BEI Investigasi Waran FREN

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 06 Maret 2012

BEI Investigasi Waran FREN

Otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan efek waran seri II (FREN-W) di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan sesi I, Jumat 2 Maret 2012. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - PT Bursa Efek Indonesia sedang menginvestigasi waran PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Hal ini dilakukan setelah otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan efek waran seri II (FREN-W) di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan sesi I, Jumat 2 Maret 2012.

"Kami lagi investigasi, yang warannya," kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, di kantornya, Jakarta, Selasa 6 Maret 2012.

Sementara itu, kedua aksi korporasi yang dilakukan Smartfren, menurut dia, yakni penggabungan nilai nominal saham (reverse stock) dan penawaran umum terbatas (rights issue) sudah sesuai dengan ketentuan. Ia tidak mengerti dengan jelas apakah kedua aksi korporasi itu dapat merugikan investor atau tidak.

"Saya lihat perdagangannya, lalu suspen, karena kami cari masalahnya. Anehnya, harga warannya itu naik. Sementara itu, harus exercise Rp1.000 (setelah reverse stock), dan harga saham FREN sempat Rp85," ungkapnya.

Pada penutupan perdagangan hari ini, harga saham FREN stagnan di level Rp87 per unit. Volume transaksi mencapai 137,5 ribu lot.

Seperti diketahui, saham berkode FREN menjadi perhatian investor setelah BEI menghentikan sementara perdagangan FREN-W di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan sesi I, Jumat 2 Maret 2012.

BEI melihat adanya pergerakan harga yang fluktuatif dan peningkatan harga kumulatif yang signifikan dari efek FREN-W sebesar Rp275 atau 183,33 persen dari harga penutupan Rp150 pada 27 Februari 2012 menjadi Rp425 pada 1 Maret 2012.

Sementara itu, Smartfren menginformasikan bahwa perusahaan telah memperoleh persetujuan rencana reverse stock split dari Kementerian Hukum dan HAM. Rasio penggabungan saham itu adalah 20:1

Sebelumnya, perusahaan juga telah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham untuk rights issue sebanyak 13,36 miliar saham seharga Rp100 per unit.

Dari aksi korporasi itu, perseroan akan memperoleh dana sebesar Rp1,33 triliun yang 75 persen di antaranya akan digunakan untuk melunasi utang. (art)

Popular Posts