Menkeu Rombak Asumsi, Target Ekonomi Turun

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 07 Maret 2012

Menkeu Rombak Asumsi, Target Ekonomi Turun

VIVAnews - Pemerintah merevisi pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 6,7 persen menjadi 6,5 persen. Meski pertumbuhan ekonomi dikoreksi ke bawah, pemerintah optimis dapat mencapai target itu. Alasannya, sektor penyumbang pertumbuhan yakni konsumsi rumah tangga dan investasi sejauh ini berkinerja baik.

Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, mengatakan konsumsi rumah tangga pada 2012 diperkirakan sekitar 4,9 persen atau meningkat 0,2 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 4,7 persen.

"Motor penyelamat ekonomi kita nanti diharapkan pada konsumsi rumah tangga dan investasi," ujarnya saat rapat dengan Badan Anggaran DPR di Gedung DPR, Jakarta, Rabu malam, 7 Maret 2012.

Selain itu Agus menambahkan kinerja investasi turut menggembirakan dan memberi angin segar pada perekonomian nasional. Dimana ditunjukan dengan pemberian status investment grade pada surat utang Indonesia disaat negara-negara lain dikoreksi menurun. "Investasi pada 2011 sebesar 8,8 persen dimana pada 2012 diperkirakan sebesar 10,9 persen," tuturnya.

Sementara untuk asumsi inflasi, pemerintah juga merubah target dari 5,3 persen menjadi 7 persen dalam APBNP-2012. Hal ini dikarenakan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Agus menjelaskan pemerintah memutuskan bulan April dalam pelaksanaan kenaikan harga BBM bersubsidi dikarenakan selama ini angka inflasi April rendah.

Penyesuaian ini Agus menambahkan sebagai respon kenaikan harga minyak dunia untuk menjaga kredibilitas APBN. "Dalam pertemuan G20 juga telah diusulkan untuk mengganti sumber energi menjadi energi terbarukan," terangnya.

Asumsi lain yang diubah yaitu nilai tukar rupiah terhadap dolar diperkirakan akan melemah menjadi Rp9.000 per dolar dari Rp8.800 pada APBN. Sementara itu suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan mencapai 5 persen atau lebih rendah dari asumsi pada APBN yang sebesar 6 persen. Harga minyak mentah Indonesia akan diperkirakan meningkat seiring tren pergerakan harga minyak internasional menjadi US$105 per barel.

Adapun terkait lifting minyak pada APBNP kembali direvisi menurun menjadi 930 ribu barel per hari dari sebelumnya 950 ribu barel per hari. Hal ini dengan mempertimbangkan pencapaian target lifting pada tahun 2011 yang hanya mencapai 898 ribu barel per hari.

Popular Posts