Balik Larangan Premium?

VIVAnews - Pemerintah membantah kebijakan pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dipengaruhi oleh tekanan pemain asing di sektor bisnis BBM retail.

"Tidak benar atas tekanan pemain asing, dalam Rencana Pembangunan Jangan Menengah Nasional sebelumnya (2004-2009), subsidi BBM harus dikurangi," kata Dirjen Minyak dan Gas Bumi, Evita Legowo di Jakarta, Kamis 30 Desember 2010. Dia mengingatkan keliru jika ada tudingan bahwa penerapan batasan BBM bersubsidi disebabkan oleh tekanan asing.

Selain Pertamina, sejumlah perusahaan minyak asing memang turut bermain dalam memperebutkan pasar BBM nonsubsidi di Indonesia. Pemain asing tersebut adalah Shell, Petronas dan Total. Sejumlah pemain asing tersebut menyambut baik rencana pembatasan BBM subsidi.

Sebab, jika penggunaan BBM subsidi dibatasi, maka peluang pom bensin asing akan semakin terbuka lebar dalam menggaet pasar. Pembatasan itu diberlakukan dalam bentuk larangan memakai premium bagi mobil pribadi mulai akhir Maret 2011.

Semula kebijakan akan diterapkan awal Januari 2011, namun DPR meminta ditunda hingga akhir Maret 2011 agar Pertamina mempersiapkan diri, termasuk bersaing dengan pemain asing. Bahkan, anggota DPR sampai khawatir Pertamina bisa bangkrut jika tidak bisa bersaing dengan asing.

Menurut Evita, pengaturan BBM subsidi sesungguhnya sudah diterapkan sejak 2004. Namun, saat itu tidak mudah mengatur BBM bersubsidi. Dalam perkembangannya, Evita menekankan subsidi BBM memang harus dikurangi karena berpengaruh signifikan. Apalagi, subisidi BBM terus meningkat setiap tahun sehingga tidak akan sehat bagi APBN jika subsidi ini dilanjutkan.

"Ini tidak sehat tetapi pemerintah harus subsidi, namun subsidi untuk siapa? subsidi untuk orang yang kurang mampu," katanya.

Evita menjelaskan setelah merencanakan pengaturan BBM bersubsidi pada 2004 lalu, pemerintah pada 2009 lalu telah melakukan uji coba distribusi tertutup BBM bersubsidi di daerah Bintan dan Batam sebelum diimplementasikan ke masyarakat luas.

Larangan Premium Seharusnya Cepat Diterapkan

VIVAnews - Pemerintah seharusnya mempercepat pelaksanaan kebijakan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terkait harga minyak mentah yang terus merangkak naik. Sebab, hal itu terkait dengan kesiapan masyarakat dan alokasi dana subsidi.

"Kalau ekspektasi harga ICP (Harga Minyak Indonesia/Indonesia Crude Price) akan naik, sebaiknya pembatasan BBM diberlakukan segera," ujar pengamat ekonomi, Anggito Abimanyu, di Jakarta, Kamis, 30 Desember 2010.

Menurut Anggito, dengan pengunduran jadwal pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi dari sebelumnya Januari menjadi Maret 2011, artinya penghematan yang semula diperkirakan Rp3,8 triliun bakal menurun. "Apakah kalau harga ICP US$100 per barrel atau Pertamax Rp8.000, pemerintah tetap akan melaksanakan?" katanya.

Dari sisi masyarakat, mantan kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan ini memperkirakan terjadi kekagetan yang tiba-tiba dari sisi pengeluaran untuk konsumsi BBM. Sebab, masyarakat yang selama ini hanya membeli premium dengan harga Rp4.500 per liter, terpaksa mengeluarkan dana Rp8.000 per liter karena harus beralih ke Pertamax.

Anggito juga menyoroti masalah penggunaan dana hasil penghematan dari pembatasan BBM tersebut serta kesiapan migrasi dari mobil pelat hitam ke pelat kuning untuk kendaraan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Persoalan lain adalah kemungkinan adanya tambahan kebutuhan impor BBM serta perbedaan harga BBM antar wilayah jika pelaksanaan pembatasan dilakukan bertahap.

Hasil analisis Anggito juga menunjukkan perhitungan manfaat akan jauh lebih besar diibandingkan kebijakan pembatasan BBM. Manfaat yang bisa diperoleh di antaranya kesehatan keuangan Pertamina, konservasi lingkungan, rasionalitas harga BBM, serta penghematan energi.

