Jepang Bangun Empat Jembatan di NTB

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 30 November 2011

Jepang Bangun Empat Jembatan di NTB

VIVAnews - Kontraktor asal Jepang, Hazama Coorporation, berhasil membangun empat unit jembatan di jalur lingkar selatan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Keempat unit jembatan tersebut merupakan program dana hibah Badan Kerja Sama Jepang (JICA) untuk membuka isolasi perkampungan di Pulau Sumbawa, NTB.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, yang mewakili Menteri Pekerjaan Umum, mengatakan, peresmian empat unit jembatan yang dibangun atas bantuan Jepang itu dapat membuka akses perekonomian masyarakat setempat.

"Pembangunan empat unit jembatan tahap II ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Djoko di Sumbawa Barat, Rabu 30 November 2011.

Proyek jembatan tahap II yang pengerjaannya mulai pada 2010 berada di Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Empat unit jembatan tersebut yakni Air Keruh I, Air Keruh II, Negane, dan Tatar Coka.

Menurut Djoko, JICA juga telah membangun delapan unit jembatan di jalur lingkar selatan Pulau Sumbawa, yang terlaksana sejak 20 Februari 2007 hingga Oktober 2008, dengan nilai proyek mencapai 675 juta yen atau sekitar Rp50 miliar.

Delapan unit jembatan itu dibangun pada ruas jalan provinsi, yakni dari ruas jalan dari Benete, Kecamatan Sekongkang, melewati perkampungan Sejorong, Tatar, hingga perkampungan Lunyuk, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, yang terisolasi dari keramaian.

Delapan jembatan itu diberi nama Tanaman I berukuran panjang 35 meter dengan konstruksi beton pratekan (span composit PC-1 Girger), tiga unit jembatan beton pratekan lainnya yakni Puna III (23 meter), Tabisu I (24 meter), Tongolaka Sakura (48 meter). "Masih ada 10 jembatan lagi yang akan dibangun pada tahap III di Sumbawa Barat," ujar Djoko.

Peresmian empat unit jembatan tersebut, dia menambahkan, nantinya akan dilanjutkan dengan perbaikan jalan guna menopang jembatan yang sudah dibangun. Apalagi, Djoko mengatakan bahwa jalan sepanjang 74 kilometer dari Benete hingga lunyuk itu merupakan jalan strategis nasional.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, Zulkifli Muhadli, mengatakan peresmian empat unit jembatan itu sangat membantu masyarakat setempat yang sebelumnya kesulitan untuk mencapai daerah lain karena keterbatasan fasilitas penghubung.

"Kami berterima kasih pada pemerintah Jepang melalui JICA yang telah membantu membangun 12 unit jembatan di Sumbawa Barat," ujarnya.

Zulkifli berharap pembangunan proyek 10 unit jembatan tahap III dapat dirampungkan tepat waktu. Dengan demikian, kawasan lingkar selatan Pulau Sumbawa semakin terbuka dan perekonomian masyarakat semakin berkembang. (Laporan: Edy Gustan | NTB, art)

Popular Posts