Desember 2011

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Sabtu, 31 Desember 2011

Mengapa BBM Perlu Dialihkan ke Gas?

VIVAnews - Pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) menilai pemerintah harus bertindak cepat untuk menekan pertumbuhan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Konsumsi tahun ini diperkirakan melebihi konsumsi BBM 2011.

Ketua Hiswana Migas, Eri Purnomohadi, menjelaskan, jika tidak ada pengendalian, konsumsi BBM akan melebihi dari konsumsi 2011 yang telah melebihi kuota anggaran negara sebanyak 40,49 juta kiloliter (KL). Padahal, pemerintah beserta Dewan Perwakilan Rakyat telah menetapkan kuota BBM subsidi sebanyak 37,5 juta KL.

"Lihat saja pertumbuhan sepeda motor pasti gila-gilaan. Asosiasi pengusaha sepeda motor sudah menaikkan target penjualan, artinya konsumsi bahan bakar juga akan meningkat," kata Eri Purnomohadi di Jakarta, Minggu 1 Januari 2012.

Menurut Eri, jika pemerintah serius menekan laju konsumsi BBM subsidi, pemerintah harus segera mengonversi BBM menjadi bahan bakar gas (BBG) yang lebih murah. Pengusaha sendiri siap jika diperintahkan membangun infrastruktur BBG di SPBU mereka.

Untuk membangun stasiun BBG, pengusaha SPBU membutuhkan investasi sebesar Rp1,5 miliar per SPBU. Investasi tersebut untuk menambah tangki timbun dan dispenser, karena tangki timbun BBM tidak dapat diubah menjadi BBG. "Konversi dari BBM ke BBG membutuhkan waktu 6 bulan untuk membangun infrastruktur," katanya.

Karena itu, dia meminta kepada pemerintah untuk memfasilitasi pinjaman bank dengan bunga yang kompetitif. Saat ini, pinjaman bank bunganya masih tinggi, sekitar 13 persen. "Indonesia bunganya termahal di ASEAN, 13 persen. Bandingkan dengan Malaysia yang hanya 6 persen," katanya.

Ia mengatakan pemerintah harus mengikuti keseriusan pemerintah Thailand yang mengubah BBM menjadi BBG. Thailand, dia melanjutkan, dalam empat tahun membangun 400 mother station (depo BBG) dan saat ini telah ada 2,5 juta kendaraan di Thailand yang menggunakan gas. "Memang gas ini harus ada dobrakan dari pemerintah," katanya.

Untuk tahap awal, dia menyarankan dimulai dari Jakarta. Saat ini, terdapat 700 SPBU di Jakarta dan sekitarnya yang telah siap diinvestasikan menjadi BBG. Dengan memperbaiki margin gas menjadi Rp300-400 per liter setara Premium (LSP), maka pengusaha SPBU tidak akan menolak.

"Bayangkan penghematan subsidi BBM, 1 juta KL saja yang bisa dihemat Rp4 triliun," katanya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Presiden lebih memilih opsi pengendalian volume BBM subsidi agar lebih tepat sasaran.

SBY juga akan menggunakan cara lain seperti mengubah konsumsi BBM menjadi bahan bakar gas agar dapat menghemat subsidi lebih banyak. "Penggunaan energi yang kurang tepat, katankanlah boros, akan kami pastikan tepat," paparnya.

Dengan menggunakan BBG, pemerintah menganggap bahan bakar tersebut akan lebih baik bagi lingkungan. Yudhoyono berjanji akan terus bekerja agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi lebih sehat. (art)

Pesan ADB ke RI: Waspada Naiknya Kemiskinan

VIVAnews - Bank Pembangunan Asia (ADB) mengingatkan pemerintah Indonesia agar mengantisipasi meningkatnya kemiskinan rakyat di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini. "Meskipun kami melihat dari sisi makro ekonomi, Indonesia dalam kondisi baik," kata Direktur ADB untuk Indonesia Jon D. Lindborg di Jakarta, Kamis 23 November 2011.

Dia mengatakan, ADB tidak lupa mengingatkan bahwa ada tantangan yang dihadapi pemerintah, yaitu pengurangan kemiskinan. Berdasarkan catatan ADB, Indonesia masih mampu menanggulangi masalah kemiskinan. Sebanyak empat juta orang berhasil dientaskan dari kemikinan.

"Meski demikan masih banyak orang yang ada di ambang kemiskinan. Pemerintah harus pastikan mereka tak jatuh ke kemiskinan terutama karena guncangan masalah perekonomian global," tutur Lindborg.

Sementara itu ADB, tambahnya, telah berinvestasi sebesar US$25 miliar selama kurang lebih 50 tahun dengan kerjasama Indonesia untuk pembangunan Tanah Air. Saat ini pihaknya tengah mengerjakan 19 proyek dengan pemerintah dengan total investasi mencapai US$1,8 miliar.

Konektivitas

Seperti diketahui, salah satu pembahasan penting dalam KTT ASEAN 2011 adalah kerjasama konektivitas antara negara. Sebanyak 12 proyek infrastruktur dicanangkan dalam program Brunei-Indonesia-Malaysia, East ASEAN Growth Area (BIM-EAGA).

"Konektivitas ini di dalam (BIM-EAGA) ada 12 proyek infrastruktur, di mana 4 proyek infrastruktur ada di Indonesia," kata Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, 10 Mei.

Hatta menjelaskan empat proyek yang akan digarap oleh Indonesia yaitu pertama, pembangunan pembangkit Sumatera terhubungkan dengan Malaka. Kedua, pembangunan pembangkit 150 KV transmisi di Sanggau, Kalimantan Barat dan Sarawak.

Ketiga, rehabilitasi jalan-jalan di perbatasan sepanjang lebih kurang 150 kilometer di Indonesia. Keempat, adalah jalan tol Bitung-Manado. (ren)

Bapepam: Emiten Enggan Terbitkan Sukuk

VIVAnews - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengungkapkan bahwa emiten masih enggan melakukan penerbitan sukuk atau obligasi syariah korporasi.

"Saat ini, perusahaan terbuka lebih banyak mengeluarkan surat berharga atau obligasi berbasis konvensional. Padahal, potensi sukuk korporasi masih cukup besar," kata Kabiro Penilaian Keuangan Sektor Riil Bapepam-LK, Anis Baridwan dalam seminar bulanan ekonomi syariah di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa 15 November 2011.

Selain itu, Anis menambahkan, industri syariah nasional terlampau kecil, sehingga masih memiliki ruang untuk tumbuh pesat. "Apalagi, saat ini pasar Indonesia juga menarik banyak investor," katanya.

Ia berharap, perusahaan-perusahaan terbuka dapat menerbitkan obligasi syariah. "Kami berharap emiten bisa menerbitkan sukuk korporasi," ujar Anis.

Anis melanjutkan, pihaknya juga akan gencar menyosialisasikan sukuk korporasi ke semua perusahaan terbuka. "Pihak pertama yang harus mengerti adalah SDM (Sumber Daya Manusia), ditambah dengan regulasi yang kuat. Maka itu, tidak ada alasan untuk tidak terbitkan obligasi syariah," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Analisis Fiskal Kementerian Keuangan, Restianti, mengatakan bahwa hingga Oktober 2011, sukuk korporasi masih sebesar Rp5,88 triliun.

"Jadi, tertinggal jika dibandingkan dengan sukuk negara atau surat berharga syariah negara yang baru mencapai Rp44,75 triliun pada periode yang sama," kata Restianti.

Padahal, lanjut Restianti, potensi pasar syariah cukup besar ditopang oleh tingginya tingkat likuiditas pasar syariah.

"Sukuk dapat menjadi sumber pendanaan bagi perusahaan penerbit dan sukuk pun menjadi alternatif sebagai sumber pendanaan yang atraktif untuk proyek-proyek pembangunan, baik lembaga, sektor pemerintah maupun korporasi," kata Restianti. (art)

Citibank: BI Rate Akan Kembali Turun

VIVAnews - Chief Country Officer Citibank Indonesia, Tigor M Siahaan memprediksi Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate. "Saya rasa BI Rate dalam posisi akan ada penurunan lagi," ujar Tigor kepada VIVAnews.com di Jakarta.

