September 2011

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Jumat, 30 September 2011

Mandala Belum Laporkan Masuknya Saratoga

VIVAnews- Kementerian Perhubungan belum menerima laporan formal dari pihak Mandala Airlines mengenai masuknya PT Saratoga Investama Sedaya. Namun secara informal direksi Mandala telah memberitahukan kepada otoritas perhubungan.

"Direksi Mandala baru datang ke saya, cerita saja, tapi draft formalnya belum disampaikan. Mereka menyampaikan Saratoga akan masuk," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti, ketika dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Jumat, 20 Mei 2011.

Sesudah Mandala mengirimkan surat formal, ia akan melihat rencana bisnis Mandala. Kementerian Perhubungan tidak berwenang  memberikan izin terhadap investor itu atau tidak "Asal sesuai aturan, aturannya mayoritas tunggal" ujarnya. Masuknya investor diharapkan dapat memperbaiki kondisi Mandala.

Ketika dihubungi VIVAnews.com, pemilik Saratoga Investama, Sandiaga Uno membenarkan ia akan menyuntik modal kepada Mandala. Saratoga rencananya akan menguasai 51 persen saham Mandala, Tiger Airways 33 persen dan sisanya sebesar 16 persen.

Sementara Corporate Secretary Mandala Nurmaria Sarosa yang dihubungi tidak merespon panggilan dan pesan singkat yang dikirimkan kepadanya. (umi)

Harga Naik Rp450, Penjualan Pertamax Turun 5%

VIVAnews- Kenaikan harga Pertamax sebesar Rp450 per liter menjadi Rp7500 per liter diprediksi akan menurunkan penjualan Pertamax hingga lima persen.

"Biasanya penurunan ada sekitar 5 persen pada tahap-tahap awal, tapi ya biasanya dua minggu sudah berjalan normal," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Mochamad Harun di Jakarta, Selasa 4 Januari 2011.

Menurut Harun, kenaikan harga Pertamax terjadi akibat kenaikan harga minyak dunia didorong konsumsi negara yang mengalami musim dingin ekstrim. Namun kenaikan permintaan ini tidak dibarengi dari sisi suplai karena OPEC telah berkomitmen tidak akan menambah suplai. Hal itu membuat harga terdorong untuk naik.

Selain itu, lanjut Harun, melemahnya dolar Amerika terhadap semua mata uang mengakibatkan harga minyak terkoreksi. Harga minyak sekarang diatas US$90 per barel ditambah biaya produksi sekitar US$15 di atas harga minyak membuat harga Pertamax cukup tinggi.

"Menjelang upaya pengendalian subsidi mudah-mudahan cuaca ekstrim yang ada di Eropa sudah mulai berkurang, sehingga permintaan bisa normal," kata Harun. (hs)

Puasa dan Lebaran, Inflasi Tak Lebih 1%

VIVAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan potensi inflasi saat puasa dan Idul Fitri tidak akan melebihi satu persen. Meski pada semester I-2011 laju inflasi terbilang rendah, seluruh pihak diharapkan tidak menurunkan tingkat kewaspadaan.

"Mungkin pengamat menduga Agustus lebih tinggi dibanding Juli, tapi tidak akan lebih tinggi dari satu persen," ujar Kepala BPS, Rusman Heriawan, saat ditemui usai Rakor Ketahanan Pangan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu 3 Agustus 2011.

Berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama puasa dan lebaran, laju inflasi masih terkendali. Angka inflasi sepanjang tahun ini sempat menyentuh level tinggi pada Juli lalu. "Pengalaman tahun sebelumnya seperti itu," tuturnya.

Angka inflasi mulai merangkak naik, biasanya terjadi pada akhir-akhir pekan puasa. Kebijakan pemerintah melakukan operasi pasar untuk menekan laju inflasi dinilai kurang berhasil pada waktu-waktu tersebut.

"Minggu terakhir itu kan euforianya lebaran, tapi inflasi lebih banyak dibentuk pada minggu terakhir menjelang lebaran," katanya. (art)

Pemerintah Tak Khawatir Rute Mandala Hilang

VIVAnews - Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan pemerintah tidak mengkhawatirkan hilangnya rute setelah tidak beroperasinya maskapai Mandala Airlines. Ini disebabkan rute yang selama ini dilewati Mandala sudah diisi maskapai lain.

"Tak perlu khawatir, sudah diisi maskapai lain," kata Freddy di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 13 Januari 2011.

Freddy juga mengungkapkan Mandala berhenti beroperasi karena permasalahan pendanaan. Namun, Kementerian Perhubungan tetap meminta Mandala menyelesaikan pengembalian uang tiket yang sudah dibeli oleh calon penumpang. "Harus diselesaikan. Saya sudah minta ke Dirjen (Perhubungan Udara)," kata Freddy.

Mulai hari ini, Mandala Air menyetop operasinya. Keputusan itu menyusul kesulitan keuangan sehingga menyebabkan tidak bisa membayar sewa pesawat. "Kelima pesawatnya sudah kami serahkan ke lessor (pemilik pesawat yang mengecewakan)," kata Direktur Utama Mandala Airlines, Diono Nurjadin, semalam.

Diono mengaku saat ini sedang mencari investor baru agar bisa menyuntik modal ke Mandala. "Belum bisa diumumkan, tapi mereka setuju dengan restrukturisasi ini," ujarnya. (art)

Asosiasi Penerbangan Akan Tanya Mandala

VIVAnews - Ketua Asosiasi Penerbangan Sipil Nasional Indonesia (Inaca), Emirsyah Satar, akan mempertanyakan rencana penghentian sementara operasional maskapai Mandala Airlines.

"Saya belum tahu jelasnya, nanti pastinya akan kami tanyakan kenapa bisa sampai begitu," kata dia di Jakarta, Rabu 12 Januari 2011.

Seperti diberitakan, maskapai Mandala Airlines akan berhenti operasi sementara karena tidak sanggup membayar utang dan masalah kondisi internal. Mandala juga telah mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Menurut Head of Corporate Communication Mandala Airlines Nurmaria Sarosa, pengajuan PKPU merupakan langkah terbaik yang dapat diambil untuk memastikan keberlangsungan operasi perusahaan di masa depan.

