November 2011

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 30 November 2011

Enam Bank Sentral Bersatu, Bursa Asia Melaju

VIVAnews - Saham-saham di bursa Asia mengalami untung terbesar dalam dua pekan terakhir pada perdagangan hari ini, Kamis 1 Desember 2011. Penguatan ini dipicu oleh aksi enam bank sentral dunia yang bergerak bersama untuk membantu likuiditas bagi bank-bank Eropa dengan menyediakan pembiayaan dolar AS yang lebih murah.

Keenam bank tersebut adalah The US Federal Reserves, European Central Bank, serta bank-bank sentral di Kanada, Inggris, Jepang, dan Swiss. Bank sentral tersebut sepakat untuk menurunkan biaya penukaran dolar AS sebesar 50 basis poin mulai 5 Desember mendatang. Serta kesepakatan untuk melakukan perjanjian bilateral guna menyediakan likuiditas dengan mata uang lainnya

Seperti dikutip Reuters, Kamis, 1 Desember 2011, indeks MSCI di kawasan Asia Pasifik di luar Jepang naik 3,5 persen, atau tertinggi sejak pertengahan November. Hal ini dipicu indeks bursa saham AS yang melonjak empat persen dan Eropa sebesar dua persen pada perdagangan Rabu kemarin.

Sementara itu, indeks Nikkei di bursa Jepang juga mengalami kenaikan sebesar dua persen, atau tertinggi dalam 25 hari perdagangan bursa.

Bursa saham Hong Kong juga tampil memukau dengan kenaikan indeks Hang Seng sebesar 5,3 persen setelah pemerintah memutuskan memotong rasio persyaratan cadangan untuk pembiayaan komersial. Kebijakan itu pertama kalinya dilakukan sejak tiga tahun terakhir dan memberi sinyal terjadinya pelemahan ekonomi di kawasan tersebut.

"Ini jelas risiko sehari, sehingga perlu dilakukan tindakan apa pun yang dilakukan dalam semalam," ujar Ekonom Senior dari RBC Capital Markets, Su-Lin Ong.

Dari Tanah Air, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan hari juga ikut merespons positif perkembangan bursa-bursa di Asia dan dunia. IHSG pada pukul 10.45 WIB tercatat menguat 85,63 poin atau 2,29 persen ke level 3.800,115.

Kendati merespons positif terhadap kinerja bursa hari ini, sejumlah analis masih mewaspadai apa yang terjadi pada perdagangan saham hari ini. Analis menilai langkah bank sentral ini hanya mengulur waktu bagi Eropa untuk terus memerangi krisis surat utang yang semakin parah.

"Langkah ini menunjukkan mereka berusaha memperpanjang upaya penanganan darurat. Hal yang lebih penting adalah apakah Eropa akan memberikan dana talangan lebih besar dan hal ini masih belum jelas," kata Chief Strategist Daiwa SB Investment di Tokyo, Soichiro Monji. (art)

Pria China Gemar Belanja Barang Mewah

VIVAnews - Fenomena tak biasa kini muncul di negara yang tengah mengalami booming ekonomi, China. Saat ini, diketahui kalangan pria di negara tersebut menghabiskan uang lebih banyak untuk berbelanja barang-barang mewah dibandingkan kalangan wanitanya.

Para pria China kini menghabiskan uangnya untuk membeli pakaian Giorgio Armani, tas dari Gucci, dan jam tangan Rolex.

Mengutip laporan perusahaan konsultan di China, Bain, yang dikutip CNBC.com, pada 2010, para pria China menghabiskan dana hingga 7 miliar yuan setara US$1,1 miliar guna membeli pakaian. Angka itu jauh melewati belanja kalangan wanita China yang mencapai 2,8 miliar yuan.

Tahun ini, belanja kalangan pria China untuk membeli pakaian mewah diperkirakan naik 9 persen, lebih tinggi dari para wanita yang hanya 7 persen.

Bain memperoleh laporan ini dari penjualan barang-barang mewah di Landmark Merk yang merupakan sebuah pusat perbelanjaan khusus para pria di Hong Kong dengan luas areal 60 ribu kaki.

Di pusat pertokoan ini, sejumlah merek ternama seperti seperti Valentino, Gucci, dan Louis Vuitton berjejer di antara produk mahal lainnya seperti parfum, gadget. Mal ini sendiri baru dibuka pada Oktober 2011.

Presiden dari Coach Retail International, Victor Luis, di Shanghai seperti dikutip Los Angeles Times melaporkan kalangan pria China merupakan 45 persen dari konsumen tas bermerek dengan nilai penjualan US$1,2 miliar.

Senior Expert and Lender dari McKinsey Asia Consumer Center, Vinay Dixit, menambahkan, lebih dari 12 bulan terakhir, kalangan pria China rata-rata menghabiskan 62 persen lebih banyak untuk parfum dan 52 persen jam tangan dibandingkan kalangan perempuan.

Sebagai informasi, Louis Vuitton saat ini memiliki 36 toko di 29 kota di China daratan. Jumlah itu meningkat dibandingkan 2005 yang hanya sebanyak 10 toko.

Perusahaan ritel lain yang menambah ekspansi bisnis adalah Gucci, di mana sebelumnya hanya memulai membuka toko sebanyak 6 buah pada 2006. Saat ini, Gucci telah memiliki 39 toko. Sementara itu, Hermes telah melipatgandakan tokonya menjadi 20 unit sejak 2005.

Menurut senior manager dari sebuah merek ternama di Hong Kong, konsumsi barang mewah di China berasal dari kegiatan para pebisnis yang melawat ke luar negeri dan membawa barang-barang mewah ke China. "Pria merupakan pembeli terbesar dibandingkan wanita. Mereka membeli oleh-oleh untuk mitra bisnis maupun istrinya, biasanya berasal dari pejabat pemerintah," katanya.

Namun, motivasi para pria China membeli barang mewah tampaknya sudah beralih. Kini para pria membeli perlengkapan mewah sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras dan kesuksesan mereka. (art)

Pemerintah Larang Ekspor Bahan Baku Rotan

VIVAnews - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan akhirnya resmi mengeluarkan larangan ekspor bahan baku rotan. Larangan ini terutama untuk mendukung industri berbahan baku rotan di dalam negeri.

"Kami menutup ekspor bahan baku rotan dengan keyakinan akan terjadi penyerapan oleh industri di dalam negeri. Selain itu, pembangunan sentra produksi ke depan tidak hanya difokuskan di pulau Jawa tetapi akan dikembangkan di seluruh Indonesia," kata Menteri Perdagangan, Gita Irawan Wirjawan, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.com, Kamis, 1 Desember 2011.

"Dan tak kalah pentingnya, peningkatan usaha untuk terjadinya alih teknologi dari luar yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas produk melalui pengembangan desain." imbuhnya.

Mendag menuturkan, beberapa waktu yang lalu pemerintah telah melakukan kebijakan pengetatan ekspor melalui eksportir terdaftar, penetapan kuota ekspor, jenis dan ukuran yang dapat diekspor, serta pengenaan bea keluar.

Namun, kebijakan tersebut ternyata belum dapat mendorong laju pertumbuhan industri rotan di dalam negeri, agar kembali pulih seperti di waktu yang lalu. Hingga akhirnya pemerintah menganggap perlu untuk mengeluarkan kebijakan larangan ekspor bahan baku rotan.

Gita menuturkan, alasan mendasar dari dikeluarkannya kebijakan larangan ekspor bahan baku rotan ini, yaitu untuk menjaga ambang lestari sumber daya rotan dan hutan. Selain itu untuk meningkatkan utilisasi industri dan ekspor produk rotan, serta untuk mencegah terjadinya penyelundupan akibat masih diperbolehkannya ekspor jenis-jenis rotan tertentu.

Dia menjelaskan, beberapa langkah kebijakan yang perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak dari pelarangan ekspor bahan baku rotan. Yaitu dengan melakukan berbagai kebijakan dan rencana aksi yang dapat dilihat dari berbagai aspek.

Dari aspek perindustrian. Pertama, menjamin ketersediaan bahan baku rotan untuk kepentingan industri dalam negeri. Kedua, meminimalisir dampak langsung kepada petani atau pengumpul rotan sehingga semua rotan yang dihasilkan dari hutan alam dan hasil budi daya dapat diserap oleh industri di dalam negeri.

Aspek perindustrian yang ketiga, menyiapkan roadmap pengembangan industri dalam negeri yang realistis dan dapat segera diaplikasikan. Serta penyiapan SDM yang memiliki keahlian dalam pengolahan bahan baku rotan. Keempat, melakukan promosi bersama-sama kementerian terkait untuk peningkatan penggunaan produk dari bahan baku rotan di dalam negeri.

