Saham Layak Beli Usai Pendapatan RI Naik

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 07 Februari 2012

Saham Layak Beli Usai Pendapatan RI Naik

VIVAnews - Kenaikan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia tahun 2011 sebesar 13,8 persen diprediksi bakal menjadi sentimen positif pada sejumlah saham yang bisa memanfaatkan dan mengeksploitasi pertumbuhan ekonomi tersebut. 

Perkiraan tersebut disampaikan Partner Equity Research PT Deutsche Verdhana Indonesia, Heriyanto Irawan, di Jakarta, Selasa, 7 Februari 2012.

Menurut Heriyanto, kenaikan pendapatan per kapita tahun 2011 bisa menjadi sentimen positif bagi bursa saham Indonesia sehingga mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak naik ke level 4.500 pada tahun 2012.

Heriyanto memperkirakan, sektor bisnis yang mampu beradaptai dari perubahan bisnis oligopoli menjadi pasar bebas duanggap akan mampu berkompetisi selama tahun ini.

Jika perusahaan ataupun emiten dapat melewati kriteria yang disebutkannya, Heriyanto optimistis mereka bisa meraih sukses di 2012. "Kalau mau mengejar investasi, salah satu kriteria yang kita cari untuk investasi yang seperti itu," ujarnya.

Diantara sekian banyak sektor bisnis yang bergerak di Bursa Efek Indonesia (BEI), Haryanto memperkirakan emiten yang berkaitan dengan industri otomotif akan menorehkan kinerja gemilang selama 2012.

Faktor pendorong naiknya harga saham sektor otomotif ini adalah perkembangan bisnis yang memang sudah bagus. Hal lain yaitu meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah yang membuat penjualan otomotif semakin melonjak.

Sektor lain yang bakal gemilang akibat naiknya pendapatan per kapitas masyarakat Indonesia adalah properti. Turunnya bunga kredit pemilikan rumah (KPR) bakal memicu masyarakat untuk berinvestasi pada sektor properti. "Sekarang KPR kan sudah murah dan bagus," kata dia.

Dengan kenaikkan pendapatan per kapita, Heriyanto yakin pasar saham akan sangat terpengaruh karena memang pasar saham bergantung pada pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP).

"Kalau kami tidak salah dengar, di 2015 bisa jadi US$5.000. maka pangsa pasarnya akan semakin besar, semua perusahaan akan berpeluang, tidak negatif kan, kalau kuenya semakin besar meskipun ada kompetisi maka akan tetap positif," kata dia.

Popular Posts