Mengenai berapa jumlah utang yang saat ini ditanggung Mandala Airlines, belum bisa disebutkan perusahaan penerbangan tersebut.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti menjelaskan Mandala Air akan berhenti operasi sementara mulai besok karena menghadapi masalah dengan pihak yang menyewakan pesawat. (art)

Lion Air Bisa Tambah Kursi di Rute Ini

VIVAnews - Maskapai penerbangan Lion Air menyatakan kesiapannya melayani konsumen yang ingin mudik Lebaran tahun ini. Namun, maskapai ini tidak langsung menyiapkan kursi tambahan. Sebab, Lion Air akan melihat seberapa banyak permintaan tiket mudik tersebut.

" Jadi, tahun ini, kami akan lihat pada H-7, ada tambahan permintaan atau tidak," kata Edward saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta.

Kendati demikian, Edward menuturkan, bila nanti ada permintaan tambahan kursi untuk mudik Lebaran, perusahaan siap melayani. "Bahkan, dalam H-4 pun kami siap," ujarnya.

Dia mengungkapkan, jika harus menambah kursi dalam melayani peningkatan permintaan tiket mudik tahun ini, Lion Air hanya akan memenuhi untuk rute kota-kota besar. "Terutama Surabaya, Yogyakarta, dan Medan," tuturnya.

Sebab, dia menjelaskan, rute kota-kota besar tersebut selalu banyak peminatnya. "Jadi, tidak semua rute perjalanan Lion Air kami tambah kursinya jika ada permintaan, karena kami tetap selektif," kata Edward. (art)

Garuda Siapkan 30 Ribu Kursi Untuk Lebaran

VIVAnews - PT Garuda Airlines menyiapkan 30 ribu tempat duduk untuk memenuhi kebutuhan menjelang lebaran. Namun jumlah kursi itu dapat meningkat sesuai dengan permintaan.

"Setiap menjelang Idul Fitri kami selalu menambah kapasitas kursi, sementara menambah 30 ribu tempat duduk," ujar Vice Presiden Corporate Garuda Indonesia Pujobroto kepada VIVAnews.

Garuda memperkirakan peningkatan penumpang sebesar 15-20 persen. Sementara masalah tarif, ia memastikan tidak akan melebihi ambang batas yang ditetapkan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
"Kenaikan tarif harus dari kebijakan pemerintah," tambahnya.

Garuda akan menfokuskan ke tiga tempat yaitu Denpasar, Bali, Singapura dan Padang. Rinciannya, 36 penerbangan Jakarta-Denpasar, 30 penerbangan ke Singapura, dan 16 penerbangan ke Padang.

Pada 2010, Garuda menambah 11.718 kursi tujuan Jakarta-Denpasar selama 7 hari menjelang dan sesudah lebaran. Penambahan ini hampir separuh dari penambahan kursi nasional Garuda, sebanyak 23.716 kursi. Penambahan kursi terbesar kedua adalah rute Jakarta-Padang sebanyak 2.950 kursi dan Jakarta-Yogyakarta sebanyak 2.696 kursi.

Bank Mandiri Bagi Dividen Rp3,25 triliun

VIVAnews - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Mandiri Tbk memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 35 persen dari total laba bersih 2010 atau sebesar Rp3,25 triliun. Laba bersih Mandiri sendiri Rp9,2 triliun pada tahun lalu.

"Dividen yang dibagikan Rp138,27 per lembar saham atau totalnya Rp3,25 triliun," ujar Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, dalam keterangan pers, Senin 23 Mei 2011.

Ia menjelaskan pada 2010, Bank Mandiri telah membagikan dividen interm sebanyak Rp412 miliar. Sehingga sisa dividen yang harus dibayar Rp120 per lembar saham. Nilai dividen itu diharapkan memberi keuntungan bagi pemegang saham.

Bahkan Zulkifli menyatakan dividen Bank Mandiri merupakan dividen terbesar dibanding bank BUMN lainnya. Sisa laba akan digunakan sebagai laba ditahan untuk modal perseroan."Meski jumlahnya tergolong besar, pembagian dividen tidak akan mengganggu kinerja perseroan ke depan" ujar Zulkifli.

Sepanjang tahun 2010, laba Bank Mandiri naik sebesar 28,8 persen dari Rp7,15 triliun pada tahun 2009 menjadi Rp9,2 triliun.

Harga Emas Tembus Rekor Baru

VIVAnews - Harga emas kembali menyentuh level tertinggi di level US$1.519,20 per ounce pada perdagangan Senin 25 April waktu New York atau Selasa dinihari waktu Indonesia.

Namun rekor tertinggi ini tidak bertahan lama. Aksi ambil untung atau profit taking muncul, sehingga harga emas hanya naik US$5,30 dan menetap di US$1.509,10 per ounce. Harga ini merupakan pengiriman Juni di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Seorang analis di laman TheStreet mengatakan, melambungnya harga emas tidak lain karena kekhawatiran investor terhadap lonjakan inflasi global. Selain itu, pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat juga menjadi salah satu penyebabnya. Indeks dolar AS pada Senin turun 0,14 persen menjadi US$74.

Indeks mata uang dolar [US Dollar Index] terus merosot menyusul kekhawatiran investor terhadap pemerintah AS yang tidak mampu mengendalikan utang.

Sementara itu harga perak melesat 2,4 persen Senin kemarin menjadi US$47,149 per ounce. Bahkan di tengah perdagangan, harga perak sempat menyentuh 49,82 per ounce.

Rekor Baru, Ekspor 2010 Tembus US$157 Miliar

VIVAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun lalu (2010) surplus hingga US$22,12 miliar. Tercatat, ekspor sepanjang 2010 mencapai US$157,73 miliar, sementara pada sisi impor tercatat mencapai US$135,61 miliar.

"Ekspor kita kembali mencetak rekor baru pada Desember 2010 dengan nilai ekspor mencapai US$16,78 miliar," kata Kepala BPS Rusman Heriawan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 1 Februari 2011.

Menurut Rusman, kontribusi nilai ekspor Indonesia sepanjang 2010 sebagian besar berasal dari ekspor non Migas yang mencapai US$129,68 miliar.

