JK: Saham Garuda Bisa Ditawarkan ke BUMN Kaya

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 07 Maret 2012

JK: Saham Garuda Bisa Ditawarkan ke BUMN Kaya

Menteri BUMN Dahlan Iskan merayu pengusaha nasional termasuk Jusuf Kalla dan Sandiaga Uno, untuk memiliki saham Garuda milik tiga perusahaan sekuritas. (ANTARA/Muhammad Deffa)

VIVAnews - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan sebaiknya saham PT Garuda Indonesia Tbk ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Negara yang kaya. Hal ini dikatakan menanggapi tawaran Menteri BUMN Dahlan Iskan yang berharap saham Garuda dibeli oleh pengusaha nasional seperti Jusuf Kalla.

"Kan banyak BUMN punya wewenang, mereka kaya-kaya," kata Jusuf Kalla, ketika ditemui usai peluncuran buku Tanri Abeng, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu malam, 7 Maret 2012.

Kalla menegaskan belum tertarik membeli saham berkode perdagangan GIAA itu. Menurutnya, selama ini dia tidak pernah jual beli saham, sehingga belum terpikir membeli saham Garuda.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan merayu pengusaha nasional termasuk Jusuf Kalla dan Sandiaga Uno, untuk memiliki saham Garuda milik tiga perusahaan sekuritas.

Dahlan mengaku tidak rela jika saham Garuda yang juga jadi kebanggan negara, jatuh ke tangan asing. Menurut dia, sekuritas yang memegang saham Garuda sudah ingin menjualnya. Namun, hingga saat ini belum ada satu pun perusahaan lokal yang tertarik. Justru banyak perusahaan asing yang berminat.

Dahlan pun mempertanyakan alasan pengusaha dalam negeri yang tidak bisa membantunya. Untuk itu, Dahlan menyebut Jusuf Kalla dan Sandiaga Uno mungkin tertarik untuk membeli saham Garuda.

Dahlan menuturkan bahwa keinginan itu datang dari aspirasi masyarakat agar tidak ada lagi perusahaan negara yang dimiliki asing. Karena sudah waktunya masyarakat mempunyai semangat yang sama dalam membangun perusahaan kebanggaan Indonesia.

Seperti diketahui, Garuda Indonesia mencatatkan sahamnya setahun lalu di papan utama Bursa Efek Indonesia. Maskapai pelat merah itu mencatatkan sebanyak 22,6 miliar saham dengan harga penawaran Rp750 per unit.

Dalam proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) menawarkan 6,33 miliar saham atau sebesar 27,98 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum. Dari pelepasan saham Garuda tersebut, total dana yang dapat diraup sekitar Rp4,75 triliun.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi atau joint lead underwriter adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas. Ketiga penjamin pelaksana emisi itu telah menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) untuk membeli sisa saham Garuda yang ditawarkan dan tidak habis terjual.

Namun, dalam proses IPO, hanya sekitar 52,5 persen dari saham yang ditawarkan terserap pasar. Sementara itu, sisanya sekitar 47,5 persen harus diserap penjamin pelaksana emisi.

Popular Posts