Kuasi Reorganisasi, BNBR Hapus Defisit Rp34 T

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Kamis, 08 Desember 2011

Kuasi Reorganisasi, BNBR Hapus Defisit Rp34 T

VIVAnews - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan proses kuasi reorganisasi telah dilakukan. Melalui kuasi ini, Bakrie & Brothers akan menghapus defisit senilai Rp34,9 triliun.

Kuasi itu telah disetujui oleh pemegang saham perseroan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 6 Oktober 2011. Hingga berakhirnya jangka waktu pemberitahuan kepada kreditor perseroan pada 6 Desember 2011, tidak terdapat kreditor yang melakukan sanggahan atau menyatakan keberatan terhadap rencana kuasi itu. Pada 7 Desember 2011, Bakrie & Brothers telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM terkait aksi korporasi itu.

“Kami bersyukur seluruh prosedur hukum untuk melakukan kuasi sudah tuntas. Kini saatnya kami memulai bisnis dari awal dan melangkah lebih baik," ujar Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) Bakrie & Brothers, Bobby Gafur Umar, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 8 Desember 2011.

Menurut dia, proses kuasi reorganisasi yang dilakukan perseroan membutuhkan energi dan waktu yang panjang. Sebab, untuk melakukan kuasi, Bakrie & Brothers harus melakukan pekerjaan yang kompleks dan sangat rinci yang berujung pada penyehatan neraca perseroan. Bobby optimistis kinerja perseroan akan semakin membaik.

Melalui kuasi ini, Bakrie & Brothers akan menghapus defisit senilai Rp34,9 triliun. Defisit itu di antaranya berasal dari nilai akumulasi kerugian bersih, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dan rugi investasi jangka pendek yang belum terealisasi.

Hingga 30 Juni 2011, Bakrie & Brothers mencatat saldo defisit sebesar Rp27,7 triliun. Defisit itu merupakan akumulasi dari kerugian bersih perseroan sebesar Rp16,5 triliun pada 2008, Rp1,7 triliun (2009), dan Rp7,6 triliun selama 2010.

Ia menegaskan, suksesnya pelaksanaan kuasi reorganisasi membuat neraca keuangan Bakrie & Brothers semakin sehat. Dengan demikian, perseroan memiliki keleluasaan untuk menjalankan rencana bisnis yang telah disusun.

Secara finansial, Bakrie & Brothers juga akan lebih mudah untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari eksternal. Sebab, terhapusnya saldo defisit, Bobby melanjutkan, tentunya akan membuat risiko bisnis perseroan ikut menurun.

“Ini memungkinkan perseroan untuk mendapatkan pembiayaan eksternal dengan biaya lebih rendah,” ujar Bobby.

Bobby menambahkan, strategi bisnis perseroan saat ini sudah tepat dalam menghadapi turbulensi yang terjadi pada perekonomian global. Perseroan memiliki pengalaman panjang mengadapi dua krisis besar yaitu 1997 dan 2008.

Bakrie & Brothers akan tetap fokus di sektor industri berbasis sumber daya alam dan infrastruktur. Dua sektor tersebut dianggap memiliki prospek dan nilai tambah yang sangat positif. (art)

Kerja di rumah

Popular Posts