Februari 2012

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 29 Februari 2012

BBM Naik, Harga Properti Ciputra Melonjak

Pengembang terpaksa menaikkan harga jual produk propertinya, akibat naiknya harga BBM. (www.skyscrapercity.com)

VIVAnews - Pemerintah memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), meskipun belum ada keputusan besaran kenaikkannya. Namun, naiknya harga BBM akan berpengaruh terhadap kenaikan harga barang termasuk properti.

Direktur PT Ciputra Property Tbk, Artadinata Djangkar, menuturkan, kepastian naiknya harga BBM itu diperkirakan dapat berakibat melonjaknya harga properti perseroan baik perumahan, perkantoran, maupun properti superblok.

"Harga BBM naik, harga jasa konstruksi dan bahan bangunan pasti ikutan naik. Namun belum tahu berapa persennya, karena belum mengetahui besarnya kenaikkan harga BBM," kata Artadinata kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.

Menurutnya, dengan naiknya harga bahan bangunan sebagai dampak kenaikan harga BBM, terpaksa pengembang juga menaikkan harga jual produk propertinya. "Kenaikannya (harga properti) sulit ditebak saat ini, tetapi tidak akan lebih dari 30 persen," ungkap Artadinata.

Pengalaman sebelumnya, lanjut Artadinata, ketika pemerintah menaikkan harga BBM, harga jual properti juga naik. "Karena saat itu, di luar negeri juga krisis," kata dia.

Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pekan lalu memastikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. Alasan kenaikan itu sangat jelas.

Harga minyak dunia, kata SBY, sudah berkali-kali naik. Kenaikan itu menyebabkan asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 terpaksa harus dikerek ke atas.

TDL Naik, Sewa Mall Naik
Sementara itu, Artadinata menuturkan, jika pemerintah menaikkan tarif dasar listrik, harga sewa ruko di mal atau pusat perbelanjaan akan melonjak. Sebab biaya operasional mal sangat bergantung pada listrik.

"Terpaksa kami akan membebankan pada service charge," kata dia.

Namun, dia belum dapat menghitung besaran kenaikan beban servis yang dibebankan pada penyewa itu. Sebab, pemerintah juga belum secara tegas memutuskan besaran kenaikannya.

"Biaya operasional akan disesuaikan, sekarang masih dihitung dengan akurat," ujarnya. (eh)

 

Tolong Eropa, IMF Siapkan US$1 Triliun

VIVAnews - Pertemuan G20 di Mexico City akhir Februari membuahkan kesimpulan di mana negara-negara yang tergabung dalam forum akan menambah modal Dana Moneter Internasional (IMF) senilai US$1 triliun. Dana tersebut digunakan untuk menjaga stabilitas keuangan dunia, termasuk untuk menolong Eropa.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro, yang turut serta mendampingi Menteri Keuangan saat pertemuan, menjelaskan meski otoritas keuangan Eropa meyakinkan bahwa kondisi finansial mereka sudah lebih baik, namun Uni Eropa tidak memiliki jaring pengaman sistem keuangan di kawasannya. Hal inilah yang melatarbelakangi dana IMF masih dibutuhkan.

“Artinya IMF harus ditambah dananya," kata dia di Jakarta, Rabu malam. "Kesepakatan waktu itu menyatakan Eropa harus bisa membuktikan dulu bahwa dia bisa mengumpulkan uang untuk keperluannya sendiri. Ini yang disebut European Firewall.”

Uni Eropa, dia melanjutkan, harus mampu terlebih dulu mengumpulkan dana sekitar US$700-750 miliar untuk menyelamatkan perekonomiannya. Apabila Eropa sudah terbukti mampu berdiri sendiri, barulah permodalan IMF ditambah sekitar US$1 triliun.

“Kemarin yang dibicarakan sekitar US$1 triliun (penambahan modal IMF), di luar European Firewall. Kami mau lihat dulu European Firewall-nya jalan atau tidak,” tuturnya.

Modal IMF tersebut, tambah Bambang, berasal dari sumbangan negara anggota IMF yang tentu besarannya disesuaikan dengan kapasitas keuangan masing-masing negara.

"Yang besar-besar kan China, Jepang, dan AS. Mereka semua bilang, 'kita sebenarnya tidak keberatan menambah, tapi lihat dulu keseriusan Eropa untuk menangani permasalahannya sendiri'," terangnya.

Selain itu, lanjut Bambang, Forum G20 juga fokus pada pembatasan
transaksi spekulatif di pasar keuangan dan komoditas. Rencana implementasi memunculkan dua pilihan, yaitu transparansi pasar dan pembatasan, atau pengurangan transaksi derivative. “Derivative itu kan ujung spekulatif," katanya. (umi)

Kisah Asmara Dahlan Iskan dan Istri

VIVAnews - Ada pepatah "di balik suami hebat, terdapat istri yang hebat", dan di balik kesuksesan Dahlan Iskan dari seorang wartawan hingga menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terdapat Nafsiah Dahlan Iskan yang selalu mendampinginya.

Dahlan menceritakan pertama kali bertemu dengan Nafsiah saat masih aktif gerakan mahasiswa. "Sedangkan Nafsiah aktif di gerakan pelajar Islam," katanya dalam diskusi buku di Kompas Gramedia Fair 2012 di Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.

Dahlan dan Nafsiah waktu itu aktif mengisi pengajian Alquran di sebuah radio di Samarinda, di mana Nafsiah sering membaca Alquran dan Dahlan menjadi penceramah agama. "Dulu saya hanya punya sepeda dan berangkat boncengan. Saya lihat sepertinya Ia bisa menjadi ibu yang hebat," kata dahlan.

Dahlan pun mengikat janji pernikahan dengan Nafsiah saat dirinya berusia 25 tahun sedangkan Nafsiah berusia 22 tahun pada 1975. "Usia yang cukup ideal," jelasnya.

Setelah menikah selama 33 tahun, pada 2008 lalu Dahlan melakukan operasi transplantasi hati. Nafsiah menuturkan, saat itu dirinya pasrah berserah diri sambil berdoa untuk diberikan yang terbaik.

Pada 2009, kesehatan Dahlan membaik. Namun, saat itu Dahlan ditawari menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero), Nafsiah pun sempat menentang. "Mungkin orang yang menentang pertama kali itu saya, saya tunggui ketika beliau sakit di luar negeri. setelah sehat, bapak ditawari kerja di PLN, saya tentang berat, muda kerja, tua kerja, kapan untuk keluarga?" protesnya yang kala itu mengaku baru dikaruniai seorang cucu.

Namun, akhirnya Ia menerima keputusan Dahlan Iskan untuk menjadi Dirut PLN dan Menteri BUMN setelah dirayu. "Dahlan merayu saya, setelah dua tahun menjabat dia akan istirahat. Dia bilang, ingin jadi penulis saja dan dikelilingi nikmatnya cucu," katanya.

Dalam acara Kompas Gramedia tersebut, Dahlan Iskan memberikan seikat bunga untuk sang istri. Selama hampir 37 tahun pernikahan, ini kali pertama Dahlan memberikan bunga kepada Nafsiah. "Ini pertama kali saya menerima rangkaian bunga dari suami saya," jelasnya. (eh)

 

Rumah Murah Rp70 Juta Jangan Berlaku Nasional

VIVAnews - Pengembang yang tergabung di Real Estat Indonesia menyatakan bahwa kebijakan Kementerian Perumahan Rakyat mengenai penetapan suku bunga kredit pemilikan rumah sebesar 7,25 persen dengan kredit maksimal Rp70 juta untuk minimal rumah tipe 36 tidak bisa disamaratakan secara nasional.

"Harga untuk Jabodetabek harus lain dengan di luar Jabodetabek, karena faktor harga yang tidak sama," kata Ketua Umum DPP REI, Setyo Maharso kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.

Kendati demikian, Setyo mengaku REI tidak dapat menolak kebijakan dari Kemenpera, karena hampir 60 persen pengembang di lembaga tersebut bergerak di bidang rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Kalau saya menolak, pengembang kami tidak bisa menjalankan proyeknya. Jadi, kami jalani saja, yang namanya pengusaha harus tahan banting," ujar Setyo.