Komoditas yang menjadi primadona ekspor dari Indonesia sepanjang tahun lalu masih dipegang dua komoditas, yaitu bahan bakar mineral utamanya batu bara dengan nilai ekspor mencapai US$18,73 miliar. Pada posisi kedua, komoditas lemak dan minyak nabati (CPO) menyumbang ekspor dengan nilai US$16,29 miliar.

Pada sisi impor, BPS mencatat sepanjang 2010 Indonesia mencatat impor sebesar US$135,61 miliar, di mana US$108,24 miliar merupakan impor non-Migas. Khusus pada Desember 2010, tercatat impor mencapai US$13,09 miliar atau naik 27,08 persen dibandingkan Desember 2009.

Sementara itu, pasar impor Indonesia selama 2010 masih didominasi komoditas mesin dan peralatan mekanik. Pemasok barang terbesar pada kegiatan impor Indonesia selama 2010 itu adalah China yang mencapai 18,19 persen, Jepang 15,62 persen, dan Singapura 9,26 persen. (hs)

Deputi BI Budi Rochadi Wafat di New York

VIVAnews - Deputi Gubernur Bank Indonesia S Budi Rochadi meninggal dunia di New York, AS pada pukul 20.00 waktu setempat atau pukul 07.00 WIB waktu Jakarta.

Menurut Kepala Biro Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Aribowo, almarhum meninggal  dikabarkan akibat terjatuh di kamar mandi. "Saya mendengar informasinya seperti itu," ujarnya saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Senin 11 Juli 2011.

Sedangkan almarhum berada di New York, kata dia, karena sedang ada perjalanan dinas bersama Direktorat Peredaran Uang BI.

Staf Bidang Sistem Pembayaran BI, Hasiholan juga mengaku bahwa Deputi Gubernur BI Bidang Sistem Pembayaran dan pengawasan ini telah meninggal dunia.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah meninggal dunia Bapak S. Budi Rochadi (deputi Gub BI) hari ini di New York kurang lebih jam 8 malam (jam 7 pagi waktu Jakarta). Semoga amal ibadah Beliau diterima Allah SWT dan yg ditinggalkan mendapat ketabahan. Amin," ujar melalui pesan singkatnya. (eh)

Prancis Bangga Lagarde Jadi Petinggi IMF

VIVAnews - Perdana Menteri Prancis, Francois Fillon menyambut baik terpilihnya Menteri Keuangan Prancis, Christine Lagarde sebagai direktur pelaksana International Monetary Fund (IMF).

"Soal Lagarde, untuk Prancis ini suatu kehormatan," kata Fillon, usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 1 Juli 2011.

Fillon mengatakan, Lagarde merupakan menteri keuangan perempuan pertama di Prancis dan memegang mandat terlama di Prancis. "Kita semua telah dengar niatnya untuk bantu negara berkembang atau negara maju," ujarnya.

Dia menambahkan, politik IMF merupakan politik yang diterapkan dewan penasihatnya. Christine Lagarde, yang berusia 55 tahun, resmi terpilih sebagai perempuan pertama yang menjadi direktur pelaksana IMF. Dia menggantikan Strauss-Kahn yang mundur akibat skandal seks.

Dewan Eksekutif IMF memilih Christine Lagarde untuk menjadi direktur pelaksana IMF dan ketua dewan eksekutif. Lagarde menduduki jabatan tersebut untuk masa jabatan lima tahun mulai 5 Juli 2011.

Lagarde merupakan perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi sejak IMF didirikan pada 1944. (art)

Kamis, 29 September 2011

Cara BI Perbaiki Kinerja Bank

VIVAnews - Kasus yang menimpa Citibank terkait kasus dugaan pembobolan dana oleh karyawannya, Malinda Dee, dan kematian Irzen Octa, membuat Bank Indonesia (BI) mengambil langkah-langkah perbaikan agar tak terulang lagi.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengawasan Perbankan, Halim Alamsyah, terdapat tiga aspek yang menjadi perhatian BI untuk perbaikan kinerja perbankan.

Pertama, perbaikan pada pengawasan internal yang terkait operasional perbankan. "Ini akan menjadi fokus kami ke depan," kata Halim saat jumpa pers di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat 6 Mei 2011.

Kedua,
BI meminta seluruh bank sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan internal. "Kami meminta semua bank melakukan perbaikan sebelum kami menemukan temuan-temuan seperti di Citibank," ujarnya.

Ketiga, BI akan meninjau kembali aturan-aturan yang telah ada, dan melakukan perbaikan untuk meminimalisasi potensi penyelewengan. "Antara lain aturan kartu kredit, perlindungan nasabah, termasuk aturan mengenai jasa pelayanan yang sifatnya premium," ujarnya. (art)

Hatta: Energi Nuklir Pilihan Terakhir

VIVAnews - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menekankan nuklir akan menjadi sumber energi alternatif terakhir yang digunakan di Indonesia. Namun, Hatta mengakui sumber daya manusia (SDM) di bidang nuklir merupakan salah satu yang terdepan di Asia.

"Kalau SDM kita leading di Asia. Sebagai mantan menristek, saya mengetahui betul kemampuan mereka," kata Hatta di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat, 18 Maret 2011.

Menurut Hatta, sejak tahun 1960-an Indonesia telah memiliki nuklir dan setiap hari energi ini digunakan. Namun, tenaga nuklir yang dimiliki Indonesia ini tidak dipergunakan untuk pembangkit listrik. Nuklir digunakan untuk menghasilkan radio isotop.

Lebih lanjut, Hatta menegaskan, ada atau tidakmya kecelakaan nuklir yang terjadi di Jepang, Indonesia tetap menempatkan bahwa penggunaan nuklir sebagai alternatif terakhir.

Menurut dia, jika tidak ada energi primer lainnya, masih banyak pilihan energi lainnya seperti air, batu bara, panas bumi (geothermal), dan lainnya. (art)

3 Broker Asing Tangani Obligasi Global RI

VIVAnews - Kementerian Keuangan telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas asing yang akan menjadi penjamin emisi (underwriter) penerbitan obligasi global (global bond) pemerintah Indonesia pada 2011. Tiga perusahaan sekuritas itu adalah JP Morgan, UBS, dan Deutsche Bank.

