Dahlan: Harus Ada Kontinuitas di PLN

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Kamis, 27 Oktober 2011

Dahlan: Harus Ada Kontinuitas di PLN

VIVAnews - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), hari ini merayakan Hari Listrik Nasional ke-66. Sebagai mantan Direktur Utama PLN, yang saat ini menjabat Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, berharap adanya keberlanjutan (kontinuitas) di PLN meskipun telah berganti pimpinan.

"Sebaiknya terjadi kontinuitas di PLN. Agar pemimpin yang datang, yang selama dua tahun ini mengikuti perkembangan dan dinamika di PLN. Jadi, harus ada kontinuitas karena PLN ibarat kendaraan, kendaraan yang sangat besar," kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dalam sambutannya pada Hari Listrik Nasional, di Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2011.

Dahlan mengibaratkan, jika PLN adalah kendaraan yang manampung penumpang dan kernet berjumlah sekitar 50-100 ribu orang, kalau terlalu sering berguncang, penumpangnya akan mabuk semua.

"Nanti, 100 ribu orang muntah semua. Nanti, perusahaannya bisa tenggelam oleh muntahan itu. Jadi, program-program pembaharuan akan terus berjalan. Jadi, tidak perlu ada yang dikhawatirkan," ungkapnya.

Dahlan menuturkan, meskipun dulu dirinya pernah menyatakan jika ada instansi yang dibenci adalah PLN. Namun, setelah satu tahun menjabat sebagai Dirut PLN dirinya malah 'jatuh cinta'.

"Jadi, kalau benci jangan terlalu benci, bahaya. Saya tentu sangat berterimakasih pada teman-teman PLN. Rasanya, saya ingat satu-persatu wajah mereka," ungkapnya.

Perubahan besar yang dilakukannya di PLN, kata Dahlan, sempat menjadi buah bibir masyarakat. Namun ternyata, tugas yang diembannya itu berlangsung begitu cepat.

"Kalau saya katakan, saya pilih PLN atau jadi menteri, itu bukan karena saya ingin berlama-lama tapi karena ada beberapa progam perubahan yang harus dikawal," kata dia.

Misalnya, Dahlan menuturkan, mewujudkan best practices di dunia bisnis, yaitu pada jaman sekarang dan masa datang ada dua hal yang sama sekali tidak bisa dilawan atau ditolak oleh siapapun.

"Pertama hadirnya generasi muda, generasi muda harus dihadirkan ke depan. Prinsip kedua adalah kehadiran wanita," ungkapnya.

Untuk itu, kata Dahlan, dulu PLN mempunyai program khusus, karena PLN terkesan terlalu laki-laki sehingga dia membuat program PLN lebih fenimin. Sehingga, lanjutnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah PLN ada seorang general manager wanita dan semakin banyak pimpinan lain wanita.

"Bahkan, untuk daerah-daerah yang sangat sulit kita minta wanita. Misalkan, biaya penyambungan murah di satu cabang karena permainan di luar-luar yang belum bisa diatasi, langsung kita ganti wanita," tutur Dahlan. (eh)

Popular Posts