London Sumatra Raup Laba Rp1,7 Triliun

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 29 Februari 2012

London Sumatra Raup Laba Rp1,7 Triliun

Volume penjualan CPO perusahaan pada 2011 meningkat 22,8 persen menjadi 432.936 ton. (Antara/Maril Gafur)

VIVAnews - Perusahaan perkebunan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk sepanjang 2011 membukukan laba bersih Rp1,7 triliun, meningkat sebesar 64,7 persen dari Rp1,03 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur PP London Sumatra Benny Tjoeng mengatakan, penjualan pada 2011 meningkat 30,4 persen menjadi Rp4,69 triliun. "Ini disebabkan oleh kenaikan volume penjualan produk sawit dan benih bibit kelapa sawit “SumBio”, serta  kenaikan  harga karet dan produk sawit," kata Benny dikutip VIVAnews, di Bursa Efek Indonesia, Rabu 29 Februari 2012.

Volume penjualan CPO pada 2011 meningkat 22,8 persen menjadi 432.936 ton. Sekitar 83 persen dari total volume penjualan CPO dijual ke induk perusahaan,  PT SIMP,  relatif sama dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menurut dia, volume penjualan produk inti sawit naik 16,1 persen menjadi 105.356 ton pada 2011. Volume penjualan karet turun 22,8 persen menjadi 14.150 ton pada 2011, sementara volume penjualan benih bibit kelapa sawit mengalami kenaikan 28,9 persen dari 18,2 juta benih bibit pada 2010 menjadi 23,5 juta benih bibit pada 2011.

Laba kotor pada 2011 naik 33,4 persen menjadi Rp2,36 triliun dari Rp1,77 triliun, dengan Marjin laba sebesar 50,4 persen. Laba operasi juga meningkat 47,7 persen menjadi Rp2 triliun dari Rp1,36 triliun, dengan marjin 42,8 persen. Secara keseluruhan, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 64,7 persen menjadi Rp1,70 triliun dari Rp1,03 triliun.

"Lonsum membukukan EBITDA sebesar Rp2,25 triliun, mengalami kenaikan sebesar 41,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dengan Marjin EBITDA sebesar 47,9 persen," ungkapnya.


Hasil Panen 2011
Dia menejelaskan, Lonsum mencatat pertumbuhan volume produksi CPO dan inti sawit yang kuat pada 2011 yaitu masing-masing sebesar 21,1 persen dan 15,8 persen. Produksi CPO mencapai 442.949 ton dan produksi inti sawit mencapai 106.737 ton.

Kemudian, hasil panen tandan buah segar (TBS) inti pada  2011 sebesar  1,29 juta ton, meningkat 10,3 persen dibandingkan dengan 1,17 juta ton pada tahun lalu. TBS yang dibeli dari plasma dan pihak ketiga  meningkat 52,2 persen menjadi  631.680 ton, sedangkan total TBS yang diproses meningkat 21,3 persen menjadi 1.923.305 ton pada tahun 2011.

Produktivitas TBS inti meningkat dari 17,1 ton/ha menjadi 18,4 ton per hektare pada 2011. Rendemen minyak sawit (OER) dan rendemen inti sawit (KER) yaitu masing-masing sebesar 23,0 persen dan 5,5 persen. Produksi karet pada 2011 menurun dibandingkan tahun lalu sebesar 24,6 persen menjadi  13.941 ton terutama  karena penurunan pembelian bahan olah karet dari plasma dan pihak ketiga.

Pada akhir Desember 2011, total area inti yang dikelola adalah 102.221 ha, dengan komposisi 79% ditanami kelapa sawit, 17 persen karet dan sisanya adalah tanaman lain. Aktivitas penanaman untuk kelapa sawit pada 2011 adalah sebesar 2.857 ha, di mana 2.033 ha merupakan penanaman baru dan 824 ha merupakan penanaman kembali. (eh)

 

Popular Posts