2011, Subsidi BBM Bengkak Rp35 Triliun

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 06 Maret 2012

2011, Subsidi BBM Bengkak Rp35 Triliun

Jebolnya subsidi BBM disebabkan naiknya harga minyak mentah dan melemahnya nilai tukar rupiah. (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan realisasi pembayaran bahan bakar minyak bersubsidi pada 2011 membengkak Rp35 triliun dari Rp129,7 triliun pada APBN-P 2011 menjadi Rp164,7 triliun. Angka ini belum termasuk tambahan BBM yang melebihi kuota.

Agus menjelaskan, jebolnya subsidi BBM disebabkan harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang terus merangkak dan melemahnya nilai tukar rupiah. Realisasi pembayaran subsidi 2011 sebesar Rp164,75 triliun," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi Energi DPR di Jakarta, Selasa 6 Maret 2012.

Ia menjelaskan, harga ICP yang dipatok pemerintah dalam APBN-P 2011 hanya US$95 per barel, namun kenyataannya ICP Indonesia melambung hingga US$109,9 per barel. Nilai tukar rupiah juga melemah dari US$8.700 menjadi US$8.732.

Adapun realisasi konsumsi BBM bersubsidi 2011 mencapai 41,7 juta kl, yang terdiri dari Premium 25,5 juta Kl, solar 14,5 juta Kl, minyak tanah 1,6 juta Kl. Sedangkan kuota BBM bersubsidi 2011 hanya 40,49 juta Kl.

Untuk selisih pembayaran over kuota tersebut sebesar Rp35 triliun akan dibayarkan oleh pemerintah setelah dilakukan audit oleh Badan PemeriksaKeuangan (BPK) dan akan dimasukkan dalam laporan keuangan pemerintah. "Nanti kekurangannya akan kami bayar," katanya.

Bakal jebol
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, mengatakan volume konsumsi bahan bakar minyak pada tahun ini juga diperkirakan jebol dari target 40 juta kiloliter. Pasalnya pertumbuhan industri otomotif sangat tinggi.

Jero mengatakan, berkaca pada 2011, pertumbuhan mobil tiap tahun mencapai 900 ribu unit dan motor 7 juta unit. Hal inilah yang menyebabkan kuota 2011 melebihi ketentuan. "Jadi itu pertambahan motor dan mobil," ujarnya.

Penyebab lain, jebolnya kuota BBM bersubsidi adalah migrasi pengguna BBM non subsidi menjadi subsidi, karena harganya terus melambung. "Selain itu ditambah pula tingginya tingat penyeludupan BBM," katanya.

Atas pertimbangan inilah Jero menyatakan bahwa kemungkinan kembali tembusnya kuota BBM dapat terjadi. "Tahun ini pun (2012) akan terjadi over kuota, karena usul 43 juta kl, yang disetujui hanya 40 juta kl. Nanti akan tembus lagi," ujar Jero.

Popular Posts