Ekonom: RI Harus Antisipasi Krisis Eropa

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 22 Februari 2012

Ekonom: RI Harus Antisipasi Krisis Eropa

VIVAnews - Dampak krisis global yang berlangsung di kawasan Eropa dan Amerika Serikat diperkirakan lebih datar dibandingkan krisis 2009 lalu dan tidak akan terasa langsung. Namun pelaku ekspor di Indonesia harus mencermati situasi itu karena krisis tersebut diperkirakan berlangsung lebih lama,

Penilaian itu disampaikan Kepala Ekonom dari Bank Danamon, Anton Gunawan, dalam seminar Dampak Ketidakpastian Ekonomi Global Terhadap Perekonomian Indonesia, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa, 15 November 2011.

Anton menjelaskan, krisis global yang dipicu akibat kondisi keuangan di Uni Eropa dan Amerika Serikat ini, akan sangat terasa bagi industri domestik yang secara langsung mengekspor barang-barang komoditas ke negara-negara yang terkena krisis.

"Yang paling aman adalah industri yang digunakan untuk memenuhi permintaan domestik," ungkapnya.

Pada krisis 2008-2009 lalu, lanjut Anton, beberapa hal yang membuat ekspor Indonesia dapat dikatakan cukup bagus karena pasar ekspor Indonesia lebih banyak ditujukan ke China, Korea Selatan, dan India. Kondisi itu membuat volume pertumbuhan perdagangan tetap positif. "Volume kita positif growth-nya, meski value turun," kata dia.

Pencapaian ekspor itu terutama disebabkan perekonomian China, Korea dan India relatif masih cukup baik. Selain itu, komoditas ekspor yang ditujukan ke negara tujuan tersebut sebagian besar adalah produk komoditas utama.

"Primary commodities ini tidak banyak yang digunakan untuk ekspor China ke Eropa. Kalaupun Eropa kolaps dan ekspor China ke Eropa melambat, tapi ekspor kita ke China tetap karena dipakai konsumsi domestiknya," ungkap Anton.

Popular Posts