Direksi Lama BEI Kembali Dicalonkan?

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Jumat, 09 Maret 2012

Direksi Lama BEI Kembali Dicalonkan?

VIVAnews - Proses pergantian direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera berlangsung. Namun, tidak seperti tahun lalu, nama-nama calon yang bakal diusung memimpin bursa Indonesia itu tak begitu ramai.

Hasil penelusuran VIVAnews dari berbagai sumber umumnya memperkirakan jajaran direksi lama BEI, bakal kembali mencalonkan diri menjadi pengelola bursa hasil penggabungan Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya itu.

Saat ini, jajaran BEI dihuni oleh Direktur Utama BEI Ito Warsito, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Uriep Budhi Prasetyo, Direktur Pengembangan Friderica Widyasari Dewi, Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Supandi, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Wan Wei Yiong, serta Direktur Teknologi Informasi Adikin Basirun.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito, masih belum diketahui nasibnya. Alasannya, Eddy sudah menjabat direksi BEI selama dua periode.

Saat dikonfirmasi mengenai peluang pencalonan para direksi lama, Wan Wei Yong justru menyerahkan urusan itu kepada anggota bursa. "Jangan tanya saya dong, tanya anggota bursa," kata dia kepada VIVAnews.

Selain dari jajaran direksi lama, nama-nama calon direksi lain yang dianggap memiliki peluang besar adalah Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Ananta Wiyogo dan Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Hoesen.

Dari unsur lain terutama di kalangan broker pasar saham, muncul nama Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja dan Direktur Utama PT Kresna Graha Securindo Tbk, Michael Steven. Satu nama lagi yang juga mencuat adalah Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan.

Ketiga nama calon tersebut dianggap berpengalaman dan membawa misi-misi dari internal perusahaan efek.

Rumor lain menyebutkan, profesional yang kemungkinan akan dicalonkan adalah Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia, Ronald T Andy Kasim. Selain itu, ada mantan Dirut Pefindo, Kahlil Rowter dan Direktur Utama PT Garuda Nusantara Capital, Saidu Solihin.

"Nama yang muncul di antaranya memang Lily Widjaja dan Michael Steven," kata Direktur Utama PT Financorpindo Nusa, Edwin Sinaga, kepada VIVAnews.

Namun, Edwin menambahkan, hingga saat ini dirinya belum mengetahui perkembangan detail tentang calon direksi BEI tersebut. Dia menduga, perubahan peraturan mengenai proses pemilihan direksi membuat anggota bursa cenderung menunggu perkembangan. "Kan nanti RUPS sebagai pengetok palu saja," tuturnya.   

Sementara itu, Direktur PT Evergreen Capital, Rudy Utomo, mengatakan, saat ini dirinya juga belum mendengar nama-nama yang mulai digadang-gadang sebagai calon direksi BEI. "Saya belum mendengar dari teman-teman AB," ujar Sekjen APEI itu.

Dia menduga, AB baru akan mulai ramai mengajukan nama calon menjelang batas waktu penyampaian ke Bapepam-LK.

Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK Nomor III.A.3. tentang Direktur Bursa Efek disebutkan bahwa pengajuan nama calon direktur bursa efek oleh anggota bursa beserta dokumen pendukung paling lambat diterima Bapepam-LK pada 56 hari sebelum rapat umum pemegang saham pengangkatan direktur bursa efek.

Ketika dikonfirmasi tentang kabar pencalonan yang merebak di kalangan pelaku pasar, Lily hanya tersenyum. Sementara itu, Michael Steven, hanya tertawa sambil berujar,"Ya, saya juga mendengar itu. Sudah ya, mau rapat dulu."

Haryajid Ramelan bahkan terkejut mendengar namanya disebut. "Itu baru keinginan dari sebagian teman media," tuturnya.

Namun, Haryajid menegaskan, jika dirinya memang dibutuhkan untuk kemajuan industri pasar modal, dan mendapat dukungan dari anggota bursa, dia siap memberikan waktu dan tenaganya. (art)

Popular Posts