Kemudian aspek kehutanan, yaitu adanya dukungan kebijakan yang nyata agar petani atau pengumpul rotan tidak berpindah kepada usaha tanaman lain ataupun sektor lain. Sehingga petani atau pengumpul tetap memungut rotan guna pasokan kepada industri di dalam negeri.

Kedua, adanya dukungan kebijakan untuk menjaga ekosistem rotan, agar rotan tidak punah oleh adanya eksploitasi sumberdaya rotan yang berlebihan atau adanya keengganan petani atau pengumpul untuk memungut rotan.

Sementara aspek perdagangan, yaitu pertama Peraturan Menteri Perdagangan yang menetapkan rotan masuk ke dalam sistem resi gudang. Serta rotan yang masuk dalam resi gudang akan mendapat subsidi pemerintah untuk bunga bank. Kedua, penyiapan gudang untuk penampungan rotan dalam sistem resi gudang.

Ketiga, penerapan standar mutu bahan baku rotan yang di pasarkan di dalam negeri. Keempat, Peraturan Menteri Perdagangan tentang Pengangkutan Rotan Antar Pulau untuk mencegah terjadinya penyelundupan rotan dan menjaga ketersediaan bahan baku industri barang jadi rotan di dalam negeri.

Paket Kebijakan

Dari langkah-langkah itu, pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan secara bersamaan. Pertama, Peraturan Menteri Perdagangan tentang Ekspor Rotan yang mencakup larangan ekspor rotan asalan, rotan mentah, dan rotan setengah jadi.

Kedua, Peraturan Menteri Perdagangan tentang pengangkutan antar pulau rotan. Ketiga, Peraturan Menteri Perdagangan tentang barang yang dapat disimpan di gudang dalam penyelenggaraan sistem resi gudang.

Keempat, Peraturan Menteri Perindustrian tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 119/M-Ind/Per/10/2009 tentang peta panduan (Roadmap)  pengembangan klaster industri furnitur (terutama furnitur rotan).

Kelima, Peraturan Menteri Kehutanan tentang penetapan rencana produksi rotan lestari secara nasional periode 2012 yang berasal dari pemanfaatan dan pemungutan Hasil hutan bukan kayu rotan yang dibebani IUPHHBK atau IPHHBK yang sah.

Ekspor Rotan Mentah

Sebelumnya, pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk membuka dan menutup ekspor rotan melalui pemberlakuan larangan ekspor rotan mulai 1989 hingga 1999 dan larangan yang kedua dikeluarkan pada Mei 2004 sampai Juni 2005.

Sedangkan kebijakan untuk memperbolehkan ekspor rotan dilakukan pertama sejak 1999 sampai dengan 2004, dan kedua pada 2005 hingga sekarang. Kebijakan membuka dan menutup ekspor rotan yang telah dilakukan pemerintah ternyata belum mampu untuk mengembangkan industri pengolahan yang berbahan baku rotan.

Beberapa faktor penyebabnya adalah, pertama, diperbolehkannya ekspor rotan mengakibatkan eksploitasi pengambilan rotan. Sehingga mengancam kelestarian bahan baku rotan. Kedua, diperbolehkannya ekspor rotan dapat mengakibatkan industri dalam negeri kesulitan untuk mendapatkan akses suplai bahan baku rotan di dalam negeri.

Ketiga, industri yang berbahan baku rotan di luar negeri memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif (diluar aspek bahan baku). Seperti akses permodalan dengan bunga rendah, fasilitas infrastruktur yang memadai, menggunakan desain yang modern, sistem produksi yang efisien, menggunakan teknologi yang baik dan kepercayaan buyer untuk membeli produk yang berbahan rotan dari negara pesaing Indonesia.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan industri pengolahan rotan di dalam negeri dapat kembali bangkit dan bersaing lebih baik di pasar internasional, sehingga akan memperbaiki taraf hidup para pelaku industri kecil, menengah maupun para petani atau pengumpul rotan di sentra-sentra produksi.

Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia. Sekitar 85 persen konsumsi rotan dunia dipasok dari Indonesia. Di Indonesia terdapat delapan marga rotan yang terdiri dari sekitar 306 jenis, namun yang biasa dimanfaatkan ada 51 jenis.

Menurut data dari Kementerian Kehutanan hasil penelitian dari  International Tropical Timber Organisation (ITTO), rotan yang dapat diproduksi lestari adalah sebesar 530.000 ton rotan mentah dan kemudian dikonversi dalam rotan kering menjadi 2,5 berbanding satu kilogram rotan kering. Sehingga jumlahnya menjadi 210.000 ton. Kemudian menjadi rotan asalan sebesar 126.000 ton, dan dari rotan asalan menjadi rotan setengah jadi (50 persen) sebesar 63.000 ton.

Dari jumlah tersebut, rotan setengah jadi rata-rata diekspor sebesar 33.000 ton dan sisanya sebesar 30.000 ton dipakai untuk pasokan kebutuhan industri barang jadi rotan dan furnitur rotan dalam negeri. Utilisasi industri dalam negeri sekarang tinggal sebesar 30 persen karena adanya ekspor. Sehingga pasar industri berbahan baku rotan dipasok oleh pesaing yang mendapatkan bahan baku rotan dari Indonesia.

Kebutuhan bahan baku rotan untuk pasokan dalam negeri membutuhkan jumlah sebesar 62.921 ton dengan perincian 60 persen rotan murni dan 40 persen rotan kombinasi atau sama dengan satu ton mebel rotan sama dengan 1,2 ton rotan bahan baku. Bahan baku untuk mebel rotan kombinasi sebesar 30 persen, dan anyaman 10 persen. (eh)

Krisis Tak Menentu, Emas Kembali Menggeliat

VIVAnews - Perlahan, harga emas di pasar Asia mulai menunjukkan gejala kenaikan. Selama tiga hari terakhir, harga emas di pasar spot Singapura telah mengalami kenaikan dan terakhir meningkat 0,5 persen. Geliat harga emas ini disebabkan sentimen negatif investor terhadap kondisi Eropa yang masih berjuang keluar dari krisis utang yang telah memasuki tahun ketiga.

Sentimen negatif semakin besar setelah Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), Christian Noyer, menegaskan situasi Eropa yang semakin mengkhawatirkan akan mengancam pasar keuangan dunia.

"Nilai tukar dolar AS turun perlahan dibandingkan kemarin, sementara itu, emas terus merangkak naik," ujar pedagang emas di Shanghai seperti dikutip Reuters, Rabu, 30 November 2011.

Namun, dia mengingatkan, tidak adanya arah yang jelas di pasar keuangan global telah menyebabkan investor memilih untuk menyimpan uangnya di tengah kondisi tak menentu tersebut.

Pasar spot emas di Singapura tercatat mengalami kenaikan 0,7 persen melewati rekor selama sepekan yang mencapai US$1.726 per ounce. Harga emas kali ini bergerak mendekati rata-rata kenaikan selama 100 hari terakhir yang berada pada level US$1.720,59 per ounce, sebelum akhirnya ditutup di level US$1.723,79 per ounce pada pukul 02.50 GMT.

Sementara itu, dari pasar spot Amerika Serikat, harga emas tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,6 persen ke level US$1.723 per troy ounce. Analis teknikal memperkirakan harga emas di pasar spot akan meningkat menjadi US$1.743 dengan level resisten pada US$1.716 per troy ounce.

Prospek kebijakan moneter yang lebih lunak di kawasan Eropa serta indikator ekonomi lainnya di seluruh dunia memberikan sentimen positif pada pergerakan harga emas. Belum lagi, laju inflasi yang terus meningkat membuat emas menjadi alat lindung nilai investor.

Di India, yang merupakan konsumen emas terbesar di dunia, konsumen memilih untuk menunda pembelian logam mulia ini setelah harga emas hampir mencapai rekor tertinggi akibat pelemahah nilai tukar rupee.

Di pasar Indonesia, emas di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk dijual dengan harga Rp567.000 per gram. Untuk emas dengan berat 10 gram dan 50 gram dijual masing-masing pada harga Rp531.500 dan Rp526.940 per gram. (art)

PU: Investigasi Jembatan Runtuh Butuh Sebulan

VIVAnews - Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan bahwa pemerintah tidak terburu-buru mengambil kesimpulan penyebab runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur Sabtu lalu, 26 November 2011.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto menuturkan, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan tim ahli. "Lagipula peristiwa itu baru empat hari terjadi," kata dia, kepada wartawan di Sumbawa Barat, Rabu 30 November 2011.

