Mewujudkan Lampung Jadi Pusat Ekonomi

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Minggu, 26 Februari 2012

Mewujudkan Lampung Jadi Pusat Ekonomi

VIVAnews - Provinsi Lampung bisa menjadi pusat perekonomian nasional untuk koridor barat atau Sumatera.

Demikian dikatakan Anindya Bakrie saat menjadi nara sumber tunggal dalam seminar "Capital Market Investor Gathering, Prospek Ekonomi Indonesia 2012: Dapatkah Lampung Menjadi Salah Satu Motornya?", di Graha Patimura, Bandar Lampung, Sabtu, 25 Februari 2012.

"Lampung memiliki letak strategis. Apalagi jika jembatan Selat Sunda sudah berdiri. Lampung juga  memiliki perusahaan industri gula, nanas, perudangan, serta hasil agribisnis yang sangat baik seperti kopi, kakao dan juga lumbung padi nasional," ujar Anindya, di hadapan para pialang, pengusaha, dan anggota Himpunan Pengusaha Muda dan Kamar Dagang Indonesia Lampung.

Anindya juga menjelaskan Lampung yang tanahnya cukup subur sangat baik untuk investasi agribisnis. Lampung juga memiliki potensi geotermal dan sektor pariwisata yang baik. "Untuk itu kolektivitas harus terjalin antara pemerintah dan pengusaha," ujarnya.

Anindya menyarankan Provinsi Lampung  fokus pada bisnis di sektor pertanian, perikanan, ternak sapi, dan perkebunan. "Dan produk agribisnis harus diolah untuk meningkatkan nilai tambahnya, jangan hanya memproduksi mentahnya saja," ujarnya.

Dengan angka pertumbuhan ekonomi antara 5-6 persen, Lampung dianggap memiliki iklim investasi yang sangat baik. "Kelebihannya terletak pada geografis yang strategis, kekayaan sumber daya alam yang menarik, dan juga mudah-mudahan sumber daya manusianya juga siap, sehingga sangat cocok bagi para investor."

Dalam seminar yang diselenggarakan PT Garuda Nusantara Capital tersebut Anindya memaparkan kondisi ekonomi makro global dunia, khususnya Eropa yang stagnan dalam satu dekade ke depan. "Ini karena negara Eropa utangnya terlalu banyak, sehingga di Eropa yang 80 persen pendapatannya dari pajak, sulit menjadi negara adikuasa seperti Amerika Serikat."

Tren ke depan, aliran kapital dunia justru menuju ke Asia terutama Cina, India dan Indonesia. "Sehingga  di asia flow capitalnya positif," ujar Anindya.

Laporan: Purna | Lampung, umi

Popular Posts