Menurut dia, penurunan BI Rate yang dilakukan BI merupakan kejutan yang tidak diantisipasi bank. Namun, karena kondisi fundamental ekonomi di dalam negeri yang baik, kebijakan BI itu tidak mengganggu operasional bank.

Selain itu, Tigor menjelaskan, krisis di Eropa juga mulai tertangani dengan adanya kesepakatan yang baik. Hasil lainnya yang perlu dinanti yaitu keputusan G-20. Tigor percaya dengan kondisi fundamental ekonomi yang baik akan bisa melalui gejolak saat ini.

"Memang ada gejolak sedikit, tapi kami akan melewatinya dengan baik," tegasnya.

Awal Oktober, Bank Indonesia akhirnya menurunkan BI Rate dari 6,75 persen menjadi 6,5 persen. Penurunan itu terbilang mengejutkan, karena dilakukan di tengah gejolak krisis. BI beralasan penurunan ini karena inflasi yang terus menurun, dan untuk menjaga momentum pertumbuhan dalam negeri.

Turunnya BI Rate ikut memicu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan suku bunga penjaminan. Suku bunga simpanan masyarakat berdenominasi rupiah yang semula dijamin 7,25 persen turun menjadi 7 persen.

Sementara itu, untuk simpanan dalam bentuk valuta asing, LPS menurunkan tingkat penjaminan sebesar 75 basis poin menjadi dua persen dari sebelumnya 2,75 persen.

Penurunan BI Rate mendatang tentunya akan memicu penurunan suku bunga deposito, seiring suku bunga penjaminan yang juga ikut diturunkan. Tigor mengatakan bunga deposito Citibank sudah di bawah LPS sebelum penurunan LPS. (art)

Cara Energi Bantu Antisipasi Krisis Ekonomi

VIVAnews - Pengamat energi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRES), Marwan Batubara, menilai  pemerintah perlu mempunyai  dana cadangan hasil penjualan minyak dan gas seperti yang dilakukan oleh negara-negara lain.

Dana tersebut nantinya bisa digunakan sebagai dana cadangan untuk mengantisipasi jika muncul kekhawatiran terjadinya krisis ekonomi.

"Cadangan itu namanya oil found atau depretion premium itu mungkin tidak perlu sampai besar," kata Marwan Batubara ketika berbincang dengan VIVAnews.com, Sabtu, 29  Oktober 2011.

Marwan mengatakan, dana cadangan tersebut bisa diambil dari penerimaan minyak bumi dan gas (Migas) yang diperoleh pemerintah. Perihal besarannya, Marwan mengusulkan sedikitnya lima persen dana penerimaan itu bisa disisihkan untuk dana cadangan Migas atau oil fund.

"Dana itu disisihkan tujuannya  untuk pengembangan energi terbarukan, untuk eksplorasi sumber-sumber baru dan sebagainya," kata Marwan.

Terkait anggaran subsidi energi, Marwan menilai, pemerintah sebetulnya bisa menghemat anggaran hingga 50 persen. Dengan syarat, subsidi yang disalurkan tersebut betul-betul berkonsep keadilan, objektif, dan tepat sasaran.

Salah satu cara yang bisa ditempuh pemerintah agar subsidi energi bisa tepat sasaran adalah dengan menggunakan basis data Kartu Tanpa Penduduk elektronik atau E-KTP. Dengan data terbaru berdasarkan E-KTP ini, pemerintah bisa langsung mengetahui sasaran penduduk yang berhak memperoleh dana bantuan pemerintah itu.

Solusi lain yang bisa diambil pemerintah adalah pengenaan pembatasan subsidi bagi kalangan yang mampu.

"Bisa juga nanti akan ada konsep baru yang ditemukan. Pemerintah mesti membuat konsep dalam satu tim yang lengkap," kata Marwan. (umi)

Tips Menghindari Penipuan Berkedok Investasi

Investasi dalam bentuk emas batangan risikonya akan berbeda dengan emas derivatif. (REUTERS/Toru Hanai)

VIVAnews - Kasus penipuan berkedok investasi menimpa pedangdut Annisa Bahar. Ia mengalami kerugiaan hampir Rp1,5 miliar. Sejumlah orang juga ditimpa kasus penipuan yang sama. Dan kasus seperti ini bukan kali ini saja terjadi tapi sering terjadi bahkan banyak yang menimpa para pejabat tinggi.

Bagaimana supaya kasus ini tidak terulang? Trader dari Harvest International Futures Tony Mariano mengimbau agar masyarakat pintar memilih produk investasi, salah satunya dengan mengenali risiko. "Jika sudah tahu risikonya, orang akan cenderung hati-hati," kata dia saat berincang dengan VIVAnews.com, Selasa 20 Desember 2011.

Khusus untuk emas, dia mencontohkan, ada beberapa jenis bisnis dengan berbagai risiko. Investasi dalam bentuk emas batangan risikonya akan berbeda dengan emas derivatif alias emas berjangka. Memang, keuntungan emas berjangka relatif lebih besar dibandingkan emas batangan, sehingga risikonya pun semakin besar.

Selain itu, menurut Tony, masyarakat juga harus pandai membaca situasi global. Jangan terburu-buru sebelum mengenal kondisi pasar global. Jadi masyarakat bisa mengecilkan risikonya.

Calon investor juga harus paham di mana uang itu akan ditanamkan, sehingga bisa terhindar dari penipuan. Dia mengatakan, banyak korban penipuan yang tak tahu uangnya ditaruh di mana.

Yang cenderung lebih aman, Tony mengatakan, adalah investasi di emas batangan atau surat utang alias obligasi. "Itu saja lebih aman di obligasi pemerintah," katanya. "Kalau saham atau valuta asing (forex) cenderung berisiko tinggi."

BPK: Transaksi HEW Menarik

VIVAnews - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah mengungkap adanya transaksi mencurigakan milik HEW di Bank Century. BPK menilai kasus ini menarik karena transaksinya tercatat tapi fisik valuta asingnya tidak diterima.

"Ini menjadi menarik dan kami ungkap karena kami tidak menemukan sumber aliran dana valas, bank Century tidak menerima dana valas fisiknya," kata Wakil Ketua BPK, Hasan Bisri, di gedung BPK, Jakarta, Kamis 29 Desember 2011.

Menurut Hasan, transaksi mencurigakan ini diungkap karena BPK tidak juga menemukan sumber aliran dana fisik valuta asingnya. Hasan menjelaskan, HEW telah menjadi nasabah Bank Century sejak Januari 2007 dan seluruh transaksi yang diungkap BPK adalah transaksi selama 2007.

"Memang HEW sendiri mengatakan sudah menyerahkan valasnya kepada pihak bank," kata Hasan. Tetapi, kata Hasan, pihak Bank yang mencatat transaksi valas menyatakan tidak menerima valas sehingga transaksi jadi tidak wajar.

BPK menemukan transaksi penukaran valas dan pemindahbukuan hasil penukaran valas dari HEW dan SKS yang merupakan istri HEW selama periode Januari-November 2007.

Transaksi terjadi pada 25 Januari 2007 sebesar Rp453 juta dan 30 Juli 2007 sebesar Rp368 juta. Ada pula transaksi di BII cabang Mangga Dua pada 22 November 2007 sebesar Rp469 juta.

Dalam laporan BPK yang diserahkan ke DPR, dari aplikasi setoran diketahui bahwa, dana yang disetorkan itu berasal dari penukaran valas ke dalam rupiah di BC cabang Pondok Indah yang dilakukan oleh AFR, staf marketing BC cabang Pondok Indah masing-masing sebesar U$45,000, U$35,000 dan US$45,000. Kendati dikategorikan mencurigakan, BPK belum dapat menyimpulkan hubungan transaksi itu dengan kasus Bank Century. (eh)

Menteri ESDM: Premium Langka, Pakai Pertamax

VIVAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik mengimbau kepada masyarakat di daerah-daerah yang terjadi kelangkaan Premium untuk beralih ke Pertamax.

