Gairahkan Perumahan, AS Suntik Bank Rp223 T

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Kamis, 09 Februari 2012

Gairahkan Perumahan, AS Suntik Bank Rp223 T

VIVAnews - Lima bank besar Amerika Serikat yang diduga menerapkan suku bunga kredit perumahaan semena-mena mendapatkan bantuan pemerintah sebesar US$25 miliar atau sekitar Rp223,21 triliun. Bantuan itu untuk membantu satu juta debitor bermasalah.

Meski demikian, diperlukan "amunisi" untuk menggairahkan pasar perumahan yang saat ini sedang sakit di negara tersebut.

Pengumuman yang dirilis Kamis 9 Februari 2012 waktu New York itu diharapkan mengakhiri atau menjadi puncak dari 16 bulan pembahasan yang sempat memicu ketegangan dalam mencari kesepakatan.

Hasil akhirnya adalah negara akan membantu penyelesaian permasalahan yang sedang dialami para pembeli rumah melalui kredit perbankan tersebut dengan beberapa catatan.

Dalam pertemuan itu juga disepakati bahwa bantuan akan diberikan selama tiga tahun. Perbankan diharuskan menurunkan jumlah utang dengan suku bunga yang melilit para peminjam, dan memperpanjang waktu pembayaran kepada peminjam yang kehilangan rumah karena sudah disita.

Keputusan tersebut juga akan dirilis kelima bank itu, yakni Bank of America Corp, Wells Fargo & Co, JPMorgan Chase & Co, Citigroup Inc, dan Ally Financial Inc.

Namun, bank-bank itu masih akan menghadapi sejumlah tuntutan lain seperti ancaman tindakan penegakan hukum dari pemerintah. Selain itu, tuntutan hukum nasabah terkait dengan kemasan penawaran kredit rumah melalui surat berharga, dan pemberlakuan suku bunga kredit yang tinggi.

"Intinya tentang penyelesaian, tidak ada apa-apa. Ini langkah maju, ini adalah langkah dalam arah yang benar. Tapi, jangan membohongi diri sendiri, karena masih banyak tantangan yang perlu dilakukan," kata Ira Rheingold, direktur eksekutif National Association of Consumer Advocates, seperti dikutip laman Reuters.

California diketahui sebagai negara yang paling menderita, karena sepertiga dari pemilik rumah mengalami penyitaan dalam beberapa tahun terakhir ini. Negara bagian ini akan menerima bantuan terbesar, sekitar 45 persen.

Sementara itu, Bank of America, akan mengucurkan bantuan terbesar yakni sekitar US$11,8 miliar, karena paling mengalami kejatuhan dari krisis kredit perumahan.

Diketahui, nilai rumah turun 33 persen dari puncaknya pada 2006 yang dipicu mudahnya konsumen dalam memperoleh kredit, meski orang tersebut memiliki catatan kredit meragukan. Hampir 11 juta orang Amerika saat ini berutang dalam memiliki rumah.

Sementara itu, penyelesaian masalah perumahan ini akan memberikan sentimen positif bagi Presiden Barack Obama, yang saat ini sedang berusaha agar dipilih kembali pada November mendatang. Sebab, menjadi kesempatan baginya untuk menunjukkan bahwa pemerintahannya bersedia bersikap keras pada bank-bank besar dalam membantu warga biasa Amerika bertahan hidup akibat krisis penyitaan rumah.

"Kami telah mencapai kesepakatan bersejarah dengan bank terbesar negara ini," kata Obama dalam konferensi pers, Kamis.

Upaya itu, dia melanjutkan, akan mempercepat bantuan kepada pemilik rumah yang terpukul akibat sejumlah praktik semena-mena di pasar perumahan. Penyelesaian masalah tersebut, dia menambahkan, juga merupakan bagian dari paket kebijakan yang lebih konkret sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kembali pasar perumahan. (art)

Popular Posts