Pelaku Reksa Dana Rayu Pemilik Deposito

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Minggu, 11 Maret 2012

Pelaku Reksa Dana Rayu Pemilik Deposito

VIVAnews - Chief Economist and Director for Investor Relation Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat, mengimbau para pemegang deposito untuk mengalihkan dananya ke produk investasi reksa dana. Alasannya, reksa dana memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan produk konvensional tersebut.

Bahana mencatat, nilai investasi masyarakat pada produk deposito saat ini mencapai Rp602 triliun. Dana itu dianggap memiliki potensi besar untuk bisa beralih ke produk investasi reksa dana.

"Potensinya besar sekali, yang dilarang berjudi, bukan berspekulasi," kata Budi, dalam diskusi pada acara Award Presentation and Panel Discussion Majalah Investor, di Graha Niaga, Jakarta, Rabu 7 Maret 2012.

Budi mengatakan, persoalan di industri reksa dana sebetulnya bukan terletak pada kriteria produk reksa dana berkinerja terbaik. Masalah utama justru berasal dari upaya mengurangi jumlah simpanan masyarakat dalam bentuk deposito.

Untuk itu, Budi menyarankan agar pelaku reksa dana terus gencar menyosialisasikan keuntungan investasi dari produk yang mereka tawarkan. Apalagi, dengan neraca pembayaran dan indikator ekonomi yang bagus, bisa mempermudah proses sosialisasi tersebut.

"Kurangi deposito, beli reksa dana, karena 10 tahun terakhir deposito hanya memberi keuntungan lima persen. Padahal, kalau dibelikan saham perbankan bisa untung 27 persen," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abiprajadi Riyanto, memperkirakan industri reksa dana pada tahun ini bisa tumbuh 10-15 persen. Namun, pertumbuhan itu bisa tercapai jika kondisi eksternal dan internal bisa mendukung.

"Faktor dalam negeri seperti kenaikan harga bahan bakar minyak, itu bisa berpengaruh," ujarnya. (art)

Popular Posts