"Saya imbau, jika nggak ada Premium, pakailah Pertamax, mesin  juga menjadi lebih baik," kata Jero di Jakarta, Jumat 30 Desember 2011.

Jero menuturkan, memang akan ada lonjakan konsumsi Premium pada malam peralihan tahun baru, sehingga stok akan berkurang. Biasanya, konsumsi Premium naik pada 31 Desember 2011 dan akan turun lagi pada 1 Januari 2012, karena masyarakat memilih untuk beristirahat di rumah.

Namun, menurut dia, tingginya konsumsi Premium kemungkinan akan terjadi kelangkaan, khususnya di wilayah Indonesia timur.

Pertamina, kata Jero, telah menyiapkan jalur distribusi di seluruh Indonesia, namun karena cuaca buruk di wilayah Indonesia timur membuat gelombang tinggi dan kapal angkut Premium menjadi terhambat.

"Walaupun kami telah menyiapkan seoptimal mungkin, tapi ada saja SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) yang kurang Premium," ujarnya.

Mengenai over kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium dan Solar yang didistribusikan oleh Pertamina, menurut Jero, tidak perlu dikhawatirkan akan terjadi kelangkaan BBM subsidi. Menurut dia, Pertamina telah mengantisipasi dengan menambah stok Premium dan Solar sebanyak 1,5 juta kiloliter.

"Urusan tagihannya nanti nunggu SK dan berunding dahulu, tidak bisa sekarang," kata Jeo.

Over kuota ini, Jero melanjutkan, tidak bisa dihindarkan karena laju pertumbuhan motor dan mobil yang tinggi. Penjualan motor tahun ini tembus hingga di atas tujuh juta unit dan mobil di atas 800 ribu unit, sehingga konsumsi BBM dipastikan akan ikut tinggi. (art)

Orang Terkaya RI Mundur dari Borneo

VIVAnews - Orang terkaya ke-28 di Indonesia versi majalah Forbes, Samin Tan, lengser dari posisinya sebagai direktur utama PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN). Pengusaha dengan kekayaan mencapai US$940 juta itu memiliki rencana bisnis lain setelah perusahaannya membeli saham Bumi Plc.

"Pak Samin akan ada rencana lain dengan akuisisi ini. Jadi, saya diminta (menjadi dirut)," kata Direktur Utama Borneo Lumbung Energi, Alexander Ramlie, yang menggantikan Samin Tan usai rapat umum pemegang saham luar biasa, di Jakarta, Jumat, 30 Desember 2011.

Sebagai informasi, PT Bakrie & Brothers Tbk dan Long Haul Holdings telah resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk. Dalam proses kemitraan itu, Borneo membeli 23,8 persen saham Bumi Plc yang dimiliki Bakrie & Brothers dan Long Haul Holdings senilai US$1 miliar.

Samin Tan dalam penjelasannya kepada wartawan mengatakan, pasca masuknya Borneo sebagai pemegang saham Bumi Plc, perusahaan akan mengembangkan tambang timah hitam di Dairi, Sumatera Utara.

Rencananya, konstruksi tambang Dairi yang sahamnya dimiliki PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) akan dilaksanakan selama dua tahun. Sebagai informasi, Bumi Plc memiliki investasi di Bumi Resources Minerals. "Mudah-mudahan bisa dipercepat," kata Samin.

Dia menambahkan, pengembangan bisnis anak usaha Bumi Plc ke depan akan diarahkan sesuai dengan bisnis inti dari masing-masing perusahaan. Saat ini, Bumi Plc tercatat juga berinvestasi di PT Bumi Resources Tbk dan PT Berau Coal Energy Tbk.

"Kami sama-sama mencari dana, membantu perusahaan masing-masing," kata dia. (art)

Ronald Waas: BI Fokus Efisiensi Perbankan

VIVAnews - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas, yang baru dilantik mengatakan dirinya akan menfokuskan program efisiensi perbankan. Sebagai deputi yang membidangi sistem pembayaran, layanan penyediaan sistem pembayaran ke daerah perbatasan dan daerah terpancil akan ditingkatkan.

"Dari tahun lalu kami sudah ada program kerja terkait national payment gateway. Tapi, tetap sama fokusnya efisiensi perbankan," ujar Ronald usai dilantik menjadi Deputi Gubernur BI di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis 29 Desember 2011.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan di depan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Ronald menyampaikan program 5+1 untuk penguatan usaha mikro dan kecil serta penetrasi sistem pembayaran. Program ini sesuai dengan visi misinya yaitu melakukan optimalisasi potensi domestik yang secara khusus mendukung pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Ronald hari ini dilantik menjadi Deputi Gubernur BI bersama dengan Muliaman Hadad. Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 75/P/2011 mengenai pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang berisi, pertama, memberhentikan dengan hormat dari jabatan Deputi Gubernur BI atas nama S Budi Rochadi dan Muliaman D Hadad.

Kedua, mengangkat dalam jabatan Deputi Gubernur BI atas nama Ronald Waas dan Muliaman D Hadad. Keduanya mengucapkan sumpah dan janji di hadapan Ketua MA Harifin A Tumpa.

Dalam pemilihan Deputi Gubernur BI, Ronald Waas yang sebelumnya menjadi Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran BI, memperoleh 37 suara, mengalahkan pesaingnya Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, Perry Warjiyo yang mendapatkan 18 suara. (art)

RI Setop Berutang, Kreditur Khawatir

VIVAnews - Kementerian Keuangan mengungkapkan strategi pemerintah yang tak lagi mengandalkan pinjaman utang luar negeri telah membuat para kreditur khawatir. Pemerintah menegaskan, utang Indonesia tahun 2012 akan lebih banyak berasal dari dalam negeri.

Selain itu, pemerintah turut berupaya menggenjot penerimaan agar ke depan tidak lagi berutang.

"Kami memang masih membutuhkan dana luar tapi kami upayakan perekonomian berkelanjutan yang kuat. Sustainable dengan menggenjot penerimaan dan dengan pengeluaran yang produktif," ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Agus Martowardojo, saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 30 Desember 2011.

Agus mengatakan, pemerintah ke depan akan lebih berupaya meningkatkan penerimaan dengan program penyehatan di Kementerian Keuangan. Untuk itu, Menkeu meminta bantuan masyarakat untuk menyukseskan upaya ini dengan kesadaran membayar pajak.

"Setelah pajak dan bea cukai meningkat, maka utang tidak diperlukan," tuturnya.

Kendati demikian, Agus menegaskan, langkah pemerintah menghentikan utang  tak lantas diikuti secara spontan dengan memberhentikan program pinjaman. Utang diakui tetap diperlukan namun dengan mengedepankan pengelolaan yang baik.

Terlebih lagi, Indonesia saat ini sudah masuk dalam peringkat layak investasi (investment grade) yang membuat kreditur menaruh minat tinggi pada negara ini.

"Investment grade akan kami gunakan sebagai refinancing bunga-bunga kita yang dulu mahal. Khusus pinjaman luar negeri, kami meminta pinjaman yang tidak mengikat, tidak ada unsur-unsur politik, sehingga tetap terjaga independensinya," terangnya.

Ditambahkannya, dengan posisi utang terhadap produk domestik bruto (PDB) yang tetap terjaga rendah, hal itu bisa menjadi pilar ketahanan perekonomian nasional.

"Kalau seandainya rasio debt to GDP Indonesia 25 persen, itu termasuk rendah dibandingkan negara-negara yang bermasalah saat ini," jelasnya. (eh)

Jumat, 30 Desember 2011

2012, Miliaran Mobil Melintas di Jalan Tol

VIVAnews - Operator jalan tol pelat merah, PT Jasa Marga Tbk, mengungkapkan lalu lalang kendaraan di seluruh ruas tol yang dimiliki perusahaan hingga akhir 2011 diperkirakan mencapai 1,07 miliar kendaraan. Jumlah itu meningkat 13,45 persen dibandingkan volume lalu lintas transaksi pada 2010 sebanyak 949,58 juta kendaraan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.com, Kamis, 29 Desember 2011, disebutkan, volume kendaraan pada 2012 diperkirakan mencapai 1,11 miliar unit. Jumlah itu naik sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun ini.

