Rugi Salurkan BBM, Laba Pertamina Justru Naik

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 14 Februari 2012

Rugi Salurkan BBM, Laba Pertamina Justru Naik

VIVAnews - PT Pertamina merugi sebesar Rp500 miliar dalam menyalurkan bahan bakar minyak bersubsidi (public service obligations) sepanjang 2011. Namun, secara keseluruhan, Pertamina mencetak laba bersih sebesar Rp20,9 triliun, atau 119 persen di atas target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2011.

Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, mengatakan, konsumsi Premium meningkat karena adanya pertumbuhan volume kendaraan sepanjang 2011 yang cukup tinggi. Hal itu ditambah disparitas harga Premium dan Pertamax yang tinggi, sehingga konsumen Pertamax beralih mengonsumsi Premium.

"Untuk menghindari terjadinya kelangkaan BBM PSO di masyarakat dan untuk mencegah potensi munculnya permasalahan sosial serta keamanan akibat kelangkaan BBM PSO, realisasi pada 2011 mencapai 103,3 persen dari APBN-P 2011," kata Karen dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR-RI di Jakarta, Selasa 14 Februari 2012.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Djaelani Sutomo, menjelaskan, penyaluran Solar bersubsidi juga terus meningkat. Hal ini karena permintaan riil konsumsi Solar di sektor transportasi juga terus bertambah. Selain itu, tidak adanya kebijakan yang melarang kendaraan penunjang industri mengonsumsi Solar bersubsidi.

"Masih banyak kendaraan penunjang industri yang mengonsumsi Solar PSO di SPBU," katanya.

Djaelani mengatakan, selain peningkatan jumlah kendaraan, kerugian BBM PSO disebabkan adanya missmatch antara pendapatan yang dihitung berdasarkan harga patokan bulan sebelumnya. Selain itu, biaya yang dihitung dengan menggunakan harga crude bulan berjalan, sehingga harga minyak lebih tinggi dibandingkan yang dipatok dalam APBN-P 2011.

Pertamina, Karen melanjutkan, menyalurkan BBM PSO sebanyak 41,69 juta kiloliter (KL) dibandingkan kuota 40,36 juta KL. Sementara itu, untuk 2012, kuota BBM bersubsidi hanya 95,6 persen dari realisasi penyaluran BBM bersubsidi 2011. Untuk itu, Pertamina mendesak agar program pengaturan dan pengawasan mutlak dibutuhkan untuk mengontrol volume agar sesuai kuota.

Pada 2011, Pertamina mampu mencetak laba sebesar Rp20,9 triliun. Kenaikan harga minyak mentah dunia berpengaruh positif bagi bisnis hulu Pertamina (windfall profit). "Capaian peningkatan laba tersebut juga tidak terlepas dari adanya kenaikan harga minyak dunia," ujarnya. (art)

Popular Posts