Bangun Tol, Sumbar Gandeng Jasa Marga

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Senin, 30 Januari 2012

Bangun Tol, Sumbar Gandeng Jasa Marga

VIVAnews - Rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Padang menuju Riau masih menunggu hasil kajian administrasi yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2012. Jika berjalan mulus, kajian investasi jalan tol sepanjang 201 kilometer ini akan dilakukan pada tahun 2013.

Menurut Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tarkim Sumbar Suprapto, realisasi pembangunan jalan tol ini akan dilakukan bertahap. “Tahap pertama dari Padang menuju Bukittinggi sepanjang 54 kilometer, bila menguntungkan, sisanya (Bukittinggi-Pekanbaru) pada tahap berikutnya,” kata Suprapto pada VIVAnews, Senin, 30 Januari 2012.

Diperkirakan bila secara investasi dinilai menguntungkan, dalam dua hingga tiga tahun ke depan pembangunan jalan bebas hambatan ini akan dimulai. Hitung-hitungan investasinya, mega proyek ini akan menelan biaya hingga triliunan rupiah. Tahap pertama Padang-Bukittinggi diprediksi akan menelan biaya Rp1,6 triliun.

“Secara konstruksi, hitung-hitungannya kan jelas, Rp30 miliar per kilometer, karena Sumbar daerahnya berbukit, bisa jadi lebih dari itu nilainya,” tambah Suprapto. Pembukaan jalur tol ini akan dilakukan secara bertahap terkait nilai ekonomis dalam pengelolaannya.

Angka tersebut, belum termasuk nilai pembebasan lahan pembangunan jalur tersebut yang angkanya masih dalam perdebatan. Jika kajian administrasi dan kajian investasinya berjalan mulus, PT Jasa Marga akan mengoperasikan jalur ini bekerjasama dengan pemerintah daerah di Sumbar.

Ia mengakui, realisasi pembangunan jalan alternatif ini masih memerlukan banyak pembanding agar BUMN tersebut tidak merugi dalam berinvestasi. Mitos jalan tol akan menangguk untung jika dihubungkan dengan Jakarta menjadi salah satu catatan untuk merealisasikan proyek ini.

“Catatannya memang begitu, pengoperasian jalan tol yang untung itu bila terhubung dengan Jakarta, di luar itu tidak ada yang untung walaupun tidak merugi,” katanya. Pergerakan kendaraan menjadi titik tolak untuk mengoperasikan jalan bebas hambatan.

Menurut catatan Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, diprediksi sekitar 2.000 kendaraan melintasi jalur Padang menuju Pekanbaru melewati Bukittinggi. Angka ini di luar jumlah pergerakan orang dan barang yang melintasi jalur tersebut pada setiap tahunnya.
 
Rencana pembangunan jalan bebas hambatan dari Padang menuju Pekanbaru sudah disodorkan sejak 2008 lalu lewat gagasan gubernur di Sumatera. Pihak pusat menanggapi rencana tersebut tahun ini. Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan direncanakan akan bertemu langsung dengan Gubernur Sumbar dalam pekan ini.

Sejauh ini, sejumlah alternatif jalur sedang dikaji untuk digunakan sebagai jalur bebas hambatan tersebut. “Bisa jadi membangun jalan baru atau menggunakan jalur yang telah ada, ini perlu pengkajian lebih dalam,” kata Suprapto. (umi)

Kerja di rumah

Popular Posts