"Sekarang sudah mulai mempersiapkan," kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, di kantornya, Jalan Wahidin, Jakarta, Senin, 14 Februari 2011.

Menurut Agus, selain menunjuk tiga perusahaan sekuritas asing, Kementerian Keuangan juga menjadwalkan roadshow global bond yang akan dilaksanakan pada kuartal II-2011.

Dalam penerbitan kali ini, pemerintah kemungkinan hanya akan menerbitkan global bond dalam satu seri.

Seperti diketahui, pemerintah bakal menutup kekurangan pendanaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 sebesar Rp124,65 triliun melalui penerbitan tiga jenis obligasi negara. Selain global bond, Kemenkeu bakal menerbitkan sukuk global dan samurai bond.

Ciputra Berminat Bangun Menara BUMN

Ciputra (www.ciputra.org)

VIVAnews - Salah satu taipan terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes, Ciputra melalui kelompok usahanya, berminat untuk membangun Menara BUMN (BUMN Tower).

"Kami salah satu calon yang ikut tender pembangunan BUMN Tower," kata Ciputra di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis 27 Januari 2011.

Nantinya, dia melanjutkan, BUMN Tower akan menjadi ikon baru Indonesia. "Belum ada proyek seperti ini di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara," ujar Ciputra.

Ciputra bersama tim membawa empat maket bangunan BUMN Tower itu untuk dipresentasikan di Kementerian BUMN. "Kami tunjukkan dan presentasi, lalu membuat proposal proyek. Grup Ciputra sudah siap," kata dia.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, selain mengajukan sebagai calon pengembang pembangunan BUMN Tower, Ciputra juga berniat untuk menanamkan investasinya. "Mereka juga mengajukan pembagian saham dengan BUMN lain dan pemilik tanah," kata Mustafa.

Investasi yang dibutuhkan sebesar Rp1 triliun untuk setiap menara. "Ada lima tower yang akan dibangun dari perencanaan Ciputra," kata dia.

Sebenarnya, menurut Mustafa, selain Grup Ciputra, pengusaha Tommy Winata dan PT Adhi Karya Tbk serta Dana Taspen juga telah menyerahkan proposal mereka. "Mereka membawa gambar saja, dan sudah dipresentasikan," tuturnya.

Menurut Mustafa, rencana pembangunan BUMN Tower masih dalam tahap pengkajian. Namun, Mustafa menegaskan pembangunan BUMN Tower ini akan dikerjakan secara serius.

Menara BUMN ini diharapkan dapat menyatukan kantor-kantor BUMN yang selama ini terpisah, sehingga bisa menciptakan efisiensi biaya operasional kementerian. Mustafa juga berharap, semua BUMN bisa memberi kontribusi dalam proyek BUMN Tower tersebut.

Mustafa juga mengimbau agar semua perusahaan pelat merah bersedia memindahkan kantornya ke Menara BUMN. "Tapi, ini sifatnya sukarela," kata dia. "Yang penting sekarang ada gedung bersama sebagai lambang kebersamaan, kekompakan dan efisiensi," ujarnya. (hs)

Angkot Jabodetabek Bakal Pakai Kartu Pintar

VIVAnews - Pemerintah akan melakukan uji coba penggunaan kartu pintar pada kendaraan umum. Kartu berteknologi radio-frequency identification ini mampu mengidentifikasi penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi.

"Ini akan kami terapkan di enam SPBU di Jabodetabek," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Evita Herawati Legowo, dalam laman resmi Kementerian Energi, Senin 3 Januari 2011.

Menurut Evita, melalui kartu pintar ini, kendaraan pelat kuning yang mendapatkan BBM bersubsidi tidak akan melebihi kuota harian seperti yang dikhawatirkan sejumlah kalangan. Evita melanjutkan, penerapan kartu ini supaya pembatasan BBM menjadi efektif.

Pada akhir kuartal pertama tahun ini, pemerintah berencana membatasi konsumsi BBM bersubsidi melalui larangan penggunaan bensin premium pada kendaraan pribadi, kendaraan pelat merah, dan kendaraan TNI/Polri di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Menyusul kemudian, larangan penggunaan solar di Jabodetabek pada pertengahan tahun. Pembatasan BBM bersubsidi juga akan di lakukan bertahap di seluruh Indonesia.

Berapa Banyak Kekurangan Rumah di 2010?

VIVAnews - Kementerian Perumahaan Rakyat mensinyalir kekurangan ketersediaan rumah (backlog) bagi masyarakat menengah bawah (MBR) hingga tahun lalu (2009) mencapai 7,4 juta.

"Sedangkan sampai tahun ini diperkirakan menjadi sebanyak 8,4 juta. Itu, dengan estimasi pertambahan kebutuhan perumahan sebesar 800 ribu dan kemampuan kita membangun 200 ribu per tahun," kata Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa di Jakarta.

Kementerian, Suharso menambahkan, juga menyandarkan pengurangan backlog tersebut pada daya beli masyarakat. "95 persen backlog didominasi masyarakat kelas menengah. Dengan meningkatnya konsumsi masyarakat, kita berharap backlog ini akan turun juga," ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian Perumahaan Rakyat sepanjang tahun ini berhasil menyerap sebesar Rp909,96 miliar atau setara dengan 94,34 persen pagu anggaran 2010. Adapun realisasi subsidi mencapai Rp2,99 triliun atau 96,5 dari pagu.

Sedangkan pada tahun depan (2011), kementerian menganggarkan pagu definitif sebesar Rp2,76 triliun. Dana alokasi tersebut masih ditambah anggaran subsidi sebesar Rp4,27 triliun.  "Dana itu akan digunakan untuk memenuhi target hingga tahun 2014," kata Suharso. (sj)

CVC Tuntaskan Akuisisi Link Net Rp2,3 Triliun

VIVAnews - PT First Media Tbk menyelesaikan transaksi penjualan saham sebesar 49 persen di PT Link Net kepala kelompok CVC. Link Net merupakan anak perusahaan First Media yang bergerak di bidang internet pita lebar berkecepatan tinggi, televisi kabel dan komunikasi data.