Lebih lanjut, Djoko menegaskan, belum ada pihak yang harus bertanggung jawab atas peristiwa yang menimbulkan korban jiwa tersebut. Saat ini, tim investigasi yang dilakukan oleh Bina Marga, BNPB, tim ahli dan lainnya masih berlangsung.

"Sebagaimana yang sudah kami sampaikan, belum ada perkembangan karena tim investigasi masih bekerja dan mengumpulkan data-data lapangan," kata Djoko.

Pengumpulan data-data terkait peristiwa itu, menurutnya, dapat memakan waktu hingga satu bulan lebih. Selain itu, proses pengumpulan data juga masih berlangsung.

Dengan demikian, Djoko meminta agar semua pihak untuk bersabar menunggu hasil investigasi. Setelah data dan sampel terkumpul, selanjutnya akan dites di laboratorium sehingga proses investigasi tergantung dengan banyaknya data yang berhasil dikumpulkan.

"Jangan sampai menteri didorong-dorong untuk cepat mengambil kesimpulan, karena itu berbahaya, lebih baik lepas saja. Kalau datanya masuk, lengkap, ya bisa cepat. Kalau datanya belum lengkap, ya bersabar karena kita tidak ingin buru-buru ambil kesimpulan," ujarnya.

Sementara itu, terkait adanya informasi mengenai kesalahan manusia dalam peristiwa itu, menurutnya, itu masih belum ada. Lagipula hingga saat ini, belum ada temuan terkait kesalahan siapa. "Belum ada, kalau ada yang menyatakan itu salah, tetapi saya belum tahu salahnya siapa. Human error atau apa, saya menyatakan belum ada," tutur Djoko.

Di ketahui, sejauh ini, baru 19 korban yang telah ditemukan. Diperkirakan, masih banyak korban lain yang terjebak di dasar sungai. Basarnas juga belum berani menyebutkan berapa jumlah korban yang terjebak di bawah reruntuhan.

Sebab, jumlah pastinya masih menghitung dari banyaknya mobil yang terperangkap. Untuk menghitung jumlah mobil yang terperangkap, Basarnas juga masih akan melakukan menggunakan teknologi sonar untuk mengetahui kondisi kontur permukaan dasar sungai. (Laporan: Edy Gustan | NTB, eh)

Ironi, Rokok Sumbang Kekayaan Para Miliader

VIVAnews- Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai kekayaan para miliader di Indonesia adalah ironi, karena disumbang dari rokok yang dibeli orang miskin. Orang terkaya di Indonesia, Budi Hartono memiliki penghasilan Rp340 miliar per hari, sementara penghasilan masyarakat Indonesia rata-rata Rp85 ribu per hari.

Tulus Abadi mengatakan sistem cukai yang berlaku di Indonesia selama ini lebih banyak digunakan untuk pemberdayaan industri rokok dan pembangunan. Sementara di negara lain, cukai rokok digunakan untuk upaya pengendalian rokok dan pengobatan.

"Hal inilah yang menyebabkan konsumsi rokok itu meningkat, terutama di usia anak-anak. Ini adalah ironi dari sistem cukai yang berlaku di Indonesia," ujar dia dalam seminar terkait cukai rokok di Jakarta, Rabu, 30 November 2011.

Seperti yang ditulis majalah Forbes, dua orang terkaya Indonesia bergerak di bisnis rokok. Mereka adalah Budi Hartono, pemilik pabrik rokok Djarum yang berada di peringkat pertama dengan total kekayaan US$14 miliar atua Rp129 triliun.

Selain dari rokok, pundi-pundi kekayaannya juga dari kepemilikan sahamnya di PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Sedangkan peringkat kedua yaitu Susilo Wonowidjojo, pemilik PT Gudang Garam Tbk. Hartanya US$10,5 miliar (Rp94,5 triliun).

Berdasarkan data Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik pada 2009, rumah tangga termiskin RI terperangkap konsumsi rokok. Enam dari 10 rumah tangga termiskin mengalokasikan pengeluarannya untuk rokok pada 2009. Sebanyak 68 persen rumah tangga di Indonesia memiliki pengeluaran untuk membeli rokok.

Pengeluaran untuk membeli rokok ini akan membebani ekonomi rumah tangga termiskin dan mengorbankan pengeluaran lain yang jauh lebih penting. Pengeluaran untuk rokok berada di peringkat dua setelah makanan pokok.

Dari sisi tembakau, Indonesia adalah penghasil rokok terbesar di dunia setelah China dan India. Sementara dalam epidemi tembakau global, Indonesia menduduki urutan 3 setelah China dan India. Ke depan, posisi Indonesia bisa menjadi nomor 1 karena tidak ada batasan dalam penjualan dan konsumsi rokok.

"Dikhawatirkan ke depan tren ini akan menguat. Padahal tembakau adalah pemicu kematian yang tinggi dibandingkan penyakit global yang lain," ujarnya. (umi)

Prosedur Bangun Jembatan Panjang Belum Kelar

VIVAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengakui prosedur operasional standar (SOP) pembangunan dan perawatan jembatan bentang panjang di Indonesia hingga saat ini belum ada.

"Kebetulan SOP itu sedang disusun, sejak tiga pekan lalu di Direktorat Bina Teknik Ditjen Bina Marga," kata Deputi Menteri BUMN bidang Infrastruktur dan Logistik, Sumaryanto Widayatin, di ruang kerjanya Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu 30 November 2011.

Ia menjelaskan, semakin banyaknya jembatan bentang panjang di Indonesia membuat SOP pembangunan dan perawatan jembatan semakin penting. SOP yang sedang disusun itu terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengoperasian, dan perawatan.

Selain itu, Kementerian BUMN akan menggagas untuk membuat sebuah komite yang khusus menangani jembatan bentang panjang seperti Komite Keamanan Bendungan (KKB) yang ditugaskan khusus untuk membangun, mengoperasikan, dan merawat bendungan air.

Ia menjelaskan, untuk membuat sebuah bendungan besar, saat proses perencanaan, KKB sudah masuk, sehingga lebih ketat. Selanjutnya, pada saat pelaksanaan, KKB melakukan sertifikasi keamanan bendungan, setelah itu diawasi dalam operasi dan perawatan.

Jika SOP sudah rampung, dia menambahkan, seluruh jembatan bentang panjang yang dikelola kabupaten dan pemerintah pusat wajib mengikuti prosedur tersebut. "Kalau kabupaten kecil, maka tidak mampu menangani jembatan bentang panjang," jelasnya.

SOP ini juga untuk menghindari rendahnya kualitas jembatan akibat bahan baku yang diimpor dari negara lain seperti China. Sementara itu, terkait biaya perawatan, dia melanjutkan, untuk sebuah jembatan bentang panjang, yang ideal sebesar dua persen dari total biaya pembangunan per tahun.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bahwa pihaknya sudah mengedarkan pedoman pemeliharaan untuk jenis jembatan bentang pendek. Namun, untuk jembatan bentang panjang seperti Jembatan Kutai Kartanegara masih dalam proses finalisasi.

"Dirjen Bina Marga sudah mengedarkan pedoman-pedoman untuk pemeliharaan jembatan bentang pendek. Itu sudah kami intensifkan, kami edarkan. Tapi, untuk bentang panjang seperti ini (Jembatan Kutai Kartanegara) memang masih dalam proses finalisasi," kata Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto saat konferensi pers di Kementerian PU, Jakarta, Senin 28 November 2011.

Menurut dia, Jembatan Kutai Kartanegara ini menjadi studi kasus untuk petunjuk teknis pemeliharaan jembatan bentang panjang. Namun, sayangnya, jembatan itu telanjur runtuh. (art)

Bayar Tol, Pengendara Tak Perlu Berhenti

VIVAnews - Kemacetan di jalan tol yang kerap kali disebabkan tumpukan mobil di loket pembayaran gerbang tol kemungkinan bakal berangsur menghilang. Hal ini tak terlepas dari kerja sama antara PT Bank Mandiri Tbk  dan PT Jasa Marga Tbk yang akan mengembangkan layanan transaksi pembayaran jalan tol tanpa menghentikan mobil, apalagi membuka kaca mobil.

Layanan transaksi nonstop menggunakan e-Toll Card ini rencananya akan diterapkan pertama kali di gerbang tol Cililitan, Jakarta dan Cengkareng, Tangerang.

“Kami berharap langkah ini dapat mendukung kelancaran transaksi pembayaran jalan tol, sehingga secara tidak langsung dapat mengurangi tingkat kemacetan dan potensi kerugian yang terjadi akibat pembayaran tol secara manual,” kata Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu 30 November 2011.

