November 2010

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 30 November 2010

Ini Penyebab Kekacauan Garuda

VIVAnews - Manajemen PT Garuda Indonesia telah selesai melakukan penyelidikan kekacauan penerbangan yang menimpa perusahaan beberapa waktu lalu. Hasil penyelidikan menyimpulkan terjadinya kelebihan kapasitas penyimpanan data (buffer overflow) pada sistem Garuda Indonesia.

"Hasil penyelidikan menyatakan terjadi kombinasi human error dan teknis, namun tidak ada unsur kesengajaan dan sabotase," kata Direktur IT dan Rencana Strategi Garuda Indonesia, Elisa Lumbaturuan di Jakarta, Selasa 30 November 2010.

Elisa menjelaskan, satu server Garuda kelebihan kapasitas, sehingga peralatan satu dengan yang lain tidak berfungsi, dan terjadi gangguan.

Namun Elisa tidak mengetahui apa yang menyebabkan terjadinya buffer overflow itu. "Bisa virus, bisa worm, bisa spam, bisa program yang terus mengirim data ataupun user yang mengirim data," katanya.

Elisa mengakui Garuda belum mempunyai peralatan untuk mendeteksi kenapa bisa terjadi buffer overflow. Menurut Elisa, peralatan tersebut biasanya dipasang oleh perusahaan yang mempunyai network management. "Garuda belum pasang," ucapnya.

Walaupun begitu, Elisa membantah terjadinya sabotase. Garuda tidak memiliki bukti telah terjadi sabotase. Menurut dia, ini hanyalah kelalaian petugas yang menangani IT. Karena itu, Garuda Indonesia melakukan mutasi dan menempatkan orang yang ahli pada tempatnya.

"Kita juga mengembangkan kompetensi petugas agar menguasai peralatan. Kita tidak mempunyai bukti terjadinya sabotase sehingga isu sabotase tidak benar," katanya.

Kerugian Garuda Indonesia hingga saat ini menurut Elisa, sebesar Rp1,6 miliar yang terdiri dari biaya hotel, akomodasi, transportasi, pengembalian tiket dua kali lipat serta pembenahan sistem IT. Namun biaya tersebut bisa membengkak melihat perbaikan baru selesai pekan depan.

"Pembenahan sistem belum selesai, mungkin seminggu lagi selesai peningkatan kehandalan sistem," katanya. (umi)

Vallar Masuk Bursa Saham Indonesia?

VIVAnews - Hanya sekitar empat bulan setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek London pada Juli 2010, akuisisi menjadi aksi korporasi pertama Vallar Plc.

Kebijakan strategis perusahaan yang juga tertuang dalam prospektus 9 Juli 2010 itu diwujudkan dengan menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Bakrie & Brothers Tbk dan beberapa kelompok usaha Bakrie serta PT Berau Coal Energy Tbk.

Transaksi 'tukar guling' dengan dua produsen batu bara terbesar di Indonesia itu akan menjadikan Vallar memiliki sekitar 25 persen saham di PT Bumi Resources Tbk. Setelah transaksi tersebut ditandatangani, Vallar akan berganti nama menjadi Bumi Plc dan Bakrie akan menguasai 43 persen saham di perusahaan tersebut.

Bukan hanya dengan Grup Bakrie, Vallar melakukan aksi korporasi serupa dengan PT Berau Coal Energy Tbk. Vallar membeli 75 persen saham produsen batu bara itu dengan kombinasi pembayaran tunai dan penerbitan saham baru.

Dalam keterbukaan informasi pada situs Bursa Efek London, Vallar kembali akan melakukan mandatory tender offer kepada pemegang saham minoritas Berau Energy. Vallar pun berniat untuk menambah kepemilikan saham di Bumi Resources pada 2011.

Vallar, setelah berganti nama menjadi Bumi Plc, akan dipimpin oleh Indra Bakrie bersama Nathaniel Rothschild. Bersamaan dengan proses transaksi itu, Vallar pun menyatakan akan mencari kesempatan untuk melakukan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia.

Saat proses penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek London, Vallar meraih dana sebesar 693,4 juta poundsterling dengan melepas 67,34 juta saham biasa.

Laporan keuangan perusahaan per 30 September 2010 menyebutkan Vallar memiliki saldo kas 670,6 juta poundsterling, dan aset mencapai 652 juta poundsterling.

Kas tersebut diinvestasikan pada instrumen pasar uang dalam mata uang poundsterling serta deposito. Perusahaan memiliki peringkat AA- atau lebih baik pada saat investasi, dan mudah diakses jika diperlukan.

Vallar adalah perusahaan yang didirikan oleh Nathaniel Philip Victor James Rothschild. Bungsu dari keluarga Baron Rothschild ini mengawali karier di Lazard Brothers Asset Management di London pada 1994 sebelum bergabung dengan Gleacher Partners, perusahaan penasihat merger dan akuisisi yang berbasis di New York.

Saat ini, dia terdaftar sebagai pemilik 50 persen Atticus Capital. Dia pun tercatat sebagai chairman JNR Limited perusahaan yang fokus di pasar negara berkembang dan sektor pertambangan.

Sejak tahun ini, Nat begitu ia disapa, bertindak sebagai non executive director Barrick Gold Corporation. Dia juga menjabat Chairman United Company Rusal PLC, perusahaan penghasil aluminium terbesar dunia.

Sepak Terjang 2010
Pada Januari 2010, Nat merupakan investor utama di balik penawaran saham perdana United Company Rusal. Pada saat yang bersamaan dia membeli US$40 juta obligasi konversi (convertible bonds) milik Glencore.

Glencore saat ini memiliki 4,8 persen atau 931,20 juta saham Bumi Resources. Laporan keuangan Bakrie & Brothers menyebutkan perseroan dan Glencore menandatangani perjanjian swap saham senilai US$200 juta pada 26 Juni.

Perusahaan itu merupakan pemasok komoditas dan bahan baku kepada berbagai sektor industri seperti otomotif, pembangkit listrik, produsen baja, dan makanan. Bahan baku yang dipasok Glencore antara lain logam dan mineral, minyak mentah dan produk minyak, batu bara, serta produk-produk pertanian.

Perusahaan yang berkantor pusat di Baar, Swiss ini tercatat memiliki total aset sebesar US$66,3 miliar per Desember 2009. (hs)

Ambisi Vallar Bangun Perusahaan Tambang Dunia

VIVAnews - PT Bakrie & Brothers Tbk dan beberapa kelompok usaha Bakrie, belum lama ini menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement) dengan Vallar Plc untuk melepas sekitar 5,2 miliar sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada harga Rp2.500 per unit.

Melalui penandatanganan perjanjian jual beli tersebut, Bakrie akan memperoleh sekitar 90,1 juta saham baru di Vallar. Bakrie & Brothers sendiri akan menerima sekitar 50,5 juta saham baru di Vallar seharga GBP 10 per saham.

Transaksi 'tukar guling' itu selanjutnya akan menjadikan Vallar memiliki sekitar 25 persen saham di Bumi Resources. Setelah transaksi tersebut ditandatangani, Vallar akan berganti nama menjadi Bumi Plc dan Bakrie akan menguasai 43 persen saham di perusahaan tersebut.

Bukan hanya dengan Grup Bakrie, Vallar melakukan aksi korporasi serupa dengan PT Berau Coal Energy Tbk. Vallar membeli 75 persen saham produsen batu bara itu dengan kombinasi pembayaran tunai dan penerbitan saham baru.

Melalui transaksi tersebut, PT Bukit Mutiara selaku pemegang saham Berau Energy akan melepas 12,21 miliar saham pada harga Rp540 per unit. Penjualan saham itu merepresentasikan 35 persen saham di Berau Energy.

Sementara itu, sisanya sebesar 40 persen atau 13,96 miliar saham Berau Energy akan ditukar dengan 52,3 juta saham di Vallar. Total nilai kedua transaksi itu mencapai US$3 miliar atau sekitar Rp27 triliun.

Transaksi tersebut akan menciptakan perusahaan pertambangan global terkemuka dari Indonesia, yang akan melahirkan sinergi pasar, merampingkan proses pembuatan keputusan, dan memberikan akses lebih besar ke pasar modal dan keuangan.

Vallar didirikan bersama oleh Nathaniel Rothschild dan James Campbell yang memiliki pengalaman berinvestasi dan mengelola pada perusahaan-perusahaan tambang di seluruh dunia.

Per 12 November 2010, Vallar Plc memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$1,044 miliar dengan lebih dari US$1 miliar dalam bentuk tunai.