Namun, Setyo menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan upaya-upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui jalur-jalur tertentu.

"Kami bersama-sama menyelesaikan dengan kepala dingin. Kami juga akan mencari fakta-fakta hukumnya, konsultasi dengan perbankan, yang sebenarnya berapa sih subsidi yang terjangkau untuk MBR. Kalau pun tidak sesuai, ya mungkin kami akan beralih ke sektor bunga komersial. Namanya juga berusaha," kata Setyo.

Sebelumnya, Kementerian Perumahan Rakyat menyatakan tidak mempermasalahkan aksi pengembang yang menolak program rumah murah dengan harga Rp70 juta untuk tipe 36.

"Ya biasa saja, nggak ada yang melarang karena itu hak mereka," kata Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz kepada VIVAnews di kantornya, Jakarta, Selasa 28 Februari 2012. (art)

JK Sempat Ragukan Kemampuan Dahlan Iskan

VIVAnews - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat meragukan Dahlan Iskan sewaktu terpilih menjadi Direktur Utama PLN.  Namun, keraguannya sirna saat Dahlan terbukti mampu memimpin perusahaan tersebut.

"Banyak masyarakat yang meragukan kemampuan Dahlan Iskan ketika awal menjadi Dirut PLN, termasuk saya," kata pria yang akrab disebut JK ini dalam diskusi buku "Kompas Gramedia Fair 2012" di Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.

JK mengatakan, Dahlan ternyata menggabungkan kemampuan pengusaha yang mementingkan hasil, dengan proses dengan birokrasi yang mementingkan proses dalam memimpin. Inilah yang kemudian menghapuskan keraguannya.

"Pengusaha berbeda dengan birokrasi, namun bisa digabung. Dahlan mengubah birokrasi dengan memperpendek proses," katanya.

Dahlan menggunakan pemikiran wiraswasta dalam menjabat sebagai Dirut PLN, yaitu common sense dan logika. "Dirut tidak perlu teknis-teknis, teknis itu diurus direktur lain," katanya.

Dahlan, lanjutnya, mampu menyampaikan gagasan dan idenya selama menjadi CEO di PLN dengan tulisan yang disebarkan ke seluruh karyawannya. Hal ini menunjukan dahlan memimpin PLN dengan tujuan yang jelas, tanpa ada kepentingan pribadi.

"CEO notes yang Ia buat, menghapus kecurigaan orang selama ini," katanya. "Dahlan menjelaskan itu bukan hanya kepada karyawan PLN namun juga kepada maysarakat."

Mantan ketua umum partai Golkar ini mengungkapkan, Dahlan berhasil mengubah pola pikir karyawan PLN menjadi optimis dan membuat perusahaan listrik ini bekerja produktif namun tetap terukur.

"Dahlan mengubah cara berpikir nasional, padahal kesulitan BUMN adalah mengubah pola pikir anak buah," katanya. (eh)

 

Ciputra Siapkan Lahan Sendiri Bangun 6 Hotel

Tiga lokasi pembangunan yang sudah siap adalah Bandung, Semarang, dan Yogjakarta. (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews -PT Ciputra Property Tbk (CTRP) pada tahun ini akan membangun minimal enam dari 20-30 hotel murah yang rencananya dibangun hingga dua tahun mendatang. Tiga lokasi pembangunan yang sudah siap adalah Bandung, Semarang, dan Yogyakarta.

Direktur Ciputra Property Artadinata Djangkar, mengatakan bahwa lahan untuk membangun hotel murah tersebut adalah 100 persen milik perseroan. Tanah yang sudah siap itu di Jalan Pasirkaliki Bandung, Jalan Imam Bonjol Semarang, dan Jalan DR. Sangaji Yogyakarta.

"Satu hotel Rp10 miliar untuk tanah, Rp25 miliar untuk bangunan. Sehingga biayanya sekitar Rp35-40 miliar," kata Artadinata dalam konferensi pers kinerja keuangan Ciputra Property, di Ciputra World Marketing Gallery, Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.

Dari tiga lokasi yang telah ada itu, Ciputra menargetkan akan mengakuisisi lahan lagi di tiga lokasi berikutnya sehingga pembangunan enam hotel itu akan dimulai tahun ini juga.

"Tiga lokasi lainnya akan di luar Jawa, di Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera. Sebab, kebutuhan hotel sudah dimana-mana," ujarnya.

Sementara itu, untuk lokasi di Bandung akan dilakukan pemasangan tiang pancang pada Juli-Agustus mendatang.

Pembangunan hotel murah tersebut, menurut Artadinata memerlukan luas tanah masing-masing antara 900-1.000 meter persegi dan luas bangunan sekitar 3.000 meter persegi.

"Hotel itu, nanti pasarnya untuk perjalanan bisnis yang tidak memerlukan hotel berbintang dan turis domestik karena potensinya tinggi," ungkapnya.

Fasilitas yang diberikan, kata Artadinata, di antaranya kenyamanan tempat tidur dengan manajemen yang baik. Namun, tidak akan disediakan kolam renang dan fasilitas mewah lainnya karena memang hotel ini diperuntukkan bagi kebutuhan yang mendasar. "Karenanya tidak memerlukan banyak biaya," ujarnya.

"Tarifnya antara Rp300-400 ribu, dibandingkan dengan hotel Ciputra di Grogol Rp800 ribu. Untuk operator, tidak diperlukan satu operator yang establish," ujarnya. (sj)

Surya Internusa Incar Daerah Karawang

Perseroan akan memperluas jangkauan bisnisnya dengan pembukaan kawasan industri baru di daerah Karawang, Jawa Barat.  

VIVAnews - Pengelola kawasan industri, hotel, dan pengembang properti PT Surya Internusa Semesta Tbk akan memperluas jangkauan bisnisnya dengan pembukaan kawasan industri baru di daerah Karawang, Jawa Barat.

Corporate Public Relations Manager
Surya Internusa Semesta, Utari Sulistyowati, mengatakan bahwa kawasan industri tersebut akan didirikan di atas lahan seluas 1.000 hektare.

"Kami pilih Karawang, karena letaknya dekat dengan kawasan industri yang saat ini dikelola perseroan," kata Utari di Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.

Meski belum menyebut kebutuhan dana untuk pengembangan kawasan industri baru itu, namun menurutnya, perseroan akan melakukan emisi obligasi untuk memenuhi kebutuhan dana. Dari emisi obligasi, Surya Internusa berharap bisa mengumpulkan dana segar hingga Rp500 miliar.

"Emisi obligasi diharapkan bisa teralisasi Juni 2012. Tenor, kupon, dan penjamin emisinya belum kami tentukan," ungkapnya.

Utari menuturkan, bisnis kawasan industri menjadi salah satu andalan perseroan ke depan. Melalui anak usaha perseroan PT Suryacipta Swadaya, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp798 miliar dari penjualan lahan industri seluas 208 hektare di kawasan tersebut.

Selain itu, pendapatan dari kawasan industri pada tahun lalu meningkat 513,85 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp130 miliar. Sementara itu, kontribusi kawasan industri terhadap pendapatan konsolidasi mencapai 27,75 persen.

Target 2012

Meski mengalami kenaikan pendapatan signifikan tahun lalu, untuk 2012 Utari tak menetapkan target berlebihan. Dia memperkirakan, pendapatan SSIA tahun ini berkisar Rp3,2 triliun, tumbuh 11,26 persen dibandingkan pendapatan tahun lalu.

SSIA merencanakan beberapa strategi untuk memenuhi target tersebut diantaranya melanjutkan penjualan kawasan industri, mempenetrasi pasar konstruksi dengan masuk ke pembangunan jalan tol dan prasarana pertambangan, serta pembangunan budget hotel.

"Target kawasan industri perseroan untuk tahun ini adalah dapat membukukan penjualan lahan industri setidaknya sebesar 135 hektare (accounting sales), dengan harga rata–rata penjualan tidak kurang dari US$85 per meter persegi," ujarnya.

Perseroan, lanjut Utari, akan menggelontorkan dana belanja modal hingga Rp900 miliar tahun ini demi memuluskan pengembangan bisnis perseroan. (umi)

BBM Naik, DPR Bantu Sosialisasi ke Publik

VIVAnews - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Priyo Budi Santoso, mengatakan, keputusan kenaikan harga bahan bakar minyak tetap diputuskan pemerintah. DPR akan membantu menjelaskan keputusan itu kepada publik.

