Bank Eropa Akan Kucuri Yunani 1 Miliar Euro

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Minggu, 11 Maret 2012

Bank Eropa Akan Kucuri Yunani 1 Miliar Euro

VIVAnews - Yunani berharap mendapatkan 1 miliar euro (US$1,31 miliar) pembiayaan dari European Investment Bank (EIB) tahun ini sebagai stimulus bagi perekonomiannya.

Seperti dikutip dari Reuters, Yunani dan Komisi Eropa mendorong EIB sebagai lembaga investasi jangka panjang Uni Eropa untuk mencairkan dana. Hal tersebut dikatakan penasihat ekonomi Perdana Menteri Lucas Papademos, Gikas Hardouvelis.

"Saya percaya pada akhirnya akan terjadi," ujar Hardouvelis di acara televisi Yunani. Ia menambahkan, EIB kemungkinan menyalurkan uang kepada ekonomi Yunani melalui bank lokal.

Setelah sukses dengan rencana pemotongan utang pada Jumat, yang membuka jalan bagi dana bailout internasional sebesar 130 miliar euro, Athena sedang mencari cara untuk memulai pengetatan ekonomi.

Tindakan yang sederhana dalam bailout kedua internasional dalam dua tahun telah menjerumuskan ekonomi Yunani ke dalam kejatuhan yang terdalam sejak Perang Dunia II.

Produk domestik bruto mencatat rekor turun 7 persen pada 2011. Investasi menyusut 21 persen setelah turun 15 persen pada 2010. "Semakin cepat kami melakukan, semakin baik. Ekonomi menurun dan semua orang terlalu takut untuk berinvestasi," ujar Hardouvelis.

Namun, EIB masih khawatir terkait kondisi Yunani dan solusinya serta mencairkan dana dengan menggunakan bank lokal sebagai penyalur intermediasi.

EIB adalah pemberi pinjaman non sovereign terbesar. Selama dua tahun terakhir, lembaga itu memberi lebih dari 700 juta euro untuk membiayai perusahaan energi Yunani.

Untuk membantu mendorong pertumbuhan Yunani, Uni Eropa telah menaikkan pembiayaan tertentu dengan membiayai sejumlah proyek. Yunani akan mendapatkan dana penyelamatan dengan total 20 miliar euro yang dinamai dana struktural Uni Eropa selama 2007-2013.

Sejauh ini, dana tersebut masih digunakan 8 miliar euro. Hal itu disampaikan Presiden Komisi Uni Eropa, Jose Manual, pada 29 Februari lalu. (art)

Popular Posts