Pendiri Vallar bernama lengkap Nathaniel Philip Victor James Rothschild dikenal sebagai pemodal kelahiran Inggris berkewarganegaraan Swiss. Pria kelahiran 12 Juli 1971 itu adalah keturunan keluarga Rothschild yang sangat dikenal pelaku bisnis keuangan.

Nathaniel adalah bungsu dari empat bersaudara dan satu-satunya laki-laki pasangan Jacobs Rothschild dan Serena Mary Dunn. Kakeknya, Sir James Dunn adalah investor besar Kanada dan seorang industrialis.

Rothschild kecil sempat mengenyam pendidikan di Colet Court, Eton College, Wadham College, dan Oxford. Dia juga pernah bergabung sebagai anggota Bullingdon Club, sebuah perkumpulan mahasiswa eksklusif di Oxford University.

Pada 2010, Rothschild menjadi non-executive director Barrick Gold Corporation. Nat juga pernah menjabat sebagai chairman of the International Advisory Board of United Company Rusal plc, produsen aluminium terbesar di dunia.

Dia juga menjadi anggota Belfer Center's International Council di Harvard's John F Kennedy School of Government dan International Advisory Council of the Brookings Institution atau lembaga riset nirlaba berbasis di Washington.

Nat adalah juga anggota International Advisory Board dari Barrick Gold Corporation dan pernah dinominasikan sebagai 'Young Global Leader' pada forum ekonomi dunia pada 2005. The Sunday Times memperkirakan kekayaan Nat Rothschild sekitar 650 juta poundsterling.

Vallar didirikan untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan besar yang aktif di industri pertambangan, logam, dan sumber daya.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsolidasi di sektor tersebut telah menciptakan sejumlah konglomerat besar. Resesi global yang memicu krisis keuangan mendorong upaya pendekatan lebih konservatif untuk mengoptimalkan kembali portofolio sejumlah perusahaan.

"Tim kami dengan pengalaman dan pengetahuan yang luas di sektor ini, bermaksud untuk mengidentifikasi situasi seperti itu dan menganalisis struktur akuisisi," tulis manajemen Vallar dalam situsnya.

Meningkatnya urbanisasi global dan industrialisasi, menurut Vallar, cenderung memicu peningkatan permintaan komoditas di seluruh dunia. Namun, pada saat bersamaan, pasokan komoditas berkualitas tinggi bisa menjadi lebih terbatas.

Resesi, Vallar melanjutkan, telah mengakibatkan tertundanya penanaman modal, dan sumber daya perusahaan harus beralih ke topografi dan geografi yang lebih kompleks untuk mengembangkan sumber produksi baru.

"Kami melihat sejumlah perusahaan menengah dan berbasis pasar negara berkembang muncul untuk mengamankan posisi keuangan mereka," tulis Vallar.

Manajemen meyakini, dengan kondisi tersebut, Vallar menangkap peluang akuisisi dan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Kerja sama investasi dan kemitraan itu diharapkan memberikan nilai tambah dan potensi bisnis perusahaan mitra.

Ditunda, Pembacaan Gugatan Tommy ke Garuda

VIVAnews -  Pembacaan gugatan Hutomo Mandala Putera atau yang kerap dipanggil Tommy Soeharto terhadap PT Garuda Indonesia dan penerbit majalah Garuda, PT Indo Multi Media (IMM), ditunda. Pengacara Tommy, Ferry Nurwahyu, mengatakan penundaan disebabkan masih ada materi gugatan yang perlu diperbaiki.

"Ada beberapa perbaikan redaksional," kata Ferry, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 30 November 2010.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tommy berkeberatan dengan tulisan berjudul "A Destination to Enjoy Bali". Artikel itu dimuat dalam Majalah Garuda edisi Desember 2009, isinya tentang kawasan liburan di Pecatu, Bali. Di dalamnya tertera tulisan yang dipermasalahkan pihak Tommy, yakni: "Tommy Soeharto adalah pemilik kawasan dan dia merupakan seorang pembunuh yang telah divonis oleh pengadilan."

Pihak Tommy meminta persidangan ditunda sehari untuk memperbaiki gugatan tersebut. Ketua Majelis Hakim Thaksin pun mengabulkan. "Besok (1 Desember 2010), sidang pagi sebelum sidang Gayus Tambunan."

Selanjutnya, tambah Ferry, gugatan terhadap PT Garuda dan PT IMM tetap diajukan secara terpisah. "Itu tidak mungkin digabungkan," kata dia.

Sebelumnya mediasi terhadap pihak Tommy dengan para tergugat telah dilakukan. Namun, mediasi tersebut gagal karena belum adanya titik temu antara para pihak. "Sebagian sudah ada titik temunya, sebagian lagi belum," kata dia.

Ferry menambahkan, meski mediasi gagal dilakukan, dalam proses persidangan masih dimungkinkan adanya perdamaian.

Sebelumnya, menanggapi gugatan ini, Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto, mengatakan pihaknya ingin agar kasus ini dapat diselesaikan di luar pengadilan alias melalui proses mediasi.

Tommy menggugat Garuda dan media tersebut melalui perusahaan miliknya, PT Bali Pecatu Usaha. (kd)

Jembatan Selat Sunda Dibanding Golden Gate AS

VIVAnews - Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) diharapkan menjadi ikon dunia, bahkan bisa menyaingi Jembatan Golden Gate yang terkenal di California, Amerika Serikat.

Alasannya, Jembatan Selat Sunda dibangun di masa kini, sehingga teknologi yang digunakan lebih modern, berbeda dengan Golden Gate yang dibangun pada awal abad ke 19.

Menurut Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak meyakini JSS bisa menjadi kebanggaan karena dibangun pada masa kini. Apalagi JSS merupakan jembatan terpanjang di dunia.

Tahukah anda apa perbedaan antara Golden Gate dengan rencana Jembatan Selat Sunda. Di bawah ini beberapa perbedaan keduanya.

Lokasi

Jembatan Selat Sunda terletak di Selat Sunda, menghubungkan dua pulau besar yaitu Jawa dan Sumatera.

Sementara Jembatan Golden Gate menghubungkan wilayah California yaitu San Francisco dan Marin County.

Panjang dan lebar

Jembatan Selat Sunda rencananya akan dibangun dengan panjang 29 kilometer melintasi Selat Sunda dari pantai di kawasan Anyer hingga di kawasan Bakauheni. Lebar jembatan diperkirakan 60 meter persegi, terdiri dari 2x3 jalur lalu lintas, dan 2x1 jalur darurat. Jembatan ini dilengkapi lintasan ganda (double track) rel kereta api, pipa gas, pipa minyak, kabel fiber optik, dan kabel listrik.

Jembatan Golden Gate mempunyai total panjang 2,7 kilometer dengan lebar 27,4 meter. Terdiri dari 6 jalur, yang juga digunakan untuk pejalan kaki dan sepeda.

Jangka waktu pembangunan

Jembatan Selat Sunda diperkirakan akan dibangun mulai 2013 atau 2014 oleh para teknisi Indonesia dan selesai dibangun pada 2020. Diperkirakan pembangunan ini memakan waktu 6-7 tahun.

Sementara Jembatan Golden Gate dibangun mulai 1933-1937 atau memakan waktu 4 tahun. Peletakan batu pertama dilakukan pada 5 Januari 1933 dengan perayaan yang meriah, dan dihadiri 100 ribu orang.

Pendanaan

Pembangunan dan studi kelayakan awal digagas oleh PT Bangungraha Sejahtera Mulia, perusahaan Grup Arta Graha. Selanjutnya, pembangunan ini akan didanai oleh konsorsium swasta yang diharapkan bergabung setelah studi kelayakan selesai. Pemerintah berharap BUMN dan BUMD juga ikut menjadi mitra swasta. Diperkirakan proyek ini memakan dana Rp140 triliun.

Pembangunan Golden Gate justru tak menggunakan dana pemerintah sama sekali, melainkan dengan penerbitan obligasi sebesar US$35 juta. Jaminan obligasi tersebut berupa rumah, lahan pertanian, dan bisnis yang dimiliki warga sekitar jembatan.

Kontraktor

Kontraktor utama ini awalnya digagas PT Bangungraha Sejahtera Mulia, perusahaan group Arta Graha. Selanjutnya konsorsium swasta dipersilahkan untuk bergabung membangun jembatan ini secara bersama-sama. Beberapa perusahaan yang menyatakan minatnya yaitu PT Jasa Marga Tbk yang akan menangani jalan tol dan PLN yang turut dalam pembangunan jaringan kabel.

Pembangunan Golden Gate dilakukan oleh 9 kontraktor utama selama masa pengerjaannya.

Sumber: www.goldengate.org, www.jembatanselatsunda.com

Kisah Amerika Bangun Jembatan Terindah Dunia

VIVAnews - Indonesia mempunyai obsesi untuk membangun Jembatan Selat Sunda, jembatan terpanjang di dunia. Jika tak ada aral melintang, jembatan Selat Sunda itu akan dibangun mulai 2013.