Manajemen First Media dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 30 Juni 2011, menyatakan, melalui transaksi tersebut, CVC Capital Partners Asia Pacific III LP dan Asia Link Holding Dewa Pte Ltd, mengeluarkan dana sekitar Rp2,35 triliun untuk mendapatkan saham Link Net.

Asia Link Holding Dewa Ltd merupakan anak perusahaan CVC Capital Partners Asia Pacific III Parallel-A, LP.

Link Net memiliki dan mengoperasikan jaringan kabel hibrida serat optik koaksial dua arah terbesar di Indonesia yang melayani pelanggan ritel dan korporasi. Melalui FastNet, Link Net menyediakan layanan koneksi internet tercepat di Indonesia.

Pada perdagangan hari ini, harga saham First Media menguat Rp40 (4,59 persen) ke posisi Rp910. Volume transaksi mencapai 293 lot senilai Rp130,18 juta.

Menkeu: Tak Mudah Hapus Piutang Pajak

VIVAnews - Direktorat Jenderal Pajak mencatat jumlah piutang pajak hingga Mei 2011 mencapai Rp54 triliun. Namun, pemerintah mengaku kesulitanmenagih dan menghapuskan piutang pajak ini.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan, piutang pajak tersebut merupakan kumulatif tagihan pajak di Indonesia yang di dalamnya termasuk tagihan Pajak Bumi dan Bagunan (PBB) dan lain sebagainya.

"Itu secara fokus dan sistematis akan segera kami tangani, tetapi tentu perlu waktu dan strategi yang tepat. Itu sudah menjadi suatu yang perlu diwaspadai di kementerian," kata Agus, Senin.

Menkeu pun mengaku akan menindak tegas para penunggak pajak yang tidak benar. Sedangkan mengenai penghapusan pajak, pemerintah akan mempertimbangkannya.

"Tentu kita tidak akan membicarakan tentang penghapusan pajak.  Tidak mudah kita lakukan penghapusan pajak dan harus diupayakan yang baik," ujar Agus.

Menkeu juga menjelaskan, jika piutang negara jumlahnya mencapai Rp100 miliar, pemerintah yang masih menangani. Namun, jika telah di atas Rp100 miliar, bolanya ada di tangan  DPR.(umi)

Tenor SBI Diubah Jadi 6 Bulan

VIVAnews - Bank Indonesia (BI) memberlakukan aturan baru jangka waktu penempatan aliran modal jangka pendek dari satu bulan menjadi enam bulan. Aturan baru ini akan mulai berlaku pada lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) Mei mendatang.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, waktu sebulan sebelum aturan diberlakukan pada Mei mendatang telah memadai. "Waktu sebulan cukup bagi semua pihak berkepentingan melakukan perubahan," kata Darmin pada konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Selasa, 12 April 2011.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya, mengatakan, perubahan aturan aliran modal jangka pendek ini tepat di tengah maraknya aliran investasi ke negara berkembang. "Ini upaya meredam inflasi impor lewat menjaga aliran ekonomi jangka pendek," tuturnya.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A Sarwono, menambahkan, aliran dana masuk dalam jumlah besar dan cepat  akan menciptakan risiko. "SBI bukan investasi, tapi instrumen moneter. Dengan capital inflow yang terus masuk akan menguatkan rupiah," katanya. (art)

ASEAN Bikin Komite Infrastruktur

VIVAnews - Bank Pembangunan Asia (ADB) dan  ASEAN menggelontorkan dana sebesar US$490 juta untuk pembangunan infrastruktur di negara-negara ASEAN. “Termasuk Indonesia akan ikut berpartisipasi,” kata Menteri Keuangan, Agus Martowardjojo, di Bali, Jumat 8 April 2011.
 
Menurut Agus, menindaklanjuti kesepakatan itu  akan dibentuk badan bernama komite pembangunan khusus bekerja pada masalah infrastruktur di ASEAN. Saat ini komite dimaksud belum terbentuk. “Baru disepakati saja, nanti akan dibahas kembali,” kata dia.
 
Agus menambahkan, kerja sama itu nantinya tak sebatas mengatasi masalah infrastruktur di negara-negara ASEAN saja. Kerja sama itu, kata dia, juga  membahas soal minyak dunia.

Namun, karena kondisi negara-negara ASEAN yang berbeda-beda, kesepakatan perminyakan tak dapat dijadikan acuan pembahasan secara detil.

Indonesia, jelas dia, melihat masalah minyak dalam kurun waktu rata-rata satu tahun. “Untuk sementara ini, kami tak begitu khawatir, tapi tetap waspada,” katanya.

(Laporan: Bobby Andalan l Bali)

Ini Tantangan Baru Dunia Usaha

VIVAnews - Setelah berhasil melewati krisis global 2008, dunia usaha kini menghadapi sejumlah tantangan baru. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan bahwa  masalah konektivitas antarpulau dan daerah terpencil masih menjadi persoalan serius yang harus diselesaikan bersama.

"Ini salah satu tantangan dunia usaha," kata dia saat pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Kadin, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat 1 April 2011.

Selain itu, masalah akselerasi pertumbuhan perekonomian daerah juga menjadi tantangan dunia usaha. Menurut dia, banyak daerah yang memiliki sumber daya alam berlimpah, namun belum tumbuh maksimal. 

Suryo mengatakan, adanya ketimpangan ini tidak lain karena masalah infrastruktur, sumber daya manusia, ketersediaan energi, dan iklim usaha di wilayah itu.

Suryo juga menjelaskan, dunia usaha juga menghadapi tantangan baru dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015. Menurut Suryo, Indonesia harus melakukan perluasan pembangunan ekonomi nasional yang berfokus pada penguatan industri dalam negeri.  (umi)

Tiga Tahun, Kinerja Telkom Tumbuh Tipis

VIVAnews - Kinerja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dalam tiga tahun terakhir cenderung tidak mengalami kenaikan signifikan. Pendapatan usaha maupun keuntungan yang diraih perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia itu hanya mampu meningkat tipis. 