Pada layanan transaksi nonstop ini, pengemudi nantinya tidak perlu menghentikan kendaraan untuk melakukan transaksi, tetapi cukup melintasi gerbang tol dengan kecepatan 10 kilometer per jam. Setelah terdengar bunyi "bip-bip' di perangkat on board unit (OBU) yang terpasang di kaca depan, palang pintu gardu tol akan langsung terbuka sebagai tanda transaksi pembayaran telah selesai dilakukan.

Pada peluncuran perdana ini, layanan e-Toll Card nonstop tersebut rencananya baru bisa diterapkan di Gardu Tol Otomatis (GTO) Cililitan dan Cengkareng. Tepatnya di gardu sebelah kiri dari dua gardu yang ada. "Ke depan akan terus dikembangkan ke seluruh gerbang tol pada 2012," ujarnya.

Dia melanjutkan, selain layanan ini, Bank Mandiri bersama Jasa Marga mulai Desember ini juga akan memperluas penggunaan kartu e-Toll ke sembilan ruas tol yang terdiri atas 118 gerbang atau 482 gardu tol.

Untuk ruas tol Jakarta-Cikampek dan Padaleunyi serta ruas tol Jagorawi, penggunaan e-Toll Card diharapkan bisa selesai paling lambat Januari 2012. "Untuk ruas tol di luar kota seperti ruas tol Palikanci, Surabaya, Semarang, dan Medan, implementasi e-Toll Card akan dilakukan pada pertengahan 2012," ungkap Direktur Utama Jasa Marga, Frans Sunito.

Bank Mandiri mengharapkan dengan peluncuran e-Toll Card nonstop ini, pihaknya bisa menambah jumlah pengguna kartu dengan kenaikan 144 persen. Sementara itu, kenaikan transaksi lewat kartu tersebut diharapkan meningkat 55 persen.

Hingga Oktober 2011, Bank Mandiri mencatat jumlah pengguna e-Toll Mandiri sudah mencapai 420 ribu kartu atau tumbuh 150 persen dibanding Oktober lalu. (art)

Jepang Bangun Empat Jembatan di NTB

VIVAnews - Kontraktor asal Jepang, Hazama Coorporation, berhasil membangun empat unit jembatan di jalur lingkar selatan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Keempat unit jembatan tersebut merupakan program dana hibah Badan Kerja Sama Jepang (JICA) untuk membuka isolasi perkampungan di Pulau Sumbawa, NTB.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, yang mewakili Menteri Pekerjaan Umum, mengatakan, peresmian empat unit jembatan yang dibangun atas bantuan Jepang itu dapat membuka akses perekonomian masyarakat setempat.

"Pembangunan empat unit jembatan tahap II ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Djoko di Sumbawa Barat, Rabu 30 November 2011.

Proyek jembatan tahap II yang pengerjaannya mulai pada 2010 berada di Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Empat unit jembatan tersebut yakni Air Keruh I, Air Keruh II, Negane, dan Tatar Coka.

Menurut Djoko, JICA juga telah membangun delapan unit jembatan di jalur lingkar selatan Pulau Sumbawa, yang terlaksana sejak 20 Februari 2007 hingga Oktober 2008, dengan nilai proyek mencapai 675 juta yen atau sekitar Rp50 miliar.

Delapan unit jembatan itu dibangun pada ruas jalan provinsi, yakni dari ruas jalan dari Benete, Kecamatan Sekongkang, melewati perkampungan Sejorong, Tatar, hingga perkampungan Lunyuk, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, yang terisolasi dari keramaian.

Delapan jembatan itu diberi nama Tanaman I berukuran panjang 35 meter dengan konstruksi beton pratekan (span composit PC-1 Girger), tiga unit jembatan beton pratekan lainnya yakni Puna III (23 meter), Tabisu I (24 meter), Tongolaka Sakura (48 meter). "Masih ada 10 jembatan lagi yang akan dibangun pada tahap III di Sumbawa Barat," ujar Djoko.

Peresmian empat unit jembatan tersebut, dia menambahkan, nantinya akan dilanjutkan dengan perbaikan jalan guna menopang jembatan yang sudah dibangun. Apalagi, Djoko mengatakan bahwa jalan sepanjang 74 kilometer dari Benete hingga lunyuk itu merupakan jalan strategis nasional.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, Zulkifli Muhadli, mengatakan peresmian empat unit jembatan itu sangat membantu masyarakat setempat yang sebelumnya kesulitan untuk mencapai daerah lain karena keterbatasan fasilitas penghubung.

"Kami berterima kasih pada pemerintah Jepang melalui JICA yang telah membantu membangun 12 unit jembatan di Sumbawa Barat," ujarnya.

Zulkifli berharap pembangunan proyek 10 unit jembatan tahap III dapat dirampungkan tepat waktu. Dengan demikian, kawasan lingkar selatan Pulau Sumbawa semakin terbuka dan perekonomian masyarakat semakin berkembang. (Laporan: Edy Gustan | NTB, art)

Buka Rute Baru, AirAsia Tawarkan Tiket Murah

VIVAnews - Maskapai penerbangan rendah biaya, AirAsia Indonesia, mengumumkan pembukaan rute domestik baru Jakarta–Semarang, yang akan beroperasi mulai 9 Maret 2012. Meski masih lama, kursi bisa mulai dipesan Kamis, 1 Desember 2011.

Presiden Direktur AirAsia Indonesia Dharmadi mengatakan bahwa rute itu nantinya akan beroperasi dua kali sehari. "Setelah rute internasional, kami akan fokus pada rute domestik," kata dia di Jakarta, Rabu 30 November.

Untuk merayakan dibukanya rute baru ini, AirAsia Indonesia menawarkan harga istimewa mulai dari Rp59.000 sekali jalan khusus bagi pemegang kartu AirAsia HSBC, dan mulai dari Rp199.000 bagi seluruh penumpang. Promo ini hanya bisa didapatkan melalui pemesanan online di www.airasia.com  dan berlaku untuk periode pembelian mulai dari 1 - 7 Desember dengan periode perjalanan mulai 9 April - 27 Oktober 2012.

Dalam jangka panjang, Darmadi mengatakan, AirAsia berharap dapat menghubungkan kota-kota utama maupun sekunder di Indonesia dengan destinasi-destinasi internasional yang tergabung dalam jaringan rute AirAsia. AirAsia Indonesia telah berhasil menerbangkan jumlah penumpang internasional terbanyak pada 2010 dengan menguasai 41 persen pangsa pasar di Indonesia.

Sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah, Semarang merupakan sebuah destinasi bisnis sekaligus wisata yang menarik. Sepanjang sejarahnya, Semarang dikenal sebagai kota pelabuhan komersial yang berpengaruh besar di Pulau Jawa. Persinggahan pedagang dari berbagai mancanegara, antara lain Cina, Melayu, Timur Tengah, dan Eropa, tidak saja menjadikan Semarang sebagai pusat bisnis yang strategis, namun juga kota wisata yang kaya budaya.

Rekam jejak peninggalan bangsa-bangsa asing masih jelas terlihat di penjuru kota Semarang, mulai dari eksotika budaya Tionghoa di Pecinan, Kampung Melayu, hingga kawasan kota lama yang merupakan peninggalan bangsa Eropa.

Tak sekadar wisata sejarah, Semarang juga menawarkan wisata religi, wisata alam, dan wisata kuliner tradisional. Bagi pecinta wisata religi, terdapat Masjid Agung Jawa Besar, Masjid Raya Baitturahman, Kelenteng Sam Po Kong, Tay Kak Sie, Gereja Blenduk, dan Pagoda Buddhagaya Watugong. Bagi Anda yang lebih menyukai wisata alam, Anda bisa menikmati keindahan alam pegunungan di kawasan wisata Umbul Sidomukti, wisata Goa Kreo, Danau Rawa Pening, Air Terjun Kali Pancur, dan tentunya Pulau Karimunjawa yang indah. Perjalanan Anda ke Semarang tidaklah lengkap tanpa mencicipi kuliner tradisional yang menggoyang lidah, antara lain soto Semarang, ikan bandeng presto, wedang sekoteng, wedang ronde, dan tentunya lumpia khas Semarang yang merupakan perpaduan seni kuliner Jawa dengan Cina.

“Keanekaragaman budaya di Semarang tercerminkan dalam berbagai aspek, termasuk juga dalam seni kulinernya," katanya.