Salah satu impiannya, Indonesia ingin menyaingi jembatan terindah yang juga menjadi ikon dunia. Jembatan yang dimaksud adalah Golden Gate yang terletak di California, Amerika Serikat.

Pertanyaannya, bagaimana Amerika membangun jembatan dengan panjang 2,7 kilometer dengan lebar 27,4 meter itu.

Pembangunan itu mempunyai cerita unik, karena tak semudah yang dibayangkan. Bahkan, harus melalui berbagai pertentangan, seperti halnya jembatan Selat Sunda yang masih menuai kontroversi. Namun sifat optimistis dan pantang menyerah dari penggagas Golden Gate membuat jembatan ini bisa terwujud.

Pembangunan Golden Gate dimulai dari insinyur teknik dan editor koran di San Francisco, Michael O'Shaughnessy yang tertarik membuat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah California yaitu San Francisco dan Marin County.

O'Shaugnessy mulai berkonsultasi dengan sejumlah insinyur tentang kelayakan dan berapa biaya untuk membangun jembatan yang melintasi selat. Sebagian berspekulasi pembangunan itu akan menelan biaya US$100 juta, bahkan ada yang meremehkan jembatan itu tidak dapat dibangun.

Namun kemudian datang Joseph Baermann Strauss dan mengatakan jembatan itu tak hanya layak, namun bisa dibangun dengan dana US$25-30 juta. Strauss menyerahkan sketsa awal kepada O'Shaughnessy dan Edward Rainey, Sekretaris Walikota San Francisco dan walikota James Rolph. Perkiraan biaya untuk desain asli sebanyak US$17 juta.

O'Shaughnessy butuh waktu satu tahun setengah untuk melepas desain jembatan itu kepada publik. Sementara Strauss terus mempromosikan ide jembatan itu dengan desain aslinya kepada masyarakat seluruh California Utara. Dia mempromosikan bahwa biaya pembangunan jembatan itu dapat ditutup dengan membayar tol saja. Ide itu juga mendapat cemoohan dan digambarkan sebagai sesuatu yang buruk oleh pers setempat.

Kaum oposisi terutama muncul dari perusahaan feri yang mempunyai kepentingan. Perusahan feri itu giat berkampanye secara agresif untuk menghentikan pembangunan jembatan. Namun Strauss pantang menyerah, ia mengorganisir dari sisi politik, keuangan, dan promosi untuk membangun jembatan.

Pada saat itu, memang dibutuhkan jembatan karena kemacetan selalu terjadi di dermaga. Pada 1929 perjalanan kendaraan bermotor melalui feri meledak dengan permintaan melebihi kapasitas yang tersedia. Namun tidak ada negara bagian yang mau membiayai karena dana yang terbatas.

Pembangunan jembatan itu juga memunculkan referendum atau pemilihan di 21 kabupaten utara California untuk memilih opsi bergabung dengan jembatan dan jalan raya. Ada yang memilih bergabung, ada juga yang memilih keluar. San Francisco, Marin, Sonoma, Del Norte an bagian dari Napa dan Mendocino akhirnya memilih membentuk jembatan dan jalan.

Uniknya, karena tidak ada negara bagian yang membiayai, jembatan itu dibiayai dengan obligasi sebesar US$35 juta. Jaminan yang dipakai untuk penjualan obligasi itu berupa pertanian dan bisnis penduduk yang setuju atas pembangunan itu.

Pada 4 November 1930, pemilih di enam kabupaten memberikan suara apakah setuju rumah dan pertanian mereka dijadikan jaminan. Pada saat itu memilih menerbitkan obligasi dianggap sembrono karena akan menambah hutang selama Great Depression. Lalu mayoritas pemilih setuju untuk mengorbankan hartanya untuk dijadikan jaminan.

Lalu jembatan itu dibangun 1933-1937 secara bertahap. Peletakan batu pertama dilakukan pada 5 Januari 1933 dengan perayaan yang meriah, dan dihadiri 100 ribu orang. Jembatan itu dibangun oleh banyak pekerja yang penuh dedikasi dan profesional, mengawasi penciptaan struktur yang kini menjadi terkenal di dunia, dan mendapatkan reputasi jembatan paling spektakuler. Jembatan ini mempunyai total panjang 2,7 kilometer dengan lebar 27,4 meter. Terdiri dari 6 jalur, yang juga digunakan untuk pejalan kaki dan sepeda.

Pembayaran obligasi itu diambil dari pungutan tarif tol hingga jatuh tempo pada 1971. Melalui cara ini, pembangunan jembatan megah itu tidak menggunakan dana pemerintah sama sekali.

Konstruksi Bangunan

Golden Gate terdiri dari 6 bagian yaitu jembatan yang dekat dengan San Fracisco bagian selatan, jembatan yang dekat dengan pelabuhan dan perumahan, Fort Point, jembatan gantung, jembatan pendekat Marin (utara), dan jembatan yang dekat dengan pelabuhan dan perumahan Marin.

Golden Gate Bridge dicat dengan warna percampuran merah-oranye yang terang. Untuk pencahayaannya, dipilih secara hati-hati untuk memamerkan keunikan Golden Gate dengan dibuat cahaya yang tidak sama pada setiap bagian. Dipilih lampu sodium tekanan uap rendah dengan cahaya kuning halus untuk jalan, agar tampak hangat dan tidak silau bagi pengendara.

Saat ini, jembatan itu menjadi tempat super sibuk, terutama musim panas. Diperkirakan lebih dari 9 juta orang dari seluruh dunia mengunjungi Jembatan ini setiap tahun. (hs)

Sumber: goldengatebridge.org

Pertamina Siap Batasi Premium di Jawa Bali

VIVAnews - PT Pertamina menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan pembatasan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Infrastruktur Jawa, Madura, Bali, dan sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT) serta beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan telah siap untuk menerapkan pembatasan BBM bersubsidi itu. Selain itu, Pertamina menambah oulet SPBU yang menjual Pertamax.

"Pertamina telah menyiapkan produk substitusi berupa Pertamax dan solar ekstra di SPBU serta depot untuk mengantisipasi pembatasan BBM bersubsidi itu," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Djaelani Soetomo, di Jakarta, Senin 29 November 2010.

Sedangkan untuk wilayah Indonesia timur, menurut Djaelani, Pertamina mengutamakan alokasi pembagian BBM bersubsidi di wilayah Maluku, Papua, sebagian Sulawesi, Kalimantan, dan NTT karena infrastruktur seperti depot yang belum tersedia.

"Untuk daerah Indonesia timur tetap disuplai premium, tidak ada pengalihan ke pertamax," katanya.

Mulai 1 Januari 2011, pemerintah akan memberlakukan larangan penggunaan premium bagi kendaraan bermotor. Dua opsi yang akan dikenai larangan adalah semua jenis mobil pribadi atau hanya mobil pribadi yang dikeluarkan tahun 2005 ke atas.

Pertamina, kata Djaelani, terus melakukan upaya terkait penghematan BBM bersubsidi itu, antara lain dengan menambah outlet SPBU yang menjual pertamax.

Untuk region III Jabodetabek, Pertamina telah menambah 75 SPBU yang menjual pertamax. Region IV Jawa Tengah dan DIY, Pertamina menambah 56 SPBU serta region V Jawa Timur, Madura dan Bali sebanyak 99 SPBU.

"Pertamina terus mempercepat penambahan outlet SPBU yang menjual BBM nonsubsidi," katanya. (hs)

Alasan Komisi VII Tolak Pertamina Beli Medco

VIVAnews - Rencana aksi PT Pertamina (Persero) mengakuisisi tidak langsung saham PT Medco Energi International Tbk mendapat ganjalan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sebab, dua komisi di DPR yaitu Komisi VI dan VII bersuara sama menolak rencana tersebut.

Aksi korporasi tersebut masih dalam tahap pengkajian dan belum ada keputusan resmi dari Pertamina. Pertamina saat ini baru sampai pada proses uji tuntas (due diligence) saham Encore International Ltd.

Menurut Anggota Komisi VII dari Fraksi Golkar, Satya W. Yudha, Komisi Energi menolak rencana pembelian Pertamina pada Medco karena dirasa aksi korporasi itu belum perlu ditempuh perusahaan minyak dan gas (migas) milik pemerintah tersebut.

"Kita tahu, Pertamina masih memiliki lapangan dan cadangan migas yang banyak dan belum digarap sepenuhnya," ujarnya saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Selasa, 30 November 2010.

