Daya Saing Bandung Bakal Geser Jakarta?

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 14 Maret 2012

Daya Saing Bandung Bakal Geser Jakarta?

VIVAnews - Laporan The Global City Competitiveness Index 2012 meramalkan kota-kota tak terkenal di negara kekuatan ekonomi baru dunia bakal membuat lompatan besar dalam hal peningkatan daya saing pada tahun 2020. Kota-kota metropolitan baru ini bahkan bakal mengalahkan kota-kota incumbent di negaranya yang sudah sering muncul dalam daftar kota terbaik di dunia.

Economist Intelligence Unit (EIU) dan Citigroup yang membuat laporan tersebut memperkirakan empat kota baru yang bakal membuat lompatan besar itu adalah Bandung (Indonesia), Hangzhou (China), Lagos (Nigeria), dan Lima (Peru).

Dari laporan yang diperoleh VIVAnews dijelaskan pertumbuhan daya saing keempat kota tersebut kini rata-rata mencapai minimal 6 persen untuk setiap kategori penilaian. Untuk sementara, keempat kota besar itu memang masih berada di belakang ibukota negaranya masing-masing.

Khusus untuk Bandung, EIU dan Citigroup menilai tingkat daya saing ibukota Jawa Barat ini berada di posisi 114 dari 120 kota besar di dunia. Nilai daya saing Bandung sendiri mencapai 34,8 dari skala 1-100. Kota Pasundan ini dianggap memiliki keunggulan dalam aspek sumber daya manusia, efektivitas institusi, serta dukungan aset fisik dengan nilai masing-masing sebesar 54,7, 51,3, dan 47,3.

Sebagai perbandingan, Jakarta sebagai kota paling berdaya saing di tanah air memiliki nilai tertinggi dalam aspek bencana alam dan lingkungan dengan nilai 79,2. Dalam menilai aspek ini, EIU mengacu pada risiko bencana alam dan kualitas pengelolaan lingkungan terkait perubahan iklim.

Keunggulan lain yang dimiliki Jakarta adalah dalam hal sumber daya manusia dengan nilai 59. Faktor pendukung lain adalah modal fisik berupa keberadaan aset manufaktur yang sudah terpasang dalam alat produksi. Pada komponen ini, Jakarta memperoleh nilai 61,6. Sebagai sebuah kota besar, Jakarta juga memiliki dukungan sumber daya manusia yang memperoleh nilai 59.

Laporan tersebut menyatakan, pertanyaan penting yang harus dijawab bagi calon kota-kota besar tersebut adalah seberapa cepat pertumbuhan tersebut bisa terealisasi. "Apakah kota negara berkembang tersebut harus mengikuti gaya pertumbuhan kota-kota barat selama dua abad terakhir ini ketika perlahan menggiring kotanya dari wilayah industri menjadi post industri," ungkap laporan tersebut.

Untuk dapat bersaing di dunia global, EIU dan Citigroup menyatakan kota-kota tak terkenal ini membutuhkan kerja keras untuk membangun aspek-aspek kecil dibandingkan hanya memikirkan pertumbuhan. Aspek kecil itu adalah efektivitas institusi, karakter sosial, kematangan sektor keuangan, dan daya tarik internasional. (eh)

 

Popular Posts