Masuknya AirAsia Indonesia ke Semarang juga didukung oleh aktivitas online di kota tersebut yang terus meningkat. Berdasarkan studi Yahoo! TNS Net Index 2011, Semarang menduduki posisi kelima dengan jangkauan internet mencapai 32 persen setelah Jabodetabek, Surabaya, Medan, dan Bandung. Selain itu, hasil riset menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin meminati e-commerce, dan semakin percaya untuk melakukan pembelian secara online. “Hal ini merupakan potensi yang luar biasa bagi AirAsia Indonesia. Kami akan terus menghadirkan promo menarik online, sehingga diharapkan dapat mendorong masyarakat Semarang untuk bertransaksi melalui website kami,” lanjut Dharmadi.

Gubernur BI: Ekonomi RI Dikelola Secara Naif

VIVAnews - Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution, mengatakan perekonomian Indonesia selama ini dikelola dengan cara yang naif. Padahal pengelolaan ekonomi sesungguhnya tidak cukup menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

"Memang cukup lama ekonomi dikelola agak naif terhadap dinamika global. Ada satu pandangan yang cukup lama berkembang bahwa dengan mekanisme pasar saja cukup, tidak perlu membangun mekanisme perlidungan diri pada saat ada gejolak," kata Darmin.

Dia saat itu memberi sambutan pada Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2012 : Badai Krisis Ekonomi dan Jebakan Liberalisasi oleh INDEF, di Mezzanine Ballroom, Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu, 30 November 2011.

Untuk itu, Darmin menuturkan, BI membuat beberapa langkah pengamanan maupun proteksi yang memang tidak bisa dilakukan secara radikal. Salah satu bentuk proteksi  itu akan diberlakukan efektif pada 1 Januari 2012 mendatang yaitu kebijakan penyimpanan devisa wajib ekspor.

"Semua kaget, padahal Malaysia dan Thailand sudah puluhan tahun lalu memberlakukan kewajiban devisa hasil ekspor tersebut," ungkapnya.

Bahkan, pemerintah Thailand memberlakukan kebijakan yang lebih jauh dari sekadar penyimpanan devisa wajib ekspor. Thailand memberlakukan kebijakan bahwa dana yang telah masuk di bank dalam negeri, wajib dikonversikan ke dalam mata uang bath (mata uang Thailand) sehingga dengan pemberlakuan itu negara akan mengetahui permintaan valuta asing (valas) di negaranya.

"Tapi kita tidak ada. Undang-undang kita mengatakan semua bebas. Pembangunan ini naif, bahkan ketika kita mulai menurunkan BI rate, kita menjelaskan kita akan berbicara dengan perbankan, rencana bisnis bank bagaimana bisnis ini, itu ramai, banyak istilah aneh keluar," kata dia.

Terakhir, lanjut Darmin, bagi orang yang belajar mengenai perekonomian sangat paham bahwa mekanisme pasar adalah mekanisme yang paling efisien. "Kalau tidak efisien mesti ada yang tidak beres, market conduct, Sumbernya dari market struktur," kata dia.

Ketidakpastian Hukum

Disamping itu, BI juga menilai masih banyak terdapat masalah ketidakpastian hukum yang dianggap berlarut-larut dan melalui berbagai macam proses peradilan. "Kita percaya bahwa ada yang bisa diperbaiki," katanya.

Pada dasarnya, kata Darmin, sepanjang beberapa gelintir perusahaan bisa membentuk harga secara sepihak, maka itu adalah masalah struktur pasar.

"Krisis bisa datang dari negara lain, yang kita tidak ada hubungan sama sekali. Tapi bisa tiba-tiba datang kalau kita tidak punya self assurance (kepastian diri)," kata dia. (ren)

BI: Perbankan RI Kalah Efisien di ASEAN

VIVAnews - Bank Indonesia menilai perbankan di Indonesia belum beroperasi secara efisien jika dibandingkan bank-bank di Asia Tenggara. Meski demikian, bank-bank di dalam negeri lebih mampu menghasilkan keuntungan (profitable) dan menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent).

"Ini adalah ciri suatu keseimbangan semu di industri perbankan kita," kata Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, dalam sambutannya pada seminar bertajuk 'Proyeksi Ekonomi Indonesia 2012: Badai Krisis Ekonomi dan Jebakan Liberalisasi' yang diselenggarakan INDEF, di Mezzanine Ballroom, Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu 30 November 2011.

Perbankan Indonesia, Darmin mengatakan, sangat profitable yaitu mampu menghasilkan keuntungan paling besar di antara negara-negara di Asia Tenggara. Pada September 2011, tingkat return on asset (ROA) industri perbankan di Tanah Air mencapai 3,11 persen atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara di kawasan.

"Rata-rata ROA di lima negara ASEAN pada 2007-2010 hanya mencapai tingkat keuntungan sebesar 1,14 persen," kata dia.

Dia menambahkan, industri perbankan Indonesia, juga sangat prudent yaitu tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) perbankan yang mencapai 16,7 persen dan rasio non performing loan (NPL) yang hanya 2,7 persen gross pada September 2011.

"Namun, tingkat efisiensi perbankan Indonesia sangat tinggi, tercermin dari rasio BOPO (Biaya Operasional/Pendapatan Operasional) yang mencapai 87,22 persen," ungkapnya.

Sebagai perbandingan, lanjut Darmin, rasio BOPO perbankan di kawasan ASEAN berada antara 40-60 persen, sehingga ketidakefisienan ini memberikan kontribusi pada penetapan suku bunga kredit yang tinggi.

"Tidak kita pungkiri bahwa fungsi intermediasi memang berjalan. Ekspansi kredit pada 2011 mencapai 25,3 persen year on year, dan loan to deposit ratio (LDR) meningkat dari 75,5 persen pada 2010 menjadi 81,7 persen pada September 2011," ujarnya.

Namun, proses intermediasi itu berjalan dengan beban ongkos yang mahal bagi perekonomian, sedangkan debitor tidak memiliki banyak pilihan dari sumber pembiayaan lain.

Untuk itu, menurut dia, penurunan suku bunga acuan (BI Rate) yang berimbas ke suku bunga kredit akan tertransmisi secara efektif apabila bank beroperasi secara efisien.

Langkah Strategis

Sementara itu, untuk membendung risiko dari gejolak pasar keuangan global dan mengantisipasi rambatan pelemahan ekonomi di negara maju, BI juga telah mengambil langkah-langkah strategis.

"Pertama, meningkatkan intensitas monitoring, baik terhadap pasar keuangan maupun ketahanan perbankan dalam menghadapi pasar keuangan," kata dia.

Menurut dia, monitoring ketat terhadap kondisi likuiditas di pasar antarbank sangat penting karena krisis keuangan pada umumnya diawali dengan tekanan nilai tukar dan keketatan likuiditas di pasar antarbank, yang disertai dengan melonjaknya suku bunga pasar.

"Kedua, mempersiapkan PMK (protokol manajemen krisis) dalam rangka pencegahan dan penanganan krisis," ungkapnya.

PMK BI ini, Darmin melanjutkan, terus dikomunikasikan dengan PMK instansi lainnya. Pengalaman menunjukkan bahwa penanganan krisis sering menelan biaya ekonomi dan sosial yang sangat besar serta waktu pemulihan yang lama.

Untuk itu, kata Darmin, dalam upaya memperkuat stabilitas moneter dan sistem keuangan, Indonesia memerlukan adanya suatu pedoman dan payung hukum yang mengatur proses pencegahan dan penanganan krisis secara sistematis dan terintegrasi.

"PMK yang dimiliki BI dan pemerintah perlu didukung oleh adanya Undang-Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan," kata dia.

Ketiga, menurut dia, melakukan 'operation twist' di pasar valuta asing dan Surat Berharga Negara. Melalui mekanisme ini, BI memasok valas dan menyerap rupiah dan selanjutnya menggunakan rupiah itu untuk membeli SBN di pasar sekunder.

"Operation twist ini memberikan manfaat, terutama menstabilkan kurs dan harga SBN serta menambah akumulasi stok SBN di BI yang digunakan untuk operasi moneter," katanya.

Keempat, Darmin mengatakan, menurunkan BI Rate dari 6,75 persen menjadi 6,0 persen dalam dua kali rapat dewan gubernur. Keputusan ini memiliki landasan fundamental yang cukup kuat yaitu keyakinan bahwa inflasi akan menurun, perlunya memperkuat basis permintaan domestik dalam mengantisipasi perlambatan ekonomi global.

"Dan memperbaiki struktur bunga atau yield curve," kata Darmin.

Menurunnya suku bunga, Darmin menambahkan, yang disertai peluang peningkatan credit rating menjadi investment grade juga diharapkan dapat lebih memperbaiki kualitas arus modal masuk ke Indonesia. "Menjadi ke arah yang lebih produktif dan jangka panjang," tutur Darmin.(art)

Selasa, 29 November 2011

American Airlines Terancam Bangkrut

VIVAnews - Maskapai penerbangan Amerika Serikat, American Airlines mengajukan perlindungan dari kebangkrutan. Perusahaan akan memangkas belanja tenaga kerja dalam menghadapi tingginya harga bahan bakar dan permintaan perjalanan.