Sementara itu, dari sisi biaya akan menimbulkan ekspektasi inflasi, investasi pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan kenaikan harga pengguna subsidi non-BBM.

Namun, jika persiapan pembatasan BBM ini dirasakan masih minim, sisi manfaat yang diterima bakal lebih kecil dibandingkan kebijakan pembatasan BBM. (art)

SBY: Kiat Sukses Lima Negara Bangun Ekonomi

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tengah membahas agenda dan master plan pembangunan ekonomi Indonesia 4-5 tahun ke depan di Istana Bogor, Jawa Barat.

"Yang ingin kita susun ini adalah, satu rencana yang lebih konkrit, agendanya jelas, sasarannya jelas, timelinenya jelas, siapa berbuat apa. Ketuanya siapa jelas, investasi di bidang apa jelas, " ujarnya di Bogor, Kamis 30 Desember 2010.

Agenda, model dan sasaran yang jelas, menurut SBY, juga dilakukan oleh negara-negara lain dalam menjalankan strategi pembangunan ekonomi negaranya. "Kalau Indonesia, kita lebih memilih konsep untuk memadukan mekanisme pasar dengan campur tangan pemerintah."

Bagaimana dengan negara lain?

SBY menyebutkan dan telah mempelajari bagimana lima negara membangun ekonominya sehingga berkembang maju seperti sekarang.

China, yang kini berubah menjadi ekonomi raksasa ditempuh dengan membangun zona ekonomi yang menjadi model pembangunan perekonomian China.

Korea Selatan mengembangkan perusahaan besar sebagai pilar ekonominya. Hal itu membuat perekonomian Korea menjadi kompetitif, dengan teknologi meningkat dan industrialisasi yang maju.

India yang kini menjadi salah satu raksasa ekonomi terbesar kedua di Asia memilih mengutamakan teknologi informasi dan sektor andalan lain.

Singapura sebagai negara kecil menjadikan kawasannya yang strategis sebagai servis, area perdagangan dan keuangan.

Sedangkan Malaysia di bawah Perdana Menteri Mohd Majid memilih membangun perekonomian dengan mengembangkan sektor-sektor unggulan. "Tapi mereka punya sebetulnya rencana yang definitif," ujarnya di Istana Bogor, Kamis 30 Desember 2010.

Dengan contoh negara-negara tersebut, kata SBY, Indonesia memilih tatanan perekonomian yang terbuka dan mengutamakan hukum pasar sehingga lebih efisien. Namun aturan dari pemerintah tetap diperlukan. "Paduan yang tepat dari kedua wilayah itu yang bisa sukseskan ekonomi sebuah negara" ujarnya.

Menurutnya mekanisme pasar tidak bisa menyelesaikan semua persoalan, terutama pada saat krisis. Ketika terjadi ketidakadilan dalam sebuah pertumbuhan perekomian, peran pemerintah menjadi diperlukan. "Kita akan memadukan kedua pendekatan itu dalam master plan," ujarnya. (hs)

Rumah-rumah Termahal di 2010

Rumah termahal di 2010 (www.businessinsider.com)

VIVAnews - Tahukah Anda ada hal-hal yang menakjubkan sepanjang tahun ini, di antaranya rumah-rumah yang mencetak rekor harga termahal.

Memang, seperti dilansir laman businessinsider, tidak semua penjualan real estat bisa diungkapkan karena terkendala oleh daftar harga atau nilai harga jual yang tidak tepat.

Kendati demikian, dari riset yang dilakukan terdapat sejumlah rumah atau real estat mengagumkan dengan harga yang membuat lidah berdecak di mancanegara. Apa saja?