Jasa Marga menyatakan, sebagai bentuk pelayanan kepada pengguna jalan tol, perusahaan secara periodik juga terus berupaya meningkatkan fasilitas layanan yang ada.

Pada tahun ini, sejumlah peningkatan pelayanan yang telah diberikan Jasa Marga di antaranya pembangunan Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama sebagai pengganti GT Pondok Gede Timur yang kapasitasnya sudah tidak mencukupi lagi. Relokasi juga dilakukan pada GT Taman Mini Utama ke GT Cimanggis Utama.

Selain merelokasi gerbang tol, perusahaan juga memberlakukan perubahan sistem transaksi Cawang-Cimanggis yang menjadi sistem terbuka.

Jasa Marga juga sudah menyelesaikan penambahan lajur pada jalan tol Jagorawi khususnya di ruas TMII-Cibubur dan Cibubur-Cibinong, Purbaleunyi di ruas Padalarang-Pasteur, dan Jakarta-Tangerang di ruas Simpang Susun Kebon Jeruk-Tangerang Barat.

Sementara itu, untuk memberikan informasi real time tentang kondisi lalu lintas, Jasa Marga juga terus menambah jumlah variable message signs (VMS). Hingga saat ini total unit yang telah terpasang sebanyak 26 buah.

Peningkatan pelayanan lainnya adalah penambahan CCTV. Jumlah CCTV yang dioperasikan saat ini sebanyak 193 unit, dan tersebar di seluruh jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga. CCTV ini dipantau di Pusat Informasi Lalu Lintas Jasa Marga (Jasa Marga Traffic Information Centre- JMTIC) di Cililitan. (art)

Sepanjang 2011, Keuntungan Emas Cuma 10%

Sepanjang tahun ini, investor emas membukukan keuntungan 10 persen (REUTERS/Krishnendu Halder)

VIVAnews - Investor emas pada tahun ini harus rela menutup keuntungan 10 persen, meski harga emas sempat melambung tinggi.

Kantor berita Reuters mencatat, harga emas di pasar AS naik lebih dari 1,2 persen pada Jumat, 30 Desember 2011, ke level US$1.559,90, setelah mengalami penurunan tajam di sesi sebelumnya, yang dipicu naiknya minat beli di pasar Shanghai.

Penurunan ini membawa emas pada total keuntungan sepanjang tahun ini sekitar 10 persen. Keuntungan tersebut telah memperhitungkan kerugian 19 persen setelah emas mencapai harga tertinggi, US$1.920,30 per ons, pada September.

Harga spot emas di pasar Singapura naik 0,8 persen menjadi US$1.557,94, di jalur penurunan mingguan sebesar 3,2 persen, atau hampir 11 persen sepanjang Desember ini.

"Ada minat beli dari Shanghai, ketika pasar dibuka di sana," kata Peter Fung, kepala di Wing Fung Precious Metals di Hong Kong.

Pasar emas di Shanghai sangat aktif setelah dibuka pada 312,45 yuan per gram (US$1.537,8 per ons), sekitar US$14 di bawah harga emas spot. Tetapi, kesenjangan itu cepat tertutup, setelah emas Shanghai naik menjadi 318,25 yuan, atau sekitar US$9 di atas harga spot.

Para pedagang emas di China yakin, Tahun Baru Imlek yang datang dalam waktu tiga pekan lagi akan membantu meningkatkan konsumsi emas di negeri itu.

Sebab itu, Wang Tao, analis pasar teknikal menyarankan beli, karena harga emas bakal rebound ke level US$1.588 pada siang ini. (art)

Bagan harga emas di pasar AS yang diambil dari Kitco.com

 

Program Pemerintah untuk Rumah Rakyat di 2012

VIVAnews - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) merencanakan sejumlah program di tahun depan (2012) untuk meningkatkan ketersediaan rumah layak huni yang didukung oleh prasarana, sarana dan utilitas (PSU).

Menurut Sekretaris Kemenpera, Iskandar Saleh, program-program tersebut yaitu pembangunan rumah susun sederhana sewa/rusunawa 110 twin block, menyelenggarakan fasilitas pembangunan PSU kawasan perumahan dan permukiman sebanyak 152.675 unit rumah.

"Termasuk, memfasilitasi dan memberikan stimulasi penataan lingkungan permukiman kumuh sebanyak 150 hektare," kata Iskandar di Kementerian Perumahan Rakyat di Jakarta, Kamis 29 Desember 2011.

Iskandar menambahkan, kementerian juga akan menyelenggarakan rumah swadaya sebanyak 20 ribu unit rumah dan menyelenggarakan fasilitasi dan stimulasi peningkatan kualitas perumahan swadaya sebanyak 40 ribu unit rumah.

"Kemudian menyelenggarakan fasilitasi dan stimulasi pembangunan PSU perumahan swadaya sebanyak 50 ribu unit rumah, memfasilitasi pembangunan rumah khusus sebesar 1.057 unit rumah, melanjutkan pembangunan rumah khusus bagi warga baru di NTT sebanyak 7.342 unit, menstimulus pembangunan baru sebanyak 2.020 unit, serta memberikan fasilitas dan stimulasi peningkatan sebanyak 13.160 unit," katanya.

Iskandar juga mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan kinerja Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dengan memperluas cakupan program tidak hanya untuk memfasilitasi pemilikan rumah yang dipasok oleh industri perumahan.

"Tetapi juga memfasilitasi pembangunan perumahan yang diselenggarakan swadaya. Selain itu, mulai mengefektifkan skema kredit konstruksi perumahan," tuturnya.

Iskandar berharap, bantuan pembiayaan perumahan melalui FLPP akan menjangkau sebanyak 123.790 unit rumah sesuai dengan pagu anggaran di tahun 2012.

Yang tak kalah pentingnya, lanjut Iskandar, pihaknya juga akan meningkatkan peran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya melalui program dekonsentrasi lingkungan Kemenpera.

"Direncanakan, melalui kerja sama dengan Pokja PKP (kelompok kerja  pelaksanaan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman) Provinsi akan dibentuk Pokja PKP Kabupaten/Kota di 67 Kabupaten/Kota dan disusun RP3KP pada 17 provinsi. Serta, reformasi birokrasi akan mulai dilaksanakan secara bertahap," ujar Iskandar. (adi)

Bandara yang Hanya Dikuasai 8 Pilot Dunia

VIVAnews - Penumpang pesawat udara yang akan mendarat di bandar udara di sebuah wilayah terpencil ini harus siap-siap tegang selama proses pendaratan.

Sebuah bandara yang berada di kaki Gunung Himalaya ini sudah terkenal sebagai tempat pendaratan paling berbahaya di dunia. Bandara Paro di Butan adalah sebuah bandara berlokasi 1,5 mil di atas laut dan dikelilingi oleh tumbuhan pinus setinggi 18 ribu kaki.

Seperti dikutip VIVAnews.com dari laman dailymail.co.uk, karena proses pendaratan yang berbahaya di bandara ini, hanya 8 pilot di dunia yang lolos kualifikasi. Hingga Juli 2011, tercatat hanya ada satu maskapai penerbangan yang diperkenankan menggunakan fasilitas ini yaitu Druk Air.

Panjang lintasan bandara ini diketahui hanya 6.500 kaki. Hal ini membuat Bandara Paro merupakan salah salah bandara terpendek di atas laut.

Pesawat yang akan mendarat di wilayah ini harus berupaya sekuat tenaga melewati puluhan rumah yang tersebar di sisi gunung dengan ketinggian atap cukup menjulang.

Hembusan angin yang kencang sepanjang bukit, seringkali menyebabkan turbulensi pada badan pesawat. Para penumpang yang pernah memiliki pengalaman melintasi bandara ini menjulukinya sebagai pendaratan paling mengerikan.