AMR Corp, induk American Airlines, juga mengumumkan kebangkrutan. Bahkan, perusahaan telah mengganti para pimpinan eksekutif mereka.

Perusahaan yang pernah menjadi operator terbesar AS --yang mempekerjakan 88 ribu karyawan-- sudah terlibat negosiasi dengan serikat pekerja selama bertahun-tahun.

Terutama, dalam mempersoalkan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi dari operator lainnya, baik kompetitor domestik maupun asing yang telah melakukan restrukturisasi untuk menghindari kebangkrutan.

United Continental Holdings Inc United Airlines dan Delta Air Lines Inc, keduanya memotong biaya tenaga kerja dan melakukan kemitraan dengan cara merger. Saat ini, mereka menjadi operator terbesar AS. Sementara itu, American Airlines menempati peringkat ketiga.

"Dunia berubah di sekitar kita," kata Chief Executive AMR Corp, Tom Horton kepada wartawan saat konferensi pers, seperti dilansir laman Reuters.

"Ini menjadi semakin jelas bahwa kesenjangan biaya antara kami dan pesaing tak bisa dipertahankan," tutur Horton. Horton ditunjuk AMR Corp sebagai ketua dan kepala eksekutif, menggantikan Gerard Arpey yang telah pensiun.

Sementara itu, American Airlines berencana untuk beroperasi secara normal, meski dalam ancaman kebangkrutan. Namun, pengajuan perlindungan dari kebangkrutan itu bisa menimbulkan terjadinya pensiun dini pada 130 ribu pekerjanya.

AMR juga menyiapkan dana jangka pendek untuk mendanai pensiun sekitar US$10 triliun. Namun, perusahaan asuransi pemerintah memperkirakan, kegagalan negosiasi bisa menjadi yang terbesar dalam sejarah AS.

Ray Neidl, analis industri penerbangan dari Maxim Group, mengatakan bahwa kurangnya kemajuan dalam pembicaraan kontrak dengan pilot karier bisa berujung pada pemutusan hubungan kerja, meskipun perusahaan memiliki dana cukup untuk beroperasi.

"Mereka proaktif (dalam negosiasi kontrak kerja)," kata Neidl. Namun, ia menambahkan, perusahaan harus memiliki cadangan kas yang cukup untuk melalui masa-masa krisis ini. (art)

Sri Mulyani Bicarakan Ekonomi Indonesia

VIVAnews - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan jajarannya hari ini di Kementerian Keuangan. Pertemuan ini membicarakan kondisi ekonomi Indonesia terkini.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro, dan Direktur Jendral Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto.

"Kita bicara masalah yang cukup umum mengenai kondisi, isu-isu yang dihadapi oleh Indonesia dan juga membandingkan dengan berbagai persoalan yang dihadapi negara lain," ujar dia Kementerian Keuangan, Senin 7 November 2011.

Sebagai informasi, Managing Director Bank Dunia ini datang ke Indonesia dalam rangka menghadiri ASEAN finance Ministers Investor Seminar 2011 (AFMIS 2011). Sri Mulyani akan bertindak sebagai pembicara pada sesi Luncheon Meeting.

AFMIS kali ini merupakan salah satu program dari Menteri Keuangan ASEAN untuk berdialog dengan investor mengenai data dan informasi ekonomi terkini dan kebijakan yang akan diambil oleh negara-negara di kawasan ASEAN dalam rangka meningkatkan transparansi dan konsistensi atas aturan, kebijakan dan prosedur investasi di kawasan ASEAN.

Menurut Sri Mulyani, pertemuan AFMIS 2011 menjadi penting bagi Indonesia dan negara-negara dalam kawasan asia tenggara. Pasalnya, negara-negara ASEAN dipercaya dapat mempertahankan diri dari imbas krisis global saat ini.

Pertemuan menteri keuangan negara ASEAN ini diharapakan dapat menemukan cara untuk bisa menjaga diri. Sebab antisipasi krisis memerlukan beberapa langkah.

"Untuk itu mungkin besok saya sampaikan speachnya," ujarnya saat ditemui di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin 7 November 2011. (umi)

Impor, Stok Beras Nasional Aman

VIVAnews - Pemerintah memastikan ketersediaan beras yang ada di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) aman hingga akhir tahun ini. Perhitungan pemerintah, persediaan beras nasional pada akhir tahun mencapai 1,8 juta ton.

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, ketersediaan beras tersebut sudah memperhitungkan kebijakan impor beras hingga Februari 2012 yang totalnya mencapai 1,9 juta ton.  “Pada akhir tahun kami akan punya stok 1,8 juta ton, lebih tinggi dari batas minimal 1,5 juta ton,” kata Hatta di Jakarta.

Meski aman, dia melanjutkan, pemerintah tidak menutup peluang impor dari negara lain. Hatta menyebutkan, total beras yang akan diimpor Bulog pada tahun ini maksimal mencapai 1,9 juta ton, sesuai dengan proyeksi awal pemerintah yakni 1,5 juta-1,9  juta ton hingga Februari 2012. “Kami tidak akan menambah (impor beras) lagi, maksimal 1,9 juta ton,” katanya.

Jumlah tersebut, termasuk tambahan impor beras dari Thailand yang sebesar 300 ribu ton beras, yang sebelumnya sempat dibatalkan oleh Pemerintah Thailand. “Ini untuk menjaga hubungan baik dengan Pemerintah Thailand,” katanya.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan meskipun perhitungan Angka Ramalan (ARAM) III tahun ini menggambarkan tingkat produksi yang menurun, pihaknya berjanji mengupayakan berbagai langkah. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah pemberian benih yang tepat waktu. “Selain itu, dari sisi penyediaan bibit, kami sudah siapkan benih varietas untuk daerah rawa, daerah kering, dan benih untuk tahan hama wereng,” tuturnya.

Pemerintah juga tengah melakukan upaya lain dalam hal peningkatan sumber daya manusia (SDM) berupa membuka sekolah lapangan pengolahan lahan pertanian, pengolahan hama terpadu, dan penanganan iklim. (adi)

CIMB Jawab Tudingan Bapepam

VIVAnews - Bank CIMB Niaga menegaskan bahwa perusahaan itu telah menjalankan fungsi kustodian sesuai dengan hukum yang berlaku dalam penjualan produk reksa dana Falcon Asia Optima. Pernyataan itu disampaikan guna menjawab tuduhan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang mengaku menemukan pelanggaran yang dilakukan bank milik Malaysia ini.

"Kami sudah melaksanakan sesuai prosedur hukum yang berlaku," kata Wakil Presiden Direktur CIMB Niaga Catherine Hadiman dalam pesan singkat kepada VIVAnews.com, Senin 7 November 2011.

Sebagaimana diketahui bahwa Bapepam-LK mengaku menemukan pelanggaran yang dilakukan bank itu. Bahwa sebagai kustodian reksa dana bank itu tidak menjalankan prosedur investasi sesuai dengan standar produk reksa dana Falcon Asia Optima, sehingga merugikan investor.

"CIMB Niaga tidak melaksanakan prinsip kehati-hatian," kata Kepala Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Bapepam-LK, Robinson Simbolon di Jakarta, Jumat lalu.

Robinson mengatakan, PT Falcon Asia Resources Management (FARM), perusahaan yang mengeluarkan reksa dana, diketahui memberikan instruksi tertulis kepada CIMB Niaga yang isinya agar surat konfirmasi penjualan kembali (pelunasan) produk tersebut dikirimkan kepada Falcon terlebih dulu, dan kemudian disampaikan kepada nasabah. "Hal ini berdampak pada kerugian nasabah, dan melanggar Pasal 27 UU No.8/1995 tentang Pasar Modal," katanya.

Pelanggaran lainnya adalah dana kelolaan reksa dana Falcon Asia yang tidak mencapai Rp25 miliar, tidak dibubarkan. Padahal itu melanggar ketentuan Peraturan Bapepam-LK No.IV.B.1 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

Mereka juga diduga tidak melaporkan seluruh nasabah kontrak pengelolaan dana (KPD) pada laporan bulanan perusahaan periode Oktober 2009 - Januari 2010. (umi)

RI Terancam Tak Terima Dividen Newmont

VIVAnews - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mengaku peluang pemerintah memperoleh dividen dari kepemilikan saham di PT Newmont Nusa Tenggara terancam hilang. Kondisi ini terjadi jika kepastian mengenai pembayaran pembelian saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) itu tak kunjung selesai.

