Ketika Wakil Menteri Energi Berbicara Cinta

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 27 Februari 2012

Ketika Wakil Menteri Energi Berbicara Cinta

Wakil Menteri Energi Widjajono Partowidagdo (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

VIVAnews - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo, Senin pagi, 30 November 2011, berkunjung ke kantor VIVAnews.com di Menara Standard Chartered Bank, Lantai 31, Jakarta. Di tengah kunjungan itu, dia berbicara tentang cinta.

Baginya cinta merupakan sumber kedamaian. Bagi siapa saja yang mencintai sesama ciptaan Tuhan, maka akan berhasil, karena cinta itu sifat Tuhan yang paling utama, dan Tuhan pasti menyayangi orang yang menyayangi ciptaannya.

Widjajono mengaku mendapat pengalaman berharga ini saat perjalanan mendaki Gunung Everest, pada 2007 lalu. Saat berada di Kala Patthar, sebuah gunung hitam di Himalaya, Nepal, dia bertemu dengan biksu Tibet. Menurut Widjajono, biksu itu mengatakan kalau ingin sampai ke Everest yang harus ditempuh jalan kaki 10 hari, tidak boleh buru-buru. Harus pelan-pelan. "Hormati gunung ini agar kamu bisa menyesuaikan diri. Jika kamu diterima, kamu akan sampai ke puncak," katanya. Lalu Widjajono berjalan pelan-pelan sambil berdoa, dan berjanji akan berbuat baik dan tidak berbuat jahat.

Menurut profesor perminyakan yang maniak naik gunung ini, berbuat baik merupakan investasi yang tak pernah gagal. Bila berbuat baik ke setiap orang, maka pasti tidak akan pernah rugi. Karena itu, konsep ini dia terapkan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, tempat dia mengabdi. "Saya tak pernah mencari kesalahan masa lalu seseorang, lebih baik mencari jalan terbaik untuk ke depan," kata Widjajono.

Tak cuma itu, di perkuliahan di Institut Teknologi Bandung juga seperti itu. "Saya bilang ke  murid-murid, cara belajar yang paling baik adalah mengajar dan menulis. Kalau bisa mengajar dan menulis pasti pintar," katanya. "Dan cara mengajar yang paling baik adalah memberi contoh."

Karena itu, dia mengaku suka mengajarkan cara hidup di tengah perkuliahan. Dengan meminta perwakilan alamat email mahasiswanya, dia mengirim cerita-cerita naik gunung, cerita seminar, dan kirim cerita saat sekolah di Amerika dan Eropa. "Jadi saya tidak hanya mengajar perminyakan saja, tetapi saya ajarkan juga hidup yang kata saya baik," katanya.

Cara mengajar hidup yang baik ini, kata dia, adalah memberi contoh dengan melakukan. "Melakukan yang paling baik itu dengan cinta," katanya. "Cinta itu sharing, caring, giving, dan forgiving." (eh)

Popular Posts