1. Rumah Bukit Golf di Florida milik Michael Jordan senilai US$12,4 juta atau sekitar Rp111,71 miliar

Rumah Termahal 2010

2. Real Estate milik Chris Bosh, All White La Gorce Mansion seharga US$12,5 juta atau setara Rp112,61 miliar

3. Puri bergaya victoria di Highland Beach senilai US$12,65 juta atau Rp113,96 miliar

4. Rumah di Pantai Delray, dengan pemandangan langsung ke laut Atlantic seharga US$12,65 juta, senilai Rp113,96 miliar

5. Villa bergaya Tuscan seharga us$13 juta, sekitar Rp117,12 miliar di Santra Barbara

Rumah Termahal 2010


6. Real Estate di Kota Naples, Italia bergaya Mediterania senilai US$13 juta atau Rp117,12 miliar

7. Rumah seharga US$13,15 juta (Rp118,47 miliar) di Upper East Side

8. Kediaman super modern, La Gorce Digs milik Lil Wayne seharga US$14 juta atau sekitar Rp126,13 miliar

Rumah Termahal 2010


9. Real Estate milik The Bel Air Country Club seharga US$16,25 juta (Rp146,14 miliar)

10. Real Estate di pantai Pebble, lengkap dengan lift senilai US$18,75 atau sekitar Rp168,92 miliar

11. Puri milik penyanyi Sting, di Central Park West senilai US$19 juta atau setara Rp171,17 miliar

12. Rumah pribadi dengan pemandangan pantai di Malibu seharga US$21,5 juta (Rp193,69 miliar)

13. Real Estate di Portobello, dilengkapi pantai pribadi senilai US$34,1 juta atau seharga Rp307,21 miliar

Rumah Termahal 2010 [Khusus Galerry]


14. Kediaman Leona Helmsley, bernuasa istana raja seharga US$35 juta, setara Rp315,31 miliar

15. Rumah di Pantai Carbon, dilengkapi sembilan perapian dibandrol US$36,9 juta atau senilai Rp332,43 miliar

16. Puri di Central Park West senilai US$40 juta (setara dengan Rp360,36 miliar)

17. Real Estate milik miliarder David Tepper di Southampton, Inggris seharga US$50 juta atau senilai Rp450,45 miliar

Rumah Termahal 2010

18. Rumah Le Belvedere di Los Angeles yang dilengkapi 5.000 gudang botol anggur senilai US$50  atau Rp450,45 miliar.

(umi)

Daftar Suku Bunga Kredit yang Wajib Diumumkan

VIVAnews- Bank Indonesia mewajibkan perbankan untuk mengumumkan suku bunga dasar kredit (SBDK) secara luas ke masyarakat mulai 31 Maret 2011. Kebijakan itu dilakukan untuk meningkatkan transparansi mengenai produk perbankan.

Pengaturan ini akan meningkatkan tata kelola yang baik dan menjadi sasaran untuk mendorong kompetisi yang sehat dalam industri perbankan melalui terciptanya disiplin pasar yang lebih baik. Transparansi juga akan meningkatkan perlindungan konsumen karena dapat membentuk level of playing field yang sama antara bank dan nasabah/masyarakat. Ada transparansi itu maka manfaat, biaya dan risiko produk kredit perbankan akan semakin mudah dipahami guna mendukung pengambilan keputusan kredit yang lebih baik oleh nasabah.

Bunga apa yang harus diumumkan?

SBDK adalah suku bunga terendah yang digunakan sebagai dasar bagi bank dalam penentuan dasar bagi bank dalam penentuan suku bunga kredit yang dikenakan kepada  nasabah bank.

SBDK merupakan hasil perhitungan dari 3 (tiga) komponen yaitu Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK), biaya overhead yang dikeluarkan Bank dalam proses pemberian kredit, dan margin keuntungan (profit margin) yang ditetapkan untuk aktivitas perkreditan.

SBDK dipublikasikan kepada masyarakat dalam bentuk angka akhir berdasarkan hasil perhitungan komponen SBDK untuk 3 (tiga) jenis kredit yakni Kredit Korporasi, Kredit Retail dan Kredit Konsumsi (KPR dan non KPR). Kredit konsumsi Non KPR tidak termasuk penyediaan dana melalui kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Adapun definisi dari 3 (tiga) jenis kredit tersebut adalah definisi yang digunakan oleh internal setiap bank.

SBDK belum memperhitungkan komponen premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur. Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.

Publikasi informasi SBDK ini dilakukan melalui papan pengumuman di setiap kantor bank, halaman utama website bank bagi yang memiliki, surat kabar yang dilakukan bersamaan pada pengumuman laporan keuangan setiap triwulan. Informasi SBDK yang dipublikasikan adalah suku bunga yang berlaku saat dipublikasikan, jika terdapat perubahan maka wajib dipublikasikan melalui papan pengumuman di setiap kantor bank dan website. - Bank Indonesia mewajibkan perbankan untuk mengumumkan suku bunga dasar kredit (SBDK) secara luas ke masyarakat mulai 31 Maret 2011. Kebijakan itu dilakukan untuk meningkatkan transparansi mengenai produk perbankan.

