Widjojo Pencetus Trilogi Pembangunan RI

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Jumat, 09 Maret 2012

Widjojo Pencetus Trilogi Pembangunan RI

VIVAnews - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menilai sosok almarhum  Widjojo Nitisastro sebagai figur yang tetap memiliki ketenangan di tengah situasi yang tertekan.

"Pemikirannya sangat baik dan tenang menghadapi situasi. Stabilitas ekonomi kita dan kemajuannya," ujar Jusuf Kalla saat ditemui di rumah duka, Pondok Indah, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2012.

Jusuf Kalla mengatakan, Widjojo dianggap telah memberikan pemikiran dan menjadi pencetus dari perkembangan ekonomi Indonesia hingga bisa berkembang seperti saat ini.

Sementara itu, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Ginanjar Kartasasmita, mengatakan sosok Widjojo adalah seorang yang berkomitmen tinggi pada tugasnya untuk negara. Hal ini terlihat pada saat krisis ekonomi 1998. Kala itu, Widjojo menghabiskan seluruh waktunya di kantor, dan rela tidur di kursi kerjanya.

"Pak Widjojo saya minta sebagai penasihat. Waktu kami melakukan pembicaraan dengan negara yang memberikan pinjaman, kami harus rapat sampai pagi. Pak Widjojo itu tidur di kursi sampai pagi tidak pulang ke hotelnya. Dia tidur sama-sama kita di kursi. Padahal, waktu 1998, dia sudah tidak muda lagi," tuturnya.

Menurut dia, Widjojo adalah seorang ekonom dunia, yang dari dirinya telah lahir penerus ekonom hebat seperti Sri Mulyani Indrawati. Buah pemikirannya pun menjadi dasar perkembangan pembangunan saat ini.

"Apa yang kita nikmati sekarang ini, infrastruktur, dan lain-lainnya, direncanakan pada masa beliau. Itu yang kita kenang selalu," terangnya.

Ginanjar menambahkan, Widjojo juga dikenal sebagai pencetus trilogi pembangunan yang diusung pemerintah era Soeharto. Trilogi pembangunan adalah konsep pembangunan yang memperhatikan aspek pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas.

"Beliau juga yang menjabarkan apa itu 8 jalur pemerataan. Pemerataan pendapatan, pekerjaan, dan lain-lain. Jadi, pada tahun 1970, saat kita membangun, beliau sudah mengembangkan konsep itu," imbuhnya.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D Hadad, menilai sosok Widjojo merupakan ekonom yang mempunyai kelebihan dalam melihat persoalan ekonomi secara komprehensif.

Muliaman menuturkan, almarhum adalah sosok yang memiliki ilmu ekonomi yang sangat luas, dan sangat berkontribusi pada perekonomian Indonesia di masa Orde Baru.

"Kontribusi beliau dalam pembangunan ekonomi pada awal Orde Baru sangat signifikan. Kami kehilangan seorang contoh yang baik," ujarnya.

Ekonom dan juga Guru Besar Universitas Indonesia, Widjojo Nitisastro meninggal dunia pada usia 84 tahun. Rencananya, jenazah almarhum akan disemayamkan di Gedung Bappenas sebelum diserahkan kepada negara untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. (art)

Popular Posts