BBM Naik, Harga Properti Ciputra Melonjak

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 29 Februari 2012

BBM Naik, Harga Properti Ciputra Melonjak

Pengembang terpaksa menaikkan harga jual produk propertinya, akibat naiknya harga BBM. (www.skyscrapercity.com)

VIVAnews - Pemerintah memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), meskipun belum ada keputusan besaran kenaikkannya. Namun, naiknya harga BBM akan berpengaruh terhadap kenaikan harga barang termasuk properti.

Direktur PT Ciputra Property Tbk, Artadinata Djangkar, menuturkan, kepastian naiknya harga BBM itu diperkirakan dapat berakibat melonjaknya harga properti perseroan baik perumahan, perkantoran, maupun properti superblok.

"Harga BBM naik, harga jasa konstruksi dan bahan bangunan pasti ikutan naik. Namun belum tahu berapa persennya, karena belum mengetahui besarnya kenaikkan harga BBM," kata Artadinata kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.

Menurutnya, dengan naiknya harga bahan bangunan sebagai dampak kenaikan harga BBM, terpaksa pengembang juga menaikkan harga jual produk propertinya. "Kenaikannya (harga properti) sulit ditebak saat ini, tetapi tidak akan lebih dari 30 persen," ungkap Artadinata.

Pengalaman sebelumnya, lanjut Artadinata, ketika pemerintah menaikkan harga BBM, harga jual properti juga naik. "Karena saat itu, di luar negeri juga krisis," kata dia.

Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pekan lalu memastikan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. Alasan kenaikan itu sangat jelas.

Harga minyak dunia, kata SBY, sudah berkali-kali naik. Kenaikan itu menyebabkan asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 terpaksa harus dikerek ke atas.

TDL Naik, Sewa Mall Naik
Sementara itu, Artadinata menuturkan, jika pemerintah menaikkan tarif dasar listrik, harga sewa ruko di mal atau pusat perbelanjaan akan melonjak. Sebab biaya operasional mal sangat bergantung pada listrik.

"Terpaksa kami akan membebankan pada service charge," kata dia.

Namun, dia belum dapat menghitung besaran kenaikan beban servis yang dibebankan pada penyewa itu. Sebab, pemerintah juga belum secara tegas memutuskan besaran kenaikannya.

"Biaya operasional akan disesuaikan, sekarang masih dihitung dengan akurat," ujarnya. (eh)

 

Popular Posts