Sementara itu, sekretariat gabungan koalisi hanya memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada pemerintah terkait risiko kenaikan harga BBM. "Jadi, tidak pernah ada sebuah keputusan setgab koalisi," kata Priyo di Gedung DPR, Rabu 29 Februari 2012.

Priyo menambahkan, pemerintah saat ini sudah bulat untuk memilih opsi kenaikan harga BBM. "Bahasa tepatnya, mengurangi secara signifikan beban subsidi," ujarnya.

Opsi yang disampaikan pemerintah, dia melanjutkan, ada dua, yaitu kenaikan dipatok sebuah angka agar dapat mengurangi beban subsidi sekian triliun rupiah, sehingga dapat dialokasikan kepada keperluan lain. "Di antaranya untuk masalah-masalah sosial," kata dia.

Sementara itu, opsi kedua yang disampaikan pemerintah, Priyo menambahkan, adalah dengan mematok besaran subsidi.

Ia mengaku bahwa keputusan untuk mengurangi subsidi adalah kebijakan yang tidak dapat terhindarkan. Hal ini karena harga minyak dunia meningkat secara global.

Priyo menuturkan, pemberian kompensasi yang dilakukan pemerintah tidak tepat jika hanya untuk menaikkan citra. Sebab, uang kompensasi merupakan keputusan bersama antara pemerintah dan DPR. Masalah ini akan dibicarakan dengan badan anggaran dan pimpinan DPR.

Sementara itu, terkait kompensasi, menurut dia, sebaiknya digunakan untuk membantu kelompok masyarakat miskin guna mengantisipasi dampak inflasi dari kenaikan harga BBM. "Tapi, yang terjadi seolah-olah mobilisasi dan diumumkan dalam waktu yang tak tepat, itu yang perlu direvisi," kata dia.

DPR, menurut Priyo, berharap agar pemerintah sudah menyiapkan strategi tertentu jika opsi kenaikan harga BBM tidak terhindarkan.

"Biasanya, selama ini, begitu harga naik, pemerintah tergopoh-gopoh untuk mengurangi eksesnya seperti kenaikan harga sembako yang berujung pada inflasi," ujar Priyo.

Priyo juga mengatakan, DPR siap membantu pemerintah untuk berbicara kepada publik jika akan mengambil keputusan menaikkan harga BBM. "Tergantung pemerintah. Kalau pemerintah menaikkan harga BBM, kami membantu menjelaskan ke publik," kata dia. (art)

Aburizal: BBM Naik, Sekolah Gratis 12 Tahun

Kenaikan harga BBM, sedikit atau banyak, akan menambah beban pengeluaran masyarakat. (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, memahami alasan kuat dari kebijakan pemerintah yang berencana mengurangi subsidi sekaligus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, pemerintah juga harus memberikan kompensasi yang jelas dan bermanfaat untuk rakyat atas kebijakan tersebut.

Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu mengatakan, kenaikan harga BBM, sedikit atau banyak, tentu akan menambah beban kebutuhan atau pengeluaran masyarakat. Biaya hidup pun akan meningkat, sehingga perlu ada kebijakan khusus untuk mengurangi beban tersebut.

"Bisa dilakukan dengan beasiswa (sekolah) gratis selama 12 tahun, atau dengan meningkatkan program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat)," ujar Aburizal di sela kunjungannya ke Sukabumi dalam kegiatan bertajuk Safari Jawa I, Rabu, 29 Februari 2012.

Aburizal juga meminta pemerintah agar mengalihkan sebagian dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dari hasil pengurangan subsidi BBM tersebut untuk membangun infrastruktur, seperti jalan raya, jalan tol, jembatan, dan sarana pelayanan kesehatan. Pengalihan subsidi seperti itu dinilainya akan lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Sebelumnya, dua politikus Golkar di DPR RI, Aziz Syamsuddin dan Satya W Yudha, mengusulkan kepada pemerintah agar mengalokasikan dana penghematan subsidi BBM untuk rakyat miskin, jika pilihannya memang harus dengan menaikkan harga BBM bersubsidi. Upaya itu harus pula didukung data akurat dari sensus penduduk keluarga miskin, sehingga bisa tepat sasaran dan berkeadilan.

Pemerintah, menurut Satya W Yudha, sebaiknya memberikan jaminan pembangunan infrastruktur energi maupun non-energi seperti pendidikan, kesehatan, dan lainnya sebagai progam konkret penghematan anggaran dari berkurangnya subsidi energi dalam APBN.

Meski mendukung kenaikan harga BBM, yang rasional dan proporsional, menurut dia, Partai Golkar menolak rencana kenaikan tarif dasar listrik sebesar 10 persen bagi pelanggan di atas 900 VA. Apalagi, jika dilakukan bersamaan dengan kenaikan harga BBM bersubsidi tahun ini.

Ia meminta pemerintah melakukan efisiensi terhadap biaya operasional PT Perusahaan Listrik Negara dan mendorong penggunaan atau pemanfaatan energi lainnya sebagai pengganti BBM. Tujuannya untuk mengoptimalkan pembangkit listrik.

Laporan: M Arief Hidayat, eh

Ciputra Genjot Penjualan dari Ciputra World

VIVAnews - PT Ciputra Property Tbk menargetkan kenaikan penjualan tahun ini mencapai 300 persen atau sebesar Rp1,5 triliun dari proyek Ciputra World 1, Ciputra World 2, dan Dipo Business Center.

Dari jumlah itu diharapkan pada tahun ini juga akan mencapai pendapatan bersih sebesar Rp902 miliar dan keuntungan bersih Rp233 miliar.

Direktur Ciputra Property, Artadinata Djangkar, mengatakan bahwa target itu telah memperhitungkan adanya booming properti 2011 yang diperkirakan berlanjut hingga 2012.

"Pada Januari 2012, marketing sales mencapai Rp227 miliar atau 15 persen dari target 2012. Ini kontribusi proyek Ciputra World 2 yang baru saja diluncurkan Desember lalu," kata dia dalam konferensi pers kinerja keuangan Ciputra Property di Ciputra World Marketing Gallery, Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.

Pendapatan itu, Artadinata melanjutkan, kontribusinya diperkirakan dari CW-1 sekitar 39 persen, Mal Ciputra Jakarta, dan CW-2 masing-masing sekitar 18 persen. Sementara itu, Hotel Ciputra Jakarta sekitar 11 persen, Mal Ciputra Semarang sembilan persen, dan Hotel Ciputra Semarang empat persen.

"Berdasarkan recurring income dan sales, 2012, masing-masing menyumbang 42 persen dan 58 persen," ungkapnya.

Ciputra Property juga menganggarkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,83 triliun yang akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan CW-1 sebesar Rp1,38 triliun. Termasuk, untuk pembangunan CW-2 senilai Rp215 miliar.

"Dana capex dari pinjaman Bank Mandiri, sekarang sudah cair Rp250 miliar," ungkapnya.

Penjualan 2011

Sementara itu, pada 2011, perusahaan mencatatkan penjualan dari pemasaran senilai Rp500 miliar. Untuk pendapatan bersih sebelum audit mencapai Rp440 miliar dan keuntungan bersih sebesar Rp158 miliar.

"Tahun lalu adalah tahun yang cemerlang bagi properti di Indonesia. Harga properti naik signifikan di berbagai kota besar terutama Jakarta," kata Artadinata.

Pertumbuhan itu, menurut Artadinata, terjadi karena kepercayaan di level yang tinggi dari konsumen terhadap kondisi politik secara umum serta tingkat suku bunga yang relatif masih cukup rendah. "Khusus bagi kondominium, hasil sewa yang dinikmati pembeli merupakan salah satu yang tertinggi di dunia," ujarnya. (art)

London Sumatra Raup Laba Rp1,7 Triliun

Volume penjualan CPO perusahaan pada 2011 meningkat 22,8 persen menjadi 432.936 ton. (Antara/Maril Gafur)

VIVAnews - Perusahaan perkebunan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk sepanjang 2011 membukukan laba bersih Rp1,7 triliun, meningkat sebesar 64,7 persen dari Rp1,03 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur PP London Sumatra Benny Tjoeng mengatakan, penjualan pada 2011 meningkat 30,4 persen menjadi Rp4,69 triliun. "Ini disebabkan oleh kenaikan volume penjualan produk sawit dan benih bibit kelapa sawit “SumBio”, serta  kenaikan  harga karet dan produk sawit," kata Benny dikutip VIVAnews, di Bursa Efek Indonesia, Rabu 29 Februari 2012.