Perusahaan perakit pesawat, Boeing, pernah mengatakan, Bandara Paro merupakan salah satu bandara dengan tingkat kesulitan take off dan pendaratan tertinggi di dunia.

Karena begitu sulitnya, jadwal penerbangan di wilayah ini hanya diperbolehkan ketika cuaca cerah dan memiliki jarak pandang yang mencukupi. Syarat ini diperlukan karena pilot harus mengandalkan penglihatan mata dibandingkan alat-alat otomatis dari pesawat.

Kendati cukup sulit disinggahi, pemandangan yang ditawarkan Himalaya sangat mengagumkan. Diperkirakan sekitar 30 ribu pelancong menggunakan bandara ini setiap tahun. Saat ini, Bhutan sebetulnya tengah membangun salah satu bandara, Yongphulla di wilayah Trashigang.

Buddha Air merupakan satu-satunya maskapai penerbangan internasional yang boleh menggunakan bandara ini. Seluruh maskapai yang akan terbang ke Paro harus mendarat terlebih dahulu di bandara milik negara terdekat Bhutan. Selanjutnya penumpang menggunakan penerbangan lanjutan. (art)

2012, Isi SPT Pajak Pribadi Bisa Online

VIVAnews – Ditjen Pajak Kementerian Keuangan mulai 1 Februari 2012 akan menyediakan fasilitas pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan secara online dan realtime untuk wajib pajak pribadi berstatus karyawan. Fasilitas itu bisa dinikmati lewat website Ditjen Pajak di www.pajak.go.id.

Wajib pajak orang pribadi yang bisa menikmati fasilitas online tersebut adalah mereka yang memenuhi kriteria untuk menyampaikan SPT Tahunan menggunakan formulir SPT Tahunan 1770S atau formulir SPT Tahunan 1770SS.

Dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.com, Jumat, 30 Desember 2011 disebutkan, wajib pajak yang ingin memanfaatkan fasilitas ini, sebelumnya harus mengajukan permohonan secara online melalui website pajak atau langsung ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat.

Permohonan ini diajukan agar wajib pajak bisa memperoleh nomor e-FIN atau electronic Filing Identification Number. Selanjutnya, wajib pajak harus mendaftarkan diri melalui website pajak dalam jangka waktu paling lama 30 hari kalender sejak diterbitkannya e-FIN.

Setelah seluruh proses dilalui, wajib pajak pun dapat menyampaikan SPT Tahunan Orang Pribadinya dengan cara mengisi e-SPT dengan benar, lengkap dan jelas. 

E-SPT adalah data SPT Wajib Pajak dalam bentuk elektronik yang dibuat oleh Wajib Pajak dengan menggunakan aplikasi e-SPT yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak.  Wajib Pajak yang telah mengisi e-SPT diharuskan meminta kode verifikasi pada website www.pajak.go.id yang berfungsi untuk penandatangan SPT Tahunan secara elektronik atau tanda tangan digital.

Fasilitas ini merupakan upaya Ditjen Pajak untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan terknologi di samping meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi kepada Wajib Pajak.

Sebagai informasi, selama ini masyarakat senantiasa melaporkan SPT Tahunan melalui kantor pelayanan pajak. Seiring bertambahnya jumlah pemiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), pemerintah pun berinisiatif menyediakan drop box di berbagai lokasi keramaian. (eh)

 

Lelang Obligasi Italia Rontokkan Bursa Asia

VIVAnews - Pasar saham Asia melemah pada perdagangan menjelang akhir pekan ini, Kamis 29 Desember 2011. Lesunya perdagangan terkait rencana Italia yang bakal melelang kembali surat utang atau obligasi negara.

Suasana di pasar regional Asia juga terpengaruh Wall Street yang jatuh pada penutupan Rabu waktu New York. Akibatnya transaksi beli saham menjadi hal langka.

Para trader saat ini lebih terfokus pada rencana Italia yang bakal melelang obligasinya kembali setelah sukses melelang obligasi pada Rabu kemarin, 28 Desember 2011.

"Aksi jangka pendek itu berakhir (lelang surat utang Italia) dan jelas sukses  dari perkiraan. Namun, tes besar untuk pasar akan terjadi malam ini, di mana Italia kembali melelang surat utangnya. Transaksi saham sepertinya tetap akan tipis dan mudah melemah," kata Martin Lakos, direktur Macquarie Private Wealth yang berbasis di Sydney, seperti dilansir laman Wall Street Journal.

Tercatat, bursa Jepang, Nikkei 225 turun 1,0 persen, bursa Australia S&P/ASX 200 melemah 1,2 persen, bursa Korea Selatan, Kospi Composite terkoreksi 0,7 persen, dan Bursa Selandia Baru, NZX-50 turun 0,2 persen.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia juga kembali melemah, meski dalam dua hari terakhir terkoreksi. IHSG pada pembukaan transaksi Kamis, turun ke level 3.769,12.

Menurut analis PT Phillip Securities Indonesia, Armand Dharmasana, IHSG hari ini kembali masuk ke sesi perdagangan berfluktuasi dengan volume perdagangan tipis mendekati akhir tahun ini.

Selain itu, dia menambahkan, indeks juga akan didominasi dengan tekanan negatif. "Terutama, sentimen negatif eksternal," ujarnya dalam risetnya kepada VIVAnews.com di Jakarta, Kamis.

Sementara itu, tercatat, bursa saham Asia saat IHSG dibuka hampir seluruhnya melemah. Indeks Hang Seng turun 182,74 atau 0,99 persen ke level 18.335,93. Nikkei 225 melemah 66,10 poin atau 0,78 persen menjadi 8.357,52. Straits Times terkoreksi di posisi 2.658,74 atau turun 0,28 persen. (umi)

2011, Sanksi Denda Bapepam-LK Rp14,9 Miliar

VIVAnews - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah memberikan sanksi kepada 430 pihak, dengan denda Rp14,93 miliar sepanjang 2011. Otoritas pasar modal itu juga memberikan 46 peringatan tertulis, 7 pembekuan izin usaha, dan 28 pencabutan izin usaha.

Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Bapepam-LK, Noor Rachman, mengatakan sanksi itu diberikan kepada emiten sebanyak 217 sanksi dengan denda Rp10,6 miliar dan 37 berupa peringatan tertulis. Sementara itu, sanksi yang dijatuhkan bagi perusahaan efek sebanyak 46 sanksi dengan denda Rp1,07 miliar. Selanjutnya, peringatan tertulis sebanyak satu perusahaan, pembekuan kegiatan usaha satu perusahaan, dan pencabutan izin usaha sebanyak 11 perusahaan.

Bapepam-LK menjatuhkan sanksi bagi perantara perdagangan efek sebanyak 15 sanksi dengan denda Rp82,3 juta. Untuk penjamin emisi efek, Bapepam-LK menjatuhkan sanksi sebanyak 24 sanksi dan denda Rp1,4 miliar. Sementara itu, untuk manajer investasi sebanyak 17 sanksi dengan denda Rp398,9 juta. Bapepam-LK juga menjatuhkan 4 peringatan tertulis dan 8 pencabutan izin usaha.

Untuk perusahaan pemeringkat efek sebanyak satu sanksi dan denda Rp500 ribu. Sementara itu, untuk akuntan publik sebanyak 82 sanksi, dengan denda Rp470,7 juta, dan peringatan tertulis 2 sanksi. Bapepam-LK menjatuhkan sanksi kepada penilai sebanyak 20 sanksi dan denda Rp74,3 juta. Sanksi juga diberikan untuk Biro Administrasi Efek sebanyak 20 sanksi dengan denda Rp20,3 juta.

Bapepam-LK juga memberikan peringatan tertulis satu kali kepada Bank Kustodian, pembekuan kegiatan usaha dua perusahaan efek, pembekuan kegiatan usaha dua wakil perantara pedagang efek dan pencabutan izin usaha dua wakil perantara pedagang efek. Lainnya, untuk wakil penjamin emisi efek Bapepam-LK membekukan kegiatan usaha satu kali, dan empat pencabutan izin usaha.