Dalam laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2010 yang dipublikasikan hari ini, Kamis 31 Maret 2011 disebutkan pendapatan usaha Telkom pada 2010 mencapai Rp68,63 triliun atau naik 1,4 persen dibanding 2009 yang sebesar Rp67,68 triliun. Sementara itu, bila dilihat dua tahun sebelumnya, pendapatan usaha perseroan hanya Rp64,17 triliun.

Bahkan, laba usaha perseroan justru turun tipis dari Rp22,79 triliun per 2009 menjadi Rp22,49 triliun pada tahun buku 2010. Untuk periode 2008, laba usaha mencapai Rp22,44 triliun.

Sementara itu, meski tercatat meningkat, pertumbuhan laba bersih tidak terlalu tinggi. Telkom hanya mencatat laba bersih 2010 sebesar Rp11,54 triliun, atau naik tipis 1,2 persen dari tahun buku 2009 yang mencapai Rp11,39 triliun. Sedangkan pada periode dua tahun sebelumnya, perseroan membukukan laba bersih Rp21,61 triliun. (art)

Rabu, 28 September 2011

Menkeu Copot Lagi 5 Pejabat Pajak

VIVAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengaku kembali mencopot lima bawahannya di Direktorat Jenderal Pajak yang diduga terlibat dengan kasus Gayus Halomoan Tambunan.

Sayangnya, Agus menolak menyebutkan identitas dan jabatan mereka. "Ada lima pejabat yang dicopot," kata Agus usai rapat terbatas pelaksanaan Instruksi Presiden penanganan Gayus dan Bank Century di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin 24 Januari 2011.

Menurut Agus, pencopotan lima pejabat ini merupakan tindak lanjut dari Inpres percepatan penanganan kasus Gayus Tambunan.

Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan akan memeriksa kelima pejabat itu. Agus juga mengatakan telah meminta Fuad Rahmany segera menggelar konsolidasi internal. Fuad merupakan Dirjen Pajak baru yang menggantikan Tjiptardjo.

Pencopotan ini, menurut Agus, kelanjutan dari pemecatan jajaran pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang juga pernah dilakukan pada pada Maret 2010. Saat itu, Mochamad Tjiptardjo yang masih menjabat Direktur Jenderal Pajak menonaktifkan bawahannya di Direktorat Keberatan dan Banding Pajak. (umi)

India Siap Investasi Rp181 T di Infrastruktur

VIVAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkirakan sejumlah investor India bakal membawa dana investasi sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp181,82 triliun tahun ini.

"Investor yang sudah berkomitmen itu dari India," kata Kepala BKPM, Gita Wirjawan, di sela Rapat Kerja Pelaksanaan Pembangunan 2011 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Senin 10 Januari 2011.

Menurut Gita, investor asal Asia Selatan tersebut bakal menginvestasikan dananya di sektor infrastruktur. Sejumlah proyek pembangunan yang bakal dibiayai di antaranya untuk pembangunan kereta api, pelabuhan, dan smelter.

Pada 2011, BKPM menargetkan investasi bakal naik sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp200 triliun. Sektor infrastruktur merupakan salah satu sumber investasi yang bakal menjadi pendorong tahun ini.

Gita juga mengungkapkan, pemerintah bakal melakukan tender umum proyek kerja sama pemerintah dan swasta (public private partnership/PPP).

Empat proyek yang bakal ditenderkan adalah proyek unggulan di Jawa Timur, terminal di Bali, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Jawa tengah, dan rel kereta api jurusan Manggarai-Soekarno Hatta. (art)

Mei, Inflasi 0,12 Persen

VIVAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Mei sebesar 0,12 persen. Kenaikan inflasi ini berasal dari bahan non pangan, seperti harga sandang.

Inflasi tahun kalender (Januari-Mei) mencapai 0,51 persen, sedangkan inflasi year on year 5,98 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Djamal, menjelaskan inflasi inti mencapai 0,27 persen. Sementara itu, inflasi inti year on year sebesar 4,64 persen.

Dari 66 kota, 51 kota mengalami inflasi dan 15 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon (1,66 persen) dan Kendari (1,08 persen). Inflasi di Ambon disebabkan kenaikan harga komoditas, seperti tomat, ikan, dan sayuran. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Mataram, Kediri, dan Denpasar.

"Deflasi tertinggi terjadi di Tarakan (1,14 persen) akibat turunnya harga cabai dan kacang-kacangan," ujar Djamal di kantor BPS, Jakarta, Rabu, 1 Juni 2011.
 
Kelompok bahan makanan menyumbang inflasi sebesar 0,07 persen. Untuk makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau menyumbang 0,04 persen. Perumahan, air, listrik, gas bahan bakar menyumbang 0,06 persen, sedangkan sandang termasuk emas sebesar 0,05 persen. (art)

Tsunami, Pabrik-pabrik Raksasa Jepang Tutup

VIVAnews - Hokuriku Electric Co mengumumkan penghentian semua reaktor nuklir Onagawa, Jepang, Jumat 11 Maret 2011. Penutupan ini menyusul terjadinya gempa dan stunami. Namun, Hokuriku menyatakan, tidak ada kebocoran nuklir pada ketiga reaktor itu.

Electric Power Development (J-Power) juga menghentikan operasi pabrik tenaga panas bumi Isogo di Yokohama, demikian kantor berita Jiji News melaporkan.

Gempa dan tsunami juga telah membakar kilang Chiba Cosmo Oil Co, Tokyo. JX Nippon Oil & Energy Corp menghentikan operasi di tiga kilang di Sendai, Kashima, dan Negishi.

Media Jepang melaporkan kebakaran di pabrik baja JFE Holdings Inc di Chiba. JFE, perusahaan baja dunia terbesar kelima, mengatakan tidak ada dampak besar atas kebakaran itu.

Primearth EV Energy Co Ltd, perusahaan patungan antara Panasonic Corp dan Toyota yang membuat baterai untuk kendaraan ramah lingkungan, juga menutup pabriknya. Tingkat kerusakan tidak jelas, namun seorang juru bicara mengatakan, "[Kerusakan] Tampaknya tidak besar."

Inflasi Februari Hanya 0,13 Persen

VIVAnews - Setelah bulan sebelumnya cukup tinggi, akhirnya inflasi turun pada Februari 2011. Inflasi Februari tercatat 0,13 persen, bahkan kelompok bahan pangan mengalami deflasi.

