Pembatasan BBM Bawa Angin Segar SPBU Asing

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Sabtu, 11 Februari 2012

Pembatasan BBM Bawa Angin Segar SPBU Asing

VIVAnews - Kebijakan pemerintah untuk membatasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berjenis premium dinilai bakal membawa angin segar kepada pelaku usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) asing.

"Peluangnya ke depan bagus, apalagi dengan pengaturan subsidi di bulan April jalan, karena untuk mobil dengan standard di tahun 2000 diwajibkan menggunakan BBM non subsidi di atas 92 oktan," kata Director PT Nabel Sakha Gemilang (pengelola SPBU Total MT Haryono), Indra Wahyudi, Jakarta, Minggu 12 Februari 2012.

Indra mengaku dengan adanya kebijakan pembatasan BBM bersubsidi nantinya nilai penjualannnya bisa diperkirakan 3 kali lipat atau di atas 10 kilo liter per hari. "Mereka para costumer pasti ketika premium naik akan berpikir untuk menggunakan premium, mendingan daripada pakai premium lebih baik pake BBM non subsidi," katanya.

Maka dari itu dengan adanya peluang tersebut ke depan, Indra akan memperluas jaringan SPBU dengan membuka SPBU baru di berbagai wilayah. "Ke depan ada target penambahan, namun untuk tempatnya masih dirahasiakan tapi yang jelas masih di Pulau Jawa, mengingat kebijakan pemerintah baru berlaku di Pulau Jawa," ujar Indra.

Sebelumnya, pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) menyarankan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi guna menekan anggaran negara.

Saat ini, harga bensin bersubsidi jenis Premium yang beroktan 88 hanya dipatok Rp4.500 per liter. Sementara itu, bensin tak bersubsidi jenis Pertamax yang beroktan 92 dipasarkan dua kali lipatnya, Rp9.000. (adi)

Popular Posts