Volume penjualan CPO pada 2011 meningkat 22,8 persen menjadi 432.936 ton. Sekitar 83 persen dari total volume penjualan CPO dijual ke induk perusahaan,  PT SIMP,  relatif sama dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menurut dia, volume penjualan produk inti sawit naik 16,1 persen menjadi 105.356 ton pada 2011. Volume penjualan karet turun 22,8 persen menjadi 14.150 ton pada 2011, sementara volume penjualan benih bibit kelapa sawit mengalami kenaikan 28,9 persen dari 18,2 juta benih bibit pada 2010 menjadi 23,5 juta benih bibit pada 2011.

Laba kotor pada 2011 naik 33,4 persen menjadi Rp2,36 triliun dari Rp1,77 triliun, dengan Marjin laba sebesar 50,4 persen. Laba operasi juga meningkat 47,7 persen menjadi Rp2 triliun dari Rp1,36 triliun, dengan marjin 42,8 persen. Secara keseluruhan, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 64,7 persen menjadi Rp1,70 triliun dari Rp1,03 triliun.

"Lonsum membukukan EBITDA sebesar Rp2,25 triliun, mengalami kenaikan sebesar 41,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dengan Marjin EBITDA sebesar 47,9 persen," ungkapnya.


Hasil Panen 2011
Dia menejelaskan, Lonsum mencatat pertumbuhan volume produksi CPO dan inti sawit yang kuat pada 2011 yaitu masing-masing sebesar 21,1 persen dan 15,8 persen. Produksi CPO mencapai 442.949 ton dan produksi inti sawit mencapai 106.737 ton.

Kemudian, hasil panen tandan buah segar (TBS) inti pada  2011 sebesar  1,29 juta ton, meningkat 10,3 persen dibandingkan dengan 1,17 juta ton pada tahun lalu. TBS yang dibeli dari plasma dan pihak ketiga  meningkat 52,2 persen menjadi  631.680 ton, sedangkan total TBS yang diproses meningkat 21,3 persen menjadi 1.923.305 ton pada tahun 2011.

Produktivitas TBS inti meningkat dari 17,1 ton/ha menjadi 18,4 ton per hektare pada 2011. Rendemen minyak sawit (OER) dan rendemen inti sawit (KER) yaitu masing-masing sebesar 23,0 persen dan 5,5 persen. Produksi karet pada 2011 menurun dibandingkan tahun lalu sebesar 24,6 persen menjadi  13.941 ton terutama  karena penurunan pembelian bahan olah karet dari plasma dan pihak ketiga.

Pada akhir Desember 2011, total area inti yang dikelola adalah 102.221 ha, dengan komposisi 79% ditanami kelapa sawit, 17 persen karet dan sisanya adalah tanaman lain. Aktivitas penanaman untuk kelapa sawit pada 2011 adalah sebesar 2.857 ha, di mana 2.033 ha merupakan penanaman baru dan 824 ha merupakan penanaman kembali. (eh)

 

Pemerintah Akan Buat Free Day BBM Bersubsidi

VIVAnews - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mencanangkan free day bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk di daerah tertentu. Sehingga, dalam hari itu SPBU tidak menjual BBM bersubsidi.

"Begini, kan ada car free day tiap hari Minggu sekali tidak boleh lewat jalan, nah ini nanti usulan kami ada satu hari untuk di daerah tertentu tidak dijual BBM bersubsidi untuk plat hitam," ujar Dirjen Migas Kementerian ESDM, Evita Legowo usai Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung MPR/DPR, Selasa 28 Februari 2012.

Untuk itu, Evita mengatakan pihaknya akan mengatur wilayah yang tidak boleh menjual BBM bersubsidi. "Nanti wilayahnya diatur mungkin sama seperti pembatasan BBM di Pulau Jawa dan Pulau Bali. Waktunya apakah sebulan sekali atau seminggu sekali, itu nanti diatur." ujar Evita.

Evita mengungkapkan, bahwa tujuan pemerintah untuk mencanangkan free day BBM bersubsidi untuk melatih agar BBM bersubsidi tidak untuk semua orang. "Untuk kendaraannya dalam jenis apa itu nanti kami akan putuskan, yang penting plat hitam." kata Evita.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyatakan, tetap akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan melakukan pembatasan bahan bakar bersubsidi.

"Kenaikan ada, Rp1.500 atau di-pack Rp2.000 subsidi maksimum, dan program pembatasan tetap berlaku, tidak berhenti," kata Menteri ESDM, Jero Wacik dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa 28 Februari 2012. (umi)

Selasa, 28 Februari 2012

Stock Split, Saham Astra Bakal Jadi Buruan

VIVAnews - Usai memutuskan rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split), investor ritel bakal memburu saham perusahaan otomotif, PT Astra International Tbk (ASII).

Manajemen Astra International kemarin mengusulkan stock split saham ASII dengan rasio 1:10 pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) mendatang. Pada penutupan perdagangan kemarin, saham Astra ditutup menguat pada level Rp68.700 per unit. Sementara itu, hari ini, saham Astra juga melanjutkan penguatan hingga mampu menembus level tertinggi Rp69.950.

"Kelihatannya respons dari masyarakat cukup bagus terkait masalah stock split ini. Terbukti, tadi pagi market kita sempat naik lumayan," kata Research Analyst PT Danpac Sekuritas, Teuku Hendry Andrean saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa, 28 Februari 2012.

Hendry meyakini, tingginya minat investor ritel mengoleksi saham Astra karena kinerja perusahaan secara fundamental cukup kuat. Selain itu, Astra memiliki manajemen perusahaan yang sangat profesional.

Namun, faktor utama pembelian saham Astra adalah harganya yang akan jauh lebih murah dari saat ini. "Jadinya, akan menambah minat investor terutama ritel," kata dia.

Kendati nilai saham Astra bakal murah usai stock split, Hendry optimistis saham grup perusahaan yang memiliki anak usaha di bidang perkebunan, tambang, dan alat berat ini akan kembali melesat.

Keyakinan itu berkaca dari kenaikan harga saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang menanjak usai stock split. Kasus serupa juga pernah dialami saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) ketika tengah berada di puncak kejayaannya. (art)

Saham Blue Chips yang Layak Stock Split

VIVAnews - Rencana PT Astra International Tbk (ASII) memecah nilai saham (stock split) saham direspons positif pasar. Hal ini terlihat dari harga saham produsen otomotif tersebut yang naik Rp1.100 atau 1,6 persen ke level Rp69.800 per lembar pada perdagangan saham kemarin.

Reseach Analyst dari PT Danpac Sekuritas, Teuku Hendry Andrean dalam perbincangan kepada VIVAnews, Selasa, 28 Februari 2012 menilai masih ada saham-saham emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang layak menggelar aksi stock split.

"Saya pikir saham yang layak stock split mungkin PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Gudang Garam Tbk," kata Hendry.

Dia menjelaskan, harga saham ITMG saat ini sebetulnya sudah mendekati ASII. Sebagai informasi, pada penutupan perdagangan saham kemarin, saham ITMG ditutup menguat 3,1 persen atau naik Rp1.300 ke level RP43.200 per lembar.

Selain itu, Indo Tambangraya juga dinilai memiliki fundamental perusahaan yang baik. Terbukti, perusahaan dengan pemegang saham mayoritas dari Thailand ini, menjadi pemain dominan di industri pertambangan batubara.

Sementara untuk Gudang Garam, Hendry menganggap perusahaan ini memiliki likuditas serta posisi yang kuat diantara para pemain industri rokok nasional.