"Bapepam-LK juga memberikan sanksi perorangan sebanyak 4 pihak dengan denda Rp706,6 juta," ujar dia dalam keterangan pers di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 30 Desember 2011.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia mengenakan sanksi berupa 384 sanksi peringatan tertulis I, termasuk sanksi emiten obligasi, 75 sanksi peringatan tertulis II, termasuk sanksi emiten obligasi, 29 sanksi peringatan tertulis III, termasuk sanksi emiten obligasi, 89 sanksi denda dan 13 sanksi suspensi. (art)

Tahun Depan, 25 Perusahaan Melantai di Bursa

VIVAnews - Bursa Efek Indonesia menargetkan jumlah emiten yang akan mencatatkan saham di bursa atau melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 2012 mendatang sebanyak 25 perusahaan.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito mengatakan, selain kinerja bursa Indonesia yang lebih baik dibandingkan bursa regional lainnya, Indonesia juga mendapatkan Investment Grade, sehingga ia yakin target itu bakal tercapai. "Target 25 emiten itu sudah pertimbangkan investment grade," kata Ito usai penutupan perdagangan saham, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 30 Desember 2011.

Menurut dia, selama 2011 tercatat 25 emiten baru yang mencatatkan sahamnya di BEI. Jumlah itu adalah rekor tertinggi selama 10 tahun terkahir. Para emiten itu adalah PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE), PT Martina Berto Tbk (MBTO), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), PT HD Finance Tbk (HDFA), PT Buana Listya Tama Tbk (BULL), PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), PT Tifa Finance Tbk (TIFA), PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), PT Indo Straits Tbk (PTIS), PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU), PT Star Petrochem Tbk (STAR), PT SMR Utama Tbk (SMRU), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT Atlas Resurces Tbk (ARII), PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), PT Cardig Aero Services Tbk (CASS), PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), dan PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA).

Sementara total dana yang berhasil dihimpun para emiten pada 2011 adalah sebesar Rp62,309 triliun yang terdiri dari IPO Rp19,593 triliun dan penerbitan saham oleh emiten (rights) tercatat sebesar Rp42,141 triliun, dan waran sebesar Rp575 miliar.

Namun, sepanjang 2011, BEI juga melakukan delisting terhadap lima emiten, yaitu PT New Century Development Tbk (PTRA), PT Aqua Golden Mississippi Tbk (AQUA), PT Dynaplast Tbk (DYNA), PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk (ANTA), dan PT Alfa Retailindo Tbk (ALFA).

Peringkat 2, Bursa RI Kalah dari Filipina

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia masuk sebagai indeks saham berkinerja terbaik di kawasan Asia Pasifik sepanjang tahun ini. Sayangnya, IHSG masih kalah dengan indeks SE Filipina yang mencatatkan pertumbuhan 4,07 persen. IHSG dan indeks SE merupakan dua indeks yang berhasil ditutup positif di kawasan itu selama 2011.

Dalam keterangan resmi Bursa Efek Indonesia, sejak awal tahun hingga 29 Desember 2011, IHSG naik tipis 2,84 persen ke level 3.808,772 dari posisi penutupan akhir 2010 di level 3.703,512. IHSG pernah mencapai titik tertinggi di posisi 4.193,441 pada 1 Agustus 2011, namun kemudian terseret turun bersama pelemahan indeks-indeks saham di dunia akibat krisis di negara-negara Zona Eropa.

Nilai kapitalisasi pasar saham meningkat 8,54 persen menjadi Rp3.524,48 triliun pada 29 Desember 2011 dari Rp3.247,10 triliun pada akhir Desember 2010. Jumlah emiten baru mencapai 25 perusahaan atau sesuai target yang ditetapkan dan merupakan rekor tertinggi jumlah emiten baru dalam satu tahun selama 10 tahun terakhir.

Terkait kenaikan indeks saham pada 2011 itu, BEI tetap menjadi salah satu bursa dengan kinerja terbaik dibandingkan bursa utama regional dan dunia. Di antara bursa saham di ASEAN, bursa utama regional dan dunia yang mengalami kenaikan adalah bursa Amerika, yakni indeks Down Jones menguat 6,13 persen.

Sementara itu, indeks berkinerja terburuk di kawasan Asia Pasifik atau mengalami penurunan terparah adalah Nikkei 225 di bursa Jepang yang melemah 34,08 persen, Sansex 30 di India (-24,21 persen), dan Shenzhen Composite, China (-22,60 persen).

Berikut kinerja indeks bursa terbaik Asia Pasifik per 29 Desember 2011:
1. Philippine SE (Filipina) 4.371,96 (4,07 persen)
2. IHSG BEI (Indonesia) 3.808,77 (2,84 persen)

Indeks saham berkinerja terburuk:
1. Nikkei 225 (Jepang) 850,94 (-34,08 persen)
2. Sansex 30 (India) 15.543,93 (-24,21 persen)
3. Shenzhen Composite (China) 2.173,56 (-22,60 persen)
4. Taiwan SE/TAIEX (Taiwan) 7.074,82 (-21,15 persen)
5. Hang Seng (Hongkong) 18.397,92 (-20,13 persen)
6. S&P/ASX 200 (Australia) 8.398,89 (-17,89 persen)
7. Straits Times (Singapura) 2.672,78 (-16,21 persen)
8. Korea Composite (Korea Selatan) 1.825,74 (-10,98 persen)
9. Shanghai Composite (China) 2.825,88 (-7,74 persen)
10. Bangkok SET (Thailand) 1.023,91 (-0,86 persen)
11. Bursa Malaysia KLCI (Malaysia) 1.506,69 (-0,80 persen)

(art)

Petronas & AKR Salurkan Premium

VIVAnews - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah menunjuk tiga perusahaan pendamping PT Pertamina (Persero) untuk mendistribusikan bahan bakar minyak bersubsidi di seluruh Indonesia. Lokasi penugasan tiga pendamping tersebut berada di luar Jawa dan Bali.

Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono, menjelaskan, ketiga perusahaan tersebut adalah PT AKR Corporindo Tbk, PT Petronas Niaga Indonesia, dan PT Surya Parna Niaga. Pertamina ditugaskan untuk menyalurkan Premium, Solar, dan kerosine (minyak tanah), AKR menyalurkan Premium dan Solar, Petronas menyalurkan Premium, dan Surya Parna Niaga hanya menyalurkan Solar.

Lokasi penugasan di luar Jawa dan Bali dimaksudkan untuk mengisi daerah-daerah atau titik yang selama ini belum terdapat pelayanan BBM bersubsidi. "Sementara masyarakat sangat membutuhkannya," kata Tubagus di Jakarta, Jumat  29 Desember 2011.

Tubagus menjelaskan, Pertamina masih mendominasi distribusi BBM subsidi sebesar 99,6 persen dari kuota yang telah ditetapkan dalam APBN 2012 sebesar 37,5 juta kiloliter. Petronas menyalurkan Premium sebesar 22 ribu KL, SPN menyalurkan Solar 34.128 KL, AKR menyalurkan 90 ribu KL Solar dan 12 ribu KL Premium.

Untuk pembagian wilayah distribusi BBM, AKR mendapatkan wilayah Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara. Petronas mendapat wilayah Medan, sedangkan Surya Parna Niaga mendapatkan wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Selatan.

BPH Migas telah mengundang 39 badan usaha yang memiliki Izin Usaha Niaga Umum BBM dari pemerintah. Dari 39 badan usaha, 11 di antaranya mengambil dokumen penugasan dan hanya empat badan usaha yang menyampaikan penawaran dan merepresentasikan kemampuan untuk mendistribusikan BBM.

BPH Migas melakukan seleksi berdasarkan administrasi, teknis dan komersial. Keempat perusahaan tersebut sudah memiliki fasilitas pendistribusian BBM, menyetujui persyaratan pembayaran, bersedia melaporkan secara online dan berani mengajukan alpha lebih rendah.

BPH Migas akan mengawasi ketat keempat perusahaan tersebut dalam mendistribusikan BBM subsidi. Pada 2011 ini, BPH Migas menutup satu outlet AKR di Sumatera Utara karena terbukti menyalahgunakan BBM subsidi.

