Untung Lanjutan Pendapatan Per Kapita Naik

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 07 Februari 2012

Untung Lanjutan Pendapatan Per Kapita Naik

VIVAnews - Pemerintah menyatakan tembusnya pendapatan per kapita Indonesia di atas US$3.000 akan diikuti oleh akselerasi perekonomian. Kondisi positif ini perlu untuk dijaga agar tidak terkena dampak krisis global.

"Krisis global masih terus kita waspadai," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo, saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa 7 Februari 2012.

Berdasarkan pengalaman negara lain, menurut Agus, tercapainya pendapatan per kapita penduduk di atas US$3.000 dapat mempercepat perekonomian.

Menkeu menambahkan, fokus Indonesia saat ini bukan hanya pendapatan per kapita saja, melainkan juga pemerataan pembangunan. Pembangunan ditekankan untuk dapat secara inklusif, sehingga perbedaan sosial antara si kaya dan miskin dapat diperkecil. "Kita meyakinkan bahwa pembangunan itu secara inklusif dapat terjadi," tuturnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru. Pendapatan per kapita masyarakat Indonesia, menurut BPS, meningkat selama tiga tahun terakhir, rata-rata naik 12,9 persen per tahun.

Pelaksana Tugas Kepala BPS, Suryamin, dalam keterangan pers di kantornya, Jakarta, Senin, 6 Februari 2012, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2011 mencapai 6,5 persen. "Sepanjang 2011 terjadi pertumbuhan di semua sektor ekonomi," kata dia.

BPS mencatat, nilai produk domestik bruto Indonesia pada 2011 mencapai Rp7.427,1 triliun. Selama 2011, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia banyak bertumpu pada sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh 10,7 persen.

Selanjutnya diikuti sektor bisnis perdagangan, hotel, dan restoran 9,2 persen. Sedangkan keuangan, real estate, dan jasa perusahaan sebesar 6,8 persen.

Kontribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2011 banyak ditopang oleh kegiatan ekspor dengan porsi 13,6 persen diikuti impor 13,3 persen.

Sementara itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi mengontribusi 8,8 persen, pengeluaran rumah tangga 4,7 persen, dan konsumsi pemerintah sebesar 3,2 persen.

Struktur PDB Indonesia 2011 hampir separuhnya berasal dari pengeluaran rumah tangga sebesar 54,6 persen, PMTB 32 persen, ekspor 26,3 persen, konsumsi pemerintah 9 persen, dan impor minus 24,9 persen.

Selama 2011, BPS melaporkan lapangan usaha yang banyak tumbuh berasal dari sektor pengolahan sebesar 24,3 persen, pertanian 14,7 persen, perdagangan, hotel, restoran 13,8 persen, dan sektor bisnis lainnya 47,2 persen.

Namun, tercapainya target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,5 persen itu bukanlah penentu kesuksesan negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Peningkatan PDB di Indonesia justru membuat negara semakin miskin sumber daya.

Popular Posts