Harga BBM Naik, Belanja Subsidi Juga Naik

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 07 Maret 2012

Harga BBM Naik, Belanja Subsidi Juga Naik

Penambahan subsidi BBM itu dengan pertimbangan dilakukan langkah-langkah kebijakan penghematan. (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews- Belanja subsidi dalam RAPBN-Perubahan 2012 tetap naik meski pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan tarif dasar listrik (TDL). Anggaran belanja subsidi dalam RAPBN-P 2012 naik mencapai Rp273,155 triliun.

Dalam Nota Keuangan dan Rancangan APBN 2012 yang dikutip VIVAnews, angka itu berarti naik Rp64,305 triliun atau 30,8 persen dibandingkan APBN 2012 sebesar Rp208,85 triliun. Kenaikan subsidi disebabkan antara lain karena kenaikan subsidi BBM dan listrik akibat kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang diperkirakan menyentuh US$105 per barel sepanjang tahun.

Faktor lain yaitu perubahan bauran energi sebagai salah satu parameter dalam perhitungan subsidi listrik. Penambahan durasi penyaluran raskin dari 12 bulan menjadi 14 bulan juga ikut berpengaruh.

Khusus untuk subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg, pada tahun ini diperkirakan Rp137,37 triliun, meningkat Rp13,78 triliun atau 11,1 persen dibandingkan pagunya Rp123,59 triliun. Penambahan subsidi BBM itu dengan pertimbangan dilakukan langkah-langkah kebijakan penghematan, seperti kenaikan harga per liter premium dan solar sebesar Rp1.500.

Langkah penghematan subsidi BBM juga dengan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi secara bertahap melalui optimalisasi program konversi minyak tanah ke LPG tabung 3 kg, konversi BBM ke BBG, pengaturan konsumsi BBM bersubsidi, dan penyempurnaan regulasi kebijakan subsidi.

Sementara untuk subsidi listrik, pemerintah mengusulkan kenaikan anggaran sebesar Rp48,09 triliun atau 107,1 persen dari pagu Rp44,96 triliun menjadi Rp93,05 triliun. Kenaikan itu diimbangi sejumlah kebijakan pengendalian antara lain menghemat susut jaringan, program diversifikasi pada pembangkit, dan kenaikan TTL. Peningkatan subsidi listrik disebabkan perubahan parameter subsidi listrik, dan juga adanya carry over subsidi listrik tahun 2010 sebesar Rp4.506,8 miliar.

Aloaksi anggaran subsidi pangan dalam RAPBN-P 2012 disusulkan naik Rp5,319 triliun atau 34,1 persen dari pagu saat ini Rp15,607 triliun menjadi Rp20,92 triliun. Lebih tingginya perkiraan subsidi pangan sesuai rencana pemerintah memperpanjang masa pemberian raskin, dari semula 12 bulan menjadi 14 bulan. Penambahan durasi raskin itu adalah salah satu kompensasi bagi masyarakat miskin terkait pengurangan subsidi BBM pada tahun ini.

Popular Posts