Gita Masih Kecewa RIM Tak Pilih Indonesia

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 28 Februari 2012

Gita Masih Kecewa RIM Tak Pilih Indonesia

VIVAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan, masih tidak nyaman dengan keputusan perusahaan Research In Motion (RIM) atau produsen telepon seluler pintar BlackBerry yang memilih membangun pabrik di Malaysia.

Padahal, Indonesia patut menjadi negara tujuan pembangunan pabrik jika berkaca pada keuntungan yang telah diberikan pada perusahaan tersebut.

Menurut Gita, jika berkaca pada keuntungan RIM pada tahun lalu sebesar US$20 miliar, setidaknya Indonesia berkontribusi 10 persen pada total keuntungan perusahaan tersebut. Tahun ini, RIM menargetkan penjualan di Indonesia sekitar US$2 miliar.

"Lucu kan, kalau Indonesia sudah memberikan kesejahteran yang luar biasa ke satu perusahaan dalam konteks 10 persen, tapi tidak ada kepentingan siapa pun dari mereka untuk bangun pabrik di sini," kata dia saat ditemui di kantor BKPM, Jakarta, Selasa 28 Februari 2012.

Selain itu, Gita menambahkan, dengan total penjualan BlackBerry di Indonesia yang mencapai sekitar enam juta unit, dirinya tidak habis pikir dengan keputusan RIM hingga sekarang.

Hal ini, dia melanjutkan, tidak lantas membuat Indonesia berkecil hati. Indonesia tetap berbenah dengan memperbaiki kondisi iklim investasi agar terus lebih baik ke depannya.

"Saya sudah bicara soal tenaga kerja dan visi misi di RUPM (Rencana Umum Penanaman Modal) agar iklim usaha, penyebaran modal ke luar Jawa, dan promosi lebih baik," tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah dalam mendorong terciptanya iklim usaha nasional yang kondusif untuk penanaman modal dirasa perlu merencanakan arah kebijakan investasi jangka panjang.

Untuk itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2012 tentang RUP.

Menurut Gita, RUPM merupakan dokumen perencanaan penanaman modal jangka panjang yang berlaku hingga 2025.

Selain agar tercipta iklim investasi yang kondusif, RUPM juga bertujuan meningkatkan daya saing perekonomian nasional. "Aplikasinya mulai hari ini," kata Gita. (art)

Popular Posts