Miranda: Prof Widjojo Seorang Visioner

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Jumat, 09 Maret 2012

Miranda: Prof Widjojo Seorang Visioner

Prof. Widjojo Nitisastro kala itu sudah tahu pembangunan Indonesia akan dibawa ke mana. Repelita adalah ciptaannya. (Antara/ Aldino Anatusa)

VIVAnews - Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Miranda Gultom, menyatakan almarhum Prof Dr Widjojo Nitisastro adalah seorang bapak pembangunan Indonesia yang pintar, rajin menulis, dan konsisten.

Banyak tindakan Widjojo yang membantu Indonesia keluar dari permasalahan besar yang menjerat. Khususnya pada 1966, saat inflasi mencapai angka 600 persen.

Saat itu utang pemerintah tidak terbayarkan. Dia mengubah semua. Kurang dari lima tahun Indonesia sudah tumbuh pesat. "Itu kalau dibanding beberapa negara tidak banyak yang bisa melakukan," kata Mirada saat ditemui di rumah duka, Pondok Indah, Jakarta, Jumat 9 Maret 2012.

Prestasi lain Widjojo adalah pencetus program rencana pembangunan lima tahun atau Repelita. Sementara itu dia juga yang membuat Program Indonesia 2000, rencana pembangunan Indonesia hingga tahun 2000.

"Repelita rencana jangka menengah, jangka panjangnya dia buat sampai 20 tahun ke depan. Dia lihat Indonesia mau dibawa ke mana," terangnya.

Pria lulusan Universitas Barkeley, AS, ini juga yang pertama kali membuka kran investasi asing di Indonesia pada 1968 dengan UU Penanaman Modal Asing. "Sehingga kekurangan modal dan tabungan dalam negeri bisa diisi capital inflow, dari situ Indonesia berkembang maju," terangnya.

Jenazah Tiba Sunda Kelapa

Jenazah mendiang Widjojo Nitisastro tiba sekitar pukul 11.30 di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Jenazah rencananya akan disholatkan di masjid ini usai pelaksanaan salat Jumat.

Dengan menggunakan mobil ambulans dan diiringi sekitar lima bus serta beberapa mobil, jenazah tiba di masjid tersebut. Terlihat keluarga dan kerabat juga ikut mengiringi jenazah almarhum. Dengan pengamanan ketat, Jenazah kemudian langsung dibawa memasuki masjid.

Juru Bicara Universitas Indonesia, Devi Rahmawati, kepada VIVAnews menuturkan, pada pukul 13.30, jenazah akan disemayamkan di Gedung Bappenas dan kemudian diserahkan ke negara. Pukul 15.30, jenazah akan dibawa ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, dan dimakamkan pada pukul 16.30 dengan upacara kenegaraan. (umi)

Popular Posts