Melihat kondisi itu, PIP pun berencana mengajukan perpanjangan batas waktu pembayaran yang telah ditentukan dalam Sales and Purchase Agreement (SPA) dengan pihak Newmont.

"SPA itu umurnya 6 bulan, akan berakhir tanggal 6 November," ujar Kepala PIP, Soritaon Siregar saat jumpa pers di Kantor Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu, Jakarta, Kamis 27 Oktober 2011.

Saritaon menjelaskan, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Newmont diputuskan pembagi dividen sebesar US$800 juta. Artinya, jika pemerintah telah mengantongi saham Newmont sebesar 7 persen, maka jatah dividen yang diterima bisa mencapai US$15 juta.

Namun, jika tidak ada pembayaran pembelian saham, dividen tersebut kemungkinan akan diberikan ke pemilik saham dari Jepang (Sumitomo Corporation Tokyo) dan AS (Nusa Tenggara Holding BV).

Saritaon menjelaskan, berlarut-larutnya masalah pembelian saham divestasi oleh pemerintah ini, memaksa PIP untuk mengajukan perpanjangan masa pembelian saham tersebut.

"Tapi kan 6 November, Minggu. Kita akan upayakan untuk perpanjang SPA-nya ke depan. Kita lagi tunggu berapa lama bisa diperpanjang," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jendral Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Hadiyanto, menambahkan SPA merupakan kesepakatan formal antara pihaknya dengan Newmont. Pada prinsipnya, Newmont akan tetap memberikan kesempatan pembelian ini kepada pemerintah.

"Karena memang sesuai kontrak yang ditetapkan," ujar Hadiyanto.

Pedoman Pemeliharaan Jembatan Belum Final

VIVAnews - Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bahwa pihaknya sudah mengedarkan pedoman pemeliharaan untuk jenis jembatan bentang pendek. Namun, untuk jembatan bentang panjang seperti Jembatan Kutai Kartanegara masih dalam proses finalisasi.

"Dirjen Bina Marga sudah mengedarkan pedoman-pedoman untuk pemeliharaan jembatan bentang pendek. Itu sudah kami intensifkan, kami edarkan. Tapi, untuk bentang panjang seperti ini (Jembatan Kutai Kartanegara) memang masih dalam proses finalisasi," kata Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto saat konferensi pers di Kementerian PU, Jakarta, Senin 28 November 2011.

Djoko menambahkan, Jembatan Kutai Kartanegara ini menjadi studi kasus untuk petunjuk teknis pemeliharaan jembatan bentang panjang. "Namun, ternyata lebih mendahului kita (runtuh)," ujarnya.

Bagi dia, karena jembatan tersebut secara kepemilikan adalah milik kabupaten, maka pemeliharaannya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. "Ini sudah dilakukan secara rutin. Jadi, proses perawatan ini sudah sesuai prosedur. Pemeliharaan jembatan ini memang spesial," kata Djoko

Menurut Djoko, secara konstruksi, Jembatan Kutai Kartanegara merupakan jenis jembatan gantung. "Itu ada kabel stay, ada gantungan yang menggantung kabel di bawahnya. Jembatan ini termasuk jembatan bentang panjang," tutur Djoko.

Secara komposisi, Djoko menambahkan, panjang 270 meter ditambah sisi luarnya masing-masing 100 meter. "Jadi, bentangannya ini 470 meter yang menggunakan struktur kabel gantung, lalu ada pendekat di kiri dan kanan. Secara keseluruhan 710 meter," tuturnya.

Djoko mengimbau agar kejadian runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara jangan terlalu dibesar-besarkan. "Kejadian ini jangan membuat menjadi traumatik. Seperti Pak Menteri bilang bahwa ini kondisi langka. Belum pernah ada jembatan di bawah 10 tahun yang runtuh," kata Djoko. (art)

Peringkat Surat Utang AS Terancam Turun Lagi

VIVAnews - Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Rating memberikan batas waktu sampai 2013 kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk membuat rencana kredibel penanganan defisit yang makin membesar. Jika tidak, lembaganya terpaksa menurunkan rating surat utang negara Adidaya tersebut.

Sebelumnya, Fitch telah merevisi outlook surat utang AS dari posisi stabil menjadi negatif. Keputusan diambil setelah komite khusus di parlemen AS gagal menyepakati pengurangan defisit senilai US$1,2 triliun.

Kegagalan komite khusus ini membuat AS tidak memiliki rencana pengurangan defisit yang berarti hingga tahun depan. Hal itu berarti beban fiskal AS makin meningkat.

"Outlook negatif ekonomi AS merefleksikan penurunan kepercayaan dan pemerintah harus menangani masalah fiskal agar pembiayaan publik akan terus berkelanjutan dan AS bisa mengamankan rating surat utang AAA-nya," ujar laporan Fitch seperti dikutip Reuters, Selasa, 29 November 2011.

Fitch juga mengungkapkan peluang AS mengalami penurunan rating surat utang kini mencapai lebih dari 50 persen.

Informasi penurunan peringkat surat utang AS ini hanya memberikan sedikit pengaruh pada pasar. "Apa yang terlihat adalah Fitch menempatkan AS pada posisi waspada dan hal ini tidak boleh berlangsung terus-menerus," ujar Shief Investment Strategist dari YCMNET Advisors di Walnut Creek, California,  Michael Yoshikami.

Sudah Diduga

Yoshikami mengatakan, pelaku pasar sudah mengasumsikan bahwa penurunan peringkat AS akan terjadi. "Kondisi berbeda akan terjadi bila Fitch menurunkan peringkat. Outlook negatif bukanlah akhir dari dunia," katanya.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat lain, Standard & Poor's telah menurunkan peringkat surat utang AS menjadi AA minus pada 5 Agustus 2011 lalu. S&P mengaku khawatir dengan defisit anggaran pemerintah dan meningkatkan risiko surat utang.

Mereka juga memberikan negatif outlook pada surat utang AS. (ren)

Minyak Goreng Curah Dikurangi Pelan-pelan

VIVAnews - Pemerintah secara perlahan akan mengurangi tingkat konsumsi minyak sayura curah di tengah masyarakat. Bahkan pemerintah menargetkan pada tahun 2015 mendatang, Indonesia sudah terbebas dari minyak yang saat ini masih banyak dikonsumsi masyarakat itu.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, saat membuka Kegiatan Sosialisasi dan Promosi MinyakKita di Pasar Pabaeng-baeng, Makassar, Selasa, 29 November 2011.

“Tahun ini kita akan kurangi secara bertahap, karena target kita, minyak curah sudah tidak ada di Indonesia tahun 2015 mendatang,” kata Bayu.

Sebagai pengganti minyak curah, Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara aktif bakal terus mensosialisasikan produk Minyakkita ke masyarakat. Untuk itu, pemerintah diimbau mulai mengganti konsumsi dari minyak curah ke minyak kemasan.

“Minyak kemasan jauh lebih higienis dan pemerintah jamin harga MinyakKita cukup terjangkau bagi masyarakat serta lebih stabil,” tambah Bayu.

Data Kemendag menunjukan, kebutuhan minyak goreng di masyarakat Indonesia mencapai enam juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, 77,5 persen rumah tangga di Indonesia mengkonsumsi minyak curah.

Terkait dengan itu, pemerintah berjanji tidak akan menargetkan jumlah produksi MinyakKita. Pemerintah hanya akan memproduksi minyak sayur kemasan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat.

Makassar merupakan kota ke-5 untuk kegiatan sosialisasi dan promosi Minyakkita oleh Kemendag, setelah sebelumnya dilakukan di bandung, Yogyakarta, medan dan Denpasar. Program minyakkita diluncurkan untuk mendukung stabilisasi harga pangan dan perbaikan kualitas pangan masyarakat.

MinyakKita dikemas dengan kemasan plastik sederhana yang ramah lingkungan. MinyakKita dikemas dalam ukuran 1 liter, 1/2 liter dan 1/4 liter. Saat ini, MinyaKita sudah memperoleh sertifikat hahal dari MUI, izin edar dari BPOM serta izin merek dari Kemenkum dan HAM. Minyakita juga telah disesuaikan  dengan standar baku mutu minyak goreng yang berlaku di Indonesia, atau SNI.

(Laporan: RHA/Makassar)

Kebutuhan Rumah Tinggi, Bisnis KPR Untung

VIVAnews - Jumlah kebutuhan rumah setiap tahun tidak pernah terpenuhi. Bahkan, pada 2014, jumlah kekurangan rumah (backlog) sebanyak 5,5 juta unit, sedangkan jumlah rumah tangga baru di bawah lima tahun mencapai 3,5 juta lebih.

