DPR Terima Usul Kenaikan BBM Rp1.500

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 06 Maret 2012

DPR Terima Usul Kenaikan BBM Rp1.500

VIVAnews - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan telah menerima surat presiden perihal RUU perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 yang di dalamnya usulan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

"Selanjutnya surat tersebut akan diserahkan pada Badan Anggaran untuk dimulai pembahasan," kata Ketua DPR Marzuki Alie saat membuka rapat paripuran di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 6 Maret 2012.

Selain surat tersebut, Presiden juga mengirim surat RUU Veteran, surat penyampaian nama-nama calon anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pemeriksa Keuangan, surat RUU usul inisiatif tentang Jalan, dan penyampaian RUU Perdagangan.

"Serta surat dari presiden perihal Permohonan Pertimbangan Dubes Kyrgiztan untuk Indonesia, permohonan dubes Uruguay untuk Indonesia, permohonan dubes Persatuan Emirat Arab untuk Indonesia," tuturnya.

Sehari sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemerintah menyampaikan secara resmi pengantar dari nota keuangan dan RAPBNP 2012 pada sidang paripurna hari ini. Pemerintah berharap pembahasan RAPBNP dapat selesai dalam kurun waktu satu bulan.

"Sehingga nanti 29 atau 30 Maret sudah bisa memperoleh APBNP 2012," katanya.

Pemerintah, tambahnya, dalam RAPBNP mengusulkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp1.500, sehingga nantinya harga bensin premium dan solar akan naik menjadi Rp6.000 per liter. Hal ini sebagai langkah antisipasi penjagaan kesehatan fiskal di tengah tingginya harga minyak dunia.

"Memang postur RAPBNP 2012 adalah postur untuk menjaga APBN tetap sehat, meskipun fiskalnya secara defisit akan meningkat tapi secara umum kita akan melakukan penghematan subsidi," katanya.

Selain menaikan harga BBM bersubsidi, Agus melanjutkan, pemerintah turut berniat memotong anggaran belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp18,8 hingga 22 triliun sebagai langkah penghematan. "Kita musti merespon perkembangan ekonomi dunia dimana terus melakukan koreksi dan cenderung turun," katanya. (sj)

Popular Posts