"Kami tutup outletnya sebagai peringatan dan akan kami tutup jika ada Penyalahgunaan lagi. Yang nakal bukan AKR, tetapi penyalurnya," katanya.

Pada penugasan 2012 ini, BPH Migas mewajibkan keempat perusahaan ini mengutamakan pemanfaatan produk kilang dalam negeri milik PT Pertamina (Persero), PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), dan Pusdiklat Migas Cepu. Selain itu, pendistribusian jenis BBM tertentu akan dilakukan dengan sistem tertutup yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

5 Saham Baru Peraih Untung Tertinggi

VIVAnews - Sebanyak 25 perusahaan memutuskan tetap mencatatkan sahamnya di masa perekonomian dunia tengah dalam kondisi krisis. Alhasil, hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama hari ini, sebanyak 12 perusahaan menikmati kenaikan harga saham, 11 saham emiten baru anjlok, dan dua saham berada dalam posisi stagnan.

"Tahun 2011 banyak sentimen negatif, terkait krisis Eropa dan Amerika Serikat," ujar analis dari Robin Setiawan PT Valbury Asia Securities ketika dihubungi VIVAnews, Jumat, 30 Desember 2011.

Menurut Robin, faktor dari luar negeri yang kurang menguntungkan tersebut membuat calon emiten khawatir akan berimbas pada pasar modal Indonesia. Akibatnya, calon emiten memilih untuk mengurungkan niatnya untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada tahun ini.

Selain itu, Robin menilai, masih banyak perusahaan yang pada akhirnya memutuskan untuk menggelar penawaran umum saham perdana di saat situasi pasar modal Indonesia sudah mulai kondusif.

Berikut ini daftar lima besar emiten baru pada 2011 yang mencatat sukses:

1. PT Sejahteraraya Anugrah Jaya Tbk

Perusahaan ini menggelar pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 April 2011. Perseroan yang bergerak di sektor jasa perdagangan khususnya pelayanan kesehatan ini mematok harga saham perdana Rp120 per saham.

Pada penutupan perdagangan bursa sesi pertama hari ini, saham dengan kode SRAJ ini ditutup pada level Rp405 per saham. Dengan nilai penutupan itu, harga saham SRAJ telah naik 238 persen.

2. PT Visi Media Asia Tbk


Perusahaan yang bergerak di bidang media ini mencatatkan saham perdana pada 21 November 2011. Harga saham perdana yang ditawarkan perusahaan adalah Rp300 per unit.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, saham VIVA ditutup pada level Rp510 per unit. Saham VIVA mencatat kenaikan 70 persen dari harga perdananya.

3. PT Alkindo Naratama Tbk


Emiten baru dengan kode ALDO ini menawarkan saham perdana pada level Rp225 per unit. Perusahaan yang bergerak di sektor pulp dan kertas ini mengalami kenaikan 60 persen pada penutupan sesi pertama BEI hari ini. Saham ALDO ditutup pada harga Rp360 per unit. Alkindo mencatatkan saham perdana pada 12 Juli 2011.

4. PT Sidomulya Selaras Tbk


Sidomulya Selaras yang mencatatkan saham perdana pada 12 Juli 2011 menawarkan saham perdana pada level Rp225 per unit. Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, saham dengan kode SDMU ini telah naik 31 persen ke level Rp295 per unit.

5. PT Solusi Tunas Pratama
Tbk

Perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur khususnya transportasi ini menawarkan saham perdana di level Rp3.400 per unit. Pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, saham berkode SUPR menguat 24 persen dibandingkan harga saham perdana.

Selain saham yang mengalami peningkatan harga, tercatat 11 saham emiten baru tahun 2011 yang anjlok. Berikut lima besar penurunan harga saham emiten baru:

1. PT Martina Berto Tbk, turun 46 persen.
2. PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk, (-44 persen).
3. PT Megapolitan Development Tbk, (-40 persen).
4. PT Garuda Indonesia Tbk, (-35 persen).
5. PT Buana Listya Tama Tbk, (-35 persen).

Sementara itu, saham-saham emiten baru yang stagnan selama 2011 adalah PT Tifa Finance Tbk yang mencatatkan saham pada 8 Juli 2011. Kedua, PT Cardig Aero Service Tbk yang mencatatkan saham perdana pada 5 Desember 2011. (art)

Transaksi Terakhir 2011, Bursa Asia Menguat

VIVAnews - Jelang penutupan bursa saham akhir tahun, saham Asia terdorong naik diikuti nilai tukar euro. Kenaikan tersebut dipicu data-data positif ekonomi Amerika Serikat yang untuk sementara meredakan kekhawatiran perekonomian global.

Di kawasan Asia, indeks MSCI di luar Jepang tercatat naik 0,2 persen, sedangkan indeks Nikkei menguat lebih tinggi, yakni 0,4 persen.

Kendati dibuka menguat, saham-saham di bursa Asia secara keseluruhan mengalami pelemahan sekitar 5 persen selama tahun ini. Gonjang-ganjing ekonomi dunia tahun ini telah menghilangkan gairah para pemodal yang lebih memilih aset aman seperti dolar AS dan emas.

Indeks MSCI dunia di luar bursa Jepang tercatat turun lebih dari 18 persen pada tahun ini atau tetap berada pada jalurnya dibandingkan penurunan tahunan pertama sejak 2008.

"Jika Anda melihat seluruh aset yang ada, tahun ini merupakan tahun untuk aset-aset aman (safe haven). Tahun ini, masanya menyimpan modal Anda dan mengembalikan ekuitas," kata pialang dari IG Market, di Melbourne, Australia, Chris Weston, seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat, 30 Desember 2011.

Pada tahun ini, investor di Asia dihantui dengan bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang. Tak berhenti di situ, pemodal juga dihadapkan pada permasalahan krisis utang di Amerika Serikat dan Eropa serta banjir di Thailand.

IHSG Kembali Naik

Dari Tanah Air, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melanjutkan penguatannya. Pada hari terakhir perdagangan tahun ini, IHSG dibuka menguat ke level 3.808,95.

Menurut analis PT Phillip Securities Indonesia, Armand Dharmasana, sentimen penguatan bursa acuan global, Wall Street, pada penutupan transaksi Kamis waktu New York, menjadi pemicu bergairahnya kembali aksi beli saham di bursa dalam negeri.

"IHSG akan naik dengan kisaran 3.780-3.830, didorong oleh sentimen positif pasar ekuitas global," tuturnya dalam riset yang diterima VIVAnews.com di Jakarta, hari ini.

Diketahui, indeks Dow Jones naik 135,63 poin atau 1,12 persen ke level 12.287,04 dengan saham-saham blue chips mencatat kenaikan 6,1 persen untuk transaksi tahun ini yang hanya tersisa satu sesi lagi. Indeks S&P 500 juga naik 13,38 poin atau 1,1 persen menjadi 1.263,02, dengan saham perusahaan keuangan memimpin kenaikan 10 kelompok industri utama. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite menguat 23,76 poin atau 0,9 persen ke level 2.613,74.

Indeks Shanghai Composite naik 18,56 poin (0,85 persen) ke posisi 2.192,12, Hang Seng menguat 75,97 poin atau 0,41 persen menjadi 18.473,89, dan Nikkei 225 terangkat 30,46 poin (0,36 persen) di posisi 8.429,35. (art)

Kamis, 29 Desember 2011

Saham Pendulang Untung Selama 2011

VIVAnews - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk 2011 akan resmi ditutup hari ini. Kinerja pasar modal di Tanah Air itu diperkirakan menjadi salah satu yang terbaik di antara bursa saham di dunia dalam hal imbal hasil (return) bagi investor.

Research Analyst PT Samuel Sekuritas Indonesia, Andrianus Bias Prasuryo, menuturkan, selama tahun ini, sejumlah saham emiten cukup beruntung bisa mendulang untung di tahun yang penuh gejolak. Namun, tak sedikit pula, saham emiten besar yang terpaksa menelan pil pahit pada tahun ini akibat berbagai alasan.