Faktor lain yang bisa mendukung aksi stock split adalah saham GGRM merupakan satu-satunya emiten industri rokok yang paling liquid di pasar modal Indonesia.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan kemarin, dibuka menguat ke level 3.861,19, atau melanjutkan pergerakan pada prapembukaan pagi tadi yang naik 16,03 poin atau 0,41 persen di posisi 3.877,05.

Selain faktor turunnya harga minyak mentah dunia, rencana stock split saham Astra juga turut mendorong indeks kembali berada dalam zona hijau. (umi)

Jika BBM Naik Rp2.000, Harga Rumah Naik 20%

VIVAnews - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (Apersi) menyatakan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak terhadap harga jual rumah.

"Pasti berdampak, karena kenaikan harga BBM juga mempengaruhi bahan komponen rumah yang nantinya juga pasti naik seperti semen, besi, dan asesoris lainnya," kata Ketua Umum Apersi, Eddy Ganefo, kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa 28 Februari 2012.

Akibatnya, Eddy menambahkan, biaya produksi yang terkena imbas dari kenaikan harga BBM tersebut. Karena, bahan baku bangunan menggunakan jasa angkutan dalam mengangkut material alam. "Kalau mengangkutnya besar, juga cukup tinggi harganya," ujarnya.

Saat ditanya rencana kenaikan harga BBM sebesar Rp1.500 hingga Rp2.000 per liter, Eddy mengungkapkan bahwa harga rumah akan naik sekitar 20 persen lebih. "Kalau naiknya sekitar Rp1.500-2.000 itu sudah hampir setengahnya harga BBM, berarti untuk rumah naik 20 persen lebih," kata dia.

Tentunya, Eddy menambahkan, untuk tipe rumah dengan harga Rp100 juta bisa naik menjadi Rp110 juta sampai Rp120 juta per unit. "Itu juga belum pasti harganya, karena masing-masing harga materialnya berbeda-beda," ujarnya.

Sebelumnya, lembaga konsultasi dan riset properti, Colliers International juga menilai bahwa kenaikan harga BBM akan berdampak kepada daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah dalam membeli rumah. Sebab, akan membuat kebutuhan dasar bahan bangunan naik, sehingga developer akan menaikkan harga dasar properti.

"Transaksi harga maupun upah yang diminta pekerja juga akan naik," kata Associate Director Investment Services, Colliers International, Aldi Garibaldi, kepada VIVAnews, akhir pekan lalu.

Aldi mencontohkan, sebelum kenaikan harga BBM, dengan pendapatan masyarakat maksimal Rp5 juta, untuk membeli rumah masih bisa mencicil sebesar Rp1,5 juta. Sisanya, masih bisa membeli makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

Namun, dia melanjutkan, sesudah kenaikan harga BBM, harga kebutuhan pokok, bahan bangunan juga naik dan ikut mempengaruhi kenaikan cicilan. "Akhirnya, kelas menengah berpikir cicilan nanti dulu, karena harga kebutuhan pokok naik. Ya sudah, tidak usah beli rumah, lebih baik mengontrak saja. Meski harga kontrakan juga naik," katanya. (art)

Perusahaan Tambang Mulai Setuju Renegosiasi

VIVanews - Proses renegosiasi kontrak karya dan perjanjian karya pertambangan (KK) mengalami kemajuan. Saat ini, ada sembilan kontrak karya dan 60 perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) yang setuju seluruh poin renegosiasi.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Thamrin Sihite, menuturkan, renegosiasi kontrak karya pertambangan dilakukan sejak Agustus 2010 terhadap 37 perusahaan KK dan 74 perusahaan PKP2B.

Untuk kontrak karya, dia melanjutkan, secara prinsip telah ada sembilan yang setuju seluruhnya, 23 KK yang menyetujui sebagian poin renegosiasi, dan lima KK yang belum menyetujui seluruhnya. Padahal, pada Desember 2011, baru empat KK yang menyetujui seluruh poin renegosiasi.

Sementara itu, untuk PKP2B, saat ini ada 60 yang telah menyetujui seluruh poin-poin renegosiasi dan 14 PKP2B setuju sebagian. Padahal, pada Desember 2011, baru 11 PKP2B yang menyetujui seluruh poin renegosiasi.

"Terdapat lima KK dan delapan PKP2B yang direncanakan menandatangani amandemen kontrak pada Februari 2012," kata Thamrin di Jakarta, Selasa 28 Februari 2012.

Beberapa perusahaan PKP2B yang setuju di antaranya Selo Argokencono Sakti, Tanjung Alam Jaya, Sumber Kurnia Buana, Bangun Benua Persada Kalimantan, dan K Caraka Mulia. Sedangkan KK yang telah setuju, di antaranya Tambang Mas Sable, Kasongan Bumi Kencana, dan Iriana Mutiara Idenburg.

Seperti diketahui, Presiden telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2012 tanggal 10 Januari 2012 tentang Tim Evaluasi untuk Penyesuaian Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara. Menteri ESDM selaku ketua harian Tim Evaluasi telah melakukan pembicaraan-pembicaraan dengan beberapa perusahaan besar pertambangan mineral dan batu bara untuk mendapatkan kesediaan mereka merenegosiasi. (art)

2011, BTPN Salurkan Kredit Rp30,3 Triliun

VIVAnews - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mecatatkan penyaluran kredit tumbuh 30 persen dari Rp23,3 triliun di 2010 menjadi Rp30,3 triliun sepanjang 2011.
 
Direktur Utama BTPN, Jerry Ng, mengatakan, buah dari keyakinan dan keunikan strategi BTPN tercermin pada pertumbuhan kinerja selama 2011 itu.

Per 31 Desember 2011, pertumbuhan penyaluran kredit tetap diimbangi dengan penerapan asas kehati-hatian yang tercermin dalam rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan, NPL) gross sebesar 0,7 persen, turun dibandingkan periode sebelumnyayang tercatat 1,1 persen.

Mengimbangi pertumbuhan kredit, per 31 Desember 2011 dana pihak ketiga (DPK) BTPN mencapai Rp35,6 triliun, atau tumbuh 40 persen dibanding periode yang sama pada 2010 yang tercatat Rp25,5 triliun.

"Kedepan, BTPN optimis untuk dapat terus mengembangkan bisnis di segmen mass market, karena memiliki ruang yang cukup untuk bertumbuh dengan rasio kecukupan modal (CAR) solid mencapai 20,5 persen pada akhir Desember 2011," kata Jerry dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Selasa 28 Februari 2012.

Menurutnya, pertumbuhan kredit yang pesat dengan dukungan perkembangan DPK yang tinggi meningkatkan aset BTPN secara signifikan. Per 31 Desember 2011, total aset BTPN mencapai Rp46,7 triliun, tumbuh sebesar 35 persen dibandingkan akhir 2010 yang tercatat Rp34,5 triliun. Sementara laba bersih mencapai Rp1,4 triliun.

"Ke depan dengan dukungan seluruh stakeholders, BTPN akan terus melakukan pemberdayaan mass market sekaligus menjaga pertumbuhan dan kualitas bisnis, sehingga kinerja prima ini dapat terus kami pertahankan," ungkapnya.

Saat ini BTPN telah melayani lebih dari 1 juta nasabah, tumbuh pesat dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun, melalui lebih dari 1.200 jaringan kantor yang telah beroperasi secara online realtime, yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Pemberdayaan Nasabah


Sementara itu, BTPN berkomitmen untuk secara konsisten terus mengembangkan bisnis dan program pemberdayaan sesuai fokus bisnis yang ditekuni. Komitmen tersebut terefleksi dengan diluncurkannya program pemberdayaan mass market yang terukur dan berkelanjutan, yang dinamakan ‘Daya’ pada Juli 2011 yang lalu.

Sebelum diluncurkan, program pemberdayaan tersebut telah melalui proses pengkajian dan uji pelaksanaan selama dua tahun. Dan kini BTPN semakin menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan dan melaksanakan program ’Daya’ yang diperuntukkan bagi nasabah mass market BTPN, yaitu komunitas pensiunan, pelaku usaha mikro & kecil (UMK), serta komunitas pra-sejahtera produktif.