Dia mengakui, Pertamina baru menguras cadangan migasnya empat persen saja, dan semestinya bisa dipacu hingga 20-30 persen. "Jadi, buat apa membeli lapangan migas dari pihak lain. Toh, saat ini masih banyak lapangan atau cadangan migasnya yang belum digarap," tutur Satya.

Mestinya, Satya menambahkan, dana untuk mengakuisisi Medco Energi melalui kepemilikan saham Encore International Ltd., disalurkan untuk menggarap lapangan dan cadangan migas milik Pertamina agar lebih produktif. "Yang ada itu juga bisa memberikan capital kalau digarap," ujarnya.

Baca juga, alasan Komisi VI di sini

Tjiptardjo: Cegah Macet, Naikkan Pajak Mobil

VIVAnews - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Mochamad Tjiptardjo mengaku pemerintah pusat sesuai aturan yang ada tidak memiliki hak mengatur perpajakan di daerah. Termasuk, mengatur perpajakan untuk menekan pertumbuhan kendaraan yang kini menjadi biang kemacetan Jakarta.
 
"Kalau memang pertumbuhan kendaraan mau ditekan, itu urusan pemda (pemerintah daerah)," kata Tjiptardjo di Kantor Pajak, Selasa, 30 November 2010. Pajak kendaraan oleh pemerintah pusat sudah diatur dalam bentuk pajak penjualan (PPN) sebesar 10 persen.
 
Tjiptardjo menambahkan, untuk mengatur pertumbuhan jumlah kendaraan di Jakarta, instrumennya memang wewenang pemda. Namun, dia mengusulkan sejumlah cara untuk membatasi jumlah kendaraan, misalnya menaikkan pajak kendaraan, biaya parkir, atau bahan bakar minyaknya (BBM) dimaksimalkan.

Jumlah penjualan mobil di Indonesia diperkirakan terus melonjak. Tahun ini, diperkirakan penjualan kendaraan bermotor roda empat diperkirakan bakal menembus lebih dari 700 ribu unit. Pasar terbesar kendaraan bermotor tersebut adalah kawasan Jabodetabek.
 
Kalau ditanya berapa sebenarnya kenaikan pajak yang pantas dan tepat sehingga bisa menekan pertumbuhan kendaraan atau paling tidak meminimalkan arus lalu lintas di jalan, ia memilih tidak berkomentar. Namun, sebagai warga DKI Jakarta ia mengaku terganggu atas kemacetan yang akhir-akhir ini terjadi.
 
"Sebagai warga Jakarta usul saya banyak, seperti jalannya diperbanyak, tarif parkir dinaikkan atau macem-macem lainnya," kata Tjiptardjo.
 
Seperti diketahui, pemerintah pusat belum tertarik ikut mengatur pertumbuhan kendaraan di DKI Jakarta yang menyebabkan lalu lintas semrawut. Urusan lalu lintas sepenuhnya adalah kewenangan pemerintah DKI Jakarta.
 
"Masalah (penyelesaian) kemacetan itu tanyakan saja ke Fauzi Bowo," ujar Menteri Perekonomian Hatta Rajasa kepada VIVAnews di Jakarta kemarin. Menurutnya, meski DKI Jakarta adalah kota pemerintahan, pemerintah pusat belum tertarik mengatur. (hs)

Raksasa Ritel Korsel Incar Hypermart

VIVAnews - Lotte Group, induk peritel terbesar di Korea Selatan akan membuat penawaran akhir untuk membeli Hypermart milik PT Matahari Putra Prima Tbk. Melalui rencana pembelian itu, Lotte siap bersaing dengan Carrefour SA di Indonesia.

"Kami sudah datang jauh-jauh dan akan membuat penawaran final," kata Wakil Presiden Eksekutif Lotte Group bidang Perdagangan Internasional dan Bisnis Baru, Hwang Kag Gyu, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Senin 29 November 2010. "Kami punya likuiditas, sehingga dana tidak akan menjadi masalah besar."

Pembelian tersebut akan menjadikan Lotte memiliki 49 gerai yang merupakan kombinasi department store dan supermarket Matahari. Operasional Lotte yang berbasis di Seoul, Korsel dan juga mencakup bisnis petrokimia itu selama ini telah berkembang di China, Vietnam, Indonesia, dan Rusia untuk meningkatkan pertumbuhan dan kemakmuran di pasar negara berkembang.

Meski demikian, batas waktu penawaran akhir diperkirakan mundur dari jadwal sebelumnya yaitu awal Desember 2010. Namun, Hwang belum menentukan hingga kapan penawaran akhir akan disampaikan.

Selain berniat membeli aset Hypermart, sebagai penawar, Lotte juga memiliki opsi untuk memiliki saham Matahari yang berbasis di Jakarta.

Direktur Komunikasi Perusahaan Matahari Putra Prima, Danny Kojongian, menolak berkomentar terkait rencana Lotte itu. "Kami masih menunggu hasil penelitian dari Merrill Lynch," kata dia dalam pesan singkatnya.

Matahari mengatakan, Oktober lalu pihaknya menunjuk Merrill Lynch untuk menganalisis bisnis dan menindaklanjuti ketertarikan perusahaan di luar Indonesia untuk berinvestasi atau menjalin kemitraan dengan perseroan.

Sebelumnya, Meadow Asia Company Limited dan Matahari Putra juga telah menandatangani perjanjian jual beli Matahari Department Store pada 23 Januari 2010 senilai Rp 7,2 triliun.

Meadow Asia merupakan perusahaan patungan CVC Capital Partners dan Matahari Putra Prima. Melalui transaksi itu, CVC menguasai 80 persen saham Meadow, dan Matahari 20 persen sisanya.

Setelah transaksi, Meadow Asia melalui Meadow Indonesia akan menguasai 80 persen saham Matahari Department Store. Sedangkan Matahari hanya memiliki 20 persen saham dari jumlah semula 90,76 persen.

Sementara itu, di Indonesia, Lotte Group berencana untuk berinvestasi sekitar 1 triliun won atau sekitar US$860 juta melalui afiliasinya Lotte Mart. Melalui konsep bisnisnya, Lotte Group mengusung pusat perkulakan Lottermart Wholesale dan pusat perbelanjaan modern Lotte Mart. (art)

Dirjen Pajak: Calon Pegawai Jangan Tiru Gayus

VIVAnews - Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo pagi ini menguliahi 538 calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang ditempatkan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Tjiptardjo berharap dari CPNS itu tidak akan ada lagi 'Gayus-Gayus' yang lain.
 
Ditjen Pajak, Tjiptardjo melanjutkan, saat ini terus berbenah atas sistem yang awalnya lemah dan menjadi lubang bagi 'Gayus' untuk lewat.

Upaya pembenahan itu pun membuahkan hasil. Berdasarkan penilaian inisiatif antikorupsi 2010 (PIAK) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dari 183 unit utama 18 kementerian/lembaga dan delapan pemerintah daerah, Ditjen Pajak masuk yang terbaik.
 
"Kami satu-satunya yang diambang batas baik, yang enam ke atas. Ditjen Pajak mendapat nilai 8,18," kata Tjiptardjo di Kantor Pajak, Jakarta, Selasa 30 November 2010.
 
Untuk itu, kepada publik, dia berharap agar jangan selalu dipersepsikan bahwa 'Gayus-Gayus' lain masih ada.

Menurut Tjiptardjo, penilaian KPK itu menunjukkan ada instrumen atau standard operating procedure (SOP) yang oleh KPK dianggap makin mempersempit peluang terjadinya korupsi. "Kami terus berusaha memperbaiki, ada transparansi di pajak," kata dia.
 
Dia menjelaskan, bila dalam faktanya ada usaha yang melenceng dari ketentuan, secara langsung sistem di Ditjen Pajak itu yang akan memberi peringatan. Mulai dari atasan sampai bawahan semua yang melanggar pasti akan kena sanksi.
 
"Tadi saya tekankan, jangan seperti Gayus. Saya nasihati layaknya orang tua yang memberi tahu kepada anaknya," kata Tjiptardjo.
 
Ketika ditanya apakah ada program untuk mendikte kejujuran di Ditjen Pajak, menurut Tjiptardjo, sejauh ini belum ada. Tapi, dalam sistem yang terbentuk ada peraturan yang sifatnya melindungi wishtleblower (peniup peluit) atau bagi mereka yang melaporkan pegawai lain atas kejadian melanggar peraturan.
 
"Kami sebagai pemimpin harus optimistis bahwa mereka (538 CPNS) semuanya baik. Kan sudah disaring dari 100 ribu pendaftar. Jadi, kami sebagai orang tua, (berharap) jangan macam-macam," kata dia.
 