Direktur PT Sarana Multigriya Finansial, Trisnadi Yulrisman, menilai, produk perbankan berupa layanan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) akan tetap berkembang dengan adanya backlog itu. Bahkan, dikatakan sangat potensial.

"Setiap tahun, saldo KPR terus meningkat signifikan. Pada 2008 mencapai Rp101 triliun dan melonjak pada 2011 menjadi Rp152,8 triliun," kata Trisnadi usai paparan publik obligasi berkelanjutan I SMF tahap I/2011 berjamin aset piutang KPR, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa 29 November 2011.

Sementara itu, rasio KPR terhadap Produk Domestik Bruto pada 2008 mencapai 2,04 persen. Selanjutnya pada 2009 mencapai 2,05 persen dan 2010 menjadi 2,12 persen. Pada 2011, rasio KPR naik tipis menjadi 2,23 persen. "Rasio ini masih sangat kecil, sehingga perlu meningkatkan aktivitas KPR," ungkap Trisnadi.

Trisnadi menuturkan, untuk memenuhi target peningkatan aktivitas KPR itu, diperlukan berbagai strategi. Di antaranya, pertama, mendorong bertambahnya volume KPR, baik konvensional maupun syariah yang memiliki investment grade.

Kedua, dia melanjutkan, menyalurkan dana kepada lembaga penyalur KPR dalam bentuk repo KPR atau jual beli tagihan bersyarat. Ketiga, menciptakan produk pasar modal berbasis KPR yang dapat menjadi alternatif investasi.

"Terakhir, bersinergi dengan para pelaku dan stakeholder untuk mendorong pertumbuhan pasar pembiayaan primer dan sekunder perumahan," kata dia.

Target laba bersih
Sementara itu, Direktur SMF, Sutomo, menargetkan perolehan laba bersih untuk tahun depan bisa meningkat 50 persen. "Posisi hingga hari ini, 29 November, perolehan laba bersih mencapai Rp80 miliar, itu unaudited ya," kata dia.

Peningkatan laba itu, menurut dia, akan diperoleh dari tambahan modal yang diberikan oleh pemerintah Rp1 triliun. Selanjutnya berasal dari jasa sekuritisasi, dan pemberian pelatihan. "Dari pemberian training itu lumayan, meskipun hitungannya hanya puluhan juta," ungkapnya.

Selain laba, dia juga mengungkapkan, total aset perusahaan hingga saat ini mencapai Rp3,2 triliun.

Sementara itu, SMF mencatat, penyaluran KPR hingga saat ini sudah mencapai Rp2,16 triliun. "Porsinya, yang bank syariah Rp700 miliar, sisanya bank konvensional," kata Sutomo. (art)

Saham Konsumer Jadi Incaran Investor 2012

Pialang memantau pergerakan saham (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Krisis ekonomi yang melanda negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat diprediksi berpengaruh pada pergerakan pasar saham Indonesia. Namun, dampak itu diperkirakan tidak terlalu besar karena pasar domestik masih kuat.

Senior Portfolio Manager Manulife Asset Management, Kennyarso Soedjatman, mengatakan, meski bisa berdampak pada pasar Indonesia, sejumlah saham masih akan menjadi incaran pemodal. Saham-saham konsumer akan menjadi incaran pada 2012 dan diprediksi tetap tumbuh.

"Sektor konsumer Indonesia, saham-saham konsumer, properti, perbankan -- yang ada produk KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) dan mobil, kan akan digenjot. Kita masih beruntung, tidak berutang ke luar negeri," kata Kennyarso dalam konferensi pers Manulife Asset Management, Indonesia 2012: New Challenges and Opportunities, di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa 29 November 2011.

Menurut dia, sejak terjadi krisis 2008 di AS, dana investor dunia di negara itu turun dan beralih ke negara emerging market. Hingga saat ini, dana-dana itu masih positif dan terus mengalir ke negara-negara itu, termasuk ke Indonesia.

"Dari semua emerging market, kita yang masih positif, satu-satunya masih tumbuh 2,1 persen pada 2011. China dan India saja sudah negatif," ungkapnya.

Saat ini, Kennyarso melanjutkan, pasar saham Indonesia berada di jalan yang benar, sehingga saham-sahamnya masih layak untuk dibeli. "Saham Indonesia masih sangat bagus," kata dia.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, dia menuturkan, negara-negara emerging market masih mempunyai performa bagus. Indonesia dikatakan bagus, karena memang memiliki pasar domestik yang kuat.

"Orang masih suka menabung daripada meminjam, berbeda dengan di AS. Kita masih dilihat sebagai safe haven, selama AS dan Eropa masih krisis," tuturnya.

Fokus di domestik itu, kata Kennyarso, tema yang tepat. Selain itu, kelas menengah juga meningkat terus. Salah satu contohnya, pengguna BlackBerry sudah ada enam juta orang. "Ini bukti konsumsi domestik baik sekali, sahamnya jadi bagus," kata dia.

Selain itu, dia menambahkan, Indonesia adalah satu-satunya negara dengan populasi muda yang bertumbuh, dengan jumlah kelahiran juga terus meningkat. "Suplai bayi tumbuh terus, ini bagus buat masa depan. Kalau di China, satu orang satu anak, masa depan pekerjanya akan minim," ujarnya.

Sementara itu, dia mengungkapkan, faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada 2012 adalah Indonesia tidak bisa dikatakan 100 persen terpisah dari ketergantungan negara lain. Tetapi, tetap akan terkena dampak dari semua situasi global.

"Tapi, jangan sampai ketika pasar baru naik, jangan buru-buru beli, jangan juga buru-buru jual, anggap saja kita cari saham," katanya. (art)

Jembatan Runtuh, Siapa Tanggung Jawab

VIVAnews - Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan bahwa kontraktor jembatan Mahakam II yang dikenal sebagai Jembatan Kutai Kartanegara masih memiliki tanggung jawab terhadap konstruksi dan pemeliharaan jembatan itu. (Baca pernyataan Menteri PU di sini)

Di luar urusan pemeliharaan itu, kontraktor juga masih harus bertanggung jawab atas jaminan konstruksi bangunan selama masa 10 tahun. Jadi kontraktor mestinya ikut bertanggung jawab.

Namun, Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Soeharsojo, menilai, runtuhnya jembatan yang mempunyai peran penting dalam perekonomian di Kalimantan Timur itu tidak serta menjadi tanggung jawab kontraktor. ( Selngkapnya baca di sini)

Terlepas siapa yang salah dan benar, menurut Soeharsojo, pemerintah harus segera mengumumkan siapa pihak yang paling bertanggung jawab dengan ambruknya jembatan gantung simbol kejayaan Kutai Kartanegara itu.

"Sebaiknya, pemerintah membuka sejelas-jelasnya hasil investigasi, penyebab utama runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara itu. Termasuk, siapa yang paling bertanggung jawab," kata dia, saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta.

Sebab, tambah dia, bila tidak diumumkan, hal itu akan berdampak negatif pada kontraktor yang membangun jembatan sepanjang 710 meter itu. "Umumnya, orang paling cepat menunjuk hidung siapa yang bangun jembatan itu. Ya, tentunya kontraktornya yang disalahkan," tutur Soeharsojo.

Padahal, kata Soeharsojo, setelah jembatan dibangun ada pihak-pihak yang perlu ikut bertanggung jawab dalam menjaga dan memeliharanya seperti perusahaan yang ditunjuk untuk melakukan perawatan. "Termasuk, dinas yang mengatur kendaraan yang melintas di jembatan itu," ujarnya.

Dia mengungkapkan, bila belum terbukti tapi sudah ada pihak yang menyalahkan kontraktor, bagaimana perusahaan-perusahaan kontraktor kita dipercaya lagi untuk membangun infrastruktur di Indonesia. "Padahal, kita (kontraktor) sedang berusaha menjadi raja di negeri sendiri dan berusaha bisa merambah ke mancanegara," kata Soeharsojo.

Saat ini, Soeharsojo menuturkan, tercatat ada 150 perusahaan kontraktor asing yang membangun proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Sedangkan kontraktor Indonesia, hanya tujuh perusahaan yang bisa merambah mancanegara. "Empat kontraktor BUMN, dan sisanya swasta," tuturnya.

Kendati demikian, dia juga mengaku bisa saja penyebab runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara ada di tangan kontraktor. "Ya, tidak menutup kemungkinan ada pengurangan bahan-bahan dalam pengerjaan proyek itu. Tapi sekali lagi, pemerintah mesti membuka seterang-terangnya siapa pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini," tegas Soeharsojo.

Popular Posts