Bukopin Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 10,25%

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Rabu, 08 Februari 2012

Bukopin Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 10,25%

VIVAnews - PT Bank Bukopin Tbk menawarkan kupon obligasi subordinasi berkelanjutan tahap I sebesar Rp1 triliun antara 9,25-10,25 persen. Total nilai obligasi subordinasi yang akan diterbitkan Bukopin sebesar Rp2 triliun, dan akan dikeluarkan dalam jangka waktu dua tahun.

Menurut Direktur Utama Bukopin, Glen Glenardi, dana penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan untuk pengembangan pembiayaan perseroan. Dana itu sekaligus berguna sebagai modal pelengkap dan memperkuat struktur pendanaan jangka panjang perseroan.

"Dengan penerbitan obligasi ini, tingkat CAR (capital adequacy ratio) atau rasio kecukupan modal kami akan terjaga di kisaran 12 persen, meski melakukan ekspansi kredit yang ekstensif di 2012," kata Glen dalam konferensi pers usai acara paparan publik obligasi I Bukopin di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu 8 Februari 2012.

Bunga obligasi subordinasi berkelanjutan I tahun 2012 berjangka waktu tujuh tahun tersebut rencananya akan dibayarkan setiap tiga bulan.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi PT CIMB Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, dan PT Mandiri Sekuritas.

Bukopin berharap untuk mendapatkan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 2 Maret 2012, penawaran pada 5-6 Maret, penjatahan 7 Maret, dan distribusi obligasi pada 9 Maret 2012.

Sementara itu, Direktur Corporate Finance CIMB Securities, Yuga Nugraha, mengatakan bahwa untuk tahap selanjutnya, penerbitan obligasi tersebut tergantung kebutuhan dana. "Yang selanjutnya tergantung kebutuhan, kalau dari peraturan Bapepam-LK maksimal dua tahun," kata dia.

Untuk jenis investor yang menyerap obligasi ini, diakuinya masih berasal dari investor domestik. "Permintaan domestik masih cukup baik. Asing bisa, kalau mereka menerima tingkat bunganya," ujarnya.

Glen menambahkan, saat ini, usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi sektor yang dominan dalam bisnis Bukopin. Sebab, pertumbuhan UKM ke depannya akan dijaga di angka 20 persen.

"Lebih besar lebih bagus. Tapi, lihat kondisi pasar, tambahan modal, in general di angka 20 persen," ujar Glen. Saat ini, porsi kredit UKM sebesar 58 persen, komersial 30 persen, dan sisanya konsumer. (art)

Popular Posts