Yunani Setuju Bailout, Eropa Minta Aksi Lebih

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Jumat, 10 Februari 2012

Yunani Setuju Bailout, Eropa Minta Aksi Lebih

VIVAnews - Pemimpin Yunani mengatakan mereka telah mencapai kata sepakat untuk mereformasi ekonomi dan memotong belanja yang tak diperlukan untuk mengamankan dana bailout. Namun, menteri keuangan zona euro menuntut aksi lebih, yaitu persetujuan dari parlemen sebelum memberikan dana bailout.

Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) seperti telah putus asa dengan serangkaian janji terkait dana bailout sebesar 130 miliar euro (US$172 miliar) untuk menghindari kebangkrutan Yunani.

Para menteri keuangan dari 17 negara zona euro di Brussel mengingatkan bahwa tidak ada persetujuan langsung untuk paket penyelamatan. Athena juga harus membuktikan dulu upaya penyelamatan krisis yang terjadi di negerinya.

Jean-Claude Junker, yang memimpin Eurogroup, menetapkan tiga kondisi. Pertama, parlemen Yunani harus meratifikasi paket itu dalam pertemuan Minggu mendatang. Kedua, untuk pengurangan pengeluaran belanja 325 juta euro masih diidentifikasi Rabu depan setelah menteri keuangan zona euro akan bertemu lagi.

"Ketiga, kami perlu untuk mendapatkan jaminan kepastian politik yang kuat dari para pemimpin partai koalisi dalam implementasi program," ujar Juncker dalam konferensi pers setelah enam jam pembicaraan di Brussel.

"Elemen ini harus ada sebelum kami mengambil keputusan," tambahnya seperti dikutip Reuters. "Singkatnya, tidak ada pencairan sebelum ada implementasi," tegasnya.

Menghadapi pemilu pada April, pemimpin partai politik Yunani enggan  menerima pinjaman dengan kondisi ketat dan tidak populer, serta membuat  pemilih semakin marah.

Menteri Keuangan Yunani, Evangelous Venizelos, terbang ke Brussel setelah  sepanjang malam menggelar pembicaraan yang melibatkan Perdana Menteri Lucas Papademos, pemimpin partai koalisi tiga partai, dan Uni Eropa serta IMF. Bloomberg melaporkan, ia meninggalkan pembicaraan di Brussel dengan cepat dan mengatakan kepada wartawan bahwa Yunani menghadapi pilihan apakah tetap di zona euro atau keluar.

Namun, juru bicara perwakilan Yunani di Brussel tidak bisa mengonfirmasi pernyataan itu.

Pemerintah Yunani meminta partai koalisi untuk mendukung kesepakatan bersama di parlemen. Pertemuan Brussel menunjukkan upaya itu hanya separuh jalan dari langkah penyelamatan.

"Langkah pertama adalah persetujuan parlemen, membuktikan komitmen  partai politik dengan target dan kebijakan dari program ekonomi. Sudah  waktunya kami memikul tanggung jawab. Kami membutuhkan aksi, tidak hanya kata-kata," ujar juru bicara pemerintah Pantelis Kapsis.

Juru bicara IMF, Gerry Rice, mengatakan, mereka akan terus membicarakan  rincian dengan detail dan membuat perjanjian secara jelas. Ia mengatakan,  Managing Director IMF Christine Lagarde ingin jaminan Yunani yang akan menempel pada kebijakan yang disepakati, apa pun hasilnya dalam pemilu mendatang. (art)

Popular Posts