Pengaturan ini akan meningkatkan tata kelola yang baik dan menjadi sasaran untuk mendorong kompetisi yang sehat dalam industri perbankan melalui terciptanya disiplin pasar yang lebih baik. Transparansi juga akan meningkatkan perlindungan konsumen karena dapat membentuk level of playing field yang sama antara bank dan nasabah/masyarakat. Ada transparansi itu maka manfaat, biaya dan risiko produk kredit perbankan akan semakin mudah dipahami guna mendukung pengambilan keputusan kredit yang lebih baik oleh nasabah.

Bunga apa yang harus diumumkan?

SBDK adalah suku bunga terendah yang digunakan sebagai dasar bagi bank dalam penentuan dasar bagi bank dalam penentuan suku bunga kredit yang dikenakan kepada  nasabah bank.

SBDK merupakan hasil perhitungan dari 3 (tiga) komponen yaitu Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK), biaya overhead yang dikeluarkan Bank dalam proses pemberian kredit, dan margin keuntungan (profit margin) yang ditetapkan untuk aktivitas perkreditan.

SBDK dipublikasikan kepada masyarakat dalam bentuk angka akhir berdasarkan hasil perhitungan komponen SBDK untuk 3 (tiga) jenis kredit yakni Kredit Korporasi, Kredit Retail dan Kredit Konsumsi (KPR dan non KPR). Kredit konsumsi Non KPR tidak termasuk penyediaan dana melalui kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Adapun definisi dari 3 (tiga) jenis kredit tersebut adalah definisi yang digunakan oleh internal setiap bank.

SBDK belum memperhitungkan komponen premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur. Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.

Publikasi informasi SBDK ini dilakukan melalui papan pengumuman di setiap kantor bank, halaman utama website bank bagi yang memiliki, surat kabar yang dilakukan bersamaan pada pengumuman laporan keuangan setiap triwulan. Informasi SBDK yang dipublikasikan adalah suku bunga yang berlaku saat dipublikasikan, jika terdapat perubahan maka wajib dipublikasikan melalui papan pengumuman di setiap kantor bank dan website.

Perang Diskon Besar-Besaran di Pusat Belanja

VIVAnews - Jelang tahun baru 2011, berbagai merek ternama memberikan diskon besar-besaran. Beberapa pusat perbelanjaan di Ibukota Jakarta terlihat memberikan penawaran khusus pada akhir tahun ini.

Staf Pemasaran Seibu Indonesia, Maliki, mengatakan Seibu memiliki program year and sale menyambut tahun baru untuk berbagai item.

"Program year and sale ini berlangsung sejak 29 Desember 2010 hingga 12 Januari 2011. Kami memberikan diskon hingga 70 persen untuk semua item," kata Maliki kepada VIVAnews.com di Jakarta, Kamis, 30 Desember 2010.

Seibu Department Store, menurut Maliki, memiliki kurang lebih 400 counter yang memberikan diskon bervariasi hingga 70 persen dengan berbagai item. Sejumlah item itu di antaranya, pakaian perempuan dan pria, sepatu, sandal, pakaian anak, perlengkapan rumah tangga, aksesoris, dan lainnya.

Sejumlah gerai bermerek seperti Marks and Spencer juga memberikan diskon hingga 50 persen. Diskon tersebut terutama untuk kemeja kantor pria, blazer dan dress perempuan.

"Program diskon Marks and Spencer ini berlangsung sejak 16 Desember 2010 hingga 16 Januari 2011. Dan masih akan diperpanjang dan ditambah lagi diskonnya, jika karena stok yang tersedia masih banyak," kata Ramadan, asisten toko Marks and Spencer di Grand Indonesia.

Sementara itu, untuk perlengkapan olahraga. Gerai Planet Sport juga memberikan diskon hingga 70 persen. Potongan harga cukup besar itu untuk sepatu olahraga dengan merek Nike, Puma, Reebook, dan Converse. Tidak hanya sepatu, tas, kaos jaket dengan merek-merek tersebut juga memperoleh potongan harga beragam mulai 30-70 persen.

"Diskon ini hingga 2 Januari 2011," kata Siti, pegawai Planet Sport di Grand Indonesia.

Bahkan, Planet Surf di Grand Indonesia tidak tanggung-tanggung memberikan diskon hingga 80 persen. Diskon itu untuk berbagai merek seperti ROXY, Quick Silver, Ripcurl, Insight, dan lainnya. Penawaran diskon ini berlangsung hingga 9 Januari 2011.