Sementara itu, terkait penilaian KPK, Tjiptardjo mengatakan bahwa Ditjen Pajak memiliki skor tinggi pada nilai kode etik, yakni sebesar 9,73. Nilai tertinggi tersebut sama dengan yang diraih Pemerintah Kota Yogyakarta.

Untuk penilaian atas peningkatan akses publik, Ditjen Pajak juga memperoleh nilai tertinggi sebesar 9,62 bersama 28 unit utama lain. Penilaian atas promosi antikorupsi, Ditjen Pajak memperoleh nilai tertinggi 9,82 bersama tujuh unit utama lainnya.
 
Keberhasilan memperoleh nilai tertinggi itu karena semangat reformasi dari seluruh jajaran Ditjen Pajak untuk berubah dalam upaya menyempurnakan reformasi birokrasi. (hs)

Kurtubi: Dampak Buruk Larangan Premium

VIVAnews - Rencana pemerintah membatasi konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi, khususnya premium dan solar, dinilai tidak tepat. Pembatasan konsumsi hanya akan menimbulkan masalah baru pada masa mendatang.

Pengamat energi yang juga Direktur Center for Petroleum and Energy Economics Studies Kurtubi mengatakan bahwa terganggunya kegiatan ekonomi masyarakat akan terjadi bila pasokan BBM dikurangi.

"Pertumbuhan ekonomi akan terganggu," kata Kurtubi saat dihubungi VIVAnews, Selasa 30 November 2010. "Pembatasan  ini menyalahi konsensus kebijakan energi dunia."

Masalah lain yang akan timbul adalah keributan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Bila permintaan tinggi, sementara pasokan dibatasi akan menimbulkan antrean panjang. Akhirnya pasar gelap dan penggelembungan harga pun terjadi.

Kurtubi mengatakan, bila pemerintah akan menurunkan beban subsidi, pemerintah seharusnya belajar dari kebijakan sebelumnya, konversi energi.

Menurut Kurtubi, sebelum konversi elpiji dilakukan pada 2007, subsidi minyak tanah merupakan terbesar dibandingkan dengan premium maupun solar. Kenyataannya, melalui konversi, konsumsi minyak tanah anjlok, dengan sendirinya subsidi juga berkurang drastis.

Pemerintah sebenarnya bisa melakukan konversi premium dan solar dengan bahan bakar gas (BBG). Penggunaan BBG sudah teruji pada Bus Transjakarta,  Bajaj, dan sejumlah taksi. "Bajaj saja bisa, masa mobil pribadi tidak bisa?" katanya.

Menurut Kurtubi, biaya konversi BBG tidak seberapa bila dibadingkan dengan subsidi BBM yang harus dikeluarkan pemerintah tiap tahun.

Tahap awal, pemerintah bisa mewajibkan seluruh mobil pelat merah dan angkutan umum di Jakarta dan sekitarnya untuk beralih pada BBG. Caranya, pemerintah mempercepat pembangunan tangki apung LNG (LNG receiving terminal) di  Tanjung Priok, Jakarta Utara. Setelah selesai, pemerintah memasang pipa dari Tanjung Priok ke pool taksi, bus, dan Bajaj.

"Pembangunan pipa gas biayanya tidak jauh beda dengan pipa air," katanya.

Selain membangun pipa, pemerintah juga harus memberikan alat pengkonversi BBG yang dipasang pada tiap kendaraan. "Ini harganya sekitar Rp4 juta per kendaraan," katanya. "Ini mirip pemberian kompor dan tabung elpiji ke masyarakat."

Setelah kendaraan pelat merah dan pelat kuning, pemerintah tinggal mewajibkan kendaraan pelat hitam. Sambil menunggu mewajibkan kendaraan pribadi, pemerintah bisa memfasilitasi pembangunan stasiun pengisian BBG (SPBBG). "Setiap SPBU yang masih memiliki tanah kosong wajib membangun SPBBG," katanya.

"Bila sudah berjalan, konsumsi premium dan solar akan jauh menurun, seperti konsumsi minyak tanah. Subsidi pun akan jauh berkurang."

Kurtubi menawarkan jalan lain dalam menurunkan beban subsidi, pemerintah menaikkan harga premium dan solar. Namun, risikonya pemerintah akan didemo rakyatnya. "Ini jalan paling sederhana. Tapi pemerintah mana yang mau didemo? Kan tidak ada," tutur Kurtubi. (hs)

Senin, 29 November 2010

Butuh Rp140 T, Jembatan Sunda Dibangun 2013

VIVAnews - Niat pemerintah mewujudkan jembatan terpanjang di dunia semakin serius. Bahkan, perencanaan pembangunan Jembatan Selat Sunda sudah memasuki tahap akhir.

Keseriusan pemerintah terlihat dari rapat gabungan Kementerian dan Lembaga terkait bersama Gubernur Banten di Jakarta, Senin sore, 29 November 2010. Rapat gabungan tersebut sudah menyepakati rencana dan perangkat pembangunan Jembatan Selat Sunda sesuai dengan Keputusan Presiden nomor 36 tahun 2009 tentang Tim Nasional Pembangunan Jembatan Selat Sunda.
 
"Sekarang, tinggal menunggu Keputusan Presiden (Keppres) untuk pelaksanaannya," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa. "Kita sudah berada di ujung pembangunan."

Menurut Hatta, saat ini semua perangkat yang dibutuhkan untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda sudah selesai. Itu mencakup organisasi, personalia, keterpaduan pekerjaan dan pembentukan tiga kelompok kerja yang membidangi teknis dan lingkungan, pengembangan wilayah ekonomi, serta keamanan dan pendanaan.
 
Selanjutnya, pemerintah akan membentuk badan pengembangan kawasan Selat Sunda yang terdiri atas Dewan Pengarah dan Badan Pelaksana. Badan pelaksana ini kemudian menunjuk sebuah Badan Usaha yang nantinya merealisasikan pembangunan jembatan yang akan menelan dana investasi hingga Rp140 triliun.

"Anggaran itu termasuk untuk jalur kereta api," kata Menko. Karena besarnya dana yang dibutuhkan, pemerintah berharap anggaran tersebut bisa didanai oleh kalangan swasta. Sedangkan, pemerintah Propinsi Banten dan Lampung akan menjadi mitra swasta.

Hatta berharap pondasi jembatan yang akan menghubungkan pulau Jawa dan Sumatra tersebut bisa mulai dibangun pada 2013 atau 2014 oleh para teknisi Indonesia dan selesai dibangun pada 2020.

"Ini diharapkan putra otak (insinyur) Indonesia, tenaganya Indonesia, karena ini ikon kebangkitan kita yang juga mampu membangun jembatan terpanjang di dunia," kata Hatta. Harapannya jembatan ini jadi ikon layaknya Golden Gate Bridge di San Francisco dan Sydney Harbour Bridge di Australia.

Adopsi Teknologi Italia

Selain menggunakan teknisi Indonesia, menurut Hatta, jembatan ini akan menggunakan teknologi terbaru, serta dipastikan dirancang dengan kekuatan bangunan bisa tahan gempa sampai 9 Skala Richter. "Detail teknologi bagaimana itu terlalu teknis, sekarang kita menuju akhir rencana pembangunan ini," ujar Hatta.

Namun, Direktur PT Bangungraha Sejahtera Mulia, Agung R Prabowo, sebelumnya mengungkapkan teknologi pembangunan jembatan ini akan mengadopsi Jembatan Selat Messina di Italia. "Teknologi ini pun sudah diterapkan di China," kata Agung.

Bangungraha Sejahtera Mulia merupakan salah satu perusahaan di bawah naungan Artha Graha Network (AG Network) yang terlibat dalam konsorsium pembangunan Jembatan Selat Sunda.

Menurut Agung, untuk mendanai pembangunan tersebut, sejumlah investor menyatakan minatnya, khususnya dari China. "Yang sangat serius ada 4-5 perusahaan," kata dia. Namun, Agung belum dapat menyebutkan nama perusahaannya.

Sedangkan dari dalam negeri, sejumlah perusahaan juga tertarik seperti PT Jasa Marga Tbk dan PLN. Jasa Marga akan menangani jalan tol, sedangkan PLN membangun jaringan kabel. "Mereka (PLN) punya rencana membangun jaringan kabel di bawah laut. Tapi mereka ingin ikut dengan kami melalui proyek jembatan tersebut," kata dia.

Pilihan Pertamina Soal Opsi Larangan Premium

VIVAnews - Menko Perekonomian Hatta Rajasa memastikan pemerintah akan menerapkan kebijakan larangan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi kendaraan bermotor mulai 1 Januari 2011.