Sementara itu, laju inflasi kumulatif (Januari-Februari) sebesar 1,3 persen dan year on year (yoy) sebesar 6,84 persen atau turun jika dibandingkan angka yoy Januari 7,02 persen. Untuk inflasi inti sebesar 4,36 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan, mengatakan, khusus Februari mengalami deflasi pada bahan makanan. Total deflasi 0,11 persen. "Dalam empat tahun terakhir ini pertama kali mengalami deflasi untuk bahan makanan," kata Rusman di Jakarta, Selasa, 1 Maret 2011.

Dari 66 kota, inflasi terjadi di 40 kota, sedangkan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Singkawang yang mencapai 1,75 persen, dan Tarakan sebesar 1,32 persen serta Sukabumi inflasi 0,4 persen. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,08 persen.

Beberapa penyumbang inflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,09 persen kelompok kesehatan 0,03 persen, pendidikan 0,01 persen, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen. (art)

Kedelai Naik, Tahu Sempat Hilang di Pasar

Proses pembuatan tempe (Antara/Noveradika)

VIVAnews- Naiknya harga kedelai sempat membuat produsen mogok untuk memproduksi tahu. Bahkan tahu sempat hilang dari pasaran selama 2 hari.

Menurut pantauan VIVAnews di Pasar Kramat Jati, meski harga kedelai mengalami kenaikan, namun pedagang tidak banyak menaikkan harganya. Para pedagang mengatakan pada 2 dan 3 Februari lalu, malah tahu tidak dijual di pasar Kramat Jati.

Salah satu pedagang tempe, Taruna, mengatakan harga tempe sampai saat ini masih normal yakni Rp2000-Rp3000 per potong, tergantung ukurannya. Selain pedagang, Taruna juga menjadi produksen karena ia membuat sendiri tempe yang untuk dijual."Harga kedelai memang naik, namun karena permintaan sedikit kami sulit untuk menaikkan harga," ujarnya kepada VIVAnews.

Ia biasa membeli kedelai dalam jumlah besar. Saat ini harga kedelai Rp6.500 per kilo gram. Sebelumnya harga kedelai Rp5.500-Rp5.700. Kenaikan ini mulai Januari lalu. "Kalau dalam partai kecil bisa lebih dari itu," ujarnya.

Sementara untuk harga kedelai di Pasar Kramat Jati bekisar antara Rp8.000-Rp9.000 per kilogram. Untuk harga kedelai impor Rp9.000 per kilogram, naik Rp1000 di awal bulan. Sedangkan untuk kedelai lokal Rp8000 per kilogram. Para pedagang lebih banyak menjual kedelai impor dibanding lokal karena lebih bersih.

Pedagang tahu lainnya, Muin (30) mengatakan harga tahu naik Rp250 per buah. Sebelumnya Tahu China ukuran bersar harganya Rp1.500 kini menjadi Rp1.750 per buah.

Penerbangan Garuda Normal Kembali

VIVAnews- PT Garuda Indonesia Tbk menyatakan pasca pemogokkan pilot yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) sudah berjalan lancar. Pagi ini Garuda sudah melakukan 30 penerbangan.

"Sekarang penerbangan sudah berjalan lancar sampai tadi pagi ini sudah 30 penerbangan" kata Direktur Utama PT Garuda Airlines, Emirsyah Satar usai acara kerjasama antara Garuda dengan Citibank di Hotel Hyatt, Jakarta, Jumat 29 Juli 2011.

Emirsyah mengatakan walaupun ada beberapa yang tertunda (delay) karena kendala operasional. "Karena kan kita penjadwalan dan lain-lain tapi sekarang sudah berjalan dengan normal" ujar Emirsyah.

Perlu diketahui, kemarin beberapa pilot yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda melakukan aksi pemogokkan (APG). Setelah aksi mogok terbang setengah hari yang dilakukan para pilot, PT Garuda Indonesia Tbk mencatat 10 persen penerbangan Garuda tertunda.

Dari 200 jadwal penerbangan, hingga pukul 13.00 WIB Garuda menerbangkan 144 pesawat dengan rute nasional. Dari total penerbangan rute nasional kemarin, tercatat 66 penerbangan Garuda berasal dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (umi)

Tiket Citilink Habis untuk Lebaran

VIVAnews - Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk, Citilink memastikan bahwa tiket untuk libur Lebaran habis terjual.

"Tiket Citilink habis, karena semua orang mencari tiket murah duluan," kata Vice President Strategic Citilink, Elisa Lumbantoruan, saat ditemui di Kantor Garuda, Cengkareng, Tangerang.

Elisa menuturkan, sedangkan untuk tiket Garuda juga hampir habis dalam libur Lebaran untuk satu dan dua minggu menjelang Lebaran. "Total tiket yang disediakan, 85 persen sudah habis terjual," ujarnya.

Namun, kata dia, maskapai Garuda berencana menambah 30 ribu tempat duduk dalam menghadapi mudik Lebaran tahun ini.

Sementara itu, Citilink mengungkapkan, akan ada penambahan pesawat Airbus A320s dalam menghadapi mudik Lebaran. "Kalau memungkinkan dipercepat 1 September sudah bisa beroperasi. Tapi kalau lihat jadwal kita, sekarang pesawat tersebut datang 20 September 2011," kata Elisa.

Elisa menuturkan, tambahan satu armada tersebut dapat menambah jumlah penerbangan minimal lima frekuensi. "Kalau bisa, minggu pertama September bisa tambah kursi. Jadi, ada 180 kursi untuk satu armada. Kalau lima landing itu lumayan," ujarnya.

Hatta: Tambahan Anggaran Subsidi BBM Tepat

VIVAnews - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menilai angka yang tertuang dalam APBN-P 2011 sudah sesuai kebutuhan. Meningkatnya anggaran subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai merupakan pilihan yang tepat.

Menurutnya pilihan pemerintah untuk menambah anggaran subsidi BBM di tengah tingginya harga minyak merupakan kebijakan untuk mencegah timbulnya efek sosial lainnya.