"Kami meyakini bahwa keterlibatan BTPN dalam membangun lingkungan nasabah, akan berdampak positif terhadap pertumbuhan kapasitas nasabah, sekaligus juga meningkatkan pertumbuhan kinerja BTPN. Inilah yang kami sebut dengan ‘Do Good Do Well’, atau dalam bahasa Indonesia kami menyebutnya ‘Peluang sekaligus Panggilan’," kata Jerry.

Keyakinan tersebut, kata Jerry, diwujudkan dalam strategi dan model bisnis BTPN yang mengintegrasikan misi sosial dan misi bisnis dalam produk dan layanan serta kegiatan sehari-hari. Dengan demikian, ‘Daya’ sebagai misi sosial merupakan bagian yang tak terpisahkan dari model bisnis BTPN.

Walaupun hal tersebut bukan merupakan hal yang lazim di industri perbankan, lanjut Jerry, namun terbukti bahwa dengan melakukan yang tak lazim tersebut, BTPN justru bertumbuh menjadi bank yang tidak sekedar berbeda. "Namun juga kinerja kami tumbuh dengan sangat baik," ujarnya.

Lebih lanjut Jerry menjelaskan bahwa dengan model bisnis yang mengintegrasikan misi sosial dan misi bisnis, BTPN tidak hanya memberikan solusi keuangan, namun juga memberikan program-program ‘Daya’ yang memungkinkan para nasabah mass market untuk meningkatkan kapasitasnya dan dapat bertumbuh dengan lebih baik lagi. Selama tahun 2011, ‘Daya’ telah menjangkau 800.000 penerima manfaat melalui 26.000 aktivitas dan kelas pelatihan.

"Melalui program ‘Daya’, BTPN menawarkan kesempatan kepada semua stakeholders untuk berpartisipasi dalam misi memberdayakan jutaan mass market di Indonesia. Kedepan, BTPN bersama dengan para stakeholder, nasabah dan mitra bisnisnya optimis dapat mengembangkan program program ’Daya’ sehingga mampu menjangkau dan dirasakan oleh lebih banyak komunitas mass market," tegasnya. (umi)

Laba BTN Tembus Rp1,1 Triliun

VIVAnews - Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melaporkan laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2011 mencapai Rp1,1 triliun atau naik 22,16 persen dari posisi yang sama tahun 2010 sebesar Rp916 miliar.

"Kami ingin 2012 perseroan masuk pada suatu masa dimana Bank BTN sudah mulai berhitung angka triliun untuk laba dan aset di atas Rp100 Triliun. Kami optimis akan mencapai itu, " kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di kantornya, Jakarta, Selasa, 28 Februari 2012

Iqbal  menjelaskan perseroan pada tahun 2011 telah memperbaiki komposisi kreditnya. Tercatat tahun lalu, komposisi kredit BTN terdiri dari 87,62 persen untuk perumahan dan sisanya 12,38 persen untuk kredit non perumahan. Komposisi tersebut berubah dibandingkan setahun sebelumnya yang masih didominasi sektor perumahan sebesar 90,95 persen.

"Strategi perseroan memperbaiki komposisi kredit tersebut berdampak positif pada kesiapan BTN untuk masuk pada bisnis di luar bisnis inti. Ini cukup membantu perseroan dalam melakukan pemetaan risiko bisnis. Langkah yang dilakukan BTN ini akhirnya mendulang pendapatan usaha selama 2011," tegasnya.

BTN melaporkan, kredit perseroan selama tahun 2011 tumbuh 23,31 persen, dibanding kredit tahun 2010. Per 31 Desember 2011 kredit yang disalurkan BTN mencapai Rp63,6 Triliun. Perusahaan memproyeksikan kredit yang diberikan perseroan akan tumbuh pada akhir tahun 2012.

Meskipun ekspansi kredit perseroaan terus bertumbuh, BTN menegaskan akan tetap menjaga kredit macet (non performing loan0NPL) perusahaan. NPL (Gross) BTN per 31 Desember 2011 tercatat 2,75 persen.

Hingga akhir 2011, BTN mencatat asset perusahaan tumbuh 30,32 persen menjadi Rp89,1 triliun. "Kami percaya aset kami akan terus tumbuh dan direncanakan akan tembus di atas Rp100 triliun di akhir tahun 2012," ujarnya.

Sementara untuk dana pihak ketiga (DPK), BTN membukukan dana hingga Rp61,9 triliun atau naik 30,34 persen. Pertumbuhan DPK ini ditopang kegiatan promosi produk tabungan, giro ataupun deposito.

"Rasio-rasio keuangan Bank BTN per 31 Desember 2011 masing-masing tercatat untuk CAR 15,03 persen. NIM dan ROE masing-masing tercatat 5,75 persen dan 17,65 persen," ujar Iqbal.

PDIP: Pertimbangkan 2 Hal Sebelum Naikkan BBM

VIVAnews - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDIP, Arif Budimanta, menyatakan, jika pemerintah akan menetapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi, ada dua hal yang perlu dipertimbangkan.

Pertama, yang harus dikaji pemerintah, menurut dia, apakah perlu ada kenaikan harga BBM. Sebab, dengan kenaikan ini akan ada surplus atau penambahan penghasilan negara hingga 10 persen atau Rp3 triliun. Namun, di sisi lain, pemerintah dapat memangkas anggaran jika belanja dihemat mencapai Rp35 triliun.

"Jadi, jika pemerintah tetap memilih opsi kenaikan harga BBM, ada dua pilihan. Pertama, tambahan surplus itu akan dialokasikan ke mana. Kedua, jika ada rencana BLT juga harus memiliki sasaran yang jelas," ujar Arif di Jakarta, Selasa 28 Februari 2012.

Arif juga mempertanyakan apakah BLT ditujukan kepada 17,5 juta keluarga miskin atau sasaran yang selama ini mendapatkan bantuan program keluarga.

Dia menuturkan, sebenarnya hal yang lebih penting dilakukan pemerintah adalah membuka peluang usaha di sektor riil, sehingga banyak orang yang memiliki pekerjaan dan gaji. "Nah, daya beli ini harus diikuti alokasi kebijakan fiskal dalam stabilisasi harga," kata Arif.

Harga BBM, Arif melanjutkan, merupakan satu komponen dalam produksi yang akan mempengaruhi harga barang lainnya. Jika harga BBM naik, harga barang lain pun ikut naik, sehingga akan mempengaruhi daya beli konsumen. "Ini bisa membuat kredibilitas pemerintah jatuh di mata masyarakat," ujar dia.

Dia mencontohkan, bantuan langsung tunai yang terjadi di Meksiko dan Brasil memiliki gambaran yang jelas. Bukan hanya untuk menjaga daya beli, tapi juga meningkatkan produktivitas. (art)

Gita Masih Kecewa RIM Tak Pilih Indonesia

VIVAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan, masih tidak nyaman dengan keputusan perusahaan Research In Motion (RIM) atau produsen telepon seluler pintar BlackBerry yang memilih membangun pabrik di Malaysia.

Padahal, Indonesia patut menjadi negara tujuan pembangunan pabrik jika berkaca pada keuntungan yang telah diberikan pada perusahaan tersebut.

Menurut Gita, jika berkaca pada keuntungan RIM pada tahun lalu sebesar US$20 miliar, setidaknya Indonesia berkontribusi 10 persen pada total keuntungan perusahaan tersebut. Tahun ini, RIM menargetkan penjualan di Indonesia sekitar US$2 miliar.

"Lucu kan, kalau Indonesia sudah memberikan kesejahteran yang luar biasa ke satu perusahaan dalam konteks 10 persen, tapi tidak ada kepentingan siapa pun dari mereka untuk bangun pabrik di sini," kata dia saat ditemui di kantor BKPM, Jakarta, Selasa 28 Februari 2012.

Selain itu, Gita menambahkan, dengan total penjualan BlackBerry di Indonesia yang mencapai sekitar enam juta unit, dirinya tidak habis pikir dengan keputusan RIM hingga sekarang.

Hal ini, dia melanjutkan, tidak lantas membuat Indonesia berkecil hati. Indonesia tetap berbenah dengan memperbaiki kondisi iklim investasi agar terus lebih baik ke depannya.