Sejumlah merek ternama lainnya seperti Lacoste, Nautica, Guess, Scholl, Polo, Esprit, NEXT, dan masih banyak lagi juga menawarkan diskon 20-50 persen.

Jadi, bagi Anda yang tidak berencana liburan tahun baru ke luar kota dan menghabiskan waktu di Jakarta saja, tidak ada salahnya memanfaatkan momentum diskon akhir tahun ini. (hs)

Anggito: BI Tak Perlu Intervensi Rupiah

VIVAnews - Bank Indonesia (BI) seharusnya tidak perlu terlalu banyak menguras energi dengan melakukan intervensi terhadap penguatan rupiah.
Selain memerlukan ongkos moneter yang besar, intervensi juga akan menimbulkan ekspektasi inflasi.

Penilaian tersebut disampaikan Ekonom Unversitas Gadjah Mada, Anggito Abimanyu, dalam Forum Diskusi Forkem di Kantor Kementerian Koordinator
Perekonomian, Jalan Wahidin, Jakarta, Kamis 30 Desember 2010.

Anggito menuturkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga saat ini masih kompetitif dan cenderung terus menguat. Penguatan nilai tukar rupiah sejak Januari hingga November 2010 mencapai 5,06 persen.

Dengan rata-rata apresiasi 7,7 persen, level aman rupiah diperkirakan di posisi Rp8.750 per dolar AS. "Jadi, untuk apa BI berkorban mati-matian mempertahankan rupiah di level Rp9.000 per dolar AS," katanya.

Terkait kuatnya intervensi BI pada beberapa bulan terakhir, Anggito justru mengkhawatirkan rupiah akan banyak beredar di pasaran. Kondisi itu diperkirakan membuat ekspektasi inflasi meningkat.

Anggito juga menilai, cadangan devisa yang diperkirakan menembus US$100 miliar sudah memasuki level "melampaui batas aman".

Untuk itu, BI dan pemerintah seharusnya memikirkan upaya menggunakan cadangan devisa yang besar tersebut pada instrumen jangka panjang. "Jangan hanya digunakan untuk menahan laju nilai tukar rupiah saja atau self insurance," katanya.

BI seharusnya, Anggito melanjutkan, mulai berpikir untuk memanfaatkan cadangan devisa guna pembiayaan jangka panjang melalui skema pembiayaan yang sudah ada di Indonesia. Langkah lebih maju lagi adalah Indonesia ikut menyimpan dananya dalam bentuk kerja sama ASEAN +3, Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM), Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), dan infrastructure fund.

"Tidak perlu mencari skema lain yang masih belum siap, seperti Bond Stabilization Fund atau Tax Capital Inflow," ujar Anggito.

Instrumen jangka panjang lainnya adalah mendorong pelaksanaan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun variasi penerbitan obligasi.

Anggito juga menilai, Indonesia  sampai saat ini belum mampu memanfaatkan masuknya arus modal asing (capital inflow) ke Tanah Air. Padahal, jika melihat peluangnya relatif lebih besar dibandingkan risiko yang dihadapi.

Peluang yang dimaksud adalah penurunan biaya bunga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sumber investasi swasta, pembiayaan foreign direct investment (FDI), serta kedalaman pasar modal.

Sementara itu, risiko yang dihadapi adalah terjadinya pembalikan dana asing, tekanan penguatan rupiah, serta gelembung (bubble) perekonomian. (art)

Bonus Akhir Tahun untuk Berburu Emas

VIVAnews - Menjelang akhir tahun ini, pembelian terhadap emas mengalami lonjakan seiring dengan program bagi-bagi bonus perusahaan kepada para karyawannya yang biasanya digelar pada setiap Desember.

"Akhir tahun, jumlah yang beli emas lebih banyak dari pada yang jual," kata  seorang penjaga toko mas Arjuna di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur pada VIVAnews, Kamis, 30 Desember 2010.

Salah satu faktornya, menurut dia, para karyawan yang mendapatkan bonus di akhir tahun biasanya menginvestasikan dana tersebut dalam bentuk emas.

Faktor lain yang menyebabkan orang membeli emas yaitu mengantisipasi akan lonjakan harga emas yang bakal terjadi lagi.

"Mereka takut harga emas naik lagi seperti beberapa waktu lalu. Jadi, saat punya uang, mereka buru-buru investasikan dalam bentuk emas," kata penjual toko emas itu.