"Yang kinerjanya naik signifikan, saham Astra International yang pasti. Lima besarnya Astra, Gudang Garam, BCA, BRI, dan Unilever," kata Andrianus ketika berbincang dengan VIVAnews.com di Jakarta.

Dari catatan Samuel Sekuritas, saham emiten yang mendulang keuntungan pada 2011 sejak awal tahun hingga November 2011 diperkirakan masih berasal dari saham emiten pengerek indeks harga saham gabungan (IHSG).

Lima saham emiten pendorong IHSG pada tahun ini diperkirakan berasal dari PT Astra International Tbk (ASII) dengan kontribusi terhadap IHSG selama Januari hingga November 2011 sebesar 83,97 poin atau 32,5 persen. Diikuti oleh saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) 60,56 poin (67,5 persen), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 48,53 poin (26,6 persen), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 41,67 poin (27,6 persen), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 16,43 poin (11,5 persen).

Kendati menggunakan data hingga akhir November 2011, Andrianus yakin, data itu tidak akan banyak berubah karena indeks harga saham gabungan (IHSG) juga tidak terlalu banyak perubahan.

"Mereka masih tetap menjadi saham-saham pengerek indeks di akhir tahun ini," ungkapnya.
 
Cemerlangnya kinerja saham emiten tersebut, menurut dia, disebabkan para investor merasa nyaman dengan saham-saham berorientasi sektor domestik. Menurut dia, saham Astra dianggap mewakili konsumsi domestik Indonesia dari sektor otomotif, saham Gudang Garam dan Unilever mewakili sektor konsumer, sedangkan BCA dan BRI dianggap sebagai saham sektor perbankan yang banyak berorientasi domestik.

Berbeda dengan saham-saham tersebut, Samuel Sekuritas juga mencatat banyak saham dari emiten besar yang menelan pil pahit, karena mengalami kerugian. Saham-saham ini tercatat menjadi pengerek ke bawah IHSG yang berakhir pada November 2011. Saham-saham itu adalah:

- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan kontribusi terhadap IHSG minus 35,69 (28,2 persen).
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) minus 22,96 (31,4 persen).
- PT Adaro Energy Tbk (ADRO) minus 22,53 (23,5 persen).
- PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) minus 19,38 (34,4 persen).
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) minus 15,67 (23,2 persen).

"Itu yang terkoreksi cukup signifikan sampai November 2011, mungkin bisa sampai akhir tahun akan tetap melemah signifikan," kata dia.

Andrianus menjelaskan, penurunan harga saham emiten tersebut disebabkan ekspektasi investor terhadap harga komoditas dunia. Para pemodal memperkirakan harga komoditas pada 2012 akan lebih buruk. Hal itu sudah tercermin sejak semester kedua 2011 yang mulai terkoreksi. "Itu yang menjadi katalis terkoreksinya beberapa saham emiten ini," kata dia. (art)

Ekonom: Redenominasi Bukan Hal Mutlak

VIVAnews - Bank Indonesia mengungkapkan bahwa rancangan undang-undang mengenai penyederhanaan penyebutan nilai mata uang rupiah atau redenominasi saat ini menunggu penyusunan amanat presiden (Ampres).

Dalam RUU itu diusulkan untuk menghapus tiga angka nol atau Rp1.000 berubah menjadi Rp1.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti, mengungkapkan, untuk saat ini redenominasi bukanlah satu kebutuhan yang mutlak.

"Buat saya redenominasi itu sesuatu yang tepat dilakukan, tetapi bukan merupakan kebutuhan mutlak saat ini. Makanya, Pak Darmin juga menekankan butuh proses pengenalan terlebih dahulu, supaya masyarakat, bahkan anak SD pun bisa memahami," kata Destry saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Jumat 30 Desember 2011.

Namun, Destry menilai, keuntungan dari program redenominasi adalah akan lebih efisien dan memudahkan angka dalam perhitungan. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu membawa uang dalam kuantitas yang besar.

"BI pun bisa lebih menghemat bahan baku dalam pencetakannya. Tapi, yang harus diingat adalah redenominasi tidak mengubah nilai atau daya beli mata uang itu sendiri," katanya.

Misalnya, Destry melanjutkan, nilai uang Rp100.000 sama dengan nilai uang Rp100, karena pada saat bersamaan, harga barang akan disesuaikan juga secara proporsional.

"Konsekuensinya adalah dibutuhkan pengawasan yang ketat dari BI dan pemerintah untuk memonitor harga barang dan kekurangannya. Jika harga barang berubahnya tidak proposional, bisa mendorong inflasi dan merugikan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menilai, selama ini  anak-anak diajarkan berhitung satu sampai dua digit. Padahal, sebenarnya  saat membelanjakan uangnya, nilainya ribuan bahkan puluhan ribu.

"Di sekolah, dia berhitung 4+7 = 11. Tapi, dia mau beli gula Rp3.000, atau Rp1.000. Tidak ada hitung-hitungan 4+7 dalam kehidupan sehari-hari. Yang ada 2.500 + 4.000. Kalau saya lihat, itu ada yang salah," kata Darmin di acara finansial inklusif di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis 29 Desember 2011.

Dia melanjutkan, dalam program redenominasi banyak yang menyangka jika nilainya akan turun. Padahal, sebenarnya tidak, dan banyak negara yang berhasil melakukan itu.

"Mereka pelajar dibiasakan menghafal. Seperti satuan meter, sentimenter. Sebenarnya, pengetahuan itu bisa didapat pada kehidupan sehari-hari," tutur Darmin.

Jika kita menghafal, Darmin menjelaskan, biasanya kalau 1 meter = 100 cm. Sama seperti sen (mata uang), mirip dengan cm, karena berkelipatan 100 juga. (art)

Investment Grade Dongkrak Likuiditas Valas

VIVAnews - Bank Indonesia (BI) optimis bahwa terdongkraknya peringkat Indonesia menjadi investment grade akan menambah likuiditas valas dalam negeri. Belum lama ini, likuiditas valas Tanah Air sempat mengetat.

"Ya, mestinya seperti itu ya. Kalau bank atau korporasi di Indonesia mau meminjam ke luar negeri biayanya pasti lebih murah dan itu akan menunjukkan potensi supply akan bertambah," ujar Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah, saat ditemui seusai acara pelantikan Deputi Gubernur BI di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis 29 Desember 2011.

Halim menuturkan, berdasarkan pengalaman negara yang telah mengalami kenaikan peringkat, credit default swap (CDS) dapat turun sampai 0,5 persen poin.

Posisi CDS Indonesia saat ini, kata dia, masih di sekitar 2,1 persen untuk jangka waktu lima tahun yang sebelumnya berada di posisi 2,2 sampai 2,3 persen. "Setelah investment grade ini akan turun pelan-pelan, mungkin ada di bawah dua persen," ujarnya.

Halim memperkirakan, penyesuaian CDS akan berlangsung dalam jangka waktu enam bulan. "Artinya, biaya yang harus dibayarkan oleh peminjam dari Indonesia lebih murah karena itu premi resiko yang harus ditanggung oleh negara kita," tuturnya.

Dia menambahkan, likuiditas valas hingga saat ini belum mengalami gangguan, begitu pun pada tahun mendatang. Kebijakan bank sentral Eropa dalam menambah jumlah valas menjadi faktor penolong. Hingga saat ini, penarikan perjanjian kredit valas antarbank domestik dan asing berjalan lancar.

"Penarikan perjanjian kredit, artinya bank-bank kita bisa mengambil valas dari bank-bank Eropa. Bisa sampai 80-90 persen bisa terlaksana. Jadi, belum ada gangguan," kata Halim.

Ketatnya likuiditas valas kemarin, lanjutnya, lebih disebabkan karena naiknya harga sehingga debitur harus membayar lebih mahal. Hingga saat ini, diakui masih terdapat permintaan akan valas.

"Bank hanya sebagai intermediasi, kalau demand tetap tinggi walau suku bunga dinaikkan, kan berarti dia butuh valas juga," tuturnya. (eh)

Popular Posts