Bursa Asia Kurang Puas atas Hasil KTT Eropa

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Kamis, 27 Oktober 2011

Bursa Asia Kurang Puas atas Hasil KTT Eropa

VIVAnews - Indeks harga saham di Asia cuma naik tipis dan pergerakan kurs mata uang euro cenderung datar di awal transaksi hari ini, Kamis 27 Oktober 2011. Tampaknya pelaku pasar kurang puas atas perkembangan KTT Krisis Utang Uni Eropa di Brussels.

Para pelaku pasar sebenarnya menanggapi positif kesepakatan awal para pemimpin Eropa dalam KTT khusus krisis utang Eropa yang berkomitmen akan menambah kucuran dana talangan di kawasan zona euro.

Namun, belum berhasilnya para pemimpin zona euro dalam merinci penambahan dana bailout sekaligus rencana untuk rekapitalisasi bank-bank dan membantu Yunani dalam mengatasi krisis utangnya menjadi sentimen negatif di pasar.

Kendati demikian, kesepakatan para pemimpin zona euro tersebut tetap direspon pasar obligasi Asia yang kembali bergairah dan harga minyak mentah di pasar global yang menguat.

Indeks saham Asia Pasifik di luar Jepang, MSCI naik 0,4 persen ke level tertinggi sejak 16 September lalu, atau meningkat sekitar 16 persen dari posisi terendah yang tercatat pada 4 Oktober 2011.

Indeks saham di bursa Tokyo, Nikkei 225 mengawali perdagangannya dengan pergerakan positif, karena dibuka menguat 0,35 persen.

"Cetak biru ini (rencana menangani krisis di Eropa) sudah keluar, tetapi itu muncul sedikit demi sedikit dan tidak jelas dari apa yang kita harapkan," kata Jonathan Barratt, managing director Commodity Broking Services, yang menilai bahwa keputusan KTT Eropa tidak sepenuhnya mengatasi masalah, seperti dilansir laman Reuters.

Namun, ia mengaku kesepakatan yang diambil para pemimpin zona euro itu merupakan langkah maju dan bisa memicu rasa optimisme akan adanya perbaikan ekonomi.

"Tapi tugas ke depan masih terlalu besar dengan waktu yang terbatas ini. Jika ada keterlambatan (langkah yang harus diambil), pasar akan kehilangan keyakinannya. Jadi, bila tidak ada langkah konkret, pasar kembali tertekan, " tambah Barratt.

Seperti diketahui, para pemimpin Eropa berkomitmen bakal menambah dana talangan menjadi 1 triliun euro dari 440 miliar euro dan mendorong kreditor Yunani mengurangi pembayaran utang obligasi negara tersebut sekitar 50 persen. Namun, rincian dari rencana tersebut belum sepenuhnya disepakati.

Hal itu, memicu penguatan mata uang euro di pasar Asia. Euro naik 0,2 persen ke U$$1.3900, berpotensi mendekati level tertinggi di posisi US$1.3959 yang dicapai awal pekan ini.

Harga Komoditas naik dan harga minyak berjangka di pasar Amerika Serikat juga menguat lebih dari US$1 ke level US$91,13 per barel.

Harga emas diketahui juga melanjutkan kenaikannya, setelah naik 1,5 persen atau tertinggi dalam satu bulan terakhir ini.


Popular Posts