"Saya sudah bicara soal tenaga kerja dan visi misi di RUPM (Rencana Umum Penanaman Modal) agar iklim usaha, penyebaran modal ke luar Jawa, dan promosi lebih baik," tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah dalam mendorong terciptanya iklim usaha nasional yang kondusif untuk penanaman modal dirasa perlu merencanakan arah kebijakan investasi jangka panjang.

Untuk itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2012 tentang RUP.

Menurut Gita, RUPM merupakan dokumen perencanaan penanaman modal jangka panjang yang berlaku hingga 2025.

Selain agar tercipta iklim investasi yang kondusif, RUPM juga bertujuan meningkatkan daya saing perekonomian nasional. "Aplikasinya mulai hari ini," kata Gita. (art)

Kredit Tumbuh, Laba BRI Melonjak Jadi Rp15 T

VIVAnews - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp15,08 triliun sepanjang 2011. Perolehan laba tersebut naik 31,47 persen dibanding periode sama 2010 sebesar Rp11,47 triliun.

"Peningkatan laba yang dicapai BRI merupakan hasil dari pertumbuhan kredit yang berkualitas, peningkatan fee based income, serta terjaganya efisiensi operasional," kata Direktur BRI, Djarot Kusumajakti, saat konferensi pers pemaparan kinerja keuangan 2011, di kantor pusat BRI, Jakarta, Selasa 28 Februari 2012.

Djarot menjelaskan, tahun 2011 merupakan masa konsolidasi bagi BRI yang telah menyalurkan kredit hingga Rp283,58 triliun atau naik 14,83 persen dari sebelumnya Rp246,97 triliun pada 2010. Namun diakui, pertumbuhan kredit itu tidak setinggi setahun sebelumnya.

BRI mengaku perusahaan mampu menekan tingkat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) dari 2,78 persen pada 2010 menjadi 2,30 persen pada 2011.

"BRI juga berhasil mengelola efisiensi operasionalnya dengan baik. Hal ini terlihat dari tingkat BOPO yang menunjukkan penurunan menjadi 66,69 persen pada 2011 dari 70,86 persen di tahun sebelumnya," ungkapnya.

Untuk penyaluran kredit, BRI melaporkan fokus bisnis perusahaan hingga kini masih terpusat pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komposisi penyaluran kredit BRI terdiri atas ritel dan konsumer 43,49 persen, mikro 31,80 persen, dan menengah 4,88 persen. Selebihnya ke sektor BUMN 11,34 persen dan korporasi 8,49 persen.

Sejalan dengan peningkatan laba perusahaan, Djarot mengatakan, peningkatan modal juga tumbuh sebesar 35,72 persen menjadi Rp49,77 triliun pada 2011. Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) BRI tercatat naik menjadi 14,96 persen.

"Peningkatan CAR tersebut memberikan 'bantalan' yang kuat untuk pertumbuhan bisnis BRI pada 2012 dan selanjutnya," ungkapnya.

Selama 2011, BRI berhasil meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13,27 persen dari Rp328,56 triliun pada 2010 menjadi Rp372,15 triliun di 2011. Komposisi DPK BRI pada 2011 masing-masing adalah giro Rp75,58 triliun (20,31 persen), tabungan Rp152,47 triliun (40,97 persen), dan deposito Rp144,10 triliun (38,72 persen).

Dengan pertumbuhan DPK itu, menurut Djarot, komposisi loan to deposit ratio (LDR) BRI menjadi sebesar 76,20 persen. (art)

JK: Pemerintah Harus Subsidi Rumah Murah

VIVAnews - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menyatakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat pemerintah berkewajiban mensubsidi rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Pokoknya tugas pemerintah kalau pangan bisa disubsidi, BBM bisa disubsidi, rumah murah juga harus disubsidi," kata Jusuf Kalla saat ditemui di Kementerian Perumahan Rakyat, Jakarta, Selasa 28 Februari 2012.

JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, mengatakan adanya kenaikan harga BBM akan membuat penyesuaian upah untuk kalangan masyarakat, khususnya buruh, dalam membeli rumah murah.

"Ya, otomatis ada penyesuaian. Karena kenaikan BBM, adanya inflasi, dihitung juga untuk upah buruh naik. Jangan lupa harga naik BBM itu juga berarti upah buruh harus naik," kata Kalla.

Pemerintah, Kalla melanjutkan, pastinya sudah memiliki solusi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat membeli rumah murah di tengah rencana kenaikan harga BBM. "Pasti ada solusinya. Dengan naiknya harga BBM, harus ada kemampuan pemerintah mengurangi biaya seperti biaya infrastruktur seperti rumah," ujarnya.

Dengan beragam antisipasi dan kebijakan pemerintah, Kalla optimistis program rumah murah seharga Rp20 juta dapat dijangkau oleh kalangan pekerja. Dengan hitungan kasar, kredit plus bunga sebesar Rp500 ribu per bulan, para pekerja bisa melunasi kredit pemilikan rumah dalam beberapa tahun.

Apalagi, jika gaji dinaikkan ditambah ongkos hidup yang semakin murah, kehidupan para pekerja ini diyakini bisa semakin sejahtera. "Salah satu cara adalah membuat perumahan murah supaya ongkos hidupnya turun. Kalau kontrak-kontrak terus Rp400 ribu, Rp500 ribu, kan kasihan, kapan punya rumah," ujar JK.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memastikan akan menaikkan harga BBM bersubsidi melalui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012. Harga minyak mentah dunia yang tinggi menjadi salah satu alasan kenaikan harga BBM itu.

Menurut SBY, asumsi harga minyak dalam APBN 2012 harus disesuaikan. Pemerintah tidak mungkin lagi menetapkan asumsi dengan harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$90 per barel. Sebab, harga ICP saat ini mencapai US$115 per barel. (art)

Berlian Tanker Tak Bayar Bunga 6 Surat Utang

VIVAnews - Manajemen PT Berlian Laju Tanker Tbk tidak dapat membayar kewajiban untuk enam instrumen utang yang dimiliki perusahaan. Keputusan itu sebagai tindak lanjut restrukturisasi utang yang sedang dilakukan perusahaan.

"Perseroan saat ini masih bekerja sama dengan penasihat keuangan dan akan terus memberikan update sehubungan dengan restrukturisasi utang," ujar manajemen Berlian Tanker dalam penjelasannya kepada otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 28 Februari 2012.

Keenam utang yang tidak dapat dibayar manajemen Berlian Tanker itu adalah:

1. Peminjam: BLT Finance BV
Instrumen utang: US$125.000.000 Obligasi Konversi Bergaransi dengan kupon 12 persen dan jatuh tempo pada 2015.
Jumlah: US$36.632.940 (Redemption Proceeds US$33.699.000, bunga obligasi US$2.933.940). Jatuh tempo: 9 Februari 2012.

2. Peminjam: BLT International Corporation
Instrumen utang: US$125.000.000 Obligasi Konversi Bergaransi dengan kupon 12 persen dan jatuh tempo pada 2015.
Jumlah: Bunga obligasi sebesar US$7.500.000, jatuh tempo: 9 Februari 2012.

3. Peminjam: Berlian Laju Tanker 
Instrumen utang: Obligasi Berlian Laju Tanker IV Tahun 2009 dengan Tingkat Bunga Tetap Seri B. 
Jumlah: Bunga obligasi sebesar Rp5.812.500.000, jatuh tempo: 27 Februari 2012.

4. Peminjam: Berlian Laju Tanker 
Instrumen utang: Obligasi Berlian Laju Tanker IV Tahun 2009 dengan Tingkat Bunga Tetap Seri C.  
Jumlah: Bunga obligasi sebesar Rp7.718.750.000, jatuh tempo: 27 Februari 2012.

5. Peminjam: Berlian Laju Tanker 
Instrumen utang: Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker II Tahun 2009 Seri A  
Jumlah: Imbalan Ijarah sebesar Rp1.743.750.000, jatuh tempo: 27 Februari 2012.

6. Peminjam: Berlian Laju Tanker 
Instrumen utang: Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker II Tahun 2009 Seri B 
Jumlah: Imbalan Ijarah sebesar Rp2.234.375.000, jatuh tempo: 27 Februari 2012.

Dalam penjelasannya kepada otoritas BEI beberapa waktu lalu, manajemen Berlian Tanker menjelaskan kondisi perekonomian dunia yang tengah dilanda krisis menyebabkan perusahaan harus meninjau kembali struktur keuangannya.