Dia mengakui lonjakan pembelian emas saat menyambut Natal dan tahun baru memang tidak terlalu signifikan. Namun, jika dikalkulasi jumlah pembeli emas lebih banyak dari yang jual.

Sementara itu, menurut Lisnawati, penjaga toko mas Dewi Indah di pasar yang sama, saat ini harga emas sedikit turun dibanding beberapa waktu lalu yang mencapai Rp425 ribu per gram untuk emas 24 karat.

Menurut pantauan VIVAnews di sejumlah toko emas di Pasar Kramat Jati, saat ini harga emas 24 karat Rp410 ribu per gram, sudah termasuk ongkos buat. Sedangkan untuk emas 23 karat Rp310 per gram (sudah termasuk ongkos buat).

Sementara itu, untuk harga jualnya sendiri untuk emas 24 karat di bawah Rp350 ribu per gramnya dan tergantung kondisi emasnya itu sendiri. Sedangkan untuk emas 23 karat, harga jualnya di bawah Rp 250 ribu per gram.

Rabu, 29 Desember 2010

2011, Dua Tol Baru Beroperasi di Pulau Jawa

VIVAnews - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencanangkan 2011 merupakan tahun konstruksi bagi perseroan. Sebab, berbagai proyek pembangunan jalan tol telah disiapkan perseroan yang sebagian besar merupakan proyek lanjutan jalan tol yang telah dibangun sebelumnya .

Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sumito menuturkan, pada awal 2011 akan ada dua ruas jalan tol yang bakal diresmikan di pulau Jawa. Pertama, ruas tol Semarang-Ungaran sepanjang 11 Kilometer.

"Ruas tol Semarang-Ungaran akan diujicobakan pada akhir Januari 2011 dan mulai resmi dibuka pada Februari 2011. Ruas tol ini merupakan bagian pertama kali Jalan Tol Semarang-Solo," kata dia di kantornya, Jakarta, Kamis 30 Desember 2010.

Ruas jalan tol kedua yang akan diresmikan, menurut Frans, adalah seksi pertama ruas tol Surabaya-Mojokerto yang baru akan beroperasi hingga Waru sepanjang 2,5 Kilometer. "Seharusnya, dua ruas ini bisa dioperasikan akhir tahun ini namun terlambat, karena masalah klasik (pembebasan lahan)," kata dia.

Frans mengakui, Jasa Marga siap melakukan lanjutan konstruksi ruas berikutnya dan beberapa ruas tol lainnya, asal seluruh tanah telah berhasil dibebaskan. Untuk ruas Ungaran-Bawean yang merupakan terusan ruas tol Semarang-Ungaran, pembebasan tanah sepanjang 12 kilometer sudah mencapai 90 persen. Sedangkan seksi lain sepanjang 36 kilometer, dalam tahap konstruksi dan akan dilaksanakan serempak hingga akhir 2011.

Sedangkan untuk ruas Jakarta Outer Ring Route (JORR) W2 Utara yaitu ruas Ulujami-Kebon Jeruk akan mulai konstruksi pada pertengahan 2011 dengan catatan tanah sudah dibebaskan.

Tentunya, perseroan menargetkan pada awal 2012 seluruh JORR telah tersambung sehingga membantu mengurangi kemacetan jalan tol dalam kota. "Ruas Ulujami-Kebon Jeruk merupakan ruas yang terputus dari JORR yang menyambung dari Rorotan hingga Jalan tol Bandara," ujar Frans.

Sedangkan untuk ruas tol Bogor Ring Route tahap 2A, kata dia, akan dimulai konstruksi tahap dua dari Kedunghalang menuju Yasmin. Rencananya, ruas tol ini akan mulai konstruksi pada triwulan III-2010 sehingga saat selesai pada 2012 dan dapat mengakomodir masyarakat di wilayah Bogor Barat yang menuju Jakarta.

Sedangkan untuk tiga ruas tol lainnya yaitu Gempol-Pasuruan, Serpong-Kunciran, dan Kunciran-Cengkareng diperkirakan belum akan mulai konstruksi pada 2011. Sebab, hingga saat ini belum ada penyelesaian pembebasan tanah.

"Jasa Marga siap kerja 24 jam, sehingga kurang dari satu tahun sudah selesai. Asal, syaratnya tanah telah dibebaskan," katanya. (hs)

Popular Posts