"Karena kita tidak ingin justru menimbulkan efek lain misalnya inflasi yang mengakibatkan kemiskinan," ujarnya saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Jumat, 22 Juli 2011.

Anggaran subsidi BBM ini, diakuinya memang dapat menutup peluang pembangunan sektor lain seperti infrastruktur yang merupakan salah satu pilar pembangunan nasional. "Kita kehilangan peluang untuk membangun infrastruktur dari dana yang tersedot besar untuk subsidi. Tapi itu pilihan kita," tuturnya.

Sebelumnya, DPR menganggarkan belanja pemerintah pada 2011 yang semakin besar. Dari rencana awal sebesar Rp1.229,56 triliun, belanja pemerintah tahun ini naik Rp91,19 triliun menjadi Rp1.320,75 triliun. Jumlah anggaran untuk subsidi BBM sendiri dalam APBN-P 2011 adalah sebesar Rp592,08 miliar. (kd)

Utang Melonjak, BI Waspadai Ancaman Krisis

VIVAnews - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri pemerintah Indonesia yang terus meningkat dikhawatirkan dapat menimbulkan krisis.

"Utang luar negeri patut diwaspadai, dari tahun ke tahun terus meningkat. Total utang luar negeri dari 2006 naik berlipat-lipat," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI, Difi A Johansyah, dalam acara diskusi di Gedung BI, Jakarta, Kamis 30 Juni 2011.

Utang luar negeri pemerintah, menurut dia, lebih besar dari swasta. Pada akhir 2010, utang pemerintah mencapai US$118,6 miliar, sedangkan swasta sebesar US$83,8 miliar.

Sementara itu, pada April 2011, utang pemerintah telah meningkat menjadi US$128,6 miliar dan swasta US$85,6 miliar. Secara keseluruhan, pada akhir 2010, total utang luar negeri Indonesia mencapai US$202,4 miliar dan per April 2011 mencapai US$214,5 miliar.

"Ini harus terus dimonitor BI untuk menjaga dan mengantisipasi krisis," ujarnya.

Dia menjelaskan, utang luar negeri terus menjadi sorotan sejak krisis ekonomi pada 1997. Sejak tahun tersebut, grafik utang luar negeri Indonesia terus meningkat. "Sorotan termasuk dari lembaga pemeringkat utang," tuturnya. (eh)

Bertahap, Jumlah Pengiriman TKI Dikurangi

VIVAnews - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengungkapkan, kementeriannya berhasil mengurangi jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara signifikan sejak Januari 2011. Kendati demikian, langkah tersebut tidak secara tiba-tiba berhasil.

"Kita harus mengurangi secara bertahap jumlah TKI. Sejak Januari, kita telah lakukan pengetatan secara total dan sudah mulai berhasil," ujar Menakertrans dalam diskusi Polemik di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu 25 Juni 2011.

Muhaimin bahkan mengklaim, angka keberangkatan TKI sejak awal tahun ini menurun signifikan. Menurutnya, angka tersebut akan terus ditekan.  "Dari per Desember 2010 sekitar 30-50 ribu per bulan. Jadi, sejak Desember sudah berkurang menjadi 12 ribu saja per bulannya," katanya.

Dia membantah, bila selama ini pemerintah dikatakan gagal dalam mengurus soal TKI. "Memang, di tengah kerja keras kita dan upaya sistematis, melalui perubahan seluruh regulasi. Kita mendapatkan cambuk untuk mencari jalan, tidak ada pilihan. Tapi usaha itu benar-benar ada, ada tanda tangannya kok, ini jelas," ujar Menakertrans.

BPK Evaluasi Negara Tujuan TKI

VIVAnews - Badan Pemeriksa Keuangan berencana untuk mengevaluasi negara-negara penerima Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Upaya itu sebagai masukan terkait kebijakan penghentian sementara atau moratorium TKI ke mancanegara.

Menurut Anggota III BPK RI, Hasan Bisri, pada semester dua tahun ini, pihaknya merencanakan untuk mengevaluasi kembali negara-negara penerima TKI, seperti Korea. "Presiden meminta kami melakukan pemeriksaan ini," ujar Hasan saat jumpa pers di Auditorium Kantor BPK, Jakarta, Jumat 24 Juni 2011.

Sebelumnya, kata dia, BPK melakukan pemeriksaan atas kinerja penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri. "Sebagai sampel, BPK mewawancara 200 orang yang berada di Jeddah serta di Kuwait sebanyak 400 orang," tutur Hasan.

Sementara itu, terkait moratorium yang disarankan kepada pemerintah, menurut Hasan, keputusan apakah dihapuskan atau ditarik kembali, diserahkan kepada pemerintah.

Pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara atau moratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke Arab Saudi yang mulai efektif 1 Agustus 2011. Kebijakan itu sebagai sikap pemerintah terhadap pelaksanaan hukuman pancung terhadap Ruyati binti Satubi. (art)

Selasa, 27 September 2011

SBY: Pemotongan Anggaran Kejahatan Serius

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemotongan anggaran merupakan kejahatan serius. SBY meminta masyarakat langsung melaporkan kasus pemotongan anggaran ke kantornya.

"Saya masih mendengar informasi kasus pemotongan anggaran oleh tangan-tangan gelap. Ini kejahatan serius. Saya menunggu laporan bagi yang merasa dirugikan atau menjadi korban kejahatan, sampaikan langsung ke kantor saya," ujar Presiden SBY pada saat membuka Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 28 April 2011.

SBY meminta laporan itu tidak berupa fitnah karena Presiden akan mengecek kebenarannya. Jangan sampai, lanjut SBY, karena ada urusan pribadi mengirimkan laporan tidak benar.

Menurut dia, pemotongan anggaran itu melukai rakyat, terutama anggaran yang diselewengkan. Padahal, dia menambahkan, pemerintah sudah bekerja susah payah untuk meningkatkan ekonomi.

Yudhoyono juga ingin mengurangi tanda tangan yang mengizinkan pejabat negara diperiksa dalam kasus hukum karena menyalahgunakan anggaran. "Alangkah bahagianya saya kalau tahun demi tahun jumlahnya menyusut dan tidak ada lagi," ujarnya. (art)

Popular Posts