Dahlan: Saya Pengkritik Widjojo Nitisastro

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Jumat, 09 Maret 2012

Dahlan: Saya Pengkritik Widjojo Nitisastro

VIVAnews - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengatakan dirinya kagum terhadap sosok begawan ekonomi Indonesia, Prof Widjojo Nitisastro. Namun, Dahlan mengaku, dirinya lebih dekat dengan gerakan pengkritik Widjojo Nitisastro.

"Saya belum pernah berinteraksi dengan beliau. Selama jadi wartawan juga belum pernah wawancara beliau. Jadi tidak banyak tahu tentang beliau," kata Dahlan kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat 9 Maret 2012.

Kendati demikian, Dahlan mengatakan dirinya telah membaca buku-buku karya Widjojo, bahkan jauh sebelum mendiang menjadi menteri di era Presiden Soeharto. Saat itu, Widjojo memang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Menko Ekuin dan Kepala Bappenas.

Menurut dia, buku-buku karya mendiang Widjojo itu sangat legendaris, karena membahas tentang demografi dan kependudukan.

"Kalau zaman Pak Harto, Keluarga Berencana (KB) jadi salah satu program utama, saya kira karena pengaruh buku almarhum. Tidak ada gunanya membangun ekonomi kalau ledakan pertambahan penduduk tidak terkendalikan," ungkap Dahlan.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, mengatakan, Widjojo Nitisastro adalah ekonom besar yang dimiliki bangsa Indonesia. "Beliau adalah salah satu ekonom besar yang membantu meletakkan fondasi perekonomian Indonesia," kata Gita Wirjawan, kepada VIVAnews.

Ekonom dan juga Guru Besar Universitas Indonesia itu meninggal dunia pada usia 84 tahun. "Prof Widjojo Nitisastro meninggal dunia pada pukul 02.20 WIB," kata Juru Bicara Universitas Indonesia, Devi Rahmawati, kepada VIVAnews.

Menurut Devi, saat ini almarhum disemayamkan di rumah putrinya, Bukit Golf Utama Blok PE Nomor 3, Pondok Indah. Menurut rencana, pada pukul 10.30 WIB, jenazah akan diberangkatkan ke Masjid Sunda Kelapa dan akan disalatkan usai salat Jumat.

Setelah itu, pada pukul 13.30 WIB, jenazah akan disemayamkan di Gedung Bappenas dan kemudian diserahkan ke negara. Pukul 15.30 WIB, jenazah akan dibawa ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Dan pukul 16.30 WIB dimakamkan dengan upacara kenegaraan. (adi)

Popular Posts