Devisa US$101 M Masuk Asal RI Berswasembada

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 07 Februari 2012

Devisa US$101 M Masuk Asal RI Berswasembada

VIVAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan Indonesia memiliki potensi mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan. Terwujudnya swasembada pangan dipastikan akan menjaring devisa minimum sebesar US$101,5 miliar hingga 2014.

Keyakinan tersebut tertera dalam Road Map Ketahanan Pangan Nasional terkait komoditas unggulan pangan, enam diantaranya yaitu kelapa sawit, kakao, peternakan, makanan dan minuman, pertanian pangan serta perikanan dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Peternakan, Franky O. Widjaja menyatakan, pemerintah memiliki program Palapa Fund yang memiliki program fasilitas pembiayaan awal untuk pengusaha agribisnis menengah.

"Hal ini bertujuan agar pengusaha tersebut meningkat mencapai skala industri. Saat ini dana yang telah terkumpul sebesar Rp60 miliar," jelas Franky dalam acara Jakarta Food Security Summit di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa 7 Februari 2012.

Menurut pemilik bisnis Sinarmas ini, dukungan pembiayaan diperlukan dalam mengatasi semua kendala. Sejauh ini, kisah sukses dari rancangan bantuan pembiayaan ini telah terjadi pada sektor kelapa sawit dengan program plasma inti.

"Sebanyak 40 persen atau 3,2 juta hektar seluruh perkebunan sawit dimiliki oleh smallholders," tuturnya.

Kadin juga turut mengapresiai peran swasta yang berinvestasi dalam pengembangan di bidang agribisnis. Setidaknya terdapat 12 perusahaan yang merealisasikan proyeknya di enam koridor ekonomi.

Sejumlah perusahaan yang telah berinvestasi di bidang agribisnis itu adalah:

1.  PT Bumi Tangerang Mesindotama Rp800 miliar,
2.  PT Karya Indah Alam Sejahtera Rp360 miliar,
3.  PT Tiga Pilar Sejahtera Food Rp2,2 triliun,
4.  PT Sukses Mantap Sejahtera Rp2,7 triliun,
5.  PT Nestle Indonesia Rp1,8 triliun,
6.  PT SMART (Sinarmas) Rp1,47 triliun,
7.  PT Great Giant Pineapple Rp1,9 triliun,
8.  PT Agri Makmur Pertiwi Rp50 miliar,
9.  PT Bina Mentari Tunggal Rp300 miliar,
10. PT Laju Perdana Indah (Indofood Group) Rp2,5 triliun,
11. PT Tri Putra Agro Persada Rp100 miliar, dan
12. PT Bakrie Sumatera Plantation Rp1,8 triliun.

(umi)

 

Popular Posts