Namun, pemerintah belum menentukan salah satu dari dua opsi yang akan dipilih. Kedua opsi yang dimaksud adalah larangan bagi semua mobil pribadi atau larangan berlaku hanya bagi mobil keluaran 2005 ke atas. Opsi apa yang akan dipilih, menurut pemerintah, tergantung dari kesepakatan dengan DPR.

Lantas bagaimana dengan Pertamina sebagai operator BBM bersubsidi?

"Kami sebagai operator akan mengikuti apa yang diputuskan oleh pemerintah," kata Corporate Secretary Pertamina, M Harun kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 26 November 2010.

Namun, kata dia, bagi Pertamina akan lebih senang jika pilihan pemerintah dan DPR jatuh pada opsi yang lebih sederhana. "Opsi yang lebih sederhana adalah opsi pertama, yakni Premium hanya diizinkan bagi mobil pelat kuning," kata dia.

Jadi, kata dia, semua mobil pribadi dilarang mengkonsumsi Premium yang merupakan BBM bersubsidi. Opsi ini akan lebih mudah dijalankan oleh Pertamina sebagai operator, sekaligus oleh para awak di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Kalau opsi kedua yang dipilih, pelaksanaannya di lapangan akan lebih rumit," kata Harun. Sebab, bagi para karyawan SPBU memilah-milah kendaraan berdasarkan tahun tidak begitu mudah dijalankan.

Namun, Harun menekankan Pertamina juga menyiapkan perangkat jika akhirnya pemerintah dan DPR memilih opsi kedua. "Kami tentu juga siap jika larangan BBM bersubsidi diberlakukan bagi mobil keluaran 2005."

Krakatau Steel Beberkan Penjualan Saham

VIVAnews - Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi XI DPR dengan PT Krakatau Steel digelar terbuka untuk umum. Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel, Fazwar R Bujang, memaparkan proses tercapainya kesepakatan penetapan nilai saham.

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Hari Azhar Azis, membuka RDP ini dan mempersilakan Direksi PT Krakatau Steel menggunakan kesempatan ini untuk menjelaskan tahapan mekanisme penetapan harga saham.

"Setelah ini kami juga akan undang Meneg BUMN, Pasar Modal, Menkeu, dan lainnya," ujar Hari saat membuka RDP di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin 29 November 2010.

Dalam keterangannya, Dirut PT Krakatau Steel, Fazwar mengatakan keputusan penetapan nilai saham diambil pada 25 Oktober 2010. Walaupun usulan awal berkisar Rp950-1000, namun akhirnya ditetapkan sebesar Rp800-1150 perlembar saham.

"Direktur Utama PT Krakatau Steel beserta Dewan Komisaris melakukan rapat pukul 8, waktu itu kami sepakat berdasar analisa yang kami punyai membawa angka Rp950-1000, itu ekspektasi kami," terangnya.

Kemudian, lanjut dia, rapat di kantor kementerian BUMN pun digelar pada pukul 11. Di kantor itulah kemudian harga saham sebesar Rp800-1150 per lembar diputuskan.

"Saat itu ada presentasi oleh salah satu pendukung yakni Credit Suisse, yang dipresentasikan kurva-kurva terkait book building awal," jelasnya.

Dalam RDP ini anggota Komisi XI DPR juga turut mengundang tiga penjamin emisi seperti PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Sekuritas. Penjamin-penjamin tersebut juga diminta memaparkan informasi yang diketahui terkait saham PT Krakatau Steel.

Mustafa: Bertemu Anas Tidak Terkait Krakatau

VIVAnews - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengakui telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebelum pelaksanaan penawaran saham perdana (IPO) PT Krakatau Steel. Namun, Mustafa mengakui pertemuan itu tidak membahas soal IPO Krakatau.

"Benar ada pertemuan awal Oktober di restoran Nippon Kan, Jakarta. Namun, pertemuan itu terbuka dan tidak ada rahasia-rahasiaan," kata Mustafa dalam diskusi di DPD RI, Jakarta, Jumat 26 november 2010.

Mustafa menerangkan pertemuan itu dilakukan atas undangan dari Partai Demokrat untuk perkenalan ketua fraksi yang baru, yaitu memperkenalkan Jafar Hafsah sebagai ketua fraksi yang baru di DPR.

"Ketika itu, bertemu dalam suasana ramah tamah sambil makan malam. Ya, sudah hanya bincang-bincang ringan. Biasa, namanya perkenalan kepada menteri seorang ketua fraksi baru di DPR," ujar Mustafa. "Pertemuan itu sama sekali tak menyinggung masalah Krakatau Steel."

Dia menjelaskan saat itu juga belum ada perkiraan bahwa penawaran saham Krakatau bakal bermasalah. Selama ini, kata Menteri, setiap IPO selalu berjalan lancar. "Jadi tak ada alasan pada hari itu saya katakan Pak Anas tolong bantu saya, saya mau IPO Krakatau Steel. Sebab, semuanya berjalan dengan baik.

Menurut dia, proses IPO dilakukan sesuai dengan aturan. Karena itu, dia menekankan itu bukan pertemuan rahasia. Apalagi, pertemuan itu sama sekali tidak terkait dengan Krakatau Steel."

IPO Krakatau sempat menimbulkan polemik yang menggegerkan publik Indonesia. Penyebabnya adalah penetapan harga saham Krakatau sebesar Rp850 per lembar yang dianggap kemurahan, serta soal penjatahan penjualan saham Krakatau.

Hotel di Yogyakarta Rugi Ratusan Miliar

VIVAnews - Meski tidak secara blak-blakan, para pelaku usaha hotel berbintang mengutarakan mengalami kerugian lumayan akibat letusan Gunung Merapi. Diperkirakan hotel berbintang lima rata-rata merugi mencapai Rp4 miliar.

“Ada informasi dari salah satu hotel bintang lima di Yogyakarta sejak erupsi tanggal 26 Oktober  2010, mengalami kerugian hingga Rp4 miliar,” kata Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) Herman Tony, Minggu, 28 November 2010

Menurut Tony, jumlah hotel berbintang di Yogyakarta saat ini mencapai 30 hotel dan lebih banyak berlokasi di kota Yogyakarta. Sedangkan untuk hotel kelas melati jumlahnya mencapai lebih dari 300.

“Kalau dihitung kerugiannya dengan asumsi satu hotel berbintang merugi hingga Rp4 miliar dan ditambah kerugian yang dialami hotel melati maka jumlah mencapai ratusan miliar rupiah,” katanya.

Saat ini, tingkat hunian hotel di Yogya berangsur pulih terutama setelah Bandara Adisutjipto dibuka kembali pada 20 November 2010. Saat bandara ditutup, rata-rata tingkat hunian hotel, khususnya hotel bintang, di bawah 20 persen, berkisar 10-15 persen

“Dengan demikian memang ada pengaruh yang cukup baik sejak dibukanya bandara dengan tingkat hunian hotel,” katanya.

Lebih lanjut Tony menyatakan belum normalnya tingkat hunian hotel berbintang dan hotel kelas melati bukan karena erupsi Gunung Merapi, tetapi lebih karena pemberitaan terkait Merapi ini.  “Saat ini, para pelaku pariwisata khususnya Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY), memiliki pekerjaan rumah besar bagaimana mengembalikan citra Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Laporan Juna Sanbawa | Yogyakarta

China Geser Amerika, Indonesia Masuk 5 Besar?

VIVAnews - Perekonomian dunia kini berada dalam super-cycle (siklus-super). Ini adalah masa pertumbuhan global historis yang tinggi, yang berlangsung satu generasi atau lebih. Super-cycle yang ditandai dengan munculnya  pertumbuhan ekonomi yang cepat ini dinikmati oleh negara seperti Cina, India dan Indonesia sekarang.

Ada banyak faktor pendorong terjadinya hal ini, termasuk peningkatan perdagangan, tingginya tingkat investasi, urbanisasi yang cepat dan inovasi teknologi.

Dalam sejarahnya, perekonomian dunia telah dua kali menikmati super-cycle sebelumnya. Pertama, 1870-1913, mengalami pick-up signifikan pada pertumbuhan global. Rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia setiap tahun sebesar 2,7%, satu persen lebih tinggi dari sebelumnya. Siklus itu dipimpin oleh munculnya Amerika Serikat, serta munculnya peningkatan perdagangan dan penggunaan teknologi yang lebih besar dari Revolusi Industri.

Super siklus kedua, dari 1945 hingga awal 1970-an, pertumbuhan rata-rata 5% dan ditandai oleh rekonstruksi pasca-Perang dan catch-up di sebagian besar dunia. Ini juga ditandai oleh munculnya kelas menengah yang besar di Barat dan negara-negara pengekspor di Asia, dipimpin oleh Jepang.

Sekarang, kita mungkin berada dalam super-cycle yang berbeda, namun dengan aspek-aspek serupa seperti dua super-cycle sebelumnya.

