Karyawan Tolak Pengunduran Dirut Merpati

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 07 Februari 2012

Karyawan Tolak Pengunduran Dirut Merpati

VIVAnews - Keputusan mundur Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Sardjono Jhonny Tjitrokusumo, karena tidak dapat mempertahankan Merpati dari krisis utang ditolak oleh karyawan. Seluruh karyawan Merpati bertekad untuk bekerja keras mempertahankan perusahaan BUMN ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjelaskan, dalam rapat pimpinan Kementerian BUMN dengan manajemen Merpati terungkap bahwa Jhonny ingin mundur karena merasa menjadi orang yang bersalah karena dana penyertaan modal negara (PMN) tambahan sebesar Rp251 miliar tidak cair.

"Dirut Merpati sudah berniat mengundurkan diri, karena merasa tidak dipercaya yang mengakibatkan kemungkinan dana PMN sebesar Rp251 miliar itu nggak cair," kata Dahlan di Jakarta, Selasa 7 Februari 2012.

"Saya bilang nggak boleh begitu, pengusaha harus tahan, harus teguh," tambah Dahlan.

Dahlan menuturkan, dalam rapat tersebut membahas seandainya dana Rp251 miliar yang diharapkan Merpati tidak cair akan seperti apa. Ternyata secara teoritis, Merpati akan kolaps pada Juni-Juli 2012 karena dana PMN 2012 itu. Sedangkan dana Rp561 miliar yang rencananya cair sejak dulu, baru cair pada 31 Desember 2011 lalu.

"Karena tertundanya pencairan Rp561 miliar, Merpati sudah terlibat banyak pinjaman yang lain. Maka itu, kalau tidak ada pencairan lagi Rp251 miliar itu secara teknis Merpati kolaps Juni-Juli," katanya.

Dalam rapat tersebut, lanjutnya, seluruh karyawan Merpati bertekad untuk mempertahankan Merpati dengan ataupun tanpa dana PMN sebesar Rp251 miliar. "Saya terharu, tadi semua diucapkan dengan gegap gempita 'Merpati harus terbang'," katanya.

Dengan tekad dari seluruh karyawan Merpati, tambah Dahlan, pengunduran diri Dirut Merpati tidak jadi karena seluruh karyawan bertekad untuk mati-matian bekerja agar Merpati terus tetap terbang dengan lebih efisien.

Semangat karyawan Merpati tersebut, membuat Dahlan teringat saat dirinya awal-awal menjabat sebagai Dirut PLN. Modal semangat karyawan seperti itulah merupakan modal yang besar bagi seluruh perusahaan untuk bangkit.

Bahkan dalam rapat itu, Merpati berencana untuk membeli beberapa pesawat baru berkapasitas 100 tempat duduk. Darimana modalnya? "Bagi pengusaha, uang itu nomor dua," kata Dahlan. (adi)

Popular Posts