Bandara Adisucipto Akan Dipindah

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Minggu, 26 Februari 2012

Bandara Adisucipto Akan Dipindah

VIVAnews - Dua lokasi dijadikan alternatif pembangunan bandara bertaraf internasional untuk menggantikan Bandara Adisucipto yang dinilai tidak mampu lagi didarati pesawat berbadan lebar, karena keterbatasan landasan.

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogykarta mewacanakan pembangunan baru tersebut, di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul dan Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo yang saat ini ditindaklanjuti dengan studi kelayakan.

Anggota Komisi V DPR, Gandung Pardiman, yang juga sebagai Ketua DPD Partai Golkar DIY merespon positif langkah itu, meski masih dalam proses studi kelayakan.

Menurut Gandung, meski enggan menyebut daerah yang sesuai untuk pembangunan bandara internasional itu, namun bila dilihat dari jarak bandara ke pusat kota, untuk lokasi di Temon butuh waktu dua jam dan di Sanden hanya butuh waktu kurang dari satu jam.

"Memang kalau dilihat dari jarak tempuh ke pusat kota, bandara dibangun di Sanden lebih dekat," katanya saat ditemui di Bantul, DIY, Sabtu.

Gandung menyatakan Yogyakarta adalah kota kecil, bukan kota industri sehingga ketika bandara dibangun ditempat yang jauh dari pusat kota akan menurunkan kunjungan ke Yogyakarta. "Ya, yang paling dekat adalah Kecamatan Sanden," ujarnya.

Jika nantinya bandara dibangun di Sanden, lanjutnya, sebagai konsekuensi masyarakat harus merelakan tanahnya untuk dibeli dengan harga yang realistis. "Kalau masyarakat minta pembebasan tanah dengan harga yang tinggi, ya dipastikan investor akan berpikir panjang," tuturnya.

Gandung menjelaskan, dalam satu bulan jikarata-rata jumlah kunjungan ke bandara mencapai antara 120 hingga 150 ribu orang. Dengan jumlah kunjungan sebanyak itu, harus diimbangi dengan pembangunan bandara baru yang memiliki infrastruktur memadai.

"Memang saat ini, bandara sudah harus segera pindah jika dilihat dari kondisi yang  semrawut di Bandara Adisucipto Yogyakarta," tuturnya.

Gandung menambahkan, keberadaan pesawat TNI yang juga menggunakan landasan pesawat komersil semakin menambah semrawutnya penerbangan di Bandara Adisucipto. "Mosok mau landing atau take off harus menunggu pesawat-pesawat capung terbang atau turun dahulu," kata dia. (adi)

Popular Posts