"Hal ini terjadi saat industri perkapalan dunia juga mengalami pertumbuhan armada yang signifikan pada beberapa tahun belakangan ini, sehingga menyebabkan turunnya tarif tambang kapal yang cukup besar," kata Direktur Berlian Laju Tanker, Kevin Wong. (art)

Rencana Stock Split, Saham Astra Melesat

VIVAnews - Manajemen PT Astra International Tbk mengusulkan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:10. Rencana pemecahaan nilai nominal saham ini akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar dalam waktu dekat.

Sekretaris Perusahaan Astra International, Gita Tiffany Boer, seperti dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 27 Februari 2012, mengatakan, rencana pemecahan nilai nominal saham ini dilakukan agar saham Astra dapat dijangkau oleh investor ritel. "Astra berharap perdagangan saham perseroan akan menjadi lebih likuid," ujar Gita.

Rencana aksi korporasi itu pun berimbas positif terhadap pergerakan harga saham perseroan di BEI. Hingga pukul 10.25 WIB, Selasa 28 Februari 2012, harga saham produsen otomotif terbesar di Indonesia itu menguat Rp800 (1,16 persen) ke level Rp69.500.

Volume transaksi mencapai 4.601 lot saham senilai Rp160,13 miliar dengan frekuensi transaksi 1.404 kali. Hari ini, saham Astra sempat menyentuh level tertinggi di posisi Rp69.950.

Saham Astra memiliki nilai kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Dengan nilai kapitalisasi pasar Rp281,36 triliun, saham Astra mengontribusi sekitar 7,7 persen dari total kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia. Total volume saham yang dicatatkan di bursa mencapai 4,04 miliar unit.

Analis PT BNI Securities, Viviet S Putri, mengatakan, respons pelaku pasar terhadap rencana pemecahan nilai nominal saham atau stock split saham Astra International telah memberikan sentimen positif ke pasar. Setelah empat hari terakhir indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi, rencana aksi korporasi Astra itu mampu membuat indeks kembali dalam zona hijau.

Sementara itu, analis PT Valbury Asia Securities, Robin Setiawan, sependapat, rencana aksi korporasi stock split saham berkode ASII itu menjadi pemicu bergairahnya kembali pasar saham domestik.

"Bahkan, Astra juga ada agenda pembagian dividen. Astra itu saham blue chips penggerak bursa, jadi pengaruhnya cukup besar," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa.

Jika rencana stock split terealisasi, dengan mengacu harga saat ini, saham Astra akan berada di kisaran Rp6.900-an per unit. Harga saham tersebut lebih rendah dibanding saat penawaran umum perdana saham atau IPO di level Rp14.850 per unit. (eh)

 

Senin, 27 Februari 2012

Saham di Bursa RI Lebih Murah dari Malaysia

VIVAnews - Indonesia sepanjang 2012 diperkirakan penuh dengan sentimen positif. Mulai dari disahkannya undang-undang pengadaan lahan hingga diperolehnya peringkat layak investasi (investment grade) dari dua lembaga pemeringkat internasional.

Faktor-faktor ini pula yang diperkirakan mendorong naiknya harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini, harga saham di Indonesia relatif murah dibandingkan Malaysia dan Singapura. Terlihat dari pertumbuhan rasio harga saham terhadap laba per saham atau price to earning (PE) yang hanya 0,6 kali.

Penilaian itu disampaikan Head of Equity Investment PT CIMB-Principal Asset Management, Fadlul Imansyah dalam keterangan pers yang diterima VIVAnews, Jumat, 27 Januari 2012.

Menurut Fadlul, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada tahun ini diperkirakan bertahan di level 4.450. Sejumlah sektor yang bakal tumbuh signifikan adalah infrastruktur, bank, dan konsumsi.

"Strategi investasi yang kami terapkan akan overweight di sektor konsumsi, infrastruktur, perbankan, dan sektor terkait. Kami akan menerapkan durasi dari medium ke panjang," ujar Fadlul.

Dia menambahkan, Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan melanjutkan rally pada 2012 dengan naiknya peringkat investasi Indonesia. Kondisi itu ditunjang dengan rencana Bank Indonesia yang akan kembeli membeli SUN sebagai instrumen kebijakan moneternya.

"Faktor ini akan lebih dominan dibandingkan sentimen negatif inflasi (bila wacana) kenaikan harga bahan bakar minyak (dimunculkan) dan kekhawatiran SUN yang akan oversupply," kata dia. (art)

Boediono: Kalau Mau Kaya Jangan Masuk PNS

VIVAnews- Wakil Presiden Indonesia, Boediono mengatakan kepada para kepala daerah agar  mengutamakan tata kelola pemerintahan yang baik supaya pembangunan bisa berhasil. Setiap kepala daerah dan pegawai negeri sipil (PNS) harus memiliki niat melayani publik.

Menurut Boediono, sukses atau tidaknya pembangunan suatu negara ditentukan oleh kualitas tata kelola pemerintahan. Sementara kesejahteraan suatu wilayah tergantung pada kualitas efektivitas birokrasi.

"Tata kelola pemerintahan harus dilandasi pembangunan, jangan asal rekrut orang ke pemerintahan hanya karena gaji, tapi ada niat untuk public service," katanya dalam Rapat Kerja Pemerintahan Tahun 2012 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 19 Januari 2012.

Mindset melayani publik, lanjutnya, sudah dilaksanakan di negara Singapura. Bodiono lalu mengutip kalimat mantan PM Singapura Lee Kuan Yew .”Kalau mau kaya jangan masuk ke pemerintahan, itu pilihan dari pejabat negara yang baik,” kata Boediono menirukan ucapan Yew.

Karenanya di masa moratorium satu tahun ini, ia ingin penataan PNS di daerah dan pusat dilakukan. Berdasarkan laporan yang masuk, ia belum menerima laporan dari berbagai instansi pemerintah yang telah melakukan penataan PNS.

Mantan Gubernur BI itu ingin agar setiap instansi, baik pusat maupun daerah menghitung berapa kebutuhan PNS yang pas sehingga bisa menata kembali penerimaan dan rekruitmen yang sesuai dengan kebutuhan.

Menurutnya, saat ini Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tengah menyusun langkah-langkah selanjutnya yang harus diikuti seluruh instansi setelah moratorium PNS saat ini. (umi)

Target Transaksi Turis Lokal Rp171,5 Triliun

VIVAnews - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, menargetkan pada tahun ini potensi wisatawan domestik bisa mencapai 128 juta orang, dengan nilai transaksi sebesar Rp171,5 triliun.

"Pencapaian 2011 sebesar Rp115 triliun, itu sampai triwulan ketiga. Target 2011 Rp154 triliun dan target 2012 mencapai Rp171,5 triliun," kata Mari Elka Pangestu ketika berbincang dengan VIVAnews.com di Jakarta.

Meskipun angka nilai transaksi untuk 2011 belum didata secara keseluruhan, namun Mari yakin target yang dibuat pada 2011 itu akan tercapai. "Kita belum dapat angkanya, tercapai atau tidak tapi kalau dari perjalanannya tercapai," ujarnya.

Untuk wisatawan asing, ia menargetkan pada 2012 akan dapat mendatangkan delapan juta orang atau naik dari jumlah wisatawan asing pada 2011 yang mencapai 7,6 juta orang. "Nilainya sekitar Rp8 miliar, tetapi bisa mendekati target kita di Rp9 miliar," ungkapnya.

Mari melanjutkan, jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, industri pariwisata mempunyai kontribusi langsung terhadap PDB sebanyak tiga persen.

"Tapi, kalau kontribusi tidak langsung itu sekitar 8-9 persen. Jadi, itu multiplier effect. Misalnya, kalau ada turis beli suvenir dapat menghidupkan masyarakat sekitar daerah wisata," kata dia.

Namun, Mari mengaku pada 2012 ini, kontribusi langsung maupun tidak langsung terhadap PDB itu tidak dapat mencapai double digit. "Nggak lah, belum sampai double digit kalau kontribusi PDB, tetapi cukup besar kalau kita bilang 8-9 persen," tuturnya. (ren)

Popular Posts