Tolong Eropa, IMF Siapkan US$1 Triliun

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 29 Februari 2012

Tolong Eropa, IMF Siapkan US$1 Triliun

VIVAnews - Pertemuan G20 di Mexico City akhir Februari membuahkan kesimpulan di mana negara-negara yang tergabung dalam forum akan menambah modal Dana Moneter Internasional (IMF) senilai US$1 triliun. Dana tersebut digunakan untuk menjaga stabilitas keuangan dunia, termasuk untuk menolong Eropa.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro, yang turut serta mendampingi Menteri Keuangan saat pertemuan, menjelaskan meski otoritas keuangan Eropa meyakinkan bahwa kondisi finansial mereka sudah lebih baik, namun Uni Eropa tidak memiliki jaring pengaman sistem keuangan di kawasannya. Hal inilah yang melatarbelakangi dana IMF masih dibutuhkan.

“Artinya IMF harus ditambah dananya," kata dia di Jakarta, Rabu malam. "Kesepakatan waktu itu menyatakan Eropa harus bisa membuktikan dulu bahwa dia bisa mengumpulkan uang untuk keperluannya sendiri. Ini yang disebut European Firewall.”

Uni Eropa, dia melanjutkan, harus mampu terlebih dulu mengumpulkan dana sekitar US$700-750 miliar untuk menyelamatkan perekonomiannya. Apabila Eropa sudah terbukti mampu berdiri sendiri, barulah permodalan IMF ditambah sekitar US$1 triliun.

“Kemarin yang dibicarakan sekitar US$1 triliun (penambahan modal IMF), di luar European Firewall. Kami mau lihat dulu European Firewall-nya jalan atau tidak,” tuturnya.

Modal IMF tersebut, tambah Bambang, berasal dari sumbangan negara anggota IMF yang tentu besarannya disesuaikan dengan kapasitas keuangan masing-masing negara.

"Yang besar-besar kan China, Jepang, dan AS. Mereka semua bilang, 'kita sebenarnya tidak keberatan menambah, tapi lihat dulu keseriusan Eropa untuk menangani permasalahannya sendiri'," terangnya.

Selain itu, lanjut Bambang, Forum G20 juga fokus pada pembatasan
transaksi spekulatif di pasar keuangan dan komoditas. Rencana implementasi memunculkan dua pilihan, yaitu transparansi pasar dan pembatasan, atau pengurangan transaksi derivative. “Derivative itu kan ujung spekulatif," katanya. (umi)

Popular Posts