Dirut XL: 2012 Tak Lagi Perang Harga

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 08 Februari 2012

Dirut XL: 2012 Tak Lagi Perang Harga

VIVAnews - Direktur Utama PT XL Axiata Hasnul Suhaimi mengatakan, tahun 2012 bukan lagi saatnya perang tarif dengan berlomba memberikan tarif murah. Persaingan nantinya akan lebih memberikan kualitas layanan yang memiliki nilai lebih kepada konsumen.

"Ke depan kami tidak akan jual layanan unlimited. Konsumen harus didorong untuk menggunakan layanan sesuai dengan pemakaian. XL akan memberikan experience kepada pelanggan bahwa mereka puas menggunakan layanan kami," kata Hasnul  pada acara media Media Gathering XL di Gedung Axiata XL Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu malam, 8 Februari 2012.

Kata Hasnul, jika perang harga terus dilanjutkan, maka operator yang akan menanggung rugi.

Menurut dia, XL akan menawarkan layanan data yang mampu memberikan pengalaman memuaskan bagi pelanggan. XL akan mengutamakan faktor manfaat pada setiap produk. "Kami akan menawarkan produk dengan tarif terjangkau sehingga semua segmen bisa mengaksesnya. Simpel dan mudah dipakai," ujarnya.

Selain itu juga, XL akan menyediakan berbagai jenis konten dan aplikasi menarik dan memiliki nilai tambah bagi pelanggan. Dari kualitas layanan, XL akan terus berupaya memberikan layanan dan  pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan.

Hasnul mengatakan, tahun ini juga XL akan fokus pada layanan data. Makanya belanja modal sebesar Rp 7-8 triliun akan dipakai sebanyak 60% untuk memperkuat infrastruktur 3G dan data. Termasuk membangun jaringan transmisi berbasis IP (internet protocol) yang akan menopang layanan akses internet berkecepatan tinggi HotRod 3G+.

"Layanan data akan diperkuat, kami mengharapkan bisa melanjutkan pencapaian pertumbuhan yang sudah baik di tahun sebelumnya," kata Hasnul.

Hasnul mengatakan, layanan data pada 2010 berkontribusinya pada total pendapatan perusahaan sekitar 10%. Sedangkan value added service (VAS) sekitar 7%, SMS 24% dan Voice 59%.

Kemudian di tahun 2011, layanan data meningkat menjadi 15%, voice 52%, SMS 27%, dan VAS sekitar 7%. Saat ini, pelanggan XL jumlahnya sekitar 46,4 juta. Dari jumlah itu 25,5 juta menggunakan layanan data.

Di group Axiata, kata dia, kontribusi XL dari sisi pelanggan sekitar 25%, sedangkan dari sisi revenue sekitar 40%. Untuk kontribusi terhadap EBITDA sekitar 48%, dan kontribusi untuk data dan VAS sekitar 37%.

"Kami yakin nantinya kontribusi ini akan semakin tinggi mengingat terus meningkatnya penggunaan layanan data oleh pelanggan. Saat ini, lebih dari setengah dari total pelanggan XL telah menggunakan layanan data, bahkan trafik layanan data telah naik tiga kali lipat,” ujarnya.

Keyakinan itu, kata Hasnul, didukung kondisi eksternal yang kondusif secara industri. Apalagi di tengah tumbuhnya kelas menengah. Ini ditandai dengan penjualan smartphone di Indonesia yang  meningkat pesat, bahkan sepanjang 2010 telah naik lebih dari 100% di banding tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pengguna mobile internet juga naik tinggi hingga 158% per April 2011 dibandingkan setahun sebelumnya. Sementara itu, dari sisi jumlah pengguna situs jejaring sosial paling popular saat ini yakni Facebook dan Twitter, Indonesia juga menduduki peringkat atas.

Selain itu, XL juga akan memperkuat jaringan 3G dengan menambah lebih dari 6.000 BTS dan sebanyak 81% BTS 3G hingga mencapai total 4.910 BTS. Kata dia, total BTS 2G dan 3G pada akhir 2011 berjumlah 28.273 BTS.

Presiden dan CEO Axiata Group, Dato Sri Jamaludin Ibrahim mengatakan, tahun ini pihaknya akan memperkuat layanan data. Layanan ini akan dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan. Selain itu, Axiata juga akan melakukan upaya mengurangi biaya seperti sharing tower atau sharing transmisi.

Sepanjang 2005-2010, kata Dato Sri, Axiata telah mengeluarkan US$3 miliar untuk meningkatkan investasi XL di Indonesia di bidang infrastruktur. Dari sisi modal, kata dia, perusahaannya juga menanamkan modal sekitar US$1,9 miliar.

Begitupula dari pengembangan SDM, lanjut dia, Axiata telah mengeluarkan US$10 miliar. "Kami juga komit menyiapkan calon-calon pimpinan di industri telko masa mendatang, paling tidak sudah ada RM100 juta yang kami investasikan untuk 10 tahun" katanya.

 

Popular Posts