Bagi orang-orang di Asia dan di seluruh dunia, muncul ide pertumbuhan mungkin terdengar tidak biasa. Tapi bagi banyak orang di Barat, pikiran dari Super-Cycle bukan hal aneh mengingat masalah inilah yang dihadapi perekonomian dunia. Faktanya,ekonomi dunia sekarang lebih dari US$62 triliun, sekitar dua kali lipat dibandingkan satu dekade lalu, bahkan telah melampaui puncak pra-resesi.

Selama dua tahun terakhir, ekonomi telah rebound didorong oleh kebijakan stimulus di Barat dan oleh pertumbuhan kuat di Timur. Memang, pasar di negara-negara berkembang, yang merupakan sepertiga dari ekonomi dunia, saat ini mencapai dua-pertiga pertumbuhannya. Tren ini tampaknya akan terus berlanjut.

Pada tahun 2030, perekonomian dunia bisa tumbuh menjadi US$308 triliun. Proyeksi ini berarti tingkat pertumbuhan riil sebesar 3,5% untuk periode mulai tahun 2000 -- saat Super-Cycle dimulai -- hingga 2030. Atau rata-rata pertumbuhan riil sebesar 3,9% dari sekarang hingga 2030. Ini akan menjadi kemajuan signifikan dibandingkan dengan pertumbuhan 2,8% selama 1973 hingga 2000.

Situasi yang luar biasa tidak hanya berupa kemungkinan skala ekspansi ini, tetapi juga ramalan yang didasarkan pada proyeksi pertumbuhan yang terlalu berhati-hati. Misalnya, China diperkirakan akan tumbuh rata-rata 6,9% per tahun selama periode tahun 2030 dan India sebesar 9,3%.

Pada tahun 2030, India mungkin telah menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia. Selain itu, Indonesia, yang saat ini perekonomian peringkat 18 terbesar kemungkinan besar akan pindah menjadi lima terbesar dunia dalam jangka waktu dua puluh tahun saja, setelah menikmati hampir rata-rata 7% pertumbuhan selama periode tersebut.

Memang, selalu ada risiko yang dapat mempengaruhi pertumbuhan global. Super-cycle pertama berakhir dengan pecahnya Perang Dunia Pertama, yang kedua dengan guncangan minyak bumi diawal tahun tujuh puluhan. Namun, kali ini semoga dunia mempunyai posisi lebih baik untuk mengatasi risiko munculnya badan pengambil keputusan internasional dan forum kebijakan seperti G20.

Sangatlah penting menekankan bahwa super cycle bukan berarti pertumbuhan akan terus menguat selama seluruh periode. Dalam tiga atau empat tahun terakhir saya termasuk di antara yang paling pesimis tentang pertumbuhan ekonomi AS. Saya masih berhati-hati karena perekonomian AS masih akan berjuang di tahun depan dengan pertumbuhan di bawah tren. Demikian juga Eropa dan Jepang, keduanya akan menghadapi prospek jangka pendek yang masih lesu dengan pertumbuhan datar.

Karena itu, perkembangan akan lebih luar biasa jika Asia dapat mendorong lebih banyak pertumbuhan mereka sendiri. Apalagi hal tersebut sangat dibutuhkan dunia.

Tahun depan, China akan melihat tahun pertama dari rencana lima-tahunan ke-12. Hal ini seharusnya akan membantu pertumbuhan mereka. Namun demikian, bank sentral China dan lainnya di seluruh Asia akan melakukan pengetatan kebijakan untuk menahan inflasi. Pada gilirannya, hal ini harusnya memungkinkan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, namun dengan tingkat yang mendekati atau bahkan di bawah yang terlihat pada tahun ini. Jadi, dalam Super-Cycle, jelas akan ada tantangan bagi para pembuat kebijakan.

Sebagaimana pentingnya untuk fokus pada tantangan jangka pendek, namun sangat penting tetap melihat peluang jangka panjang. Selama Super-Cycle, kami percaya bahwa China bisa menggantikan AS sebagai perekonomian terbesar dunia pada 2020, jauh lebih cepat daripada yang banyak pihak prediksikan.

Namun, dari perkiraan itu yang paling penting adalah cerita yang terjadi dibaliknya.

Tak bisa dipungkiri, ada skala perekonomian yang tengah berkembang. Seiring dengan pertumbuhannya, negara-negara berkembang akan memberikan pengaruh lebih besar pada perekonomian dunia. Begitupun dengan dampak dari pertumbuhan koridor-koridor perdagangan baru. Hampir 85% dari populasi dunia kini semakin saling terkait melalui perdagangan, sehingga memungkinkan  pertambahan jumlah orang yang akan berkontribusi pada perekonomian global.

Sumber-sumber pendanaan akan menjadi penggerak pertumbuhan yang penting, mengingat tingginya kebutuhan investasi, khususnya di bidang infrastruktur. Lalu ada hal lain yang saya sebut perspiration atau keringat dari makin banyaknya jumlah orang yang bekerja dan berbelanja, dan juga kreativitas yang makin besar atas inovasi dan teknologi.

Negara-negara yang akan berhasil adalah negara yang paling banyak memiliki uang tunai, komoditas dan kreativitas. Dalam beberapa tahun terakhir saya kerap menjelaskan keadaan yang tengah terjadi sebagai New World Order, mencerminkan pergeseran keseimbangan kekuatan ekonomi dan keuangan dari Barat ke Timur.

Nah, di tengah pergeseran ini masih berlaku, Super-Cycle lebih tepat mencerminkan apa yang sedang terjadi. Barat masih sangat mungkin berhasil dengan lingkungan seperti ini, terutama jika perekonomian di sana kreatif. Namun sudah jelas bahwa Asia akan muncul menjadi pemenang.

Penulis:
Dr Lyons Gerard
Head of Global Research and Chief Economist di Standard Chartered Bank

Jembatan Selat Sunda Tahan Gempa 9 SR

VIVAnews - Jembatan Selat Sunda (JSS) diharapkan menjadi salah satu ikon sukses pembangunan Indonesia. Salah satunya, jembatan terpanjang di dunia ini akan menggunakan teknologi terkini dan dipastikan memiliki rancangan tahan gempa sampai 9 Scala Richter.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa memastikan rancangan ketahanan gempa ini sesuai memimpin rapat Gabungan di kantor Menko Perekonomian, Senin 29 November 2010. "Jembatan akan dibangun dengan teknologi terkini dan akan mempunyai kekuatan tahan gempa sampai 9 sekian SR," kata Hatta.

Sayangnya, Hatta tidak bersedia mendetailkan seperti apa rancangan teknologi itu. Termasuk bagaimana proporsi letak pembangunan jembatan dibanding risikonya terhadap letak gunung Krakatau.

"Itu terlalu teknis, sekarang kita menuju akhir rencana pembangunan ini dengan menunggu Keputusan Presiden Pembentukan Badan pengembangan kawasan Selat Sunda," ujar Hatta.

Ia menyebut dengan detail yang rinci bahwa pembangunan jembatan ini akan menelan biaya yang cukup besar. Tapi pemerintah berharap bahwa pendanaan itu sepenuhnya bisa didanai oleh swasta, dalam hal ini kedua pemerintah daerah propinsi Banten dan Lampung menjadi mitra swasta.

Hatta mengatakan sebagai ikon, pembangunan jembatan sepenuhnya akan dirancang dan ditenagai oleh orang-orang Indonesia. Harapannya jembatan ini menjadi ikon layaknya Golden Gate Bridge di San Francisco dan Sydney Harbour Bridge di Australia.

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini akan melibatkan seluruh Gubernur se-Jawa dan se-Sumatera. Pada sisi Banten nantinya pembangunan jembatan ini akan bertumpu pada sisi Banten Selatan, dimana daerah ini meliputi Serang, Pandeglang dan Lebak.

Sayang berapa hektar daerah yang akan dikembangkan sebagai kawasan kaki di daerah banten ini semuanya harus menunggu Feasibility Study (FS).
"Nanti semuanya menunggu FS ya," ujar Ratu Atut. (hs)

Jembatan Selat Sunda Pakai Insinyur Indonesia

VIVAnews - Perencanaan pembangunan Jembatan Selat Sunda sudah memasuki tahap akhir. Diperkirakan pembangunan itu akan memakan dana hingga Rp140 triliun.

Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, meski belum bisa menyimpulkan dana yang diperlukan namun pembangunan itu memakan dana Rp100 triliun. "Plus jalur kereta api kurang lebih antara Rp140 triliun," ujar Hatta usai memimpin rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Senin 29 November 2010.

Rapat gabungan Kementerian/Lembaga bersama yang dilakukan sore ini, dengan Gubernur Banten sudah menyepakati rencana pembangunan kawasan Jembatan Selat Sunda.

