Investor Australia Ikut Garap Trans-Jawa

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 27 Februari 2012

Investor Australia Ikut Garap Trans-Jawa

VIVAnews - Tak hanya investor asal Negeri Jiran, Malaysia yang melirik investasi jalan tol di Indonesia. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengungkapkan investor asing lain yang masuk dalam bisnis jalan tol trans Jawa adalah Thiess dari Australia.

Investor asal negara Kangguru itu rencananya akan mengerjakan proyek ruas jalan tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPJT, Achmad Gani Gazali, kepada VIVAnews.com di Jakarta, Jumat, 9 Desember 2011.

Gani menjelaskan, ketertarikan investor asing masuk dalam bisnis infrastruktur jalan tol di Indonesia kemungkinan disebabkan para pemodal itu melihat adanya peluang bisnis yang sangat menjanjikan di masa depan. "Mungkin karena ada opportunity bisnis," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, ruas jalan tol Solo-Ngawi akan digarap oleh PT Solo Ngawi Jaya. Proyek jalan bebas hambatan itu ditaksir membutuhkan investasi hingga Rp5,14 triliun dengan biaya pembebasan tanah sebesar Rp995 miliar.

Sementara itu, untuk ruas jalan tol Ngawi-Kertosono, Kementerian PU memperkirakan nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp3,83 triliun dengan biaya pembebasan tanah sebesar Rp864 miliar. Proyek ini akan digarap oleh PT Ngawi Kertosono Jaya.

Saat disinggung mengenai perkembangan pembangunan ruas jalan tol Trans Jawa, di luar Cikampek-Palimanan, Gani mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih dalam proses pembebasan lahan.

"Hingga saat ini masih belum selesai dan masih berlangsung. Akan diupayakan semuanya akan selesai pada 2014," kata Gani. (art)

Popular Posts