Jadi Pengusaha Minim Modal ala Anindya Bakrie

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Selasa, 14 Februari 2012

Jadi Pengusaha Minim Modal ala Anindya Bakrie

VIVAnews - Anindya N. Bakrie memberikan kuliah umum di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa 14 Februari 2012. Dalam kuliah itu, Anin--begitu sapaan akrabnya--berbagi pengalaman serta trik dan tips untuk menjadi pengusaha yang sukses kepada para mahasiwa dan dosen.

Kuliah umum yang bertema "Jadi Pengusaha, Siapa Takut?" bertempat di ruang Rektorat Unmul lantai 4 ini berlangsung santai. Anindya membuka pembicaraan dengan meminta kepada peserta yang ingin menjadi pengusaha untuk mengangkat tangan. Hasilnya, tidak sampai setengah dari seisi ruangan yang mengacungkan jarinya.

"Itu hal yang wajar, semua berpikiran bahwa menjadi pengusaha itu mesti memiliki modal. Tapi, saya akan beberkan bagaimana caranya menjadi pengusaha dengan modal sedikit dan hanya berbekal nekat," ujar Chairman Bakrie Centre Foundation (BCF) itu.

Di grup usaha milik keluarganya, Anindya punya hobi unik. Dia gemar membeli perusahaan yang nyaris bangkrut dan menyulapnya menjadi perusahaan yang untung.

Salah satunya adalah ketika membeli saham televisi swasta Lativi, kemudian mengubahnya menjadi tvOne, salah satu stasiun televisi berita.

"Dulu, waktu membeli saham Lativi, sempat bingung mau dibawa kemana fokusnya. Tapi saya pikir, kalau kami main di lifestyle dan hiburan, saingannya banyak. Nah, kebetulan waktu itu baru ada satu stasiun televisi berita. Jadi, kalau pasarnya dibagi dua, lumayan lah bisa dapat 50-50," katanya.

Anindya kembali berkisah, ketika ia didatangi oleh seorang temannya. Temannya itu bilang memiliki ide tapi tak punya dana untuk mengembangkannya. Idenya adalah menyuplai handphone murah untuk masyarakat.

Bagaimana caranya menjual handphone murah tapi dengan kualitas tetap terjamin?

"Ada, yakni handphone refurbished. Ya, orang Indonesia masih awam dengan istilah refurbished. Itu handphone yang dikembalikan tak lama setelah dibeli, tapi kualitasnya tetap dijaga," ujarnya.

Dari pengalamannya ini, Anindya menegaskan ide yang hendak dikembangkan tidak selalu harus mengandalkan dana yang banyak. "Tak selalu uang yang menghambat kita untuk menjadi pengusaha," katanya.

Popular Posts