Keputusan The Fed Direspon Negatif Bursa

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Kamis, 01 Maret 2012

Keputusan The Fed Direspon Negatif Bursa

Keputusan Ketua Bank Sentral AS, Ben Bernanke yang mengecewakan investor membuat bursa saham turun. (www.geckoandfly.com)

VIVAnews - Bursa saham Indonesia kembali melemah saat mengawali perdagangannya. Padahal, dalam dua hari terakhir bergerak positif setelah berbalik arah menguat atau rebound dari pelemahan berturut-turut dalam empat hari transaksi terakhir.

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia dibuka turun ke level 3.985,03 pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis 1 Maret 2012. Melanjutkan, prapembukaan transaksi pagi tadi yang terkoreksi 12,08 poin atau 0,30 persen di posisi 3.973,12.

Menurut analis PT Phillip Securities Indonesia Armand Dharmasana, IHSG melemah karena terbawa arus penurunan bursa regional Asia pagi ini, merespon keputusan The Fed yang memupuskan harapan investor akan adanya stimulus lanjutan dari bank sentral AS terhadap perekonomian.

"Komentar Ketua Bank Sentral AS, Ben Bernanke yang mengecewakan investor membuat bursa saham turun," kata dia dalam risetnya kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis.

Tercatat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 53,05 poin atau 0,41 persen ke level 12.952,07. Indeks S&P 500 melemah 6,5 poin atau 0,47 persen menjadi 1.365.68. Sedangkan indeks saham-saham AS berbasis teknologi, Nasdaq Composite terkoreksi 19,87 poin atau 0,67 persen di posisi 2.966,89.

Seperti dikutip dari kantor berita Reuters, saham Asia sebagian besar jatuh setelah adanya sinyal Ketua Federal Reserve Ben Bernanke yang tidak akan memberi pelonggaran moneter lebih lanjut untuk merangsang pertumbuhan ekonomi AS.

Indeks MSCI Asia Pacific, kecuali Jepang turun 0,3 persen setelah naik 1,4 persen ke posisi tertinggi sejak tujuh bulan terakhir. Sedangkan indeks saham Jepang, Nikkei 225 meski dibuka naik 0,5 persen dan memperpanjang kenaikan pada awal perdagangan, namun masih di bawah level tertinggi dalam tujuh bulan yang terjadi pada Rabu kemarin.

Popular Posts