Survei: Kenaikan BBM Ditolak, Tapi BLT Disuka

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Minggu, 11 Maret 2012

Survei: Kenaikan BBM Ditolak, Tapi BLT Disuka

VIVAnews – Lingkaran Survei Indonesia menyatakan dalam rilis survei terbarunya, sebagian besar masyarakat Indonesia menyukai Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang rencananya akan diberikan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), terlepas dari sikap mereka yang menolak kenaikan BBM.

“Sebanyak 69,64 persen responden menyukai BLT,” kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia, Adjie Alfaraby, dalam jumpa pers dan analisis survei nasional ‘Bola Panas BBM, BLT, dan Efek Elektoral,’ di Kantor Lingkaran Survei Indonesia, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu 11 Maret 2012.

Padahal, “sebanyak 86,6 persen responden tidak setuju kenaikan BBM,” ujar Adjie. “Program BLT dianggap populis, karena itu 69,64 responden menyetujui BLT. Sementara responden yang tidak setuju dengan BLT ada 28,69 persen,” papar Adjie.

Lebih lanjut Lingkaran Survei Indonesia memprediksi, sangking populernya BLT, Ketua Umum PDIP Megawati Soekrnoputri kali ini tidak akan berani menentang kebijakan tersebut secara terang-terangan. “Megawati tidak akan seberani pada tahun 2008 lalu,” ucap Adjie,

Saat pemerintah menaikkan harga BBM tahun 2008 lalu, Megawati mengatakan BLT menyebabkan mental masyarakat lemah. Tapi ternyata, kata Adjie, pernyataan Megawati itu dikapitalisasi secara massif dan menjadi blunder politik bagi PDIP, sampai-sampai menyebabkan konstituen PDIP beralih ke partai-partai lain.

Pasalnya menurut catatan Lingkaran Survei Indonesia, penerima BLT adalah segmen wong cilik yang notabene merupakan pemilih tradisional PDIP.

Namun meski kritikan terhadap BLT tidak akan sevokal pada tahun 2008, Adjie memprediksi partai-partai oposisi seperti PDIP, Hanura, dan Gerindra, tetap akan menentang kebijakan kenaikan harga BBM habis-habisan. “Untuk memperkuat citra mereka di mata rakyat,” kata dia.

Survei soal BBM dan BLT ini digelar Lingkaran Survei Indonesia tanggal 5-8 Maret 2012 di seluruh provinsi di Indonesia. Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan responden berjumlah 440 orang, dan margin of error sekitar 4,8 persen.

Popular Posts