Menurut Hatta, sesuai Keputusan Presiden nomor 36 tahun 2009 tentang Tim Nasional Pembangunan Jembatan Selat Sunda, bahwa semua perangkat yang dibutuhkan untuk perencanaan pembangunan Jembatan Selat Sunda selesai.
 
"Tinggal menunggu Keputusan Presiden (Keppres) untuk melaksanakannya," katanya.
 
Pekerjaan yang telah dirampungkan hari ini adalah yakni penyelesaian terkait organisasi, personalia, keterpaduan pekerjaan, dan pembentukan 3 pokja yakni yang membidangi teknis dan lingkungan, pengembangan wilayah ekonomi, dan pokja yang membidangi keamanan dan pendanaan.
 
Rapat tadi membahas 2 hal berkaitan dengan upaya percepatan pembangunan Jembatan Selat Sunda. Untuk itu diperlukan pembentukan badan pengengembangan kawasan Selat Sunda dimana badan itu terdiri atas Dewan Pengarah dan Badan Pelaksana. Selanjutnya dari badan pelaksana inilah akan menunjuk sebuah Badan Usaha. Badan Usaha inilah yang nantinya akan merealisasikan pembangunan Jembatan Selat Sunda.
 
Hatta mengatakan bahwa badan usaha ini nantinya bisa terdiri atas swasta, BUMN, dan BUMD.
 
"Kita harapkan ini bisa ground breaking (pembangunan fondasi) 2013 atau 2014," ujar Hatta. Tak hanya itu, mandat dari rapat sore ini adalah Jembatan Selat Sunda bisa dibangun oleh para teknisi Indonesia.

"Ini diharapkan putra otak (insinyur) Indonesia, tenaganya Indonesia, karena ini ikon kebangkitan kita yang juga mampu membangun jembatan terpanjang di dunia," kata Hatta.
 
Pengembangan jembatan ini, lanjutnya, telah mempertimbangkan usulan dari seluruh Gubernur Sumatera, Jawa dan Bali dimana ada semacam MoU. Pembangunan juga memperhatikan apa yang sudah diajukan Propinsi Banten dan Lampung tentang pra Feasibility Study (studi kelayakan) untuk menjadi dasar pembentukan badan pelaksana dan badan usaha.
 
"Kita sudah berada di ujung pembangunan," ujar Hatta meyakinkan. (hs)

Kata Medco Soal Penolakan Akuisisi Pertamina

VIVAnews - Rencana PT Pertamina (Persero) mengakuisisi secara tidak langsung saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC) menemui kendala. Sebab, wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menolak aksi korporasi tersebut.

Apa komentar Medco Energi yang sebenarnya siap diakuisisi perusahaan minyak dan gas (migas) pelat merah tersebut?

Menurut Sisca Alimin, sekretaris perusahaan Medco Energi International, mengenai batalnya atau penundaan Pertamina mengakuisisi perseroan itu merupakan masalah privasi dan urusan pemegang saham.

"Itu privasi ya dan kami nggak tahu, karena merupakan urusan pemengang saham," ujarnya saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Jumat 26 November 2010.

Hilmi Panigoro, yang mewakili keluarga Panigoro sebagai pemegang saham Medco belum bisa diminta konfirmasi soal penolakan oleh DPR tersebut. Berulang kali dihubungi ponselnya, Presiden Komisaris Medco Energi tersebut  tidak mengangkatnya.

Seperti diketahui, Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Dewi Aryani Hilman berpendapat, ditolaknya aksi korporasi tersebut karena ada sisi politis yang harus dijelaskan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.

Menurutnya, akuisisi Pertamina terhadap saham Encore International yang memiliki Medco Energi nantinya hanya akan memberatkan perusahaan. "Walaupun banyak analis di Pertamina, pasti banyak juga yang menolak," katanya.

Senada dengan itu, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Satya W Yudha, menambahkan dana akuisisi yang nantinya dipersiapkan oleh Pertamina seharusnya bisa digunakan untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

Menanggapi penolakan Komisi VII DPR, Direktur Pertamina, Ferederick ST Siahaan, menegaskan bahwa Pertamina sampai saat ini belum mengambil keputusan mengenai jadi tidaknya akuisisi saham Encore tersebut.

"Sampai hari ini direksi belum pernah mengatakan sudah akan mengakuisisi Medco. Keputusan belum dibuat," kata Ferederick. (hs)

Larangan Premium 1 Januari Berlaku Nasional

VIVAnews - Pembatasan BBM bersubsidi awal tahun depan berlaku untuk nasional.  Ini berbeda dengan wacana semula bahwa larangan menggunakan BBM bersubsidi itu rencananya hanya berlaku di Jabodetabek.

Pemerintah siap melaksanakan kebijakan itu, termasuk perangkat yang akan dioperasikan, mulai dari stiker hingga petugas operasional di lapangan. "Pembatasan ini langsung berlaku nasional, tidak seperti wacana awal yang hanya Jabodetabek," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Jumat 26 November 2010.

Namun, Hatta belum bisa memastikan jenis larangan yang akan diterapkan, apakah larangan penggunaan BBM bersubsidi berlaku bagi semua mobil pribadi dan mobil keluaran 2005 ke atas. Sebab, itu bergantung pada persetujuan DPR.

Ia meyakini Pertamina telah mempersiapkan jauh hari seperti mengurangi pasokan BBM subsidi Premium dan mengganti Pertamax di wilayah tertentu. Hal ini dilakukan sementara di Jabodetabek, karena wilayah luar Jawa lebih kecil cakupannya.

Hatta meyakini pelaksanaan per 1 Januari 2011 nanti tidak akan ada kendala, kecuali memang ada yang berniat buruk. Namun demikian antisipasi atas gangguan sistem ini juga dikatakan telah siap.

"Sebagus apapun sistem itu, kalau ada niat jahat tetap bisa dirusak, tapi memang kita harus punya sistem agar kejahatan itu tidak gampang dilakukan," katanya.

Terkait permintaan DPR agar pemerintah mengajukan pilihan lain selain dua pilihan yang diajukan ke DPR, Hatta mengatakan bahwa tidak ada lagi. "Dua opsi itu adalah yang terbaik, kalau lainnya apalagi?," kata Hatta balik bertanya. (hs)

Baca Juga:

Dirut Indomobil: Motor Saja Pakai Pertamax

LPEM: Pemilik Mobil 2005 Orang Mampu

Kadin Harap Busyro Ciptakan Kepastian Hukum

VIVAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap pada pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas dan Jaksa Agung baru Basrief Arief. Diharapkan keduanya dapat menciptakan kepastian hukum bagi dunia usaha di Indonesia.

Kepastian hukum sangat penting agar tercipta iklim usaha yang kondusif sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Anindya Novyan Bakrie, Wakil Ketua Umum Kadin menyatakan hal tersebut pada wartawan seusai menghadiri pembukaan Musyawarah Provinsi II Kadin Kepulauan Riau (Kepri) di Hotel Novotel, Batam, Kepri, Sabtu, 27 November.

“Kita (Kadin) berharap mudah-mudahan (Busyro Muqoddas dan Basrief Arief) bisa menjalankan tugasnya dengan baik dalam penegakan hukum, dan memberikan kepastian hukum, yang sangat penting bagi kalangan pengusaha,” kata Anindya.

Sejauh ini, Anindya menyebutkan, ada banyak kemajuan dalam usaha penegakan hukum di Indonesia, terutama dalam pemberantasan korupsi. Namun, prestasi tersebut tentu harus terus ditingkatkan oleh dua pimpinan lembaga penegak hukum yang baru, yakni Busyro Muqoddas dan Basrief Arief.

Menurutnya, kalangan usaha di dalam atau pun luar negeri sangat mengapresiasi perkembangan pesat proses demokratisasi di Indonesia.

“Sebab, dalam dunia usaha sangat dibutuhkan good corporate governance, tata kelola yang baik. Good corporate governance itu bukan hanya persepsi, tetapi juga bisa dapat menghasilkan produk-produk yang baik dan berdaya saing, dan berkontribusi bagi perekonomian Indonesia.”

Maka, kata Anindya, iklim usaha yang kondusif yang ditopang kepastian hukum adalah sebuah keniscayaan.

Anindya mengaku yakin bahwa dua pimpinan baru lembaga penegak hukum itu dapat bekerja maksimum dan memberikan yang terbaik bagi bangsa. “Keduanya adalah kader terbaik bangsa. Mereka telah melewati proses yang cukup panjang sampai terpilih. Kita beri waktu kepada keduanya untuk bekerja,” ucapnya.

Laporan: M Arief Hidayat

Popular Posts