Rencana Stock Split, Saham Astra Melesat

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 28 Februari 2012

Rencana Stock Split, Saham Astra Melesat

VIVAnews - Manajemen PT Astra International Tbk mengusulkan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:10. Rencana pemecahaan nilai nominal saham ini akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar dalam waktu dekat.

Sekretaris Perusahaan Astra International, Gita Tiffany Boer, seperti dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 27 Februari 2012, mengatakan, rencana pemecahan nilai nominal saham ini dilakukan agar saham Astra dapat dijangkau oleh investor ritel. "Astra berharap perdagangan saham perseroan akan menjadi lebih likuid," ujar Gita.

Rencana aksi korporasi itu pun berimbas positif terhadap pergerakan harga saham perseroan di BEI. Hingga pukul 10.25 WIB, Selasa 28 Februari 2012, harga saham produsen otomotif terbesar di Indonesia itu menguat Rp800 (1,16 persen) ke level Rp69.500.

Volume transaksi mencapai 4.601 lot saham senilai Rp160,13 miliar dengan frekuensi transaksi 1.404 kali. Hari ini, saham Astra sempat menyentuh level tertinggi di posisi Rp69.950.

Saham Astra memiliki nilai kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Dengan nilai kapitalisasi pasar Rp281,36 triliun, saham Astra mengontribusi sekitar 7,7 persen dari total kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia. Total volume saham yang dicatatkan di bursa mencapai 4,04 miliar unit.

Analis PT BNI Securities, Viviet S Putri, mengatakan, respons pelaku pasar terhadap rencana pemecahan nilai nominal saham atau stock split saham Astra International telah memberikan sentimen positif ke pasar. Setelah empat hari terakhir indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi, rencana aksi korporasi Astra itu mampu membuat indeks kembali dalam zona hijau.

Sementara itu, analis PT Valbury Asia Securities, Robin Setiawan, sependapat, rencana aksi korporasi stock split saham berkode ASII itu menjadi pemicu bergairahnya kembali pasar saham domestik.

"Bahkan, Astra juga ada agenda pembagian dividen. Astra itu saham blue chips penggerak bursa, jadi pengaruhnya cukup besar," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa.

Jika rencana stock split terealisasi, dengan mengacu harga saat ini, saham Astra akan berada di kisaran Rp6.900-an per unit. Harga saham tersebut lebih rendah dibanding saat penawaran umum perdana saham atau IPO di level Rp14.850 per unit. (eh)

 

Popular Posts