Jalur Dialihkan, Suplai BBM Terganggu

Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Serta Info terbaru seputar dunia bisnis indonesia terupdate dan terpercaya

Sabtu, 03 Desember 2011

Jalur Dialihkan, Suplai BBM Terganggu

VIVAnews - PT Pertamina menambah armada pengangkut bahan bakar minyak (BBM) ke empat daerah tujuan di Sumatera Barat. Tak berfungsinya jalan lintas Sumatera di kawasan tanjakan Panorama I, Indarung, Padang, karena dalam perbaikan, membuat jarak tempuh pasokan BBM ke beberapa daerah menjadi semakin jauh.

Menurut informasi customer relation Pertamina Medan, sebanyak 15 unit mobil tangki disiagakan untuk memenuhi kebutuhan BBM di Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. “Pertamina juga membuka layanan terminal BBM di Teluk Kabung untuk buka hingga larut malam,” kata Sonny Mirath, customer relation Pertamina Medan kepada VIVAnews.com, Jumat, 2 Desember 2011.

Menurut Sonny, Pertamina telah meminta keringanan kepada pemerintah daerah agar truk tangki pengangkut BBM diperbolehkan melintasi jalur Padang-Solok melewati Panorama, Sitinjau Laut. Sejauh ini, belum ada tanggapan terkait permohonan dari Pertamina tersebut.

Perbaikan ruas jalur utama Padang-Solok ini menyebabkan arus lalu lintas menuju Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya dialihkan. Bus berbadan lebar dan truk tidak diperbolehkan melintasi jalur ini untuk sementara waktu.

Saat ini, jalur truk dan bus menuju lintas tengah Sumatera dialihkan ke Padang Panjang dan Danau Singkarak. “Ini mengakibatkan hambatan pasokan BBM tiba di SPBU di Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya, karena jarak tempuh mobil tangki BBM bertambah 153–160 kilometer,” tambah Sonny.

Perubahan jalur ini dkhawatirkan perusahaan akan mengganggu kelancaran distribusi BBM ke empat daerah di Sumbar. Ia berjanji, Pertamina akan berupaya dapat memaksimalkan penyaluran BBM ke sejumlah SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi tersebut.

Menurut data perusahaan, 23 stasiun pengisian bahan bakar umum di empat wilayah tersebut mengalami hambatan suplai. Secara keseluruhan, dalam keadaan normal, suplai BBM untuk Sumbar mencapai 4.183 kiloliter untuk Premium dan Solar 4.907 kiloliter setiap harinya. (Laporan: Eri Naldi l Padang, art)

Popular Posts