APBN Harus Dihemat Untuk Imbangi Kenaikan BBM

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Minggu, 11 Maret 2012

APBN Harus Dihemat Untuk Imbangi Kenaikan BBM

VIVAnews- Anggota Komisi Energi (VII) DPR RI Satya Yudha mengatakan pemerintah harus melakukan penghematan dalam APBN untuk mengimbangi meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi. Pertamina kini memperketat pendistribusian BBM di sejumlah SPBU karena trend konsumsi BBM bersubsidi yang naik.

"Pengetatan ini untuk mengurangi anggaran APBN yang membengkak. Maka kalau begitu harus ada penghembatan di APBN itu sendiri, karena dalam penyaluran APBN itu banyak yang tidak efisien," kata
Satya Yudha di PB PMII, Jakarta, Minggu 11 Maret 2012.

Menurut Satya, DPR harus memiliki study bagaimana mengelola APBN dengan benar dan tidak defisit, sehingga masih banyak banyak kebocoran, karena fakta yang ada kebocoran APBN, lebih besar dibanding dengan subsidi. "Kebocoran APBN lebih tinggi dibanding subsidi. Selain itu tata kelola harus dibenahi," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya PT Pertamina kini memperketat penyaluran bahan bakar minyak ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjelang kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Hal itu seiring dengan peningkatan konsumsi BBM pada dua bulan pertama yang telah mencapai 12 persen di atas realisasi konsumsi pada periode yang sama tahun lalu.

Realisasi penyaluran bahan bakar minyak selama dua bulan pertama 2012 telah mencapai 7,02 juta kiloliter atau 18,79 persen dari kuota yang ditetapkan untuk Pertamina dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012. Realisasi tersebut lebih tinggi 755.000 kiloliter dari periode yang sama tahun lalu, yaitu 6,26 juta kiloliter.

Lonjakan konsumsi tertinggi terutama terjadi pada Premium yang mencapai 14 persen, yaitu dari 3,81 juta menjadi 4,35 juta kiloliter. Adapun solar, realisasi penyaluran mencapai 2,4 juta kiloliter atau lebih tinggi 12 persen dibandingkan dua bulan pertama 2012.

Popular Posts